<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Dr Ariefobesitas</title>
	<atom:link href="http://www.drarief.com/tag/obesitas/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.drarief.com</link>
	<description>Now Serving Online</description>
	<lastBuildDate>Thu, 01 Dec 2011 05:39:59 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.2.1</generator>
		<item>
		<title>Tips jitu untuk yang ingin langsing !</title>
		<link>http://www.drarief.com/tips-jitu-untuk-yang-ingin-langsing/</link>
		<comments>http://www.drarief.com/tips-jitu-untuk-yang-ingin-langsing/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 10 Mar 2009 11:58:33 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dr. Arief</dc:creator>
				<category><![CDATA[Informasi Untuk Pasien]]></category>
		<category><![CDATA[Mimbar Bebas]]></category>
		<category><![CDATA[Tips]]></category>
		<category><![CDATA[kegemukan]]></category>
		<category><![CDATA[langsing]]></category>
		<category><![CDATA[obesitas]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://drarief.com/?p=417</guid>
		<description><![CDATA[Apakah Anda kurang pédé dengan ukuran tubuh? Merasa kegemukan? Lingkar pinggang bertambah terus? Bolak-balik ke taylor untuk memperbesar ukuran celana? Jangan khawatir!!! Anda tidak sendirian Begitu banyak yang memiliki masalah seperti ini, sehingga tidak berlebihan bila Asosiasi Orang Gemuk Indonesia berencana mengusulkan satu hari khusus untuk memperingatinya dengan mengibarkan bendera setengah tiang&#8230; eh emangnya ada [...]<p><a href="http://www.drarief.com/tips-jitu-untuk-yang-ingin-langsing/">Tips jitu untuk yang ingin langsing !</a> is a post from: <a href="http://www.drarief.com">Dr Arief</a></p>
]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignnone" title="gendut" src="http://www.adcouncil.org/files/obesity_newguy_ooh.jpg" alt="" width="427" height="607" /></p>
<p>Apakah Anda kurang pédé dengan ukuran tubuh? Merasa kegemukan? Lingkar pinggang bertambah terus? Bolak-balik ke taylor untuk memperbesar ukuran celana? Jangan khawatir!!! Anda tidak sendirian <img src='http://www.drarief.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Begitu banyak yang memiliki masalah seperti ini, sehingga tidak berlebihan bila <em>Asosiasi Orang Gemuk Indonesia</em> berencana mengusulkan satu hari khusus untuk memperingatinya dengan mengibarkan bendera setengah tiang&#8230; eh emangnya ada asosiasi seperti ini ya? Hehehehe&#8230;<span id="more-417"></span></p>
<p>Memang benar bahwa kegemukan adalah masalah pelik yang dialami oleh mayoritas orang. Entah berapa persen pertambahannya, sebagian besar orang yang telah mencapai usia tertentu, tingkat kemapanan hidup tertentu, strata sosial tertentu, atau jabatan tertentu pasti mengalami &#8220;pembesaran&#8221; ukuran tubuh.</p>
<p>Contohnya, sebut saja si A, laki-laki yang mengalami kenaikan berat badan setelah menikah selama 5 tahun, tidak tanggung-tanggung&#8230; naik 30 kilo! Wow!!!&#8230;  Ada lagi si B, setelah menjabat posisi direktur marketing di sebuah perusahaan, seiring dengan membesarnya meja kerja di kantor dan makin dinginnya ac di ruang pribadinya, lingkar pinggang pun ikut-ikutan membesar&#8230; Si C juga ikutan join di program pembesaran tubuh setelah ia menjabat sebagai anggota MPR, seiring dengan pembesaran gajinya&#8230; Oh&#8230; ada apa gerangan dengan pasukan lemak yang seolah mengintai ke mana-mana? Seandainya bisnis &#8220;surplus&#8221; lemak ini semenguntungkan bisnis nyata, tentunya kita semua sudah menjadi -lebih- kaya raya <img src='http://www.drarief.