<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Dr Ariefstress</title>
	<atom:link href="http://www.drarief.com/tag/stress/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.drarief.com</link>
	<description>Now Serving Online</description>
	<lastBuildDate>Thu, 01 Dec 2011 05:39:59 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.2.1</generator>
		<item>
		<title>Ada Bullying di Sekolah ?</title>
		<link>http://www.drarief.com/bullying-di-sekolah/</link>
		<comments>http://www.drarief.com/bullying-di-sekolah/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 08 Nov 2011 07:42:38 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Dr Arief</dc:creator>
				<category><![CDATA[Informasi Untuk Pasien]]></category>
		<category><![CDATA[Tips]]></category>
		<category><![CDATA[anak]]></category>
		<category><![CDATA[bully]]></category>
		<category><![CDATA[bullying]]></category>
		<category><![CDATA[mental]]></category>
		<category><![CDATA[problem]]></category>
		<category><![CDATA[sekolah]]></category>
		<category><![CDATA[stress]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.drarief.com/?p=574</guid>
		<description><![CDATA[&#160; Setiap hari ratusan (bahkan ribuan) anak Indonesia mengalami ketakutan untuk pergi ke sekolah. Di seluruh dunia, jutaan anak punya masalah dengan bullying di sekolahnya. Bullying adalah suatu masalah besar ! Tidak hanya berdampak pada si anak yang mengalami bullying saja, tapi juga orang tua, guru, teman, dan lingkungan sekitarnya. Mengapa ? Bullying sudah jelas, [...]<p><a href="http://www.drarief.com/bullying-di-sekolah/">Ada Bullying di Sekolah ?</a> is a post from: <a href="http://www.drarief.com">Dr Arief</a></p>
]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://www.drarief.com/wp-content/uploads/2011/11/bullying1.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-575" title="Bully" src="http://www.drarief.com/wp-content/uploads/2011/11/bullying1-300x207.jpg" alt="Ada bullying di sekolah ?" width="300" height="207" /></a></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Setiap hari ratusan (bahkan ribuan) anak Indonesia mengalami ketakutan untuk pergi ke sekolah. Di seluruh dunia, jutaan anak punya masalah dengan bullying di sekolahnya. Bullying adalah suatu masalah besar ! Tidak hanya berdampak pada si anak yang mengalami bullying saja, tapi juga orang tua, guru, teman, dan lingkungan sekitarnya. Mengapa ?</p>
<p><span id="more-574"></span>Bullying sudah jelas, pasti menjadi problem psiko-sosial bagi si anak yang mengalaminya. Bullying kemungkinan besar akan luput dari pandangan orang tua, guru, atau orang dewasa lainnya. Mereka mungkin tidak akan memahami seberapa parah dampak bullying pada sang anak.</p>
<p>Apa sih bullying itu ? Secara definisi, bullying adalah suatu keadaan dimana seseorang &#8220;dikerjain&#8221; secara berulang-ulang oleh seorang atau sekelompok individu yang memiliki power yang berbeda. Yang saya maksud dengan &#8220;Power&#8221; di sini bisa berarti tenaga fisik atau posisi sosial (misalnya lebih kaya, lebih cantik, lebih bergengsi, dll).</p>
<p>Sedikitnya ada 2 masalah utama dibalik terjadinya bullying di sekolah : <strong>Penampilan</strong>, dan <strong>Status sosial</strong>. Pelaku bullying (disebut &#8220;Bully&#8221;) selalu memilih target / korban dari kalangan teman yang menurut mereka tidak cocok untuk bergaul bersamanya; bisa karena penampilan, sifat (misalnya pemalu, pendiam), ras, agama, atau suku. Dan pilihan target akan jatuh pada individu yang menurut mereka inferior atau di bawah strata mereka.</p>
