Tips Mengatasi Keringat Berlebih Pada Ketiak

Keringat berlebihan adalah masalah yang sangat umum terjadi. Dalam kedokteran keadaan ini disebut hiperhidrosis. Jutaan orang mengalaminya. Kabar baiknya, hal ini sama sekali tidak berhubungan (secara langsung) dengan kebersihan pribadi. Setiap orang pasti mengalami suatu keadaan “berkeringat”, karena itu adalah bagian dari fungsi tubuh yang normal.

Keringat adalah suatu mekanisme tubuh untuk mendinginkan temperatur bagian dalam. Orang yang sehat pasti berkeringat. Kalau tubuh tidak mengeluarkan keringat sama sekali, suhu tubuh akan meningkat dan orang akan menjadi sakit.

Salah satu bagian tubuh yang paling sering bermasalah dengan keringat adalah ketiak. Masih dalam batasan keadaan normal, hal ini baru jadi problem ketika keringat keluar dalam jumlah yang berlebihan, sehingga menimbulkan krisis Pede dan bau tak sedap.

Meskipun masih diperdebatkan tentang pengobatan yang definitifnya, ada beberapa tips yang bisa membantu mencegah keluarnya keringat berlebih pada ketiak. Penasaran? Ini dia tipsnya….

  1. Perhatikan makanan Anda.
    Orang yang mengalami obesitas (overweight / kegemukan) lebih sering mengalami keadaan keringat berlebih dibandingkan orang dengan berat badan normal. Orang normal pun masih bisa mengalaminya ketika tidak memperhatikan makanannya. Makanan pedas dan mengandung bahan-bahan pengawet turut andil dalam memperburuk keadaan. Sebaliknya, makanan-makanan segar (sayuran, buah, susu, ikan, dll) sangat baik dalam mengurangi keadaan keringat berlebih.
  2. Perhatikan minuman Anda.
    Minum air yang cukup dalam satu hari mampu menjaga temperatur tubuh sehingga proses hidrasi menjadi lebih baik, dan keluarnya keringat menjadi lebih terkontrol. Normalnya seseorang memerlukan hingga 8 gelas air per hari. Namun perlu diingat bahwa air es justru memacu tubuh untuk meningkatkan  suhu internalnya, dan akhirnya tubuh kita malah berkeringat. Yang paling baik adalah air dengan suhu ruangan karena paling mendekati suhu tubuh kita.
  3. Hindari minuman beralkohol.
    Alkohol hanya akan meningkatkan aliran darah jantug, sehingga suhu tubuh akan meningkat. Alkohol juga memperbesar (dilatasi) pembuluh darah pada kulit, yang akhirnya memperbanyak kemampuan tubuh untuk memproduksi keringat.
  4. Berhenti merokok sekarang juga.
    Zat-zat kimia dalam rokok akan menambah adrenalin tubuh diikuti dengan meningkatnya denyut nadi, dan akhirnya sama dengan alkohol dan kafein akan meningkatkan jumlah keringat yang keluar.
  5. Perhatikan pakaian Anda.
    Khusus bagi para penderita hiperhidrosis, pemilihan bahan pakaian menjadi suatu keputusan pintar yang penting diperhatikan. Hindari bahan-bahan sintetis dan pakaian-pakaian ketat (yang akan sering bersinggungan dengan kulit – khususnya bagian yang berkeringat banyak seperti ketiak). Sebaliknya pemilihan bahan natural yang breathable (berpori-pori) seperti katun atau kaos akan jauh lebih nyaman. Bahan sintetis seperti nilon atau polyester adalah contoh yang tidak dianjurkan bagi orang yang banyak berkeringat, karena bahan tersebut tidak berpori dan cenderung menyebabkan keringat terperangkap, lalu berkembanglah bakteri di sana dan timbullah bau badan yang menyengat.
  6. Perbanyak relaks.
    Yang dimaksud relaks bukan berarti nganggur di rumah, tidak bekerja. Sama sekali bukan itu. Relaks adalah lawan kata dari stress. Ketika kita menghadapi stressor tinggi di tempat kerja (misalnya meeting, ujian, audit, dll) tubuh kita akan cenderung lebih banyak berkeringat. Karenanya diperlukan relaksasi aktif (misalnya dengan mengatur napas, mengatur mental, baca qur’an, berdoa, dll) khususnya ketika kita menghadapi ┬ástress yang lebih dari hari biasanya.

  7. Gunakan anti-perspirant deodoran.
    Nah ini dia yang biasa kita lihat di televisi. Memang benar anti-perspirant dapat membantu mengontrol akumulasi (penumpukan) keringat pada ketiak, namun ini bukan langkah satu-satunya. Penggunaan zat aktif tawas atau alumunium klorida adalah salah satu langkah dari sekian banyak cara untuk mengatasi keringat berlebih.

  8. Berobat ke dokter.
    Ini adalah langkah “pamungkas” setelah kita menempuh 7 langkah di atas dan masih juga mengalami hiperhidrosis, mungkin ada sesuatu dalam tubuh Anda yang harus diobati. Contohnya adalah kelainan tiroid, kelainan syaraf, kelainan pembuluh darah, dll. Silakan berobat ke dokter spesialis penyakit dalam terdekat untuk mencari tahu apa yang perlu diobati pada diri Anda.


Semoga bermanfaat, sehat selalu dan bebas BB :)