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Sebelum kita simpulkan tips untuk mengatasinya, sebaiknya kita ulas dulu sebabnya. Seiring dengan perkembangan usia alias penuaan, puncak vitalitas tubuh diyakini ada pada usia 20-25 tahun. Memang benar orang menjadi lebih pandai, lebih mapan, lebih bijaksana, dan lebih-lebih yang lainnya; tapi vitalitas tubuhnya secara umum sudah mengalami penuaan. Ini berarti dengan berkurangnya aktivitas tubuh di atas usia puncaknya, tubuh akan mulai menimbun sampah-sampah metabolit dan hasil-hasil pengolahan makanan yang tidak terpakai. Ini berarti sedikit demi sedikit timbunan lemak akan mulai di deposit pada daerah-daerah tubuh yang kurang bergerak.</p>
<p>Mana saja daerah yang kurang bergerak itu? Bayangkan sebuah tuas (jungkat-jungkit, mainan anak TK) yang sederhana saja, di mana titik tengah sebagi porosnya. Ujung-ujungnya akan cenderung lebih banyak bergerak di kedua sisi, dan titik tengahnya lebih sedikit bergerak. Hampir sama dengan tubuh kita, deposisi (penimbunan) lemak akan lebih terkonsentrasi pada titik tengah (perut dan sekitarnya), yang memang lebih sedikit bergerak. Makin ke ujung tubuh, biasanya semakin sedikit timbunan lemaknya&#8230; Kecuali bila di tengah sudah overload dan sangat banyak, maka timbunan di ujung-ujung tubuh pun akan tampak dengan lebih jelas.</p>
<p>Faktor yang turut memberikan sumbangan pada proses kegemukan adalah:</p>
<p>1.       <a href="../../../../../?p=291">Perubahan pola hidup seseorang</a>, dimana dalam 24 jam waktu hidupnya porsi &#8220;penimbunan&#8221; lebih banyak daripada porsi &#8220;pembakaran&#8221;</p>
<p>2.       Perubahan pola makan seseorang, dimana kebiasaan dan menu makan seseorang berubah menjadi lebih nikmat, lebih berlemak, lebih banyak</p>
<p>3.       Perubahan hormonal, seiring dengan usia tubuh yang semakin menua dan fungsi-fungsi pembakaran dalam tubuh semakin berkurang</p>
<p>Nah bila kita lihat 3 faktor utama di atas, 2 di antaranya dapat dicegah secara permanen, dan hanya satu yang tidak&#8230; tapi bisa ditunda atau dikurangi. Berikut beberapa tips penting untuk mengatasi masalah kegemukan. Tips ini insya Allah <strong><span style="text-decoration: underline;">DIJAMIN</span></strong> efektif bagi orang gemuk untuk melangsingkan tubuhnya ke <span style="text-decoration: underline;">berat badan normal</span> (bukan berarti kurus kering lho&#8230;)</p>
<p>1.       Mulailah dengan menimbulkan &#8220;Vitamin KK&#8221; alias <strong>Kemauan Kuat </strong>pada diri Anda untuk membenahi pola hidup Anda&#8230; Susah? Eit, jangan dulu mengatakan susah! Ganti saja menjadi gampang-gampang-susah. Jadi gampangnya 2x dan susahnya 1x <img src='http://www.drarief.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>2.       Atur kembali cara makan Anda.</p>
<ul class="unIndentedList">
<li> Lebih dari 70% fakta kegemukan pada kepustakaan yang saya baca <span style="text-decoration: underline;">di luar faktor keturunan</span> adalah diikuti atau diawali dengan cara makan yang salah</li>