<p>Bullying dapat terjadi secara fisik, psikologis, verbal, maupun seksual. Secara fisik contohnya dengan dipukul, dicubit, didorong, dijegal, dll. Secara psikologis misalnya dipermalukan di depan umum, dipanggil dengan nama cemoohan, dihasut, difitnah, barang-barangnya disembunyikan, dll. Secara verbal contohnya dicaci maki langsung, diteror (baik melalui telepon, sms, atau email). Secara seksual bisa terjadi dari yang paling ringan dicolek-colek, sampai yang paling parah diperkosa.</p>
<h3>Bagaimana rasanya menjadi korban bullying ?</h3>
<p>Hal yang paling menyakitkan dari bullying adalah : <strong>Berulang-ulang</strong>. Seseorang boleh saja bertengkar di sekolah, atau kesal karena dihukum oleh gurunya&#8230; Seminggu setelah itu, keadaan akan kembali normal, dan dia akan mengambil pelajaran dari kejadian yang tidak enak tadi. Oke, fine, problem selesai. Lain halnya dengan bullying, proses tadi terjadi berulang-ulang, setiap hari, setiap waktu istirahat, setiap ada kesempatan, selama bertahun-tahun&#8230;. akan jadi apa korbannya ???</p>
<p>Bila hanya terjadi satu atau dua kali memang tidak apa-apa. Tapi bila proses tersebut berulang terus-menerus, si korban bullying akan selalu berada dalam keadaan ketakutan yang konstan. Keadaan inilah yang secara psikologis berbahaya dan berpotensi menjadikan si anak memiliki kepribadian yang menyimpang. Anak akan berkembang menjadi pribadi yang tidak percaya diri, stress, depresi, cemas, bahkan secara statistik anak yang mengalami bullying pada masa sekolah berpotensi untuk melakukan bunuh diri. Seru kan ?</p>
<p>Belum lagi masalah fisiknya yang pasti akan ikut terganggu baik akibat bullying secara fisik (dipukul, ditendang, dll), maupun efek psikologis yang menjadi penyakit (dalam bahasa medis disebut Psiko-somatis); seperti sering sakit perut, gampang pusing, tidak nafsu makan, dan ujung-ujungnya gampang sakit.</p>
<p>Bullying adalah masalah besar. Bullying adalah kekerasan, yang akan semakin meningkat dengan berkembangnya usia si pelaku (Bully). Bukan berita baru bagi kita bila kita dengar ada anak yang meninggal di sekolah, meninggal di kampus, karena bullying atau orientasi yang berlebihan.</p>
<p>Bagi si pelaku bully&#8230; statistik menyebutkan bahwa 1 dari 4 anak yang dulu melakukan bullying pada usia sekolah memiliki catatan kriminal sebelum mereka menginjak usia 30. Sebagian dari mereka menjalani hidupnya sebagai sampah masyarakat, terasing dari lingkungan dan teman-temannya, gagal merintis karir dalam hidupnya, atau bahkan gagal dalam hidupnya&#8230;.</p>
<p><a href="http://www.drarief.com/wp-content/uploads/2011/11/bully2.gif"><img class="aligncenter size-medium wp-image-577" title="Blaaah !!!" src="http://www.drarief.com/wp-content/uploads/2011/11/bully2-290x300.gif" alt="" width="290" height="300" /></a></p>
<p>to be continued insya Allah&#8230;.<br />
<h3 class='related_post_title'>Posting terkait:</h3>
<ul class='related_post'>
<li><a href='http://www.drarief.com/bullying-apa-tanda-tandanya/' title='Bullying&#8230; Apa tanda-tandanya ?'>Bullying&#8230; Apa tanda-tandanya ?</a></li>
<li><a href='http://www.drarief.com/agar-kecenderungan-stress-orang-tua-tidak-diwarisi-oleh-sang-anak/' title='Agar kecenderungan stress orang tua tidak diwarisi oleh sang anak&#8230;'>Agar kecenderungan stress orang tua tidak diwarisi oleh sang anak&#8230;</a></li>
<li><a href='http://www.drarief.com/k-sageplus-berita-bagus-untuk-anak-autis/' title='K-SagePlus&#8230; berita bagus untuk anak autis :)'>K-SagePlus&#8230; berita bagus untuk anak autis <img src='http://www.drarief.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </a></li>
