Bagaimana menjadi pasien yang pintar?

Kebanyakan pasien tidak pandai berkomunikasi dengan dokter mereka. Hal ini selain disebabkan karena pola pikir “doctor knows best” yang membuat pasien percaya saja apa yang dikatakan dokter, juga karena para pasien sering hanya diberikan sedikit informasi yang relevan mengenai penyakitnya. Ingat, seperti halnya detektif, dokter juga bertugas mencari fakta. Pada saat yang bersamaan, mereka juga memberikan kita banyak detail-detail yang tidak relevan dan topik pembicaraan yang tidak ‘nyambung’.

Menjadi pasien yang cerdas bisa mengembalikan kesehatan Anda, mencegah pengeluaran yang sia-sia untuk tindakan medis, bahkan menyelamatkan jiwa Anda. Untuk menjadi pasien yang cerdas, Anda bisa merujuk pada tips-tips berikut ini.

Continue reading

Menjadi Jenius dalam Sekejap… Mungkinkah ?

Hari ini saya membaca sebuah buku berjudul Mengapa Saya Menghafal Qur’an, sebuah buku baru yang diterbitkan oleh Daar An-Naba’. Saya tertarik dengan headline spotnya di cover depan buku tersebut, tentang 31 kunci menjadi jenius dalam sekejap… wah menarik sekali !
Saya jadi teringat beberapa publikasi tentang bagaimana otak manusia dapat di maksimalkan cara kerjanya dan hal itu biasa dipakai oleh para intelijen kelas dunia, ternyata memang bisa. Hanya saja cara yang mereka gunakan sering kali terasa tidak wajar dan terlalu memaksa, sehingga tidak banyak orang yang bisa melakukannya atau bahkan hanya meluangkan waktu untuk melakukannya pun nggak bisa.
Nah, di buku ini setelah saya baca memang pembahasannya menarik, dan secara teknis menggunakan cara-cara yang wajar, sehingga menurut saya bisa dipraktekkan oleh siapa saja. Metodenya yang dijabarkan cukup kreatif dan edukatif. Lebih detailnya silakan Anda baca sendiri di buku tersebut. Berikut adalah beberapa point resumenya.

1. Mengulang.
2. Mencintai.
3. Ikatan.
4. Memusatkan pikiran.
5. Niat
6. Mengeraskan bacaan dan mendendangkannya.
7. Perlahan-lahan dan tidak buru-buru.
8. Berbaik sangka kepada Allah dan yakin.
9. Yang paling kontinyu meskipun sedikit.
10. Berurutan.
11. Tantangan.
12. Menulis.
13. Menyampaikan.
14. Membanyangkan tulisan.
15. Mengulang.
16. Tidur.
17. Bernafas.
18. Membuat ketetapan.
19. Pemahaman.
20. Bersegera.
21. Pembagian.
22. Tempat yang tidak ada suara dan gambarnya.
23. Meringkas.
24. Waktu.
25. Bahasa.
26. Berdzikir kepada Allah.
27. Meminta perlindungan kepada Allah.
28. Memperdengarkan hafalan.
29. Kesegaran badan.
30. Puasa.
31. Latihan dan percobaan

Hmm… menarik bukan ? Selamat mencobanya.