<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Dr Ariefpintar</title>
	<atom:link href="http://www.drarief.com/tag/pintar/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.drarief.com</link>
	<description>Now Serving Online</description>
	<lastBuildDate>Thu, 01 Dec 2011 05:39:59 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.2.1</generator>
		<item>
		<title>Bagaimana menjadi pasien yang pintar?</title>
		<link>http://www.drarief.com/bagaimana-menjadi-pasien-yang-pintar/</link>
		<comments>http://www.drarief.com/bagaimana-menjadi-pasien-yang-pintar/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 19 Apr 2009 12:37:48 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dr. Arief</dc:creator>
				<category><![CDATA[Informasi Untuk Pasien]]></category>
		<category><![CDATA[Mimbar Bebas]]></category>
		<category><![CDATA[dokter]]></category>
		<category><![CDATA[pasien]]></category>
		<category><![CDATA[pintar]]></category>
		<category><![CDATA[smart]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://drarief.com/?p=476</guid>
		<description><![CDATA[Kebanyakan pasien tidak pandai berkomunikasi dengan dokter mereka. Hal ini selain disebabkan karena pola pikir &#8220;doctor knows best&#8221; yang membuat pasien percaya saja apa yang dikatakan dokter, juga karena para pasien sering hanya diberikan sedikit informasi yang relevan mengenai penyakitnya. Ingat, seperti halnya detektif, dokter juga bertugas mencari fakta. Pada saat yang bersamaan, mereka juga [...]<p><a href="http://www.drarief.com/bagaimana-menjadi-pasien-yang-pintar/">Bagaimana menjadi pasien yang pintar?</a> is a post from: <a href="http://www.drarief.com">Dr Arief</a></p>
]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft" title="Pasien yang pintar" src="http://1.bp.blogspot.com/_ndUBuo1BuPU/ScXSfxi-QkI/AAAAAAAAD1A/UUCLeuzRKV0/s400/pills-(child-medicine)-imag.jpg" alt="" width="233" height="307" /></p>
<p>Kebanyakan pasien tidak pandai berkomunikasi dengan dokter mereka. Hal ini selain disebabkan karena pola pikir &#8220;doctor knows best&#8221; yang membuat pasien percaya saja apa yang dikatakan dokter, juga karena para pasien sering hanya diberikan sedikit informasi yang relevan mengenai penyakitnya. Ingat, seperti halnya detektif, dokter juga bertugas mencari fakta. Pada saat yang bersamaan, mereka juga memberikan kita banyak detail-detail yang tidak relevan dan topik pembicaraan yang tidak ‘nyambung’.</p>
<p>Menjadi pasien yang cerdas bisa mengembalikan kesehatan Anda, mencegah pengeluaran yang sia-sia untuk tindakan medis, bahkan menyelamatkan jiwa Anda. Untuk menjadi pasien yang cerdas, Anda bisa merujuk pada tips-tips berikut ini.</p>
<p><span id="more-476"></span></p>
<h2>Memilih Dokter yang Benar</h2>
<p>Tanda pertama bahwa seseorang bisa disebut pasien yang cerdas adalah dengan memilih dokter yang benar. Dokter yang benar berarti dokter yang bersertifikat, kompeten, komunikatif, dan peduli terhadap pasien. Sekali Anda menemukan dokter seperti ini, Anda bisa mengandalkannya seumur hidup Anda. Untuk menemukannya, Anda bisa bertanya pada manajer perawat di UGD (unit gawat darurat) di rumah sakit terbaik di kota Anda. Manajer perawat di ICU (intensif care unit) juga bisa dijadikan rujukan. Selain itu, Anda bisa mendengarkan saran keluarga dan kerabat, atau mencari sendiri dengan mencoba dokter demi dokter.</p>
<h2>Pilih Rumah Sakit Terbaik</h2>
<p>Bagaimana kabar Anda hari ini? Baik-baik saja? Nah, ini saat yang tepat untuk mencari rumah sakit. Mungkin Anda bingung, tetapi sesungguhnya waktu terbaik untuk mencari rumah sakit adalah saat Anda tidak membutuhkannya. Kebanyakan orang tidak pernah berpikir untuk memilih sebuah rumah sakit rujukan untuk dirinya jika ia sakit. Mereka baru terpikir saat mereka sakit parah dan paramedis atau orang lain berkata, “Apakah Anda punya pilihan ke rumah sakit mana Anda ingin dibawa?”</p>