<li><a href='http://www.drarief.com/100-sehat-mungkin-nggak-ya/' title='100% Sehat, mungkin nggak ya ?'>100% Sehat, mungkin nggak ya ?</a></li>
<li><a href='http://www.drarief.com/apa-bedanya-cacar-air-dan-cacar-api-cacar-monyet/' title='Apa Bedanya Cacar Air dan Cacar Api (cacar monyet) ?'>Apa Bedanya Cacar Air dan Cacar Api (cacar monyet) ?</a></li>
</ul>
<p><a href="http://www.drarief.com/bullying-di-sekolah/">Ada Bullying di Sekolah ?</a> is a post from: <a href="http://www.drarief.com">Dr Arief</a></p>
By the time  your rss reader get this post here is <strong> 3 </strong>comments ,Welcome you come to leave your opinion !]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.drarief.com/bullying-di-sekolah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Agar kecenderungan stress orang tua tidak diwarisi oleh sang anak&#8230;</title>
		<link>http://www.drarief.com/agar-kecenderungan-stress-orang-tua-tidak-diwarisi-oleh-sang-anak/</link>
		<comments>http://www.drarief.com/agar-kecenderungan-stress-orang-tua-tidak-diwarisi-oleh-sang-anak/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 26 Dec 2010 01:41:13 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Dr Arief</dc:creator>
				<category><![CDATA[Informasi Untuk Pasien]]></category>
		<category><![CDATA[anak]]></category>
		<category><![CDATA[depresi]]></category>
		<category><![CDATA[iritasi]]></category>
		<category><![CDATA[iritatif]]></category>
		<category><![CDATA[stress]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.drarief.com/?p=564</guid>
		<description><![CDATA[Anak-anak dapat pula mengalami stres dan bila tidak dapat diatasi dengan baik dapat menyebabkan penyakit secara fisik, emosi maupun mental. Maka, bagaimana Anda sebagai orang tua dapat mengetahui gejala stres pada anak? Apa penyebabnya? Apa yang dapat dilakukan untuk membantu anak keluar dari stres anak? Penyebab Stres Anak Stres pada anak dapat terjadi pada berbagai [...]<p><a href="http://www.drarief.com/agar-kecenderungan-stress-orang-tua-tidak-diwarisi-oleh-sang-anak/">Agar kecenderungan stress orang tua tidak diwarisi oleh sang anak&#8230;</a> is a post from: <a href="http://www.drarief.com">Dr Arief</a></p>
]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://www.drarief.com/wp-content/uploads/2010/12/stress-kids.jpg"><img class="alignright size-medium wp-image-565" title="Anak Anda stress ?" src="http://www.drarief.com/wp-content/uploads/2010/12/stress-kids-300x300.jpg" alt="" width="300" height="300" /></a></p>
<p>Anak-anak dapat pula mengalami stres dan bila tidak dapat diatasi dengan  baik dapat menyebabkan penyakit secara fisik, emosi maupun mental.  Maka, bagaimana Anda sebagai orang tua dapat mengetahui gejala stres  pada anak? Apa penyebabnya? Apa yang dapat dilakukan untuk membantu anak  keluar dari stres anak?<br />
<span id="more-564"></span></p>
<p><strong>Penyebab Stres Anak</strong></p>
<p>Stres pada anak dapat terjadi pada berbagai usia, bahkan sejak usia  dini, sejak dalam kandungan. Bila ibu yang mengandung mengalami stres,  janin yang ada dalam kandungan juga akan merasakannya. Detak jantung  janin menjadi tidak teratur, sehingga persediaan oksigen dan sari  makanan berkurang. Seiring pertambahan usia terutama saat masa remaja,  berbagai penyebab dapat memicu stres pada anak, di antaranya adalah:</p>
<ul>
<li>Makanan<br />