<li> Rasulullah SAW adalah orang yang senantiasa menjaga makannya dengan cara makan <span style="text-decoration: underline;">hanya</span> bila lapar, dan berhenti sebelum kenyang (bukannya seperti filosofi kebanyakan orang yang gemuk : makan ketika datang waktunya, berhenti setelah perut merasa terlalu kenyang sehingga tidak dapat dimasuki lagi hehehe&#8230;)</li>
</ul>
<p>3.       Gunakan pola makan 3-2-1® <sup>(registered trademark of DrArief.com)</sup></p>
<ul class="unIndentedList">
<li> Tentu maksudnya <strong><span style="text-decoration: underline;">bukan</span></strong> makan pagi 3 porsi, makan siang 2 porsi, dan makan malam 1 porsi&#8230; alangkah gemuknya kita bila mengikuti pola itu <img src='http://www.drarief.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' />  Maksudnya adalah : makan pagi menduduki skor 3, makan siang menduduki skor 2, dan makan malam menduduki skor 1. Skor ini menunjukkan kepentingannya, yang berhubungan dengan pola hidup orang normal (pada umumnya) bekerja pada pagi hari dan istirahat pada malam hari; tentunya berlaku sebaliknya bila Anda bekerja sebagai petugas yang senantiasa bekerja di malam hari dan tidur di pagi hari.</li>
</ul>
<p>4.       Jauhi jarak antara makan malam dengan tidur</p>
<ul class="unIndentedList">
<li> Semakin dekat jarak antar makan malam dengan tidur, itu berarti Anda memberikan tambahan &#8220;PR&#8221; bagi tubuh untuk membakar kalori dari hasil makan malam tadi menjadi lemak selama Anda tidur.</li>
</ul>
<p>5.       Hindari <em>deposito</em> yang tidak perlu!</p>
<ul class="unIndentedList">
<li> Kebanyakan orang gemuk punya cara tersendiri untuk mengisi waktu-waktu khususnya, seperti kebiasaan minum kopi manis di sore hari, teh manis di malam hari, dsb. Ini adalah kebiasaan, bukan kebutuhan. Bila tubuh Anda sudah terasa berat untuk beraktivitas, ada baiknya Anda tinjau kembali perlu tidaknya tubuh Anda mendapatkan &#8220;suntikan deposito&#8221; lemak secara rutin.</li>
</ul>
<p>6.       Upayakan komposisi makan yang didasari prinsip yang sesuai dengan kebutuhan.</p>
<ul class="unIndentedList">
<li> Bila aktivitas harian Anda lebih banyak menggunakan aktivitas fisik (otot), tentu tubuh Anda lebih banyak membutuhkan karbohidrat.</li>
<li> Bila aktivitas harian Anda lebih banyak menggunakan aktivitas berfikir (otak), tentu tubuh Anda lebih banyak membutuhkan protein.</li>
<li> Cara mudah untuk menimbang takarannya adalah dengan melihat point no. 2 di atas.</li>
</ul>
<p>7.       Jangan &#8220;asal isi&#8221; perut Anda setiap saat ia lapar</p>
<ul class="unIndentedList">
<li> Upayakan substitusi yang tidak berpotensi menambah lemak Anda ketika serangan lapar datang.</li>
<li> Campurkan porsi makanan utama Anda dengan agar-agar supaya lebih berisi.</li>
<li> Perbanyaklah minum air daripada menambah porsi makan.</li>
<li> Perbanyak buah segar, khususnya bila terasa lapar di waktu malam. Tentu bukan durian, alpukat, dan buah berlemak lain.</li>
</ul>
<p>8.       Aktifkan kembali otot-otot tubuh Anda dengan olah raga. Otot selalu berlawanan dengan lemak. Bila otot Anda &#8220;memakan&#8221; zat-zat hasil pembakaran makanan dalam jumlah yang tidak berlebihan, maka bisa dipastikan uang kembalian yang akan &#8220;disetor&#8221; ke tabungan lemak pasti akan sedikit. Karenanya, upayakan selalu agar otot Anda aktif.</p>
<p>9.       Ini dia&#8230; Ramuan khusus!</p>
<ul class="unIndentedList">