<h2>Jangan Berpikir Dua Kali untuk Meminta Second Opinion</h2>
<p>Pasien yang cerdas tidak akan merelakan hidupnya ke tangan seorang dokter saja. Penelitian di Amerika Serikat membuktikan bahwa 30% pasien yang meminta opini kedua dari dokter lain akan mendapatkan sebuah diagnosis baru yang berbeda. Tapi masalahnya, hanya ada 20% dari pasien yang meminta opini kedua, sisanya terlalu percaya pada dokter yang pertama—sehingga kesalahan perawatan dan pengobatan pun sering terjadi.<br />
Saat Anda berkonsultasi pada dokter untuk meminta opini kedua, berikan saja hasil pemeriksaan Anda dari dokter yang pertama, beri tahu ia fakta-fakta dari penyakit Anda, dan biarkan dokter tersebut menanyakan pertanyaan-pertanyaan untuk Anda. Jangan katakan, “Dokter A berkata saya sakit ini, tapi saya ragu.” Hal ini bisa membuat spesialis tersebut membuat opini yang bias.</p>
<h2>Pengobatan Alternatif</h2>
<p>Meskipun banyak pengobatan alternatif yang benar-benar ingin menyembuhkan pasien, ada juga yang berbahaya dan bahkan hanya mencari uang semata&#8230; Khusunya di negara kita, Indonesia. Nah, agar Anda terhindar dari bahaya, pastikan bahwa pengobatan terapi Anda tidak berbenturan dengan terapi dari dokter medis, dan bisa dijalankan bersama-sama dengan pengobatan dari dokter medis.<br />
<h3 class='related_post_title'>Posting terkait:</h3>
<ul class='related_post'>
<li><a href='http://www.drarief.com/kenali-obat-anda/' title='Kenali Obat Anda !'>Kenali Obat Anda !</a></li>
<li><a href='http://www.drarief.com/rokok-penyumbang-kerugian-negara/' title='Rokok : Penyumbang Kerugian Negara&#8230;'>Rokok : Penyumbang Kerugian Negara&#8230;</a></li>
<li><a href='http://www.drarief.com/nilai-referensi-pemeriksaan-kimia-darah/' title='Nilai Referensi Pemeriksaan Kimia Darah'>Nilai Referensi Pemeriksaan Kimia Darah</a></li>
<li><a href='http://www.drarief.com/habis-rokok-terbitlah-diabetes/' title='Habis Rokok Terbitlah Diabetes&#8230;'>Habis Rokok Terbitlah Diabetes&#8230;</a></li>
<li><a href='http://www.drarief.com/uji-kompetensi-siapa-yang-mau-ikut-hayo/' title='Uji Kompetensi&#8230; Siapa yang mau ikut hayo ?'>Uji Kompetensi&#8230; Siapa yang mau ikut hayo ?</a></li>
</ul>
<p><a href="http://www.drarief.com/bagaimana-menjadi-pasien-yang-pintar/">Bagaimana menjadi pasien yang pintar?</a> is a post from: <a href="http://www.drarief.com">Dr Arief</a></p>
By the time  your rss reader get this post here is <strong> 1 </strong>comments ,Welcome you come to leave your opinion !]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.drarief.com/bagaimana-menjadi-pasien-yang-pintar/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Menjadi Jenius dalam Sekejap&#8230; Mungkinkah ?</title>
		<link>http://www.drarief.com/menjadi-jenius-dalam-sekejap-mungkinkah/</link>
		<comments>http://www.drarief.com/menjadi-jenius-dalam-sekejap-mungkinkah/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 08 Jul 2008 00:49:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Dr. Arief L. Hakim</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[cerdas]]></category>
		<category><![CDATA[jenius]]></category>
		<category><![CDATA[otak]]></category>
		<category><![CDATA[pintar]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://drarief.com/2008/07/08/menjadi-jenius-dalam-sekejap-mungkinkah/</guid>