Kurangnya kandungan gizi pada makanan dapat menyebabkan  pertumbuhan anak tidak optimal dan suplai gizi yang diperlukan tubuh  tidak tercukupi sehingga dapat menimbulan stres. Begitu juga, konsumsi  makanan cepat saji yang berlebihan, karena makanan tersebut memiliki  kandungan gula yang berlebih dan minim gizi untuk tubuh.</li>
<li>Kurang tidur<br />
Terlalu banyak bermain atau menonton televisi  membuat anak kekurangan jam tidurnya. Untuk anak yang telah bersekolah,  banyaknya tugas dari sekolah, kegiatan ekstrakurikuler atau kursus yang  berlebihan membuat anak kekurangan waktu dan harus menghabiskan waktu  untuk menyelesaikan tugasnya sehingga jam tidur berkurang. Kurang tidur  dapat menyebabkan emosi dan pikiran anak menjadi tidak stabil dan rentan  mengalami stres.</li>
<li>Lingkungan keluarga<br />
Pertengkaran orang tua atau perceraian dapat  menyebabkan ketakutan pada anak. Hal ini wajar, karena seorang anak  sangat mendambakan kasih sayang orang di sekelilingnya, terutama orang  tuanya untuk membuatnya merasa aman dan terlindung.</li>
<li>Pola asuh orang tua<br />
Secara umum, pola asuh orang tua terdiri  dari 3 macam. Pertama, authoritarian di mana orang tua bersikap  otoriter, tidak memberi anak kebebasan dan memaksa anak agar memenuhi  tuntutan orang tua bahkan menganiaya anaknya. Kedua, permissive yaitu  orang tua sangat membebaskan anaknya walaupun seorang anak belum dapat  membuat keputusan dengan tepat dan membiarkan kesalahan anak. Ketiga,  authoritative yaitu orang tua menentukan dengan jelas konsekuensi dari  setiap tindakan yang diambil, mereka tidak mengekang anak secara  berlebihan juga tidak membebaskannya, tetapi terus memberi perhatian  pada anak dan berusaha membentuk anak yang mandiri. Pola authoritative  ini yang paling baik untuk membentu kepribadian anak. Stres dapat  terjadi pada anak apabila dia merasa tidak dapat memenuhi tuntutan orang  tuanya ataupun karena dia harus mengalami konsekuensi buruk akibat  kesalahan keputusan yang diambilnya.</li>
<li>Tekanan dari teman<br />
Dalam pergaulannya, seorang anak tidak ingin  berbeda dari anak-anak lain dari kelompoknya. Perbedaan seorang anak,  mungkin karena fisik atau sifatnya dapat memancing ejekan dari  teman-temannya. Ini pula yang dapat menyebabkan seorang anak merasa  stres karena merasa tidak dapat diterima oleh teman-temannya</li>
</ul>
<p>Pola asuh orangtua sangat memengaruhi kepribadian anak. Seorang anak  yang dibesarkan oleh ibu yang memiliki sikap positif dan toleran  cenderung akan tumbuh menjadi anak yang percaya diri dan lebih mampu  mengatasi stres dalam hidupnya.</p>
<p>Para ahli sejak lama telah  mengetahui banyak hal yang diwariskan orangtua pada anaknya. Selain  bakat dan kecerdasan, secara genetik anak-anak juga akan mendapatkan  kebiasaan, penyakit, dan juga stres. Ya, stres dan depresi memang bisa  menurun pada anak.</p>
<p>Namun, selain genetik, pola asuh (nurture) berperan cukup besar dalam  membentuk kepribadian anak. Hal itu terbukti dalam penelitian yang  dimuat dalam jurnal Developmental Psychology. Para ahli  menemukan bayi  yang terlahir dari ibu yang depresi namun diadopsi dan dibesarkan oleh  ibu yang responsif pada emosi anak, akan tumbuh menjadi anak yang lebih  anteng dan jarang rewel.</p>
<p>Sebaliknya dengan anak-anak yang  memiliki ibu angkat yang kurang responsif (jarang memberi feedback  positif atau tak ada saat anak butuh dukungan) cenderung lebih rewel.</p>