<li> Ini adalah kombinasi zat alami unik yang telah dicoba oleh banyak orang dan terbukti berhasil. Tapi ini adalah ramuan tradisional, jadi tidak ada statistik yang memadai sebagaimana obat kimia. Minumlah secangkir campuran madu dan bubuk kayumanis yang telah direbus, setiap pagi, 30 menit sebelum sarapan saat perut masih kosong dan pada malam hari sebelum tidur. Bila diminum secara teratur insya Allah dapat menurunkan berat badan&#8230; bahkan untuk mereka yang mengalami obesitas sekalipun. Konon campuran ini juga dapat mencegah penimbunan lemak yang berlebihan pada tubuh.</li>
</ul>
<p>Menarik bukan? Nah selamat mencoba! Saya doakan semoga sukses dan langsing <img src='http://www.drarief.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /><br />
<h3 class='related_post_title'>Posting terkait:</h3>
<ul class='related_post'>
<li><a href='http://www.drarief.com/sindroma-metabolik-dan-resiko-penyakit/' title='Sindroma Metabolik dan Resiko Penyakit'>Sindroma Metabolik dan Resiko Penyakit</a></li>
<li><a href='http://www.drarief.com/tips-mengatasi-keringat-berlebih-pada-ketiak/' title='Tips Mengatasi Keringat Berlebih Pada Ketiak'>Tips Mengatasi Keringat Berlebih Pada Ketiak</a></li>
<li><a href='http://www.drarief.com/tips-mengatasi-mual-dan-muntah-untuk-ibu-hamil/' title='Tips Mengatasi Mual dan Muntah untuk Ibu Hamil'>Tips Mengatasi Mual dan Muntah untuk Ibu Hamil</a></li>
<li><a href='http://www.drarief.com/tips-mengatasi-keringat-berlebih/' title='Tips Mengatasi Keringat Berlebih'>Tips Mengatasi Keringat Berlebih</a></li>
<li><a href='http://www.drarief.com/tips-tidur-sehat/' title='Tips Tidur Sehat :-)'>Tips Tidur Sehat <img src='http://www.drarief.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':-)' class='wp-smiley' /> </a></li>
</ul>
<p><a href="http://www.drarief.com/tips-jitu-untuk-yang-ingin-langsing/">Tips jitu untuk yang ingin langsing !</a> is a post from: <a href="http://www.drarief.com">Dr Arief</a></p>
Here is no comments yet by the time  your rss reader get this, Do you want to be the first commentor? Hurry up ]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.drarief.com/tips-jitu-untuk-yang-ingin-langsing/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Sindroma Metabolik dan Resiko Penyakit</title>
		<link>http://www.drarief.com/sindroma-metabolik-dan-resiko-penyakit/</link>
		<comments>http://www.drarief.com/sindroma-metabolik-dan-resiko-penyakit/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 05 Jan 2009 14:01:28 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dr. Arief</dc:creator>
				<category><![CDATA[Informasi Untuk Pasien]]></category>
		<category><![CDATA[kegemukan]]></category>
		<category><![CDATA[obesitas]]></category>
		<category><![CDATA[penyakit terkait]]></category>
		<category><![CDATA[sindroma metabolik]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://drarief.com/?p=291</guid>
		<description><![CDATA[Pola kehidupan manusia pada zaman modern ini cenderung &#8220;serba enak dan hedonis&#8221; disertai aktivitas gerak yang serba minimalis; ternyata menimbulkan dampak negatif bagi kesehatan tubuh yang perlu dicermati dengan bijaksana. Perubahan pola makan yang tidak sehat karena keinginan mendapatkan &#8220;kenikmatan rasa&#8221; ternyata mengandung komponen lemak dan karbohidrat yang berlebihan. Keadaan tersebut disertai pola gerak yang [...]<p><a href="http://www.drarief.com/sindroma-metabolik-dan-resiko-penyakit/">Sindroma Metabolik dan Resiko Penyakit</a> is a post from: <a href="http://www.drarief.com">Dr Arief</a></p>