		<description><![CDATA[Hari ini saya membaca sebuah buku berjudul Mengapa Saya Menghafal Qur&#8217;an, sebuah buku baru yang diterbitkan oleh Daar An-Naba&#8217;. Saya tertarik dengan headline spotnya di cover depan buku tersebut, tentang 31 kunci menjadi jenius dalam sekejap&#8230; wah menarik sekali !Saya jadi teringat beberapa publikasi tentang bagaimana otak manusia dapat di maksimalkan cara kerjanya dan hal [...]<p><a href="http://www.drarief.com/menjadi-jenius-dalam-sekejap-mungkinkah/">Menjadi Jenius dalam Sekejap&#8230; Mungkinkah ?</a> is a post from: <a href="http://www.drarief.com">Dr Arief</a></p>
]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div style="text-align:left;"><span style="font-size:100%;">Hari ini saya membaca sebuah buku berjudul <span style="font-style:italic;"><span style="font-weight:bold;">Mengapa Saya Menghafal Qur&#8217;an</span></span>, sebuah buku baru yang diterbitkan oleh Daar An-Naba&#8217;. Saya tertarik dengan headline spotnya di cover depan buku tersebut, tentang 31 kunci menjadi jenius dalam sekejap&#8230; wah menarik sekali !</span><br /><span style="font-size:100%;">Saya jadi teringat beberapa publikasi tentang bagaimana otak manusia dapat di maksimalkan cara kerjanya dan hal itu biasa dipakai oleh para intelijen kelas dunia, ternyata memang bisa. Hanya saja cara yang mereka gunakan sering kali terasa tidak wajar dan terlalu memaksa, sehingga tidak banyak orang yang bisa melakukannya atau bahkan hanya meluangkan waktu untuk melakukannya pun nggak bisa.</span><br /><span style="font-size:100%;">Nah, di buku ini setelah saya baca memang pembahasannya menarik, dan secara teknis menggunakan cara-cara yang wajar, sehingga menurut saya bisa dipraktekkan oleh siapa saja. Metodenya yang dijabarkan cukup kreatif dan edukatif. Lebih detailnya silakan Anda baca sendiri di buku tersebut. Berikut adalah beberapa point resumenya.</span></p>
<p>1.    Mengulang.<br />2.    Mencintai.<br />3.    Ikatan.<br />4.    Memusatkan pikiran.<br />5.    Niat<br />6.    Mengeraskan bacaan dan mendendangkannya.<br />7.    Perlahan-lahan dan tidak buru-buru.<br />8.    Berbaik sangka kepada Allah dan yakin.<br />9.    Yang paling kontinyu meskipun sedikit.<br />10.    Berurutan.<br />11.    Tantangan.<br />12.    Menulis.<br />13.    Menyampaikan.<br />14.    Membanyangkan tulisan.<br />15.    Mengulang.<br />16.    Tidur.<br />17.    Bernafas.<br />18.    Membuat ketetapan.<br />19.    Pemahaman.<br />20.    Bersegera.<br />21.    Pembagian.<br />22.    Tempat yang tidak ada suara dan gambarnya.<br />23.    Meringkas.<br />24.    Waktu.<br />25.    Bahasa.<br />26.    Berdzikir kepada Allah.<br />27.    Meminta perlindungan kepada Allah.<br />28.    Memperdengarkan hafalan.<br />29.    Kesegaran badan.<br />30.    Puasa.<br />31.    Latihan dan percobaan</p>
<p>Hmm&#8230; menarik bukan ? Selamat mencobanya.</div>
<h3 class='related_post_title'>Posting terkait:</h3>
<ul class='related_post'>
<li><a href='http://www.drarief.com/k-sageplus-berita-bagus-untuk-anak-autis/' title='K-SagePlus&#8230; berita bagus untuk anak autis :)'>K-SagePlus&#8230; berita bagus untuk anak autis <img src='http://www.drarief.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </a></li>
<li><a href='http://www.drarief.com/bagaimana-menjadi-pasien-yang-pintar/' title='Bagaimana menjadi pasien yang pintar?'>Bagaimana menjadi pasien yang pintar?</a></li>
<li><a href='http://www.drarief.com/k-omegasqua/' title='K-OmegaSqua'>K-OmegaSqua</a></li>
</ul>
<p><a href="http://www.drarief.com/menjadi-jenius-dalam-sekejap-mungkinkah/">Menjadi Jenius dalam Sekejap&#8230; Mungkinkah ?</a> is a post from: <a href="http://www.drarief.com">Dr Arief</a></p>
Here is no comments yet by the time  your rss reader get this, Do you want to be the first commentor? Hurry up ]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.drarief.com/menjadi-jenius-dalam-sekejap-mungkinkah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