<p>&#8220;Anak mungkin mewarisi depresi yang dialami orangtuanya. Namun bakat  tersebut tidak akan berkembang bila anak dibesarkan dalam lingkungan  yang positif serta ibu yang responsif pada kebutuhan anak,&#8221; kata Misaki  Natsuaki, psikolog dari Universitas California, yang melakukan studi  ini.</p>
<p>Pola pengasuhan yang responsif juga akan membuat anak lebih  pandai mengelola emosinya sehingga anak mampu mengendalikan perasaannya  sehingga emosinya tidak meledak-ledak.<br />
<h3 class='related_post_title'>Posting terkait:</h3>
<ul class='related_post'>
<li><a href='http://www.drarief.com/bullying-apa-tanda-tandanya/' title='Bullying&#8230; Apa tanda-tandanya ?'>Bullying&#8230; Apa tanda-tandanya ?</a></li>
<li><a href='http://www.drarief.com/k-sageplus-berita-bagus-untuk-anak-autis/' title='K-SagePlus&#8230; berita bagus untuk anak autis :)'>K-SagePlus&#8230; berita bagus untuk anak autis <img src='http://www.drarief.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </a></li>
<li><a href='http://www.drarief.com/100-sehat-mungkin-nggak-ya/' title='100% Sehat, mungkin nggak ya ?'>100% Sehat, mungkin nggak ya ?</a></li>
<li><a href='http://www.drarief.com/apa-bedanya-cacar-air-dan-cacar-api-cacar-monyet/' title='Apa Bedanya Cacar Air dan Cacar Api (cacar monyet) ?'>Apa Bedanya Cacar Air dan Cacar Api (cacar monyet) ?</a></li>
</ul>
<p><a href="http://www.drarief.com/agar-kecenderungan-stress-orang-tua-tidak-diwarisi-oleh-sang-anak/">Agar kecenderungan stress orang tua tidak diwarisi oleh sang anak&#8230;</a> is a post from: <a href="http://www.drarief.com">Dr Arief</a></p>
Here is no comments yet by the time  your rss reader get this, Do you want to be the first commentor? Hurry up ]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.drarief.com/agar-kecenderungan-stress-orang-tua-tidak-diwarisi-oleh-sang-anak/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>K-SagePlus&#8230; berita bagus untuk anak autis :)</title>
		<link>http://www.drarief.com/k-sageplus-berita-bagus-untuk-anak-autis/</link>
		<comments>http://www.drarief.com/k-sageplus-berita-bagus-untuk-anak-autis/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 08 Mar 2009 03:36:36 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dr. Arief</dc:creator>
				<category><![CDATA[Informasi Untuk Pasien]]></category>
		<category><![CDATA[Product Review]]></category>
		<category><![CDATA[autis]]></category>
		<category><![CDATA[cerdas]]></category>
		<category><![CDATA[daya ingat]]></category>
		<category><![CDATA[hiperaktif]]></category>
		<category><![CDATA[idiot]]></category>
		<category><![CDATA[obat]]></category>
		<category><![CDATA[otak]]></category>
		<category><![CDATA[pikun]]></category>
		<category><![CDATA[sage]]></category>
		<category><![CDATA[stress]]></category>
		<category><![CDATA[suplemen]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://drarief.com/?p=408</guid>
		<description><![CDATA[K-SagePlus adalah ekstrak herbal kualitas terbaik yang dirancang khusus untuk meningkatkan fungsi dari otak. Diformulasikan untuk meningkatkan daya ingat, meningkatkan kecerdasan, dan membantu meredakan stress. K-SagePlus juga mengandung suplemen herbal alami lainnya yang bekerja mengaktifkan sel-sel otak, melancarkan aliran darah pada otak, serta me-rileks-kan pikiran dari tekanan aktivitas kita sehari-hari. K-SagePlus adalah nutrisi penting untuk [...]<p><a href="http://www.drarief.com/k-sageplus-berita-bagus-untuk-anak-autis/">K-SagePlus&#8230; berita bagus untuk anak autis :)</a> is a post from: <a href="http://www.drarief.com">Dr Arief</a></p>
]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignnone" title="K-SagePlus" src="http://k-link.com/images/products/product/k_sageplus.jpg" alt="" width="180" height="180" /></p>