]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignnone" title="Obesity" src="http://www.theage.com.au/ffximage/2006/03/10/wbOBESITY2_wideweb__470x352,0.jpg" alt="" width="470" height="352" /></p>
<p>Pola kehidupan manusia pada zaman modern ini cenderung &#8220;serba enak dan hedonis&#8221; disertai aktivitas gerak yang serba minimalis; ternyata menimbulkan dampak negatif bagi kesehatan tubuh yang perlu dicermati dengan bijaksana.</p>
<p>Perubahan pola makan yang tidak sehat karena keinginan mendapatkan &#8220;kenikmatan rasa&#8221; ternyata mengandung komponen lemak dan karbohidrat yang berlebihan.</p>
<p><span id="more-291"></span>Keadaan tersebut disertai pola gerak yang terbatas akibat kemudahan sistem transportasi yang tersedia saat ini (mobil, motor, remote control, dll) akan berdampak pada meningkatnya berat badan atau lebih dikenal dengan obesitas.</p>
<p><!--more-->Obesitas berpotensi menimbulkan penyakit diabetes, tekanan darah tinggi, dan kadar lemak yang abnormal (dislipidemia). Kumpulan kejadian tersebut pada manusia dikenal sebagai &#8220;Sindroma Metabolik&#8221;.</p>
<h3>Kronologi Terjadinya</h3>
<p>Berdasarkan uraian di atas, dapat disimpulkan &#8220;pola hidup atau lifestyle&#8221; sebagai penyebab terjadinya obesitas abnormal ternyata berperan dalam rangkaian proses terjadinya diabetes melitus, perubahan kadar lemak, serta peningkatan tekanan darah.</p>
<p>Obesity dikenal sebagai &#8220;time bomb disease&#8221; atau pemicu beberapa penyakit.</p>
<p>Sebenarnya terjadinya obesitas merupakan wujud fisik dari pola hidup yang tidak sehat. Keadaan bertimbunnya sel lemak adalah salah satu yang berperan  memicu terjadinya hambatan terhadap fungsi dan kerja insulin sehingga metabolisme gula dalam tubuh mengalami gangguan.</p>
<p>Akibatnya, kadar gula dalam tubuh akan terus meningkat, dan menyebabkan kejadian sakit yang disebut diabetes beserta komplikasinya.</p>
<p>Disamping itu, sel lemak ternyata memproduksi 60 jenis senyawa hormonal yang akan berpengaruh pada berbagai macam penyakit, misalnya stroke, penyakit jantung koroner, penyakit pernapasan, penyakit hati / liver, ginjal, dll.</p>
<p>Menurut WHO, obesitas telah menjadi wabah pada seluruh populasi penduduk dunia dengan akibat menurunnya kualitas hidup karena ledakan penyakit yang menyertainya.</p>
<h3>Bagaimana Klasifikasinya?</h3>
<p>Obesitas atau overweight lazim dihitung dengan cara mengukur index masa tubuh atau body mass index. Ini adalah berat badan dibagi luasnya permukaan tubuh.</p>
<p><!--[if gte mso 9]><xml> Normal   0               false   false   false      EN-US   X-NONE   AR-SA </xml><![endif]--><!--[if gte mso 9]><xml> </xml><![endif]--><!--  --><!--[if gte mso 10]> <mce:style><!   /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:"Table Normal"; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-priority:99; 	mso-style-qformat:yes; 	mso-style-parent:""; 	mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt; 	mso-para-margin-top:0in; 	mso-para-margin-right:0in; 	mso-para-margin-bottom:10.0pt; 	mso-para-margin-left:0in; 	line-height:115%; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:11.0pt; 	font-family:"Calibri","sans-serif"; 	mso-ascii-font-family:Calibri; 	mso-ascii-theme-font:minor-latin; 	mso-hansi-font-family:Calibri; 	mso-hansi-theme-font:minor-latin;} table.MsoTableGrid 	{mso-style-name:"Table