<p>K-SagePlus adalah ekstrak herbal kualitas terbaik yang dirancang khusus untuk meningkatkan fungsi dari otak. Diformulasikan untuk meningkatkan daya ingat, meningkatkan kecerdasan, dan membantu meredakan stress.</p>
<p>K-SagePlus juga mengandung suplemen herbal alami lainnya yang bekerja mengaktifkan sel-sel otak, melancarkan aliran darah pada otak, serta me-rileks-kan pikiran dari tekanan aktivitas kita sehari-hari.<br />
K-SagePlus adalah nutrisi penting untuk otak kita.<br />
<span id="more-408"></span><br />
<strong><br />
Siapa saja yang memerlukan K-SagePlus?</strong></p>
<ul class="unIndentedList">
<li> Cocok untuk anak-anak, pelajar, orang dewasa untuk meningkatkan daya ingat dan kecerdasan.</li>
<li> Dapat digunakan oleh manula untuk membantu mengatasi kepikunan.</li>
<li> Sebagai suplemen herbal untuk membantu penyembuhan autism, hiperaktif dan idiot pada anak.</li>
<li> Memiliki zat berkhasiat yang mampu meringankan penyakit Parkinson, Alzheimer dan stroke.</li>
<li> Membantu meredakan stress.</li>
</ul>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong><br />
Komposisi :<br />
<em>Setiap kapsul 500mg K-SagePlus mengandung:</em></strong></p>
<ul class="unIndentedList">
<li> Radix Salvia miltiorrhiza 90mg</li>
<li> Radix Lingusticum wallichii 40mg</li>
<li> Radix Angelica sinensis 40mg</li>
<li> Radix Glycyrrhiza uralensis 20mg</li>
<li> Poria cocos 40mg</li>
<li> Fructus Schisandra shinensis 80mg</li>
<li> Radix Astragalus membranaceus 20mg</li>
<li> Radix Codonopsis pilosula 40mg</li>
<li> Carthamus tinctorius 30mg</li>
<li> Fructus Lycium barbarum 20mg</li>
<li> Radix Panax ginseng 80mg</li>
</ul>
<p><strong>DOSIS:</strong></p>
<ul class="unIndentedList">
<li> Dewasa : 2 kali sehari 2 kapsul setiap setelah makan atau 3 kali sehari bagi mereka dalam tekanan berat atau usia lanjut</li>
<li> Anak : 2 kali sehari 1 kapsul setiap setelah makan</li>
</ul>
<p><strong>Perhatian :</strong></p>
<ul class="unIndentedList">
<li> Jangan melebihi dosis yang disarankan, jika sakit berlanjut hubungi dokter</li>
<li> Tidak untuk ibu hamil atau bayi dibawah 6 bulan</li>
</ul>
<p><strong>HARGA :</strong><br />
K-SagePlus (60 caps) Rp. 663.000,-</p>
<p>K-SagePlus (30 caps) Rp. 369.000,-</p>
<p>- plus ongkos kirim (dikirim via TIKI)</p>
<p><strong><a href="mailto:order@drarief.com">PESAN VIA EMAIL, silakan klik di sini</a></strong> atau kirim pesanan melalui email ke alamat order@drarief.com.<br />
<h3 class='related_post_title'>Posting terkait:</h3>
<ul class='related_post'>
<li><a href='http://www.drarief.com/k-omegasqua/' title='K-OmegaSqua'>K-OmegaSqua</a></li>
<li><a href='http://www.drarief.com/menjadi-jenius-dalam-sekejap-mungkinkah/' title='Menjadi Jenius dalam Sekejap&#8230; Mungkinkah ?'>Menjadi Jenius dalam Sekejap&#8230; Mungkinkah ?</a></li>
<li><a href='http://www.drarief.com/agar-kecenderungan-stress-orang-tua-tidak-diwarisi-oleh-sang-anak/' title='Agar kecenderungan stress orang tua tidak diwarisi oleh sang anak&#8230;'>Agar kecenderungan stress orang tua tidak diwarisi oleh sang anak&#8230;</a></li>
<li><a href='http://www.drarief.com/rokok-penyumbang-kerugian-negara/' title='Rokok : Penyumbang Kerugian Negara&#8230;'>Rokok : Penyumbang Kerugian Negara&#8230;</a></li>
<li><a href='http://www.drarief.com/suplemen-hebat-untuk-turun-berat-badan/' title='Suplemen Hebat Untuk Langsing &amp; Sehat'>Suplemen Hebat Untuk Langsing &amp; Sehat</a></li>
</ul>
<p><a href="http://www.drarief.com/k-sageplus-berita-bagus-untuk-anak-autis/">K-SagePlus&#8230; berita bagus untuk anak autis :)</a> is a post from: <a href="http://www.drarief.com">Dr Arief</a></p>
By the time  your rss reader get this post here is <strong> 1 </strong>comments ,Welcome you come to leave your opinion !]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.drarief.com/k-sageplus-berita-bagus-untuk-anak-autis/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>100% Sehat, mungkin nggak ya ?</title>
		<link>http://www.drarief.com/100-sehat-mungkin-nggak-ya/</link>
		<comments>http://www.drarief.com/100-sehat-mungkin-nggak-ya/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 07 Mar 2009 15:59:19 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dr. Arief</dc:creator>
				<category><![CDATA[Informasi Untuk Pasien]]></category>
		<category><![CDATA[air]]></category>
		<category><![CDATA[detox]]></category>
		<category><![CDATA[makanan]]></category>
		<category><![CDATA[olah raga]]></category>
		<category><![CDATA[sehat]]></category>
		<category><![CDATA[stress]]></category>
		<category><![CDATA[udara]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://drarief.com/?p=365</guid>
		<description><![CDATA[Zaman kini telah berubah. Seiring dengan perkembangan teknologi, sudah sifat dasar manusia untuk selalu menginginkan lebih. Lebih enak, lebih mudah, lebih ringan, lebih baik, lebih sedikit yang dikeluarkan, dan lebih banyak yang didapatkan. Sayangnya dalam konteks kehidupan sehari-hari, pola &#8220;ingin lebih&#8221; ini tidak 100% berakibat positif terhadap tubuh. Contohnya dalam konteks pertanian; dengan maksud ingin [...]<p><a href="http://www.drarief.com/100-sehat-mungkin-nggak-ya/">100% Sehat, mungkin nggak ya ?</a> is a post from: <a href="http://www.drarief.com">Dr Arief</a></p>
]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignnone" title="Pain....." src="http://www.alphachimp.com/clients/blog/pain-map.jpg" alt="" width="431" height="317" /></p>
<p>Zaman kini telah berubah. Seiring dengan perkembangan teknologi, sudah sifat dasar manusia untuk selalu menginginkan lebih. Lebih enak, lebih mudah, lebih ringan, lebih baik, lebih sedikit yang dikeluarkan, dan lebih banyak yang didapatkan. Sayangnya dalam konteks kehidupan sehari-hari, pola &#8220;ingin lebih&#8221; ini tidak 100% berakibat positif terhadap tubuh.</p>
<p>Contohnya dalam konteks pertanian; dengan maksud ingin lebih baik dan lebih banyak (serta lebih cepat) hasil panennya, maka diupayakan berbagai macam bentuk pupuk kimia serta pestisida. Memang benar tercapai tanaman yang lebih segar, lebih besar, lebih cantik, lebih banyak, dll pokoknya lebihhh&#8230; <span id="more-365"></span>Tapi di sisi lain ternyata menimbulkan masalah bagi kesehatan yang macam-macam, seiring dengan menumpuknya kadar zat-zat kimia pada tubuh. Mungkin ada yang bertanya, kok dulu tidak pernah dengar masalah yang begini-begini sih? Jawabannya kembali ke jabaran contoh di atas tadi. Dulu petani lebih banyak menggarap sawahnya secara konvensional (istilah kerennya : organik). Memang standar hasil panennya pun barangkali tidak semuluk sekarang, harus serba lebih, tapi cukup dengan standar panen yang baik saja; tapi dari segi kesehatan tidak menimbulkan dampak seperti yang kita temui sekarang.</p>