Grid"; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-priority:59; 	mso-style-unhide:no; 	border:solid black 1.0pt; 	mso-border-themecolor:text1; 	mso-border-alt:solid black .5pt; 	mso-border-themecolor:text1; 	mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt; 	mso-border-insideh:.5pt solid black; 	mso-border-insideh-themecolor:text1; 	mso-border-insidev:.5pt solid black; 	mso-border-insidev-themecolor:text1; 	mso-para-margin:0in; 	mso-para-margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:11.0pt; 	font-family:"Calibri","sans-serif"; 	mso-ascii-font-family:Calibri; 	mso-ascii-theme-font:minor-latin; 	mso-hansi-font-family:Calibri; 	mso-hansi-theme-font:minor-latin;} --> <!--[endif]--></p>
<table border="1" cellspacing="0" cellpadding="0">
<tbody>
<tr>
<td width="295" valign="top"><strong>Klasifikasi</strong></td>
<td width="174" valign="top"><strong>Body Mass Index (Kg/m<sup>2</sup>)</strong></td>
</tr>
<tr>
<td width="295" valign="top">Berat badan kurang (underweight)</td>
<td width="174" valign="top">&lt; 18,5</td>
</tr>
<tr>
<td width="295" valign="top">Berat badan normal</td>
<td width="174" valign="top">18,5 &#8211; 22,9</td>
</tr>
<tr>
<td width="295" valign="top">Berat badan lebih (overweight)</td>
<td width="174" valign="top">23,0 &#8211; 24,9</td>
</tr>
<tr>
<td width="295" valign="top">Obesitas tingkat 1</td>
<td width="174" valign="top">25,0 &#8211; 29,9</td>
</tr>
<tr>
<td width="295" valign="top">Obesitas tingkat 2</td>
<td width="174" valign="top">&gt; 30</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p>Metode lainnya yang lebih mudah dan praktis adalah dengan mengukur lingkar pinggang.</p>
<ul>
<li>Pria (Indonesia) : &lt; 90 cm</li>
<li>Wanita (Indonesia) : &lt; 80 cm</li>
</ul>
<h3>Kriteria Diagnostik untuk Sindroma Metabolik</h3>
<ol>
<li>Lingkar pinggang &gt; 90 cm (pria) dan &gt; 80 cm (wanita)</li>
<li>Kadar gula darah puasa &gt; 100 mg/dl</li>
<li>Tekanan darah lebih dari 180 / 85 mmHg</li>
<li>Kadar lemak trigliserida &gt; 150 mg/dl</li>
<li>Kadar kolesterol HDL &lt; 40 mg/dl (pria) dan &lt; 50 mg/dl (wanita)</li>
</ol>
<h3>Bagaimana Pencegahannya?</h3>
<p>Nah ini dia yang penting. Bagaimana cara kita menjaga dan menjauhkan diri dari sindroma metabolik? jawabannya sederhana: <strong>Benahi pola hidup Anda!</strong>. Karena berawal dari pola hidup atau Life Style, maka pencegahan yang terbaik dimulai dari perbaikan pola makan-minum kita. Mulailah dengan membatasi konsumsi makanan kaya lemak, JANGAN merokok, serta jalani aktivitas gerak tubuh yang proporsional.</p>
<p>Buat yang pernah nonton Wall-E pasti tau maksud saya <img src='http://www.drarief.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /><br />
<h3 class='related_post_title'>Posting terkait:</h3>
<ul class='related_post'>
<li><a href='http://www.drarief.com/tips-jitu-untuk-yang-ingin-langsing/' title='Tips jitu untuk yang ingin langsing !'>Tips jitu untuk yang ingin langsing !</a></li>
</ul>
<p><a href="http://www.drarief.com/sindroma-metabolik-dan-resiko-penyakit/">Sindroma Metabolik dan Resiko Penyakit</a> is a post from: <a href="http://www.drarief.com">Dr Arief</a></p>
Here is no comments yet by the time  your rss reader get this, Do you want to be the first commentor? Hurry up ]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.drarief.com/sindroma-metabolik-dan-resiko-penyakit/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