<p>Contoh lain di bidang industri, kesimpulan kasarnya &#8216;mah  sekarang semua diupayakan supaya manusia tidak usah bergerak terlalu banyak. Gimana tidak ? Pertama ditemukan remote control. Tujuannya, agar seseorang tidak usah &#8220;banyak bergerak&#8221; dari sofa nya menuju TV. Kemudian ditemukan komputer, agar manusia bisa mudah &#8220;bergerak&#8221; ke seluruh dunia tanpa meninggalkan kursinya&#8230; yah katanya gerak??? Masih kurang juga, kemudian ditemukan laptop, supaya orang lebih sedikit lagi bergerak, dari tempat tidur saja sudah cukup&#8230; hehehehehe <img src='http://www.drarief.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' />  Akibatnya&#8230; jaman sekarang &#8220;anak&#8221; usia 30 an sudah buanyak yang sakit pinggang, sakit pergelangan tangan, kolesterol tinggi, dll&#8230; Jaman dulu penyakit ini sih urusannya sama manula usia 60 an. Bahkan ironisnya lagi, banyak anak yang &#8220;balapan&#8221; sakit beginian sama orang tuanya. Wajar&#8230; zaman sudah berubah. Dulu sang Ayah berangkat kerja pakai sepeda dan bekerja menggunakan tenaga ototnya, sekarang sang anak berangkat kantor dengan mobil sedan ber AC, lengkap dengan supir pribadinya, sampai kantor masuk ruang ber AC lagi, duduk di kursi yang empuk, seharian bekerja dengan laptopnya&#8230; wah wah wah&#8230; rupanya rupanya istilah banting tulang dan memeras keringat tidak berlaku lagi bagi sang anak; lebih tepatnya membanting jari dan memeras otak hehehehe <img src='http://www.drarief.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Karena perubahan pola zaman inilah kini bermunculan penyakit-penyakit baru yang orang-orang tua zaman dulu tidak mengenalnya. Nah, apa saja faktor yang langsung berperan terhadap kesehatan kita ? Faktor-faktor itu adalah:</p>
<p>1.       Air</p>
<p>2.       Udara</p>
<p>3.       Makanan &amp; Minuman</p>
<p>4.       Olah raga</p>
<p>5.       Emosi</p>
<p>6.       Tidur / Istirahat</p>
<p>Dapatkah kita memperoleh jaminan kesehatan dari ke-6 faktor tersebut? Rasanya hari gini agak susah untuk 100% sehat secara natural&#8230;. makanya sekarang banyak orang melakukan Detox, alias Detoksifikasi, alias &#8220;membuang limbah metabolit (sampah beracun) dari tubuh.</p>
<p>to be continued&#8230;<br />
<h3 class='related_post_title'>Posting terkait:</h3>
<ul class='related_post'>
<li><a href='http://www.drarief.com/agar-kecenderungan-stress-orang-tua-tidak-diwarisi-oleh-sang-anak/' title='Agar kecenderungan stress orang tua tidak diwarisi oleh sang anak&#8230;'>Agar kecenderungan stress orang tua tidak diwarisi oleh sang anak&#8230;</a></li>
<li><a href='http://www.drarief.com/lansia-puasa-dijamin-sehat/' title='Lansia Puasa ? Dijamin Sehat !'>Lansia Puasa ? Dijamin Sehat !</a></li>
<li><a href='http://www.drarief.com/tips-tidur-sehat/' title='Tips Tidur Sehat :-)'>Tips Tidur Sehat <img src='http://www.drarief.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':-)' class='wp-smiley' /> </a></li>
<li><a href='http://www.drarief.com/k-sageplus-berita-bagus-untuk-anak-autis/' title='K-SagePlus&#8230; berita bagus untuk anak autis :)'>K-SagePlus&#8230; berita bagus untuk anak autis <img src='http://www.drarief.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </a></li>
<li><a href='http://www.drarief.com/k-liquid-chlorophyll/' title='K-Liquid Chlorophyll'>K-Liquid Chlorophyll</a></li>
</ul>
<p><a href="http://www.drarief.com/100-sehat-mungkin-nggak-ya/">100% Sehat, mungkin nggak ya ?</a> is a post from: <a href="http://www.drarief.com">Dr Arief</a></p>
Here is no comments yet by the time  your rss reader get this, Do you want to be the first commentor? Hurry up ]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.drarief.com/100-sehat-mungkin-nggak-ya/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

