<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Dr Arief &#187; imunisasi</title>
	<atom:link href="http://www.drarief.com/tag/imunisasi/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.drarief.com</link>
	<description>Now Serving Online</description>
	<lastBuildDate>Mon, 24 May 2010 11:12:59 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.0</generator>
		<item>
		<title>Fatwa ulama tentang imunisasi&#8230;</title>
		<link>http://www.drarief.com/fatwa-ulama-tentang-imunisasi/</link>
		<comments>http://www.drarief.com/fatwa-ulama-tentang-imunisasi/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 23 Jan 2009 03:47:47 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dr. Arief</dc:creator>
				<category><![CDATA[Informasi Untuk Pasien]]></category>
		<category><![CDATA[Mimbar Bebas]]></category>
		<category><![CDATA[bin baaz]]></category>
		<category><![CDATA[bin baz]]></category>
		<category><![CDATA[fatwa]]></category>
		<category><![CDATA[imunisasi]]></category>
		<category><![CDATA[ulama]]></category>
		<category><![CDATA[vaksin]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://drarief.com/?p=320</guid>
		<description><![CDATA[HUKUM IMUNISASI DALAM ISLAM Oleh Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baaz Pertanyaan. Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baaz ditanya : Bagaimana hukum berobat dengan imunisasi (mencegah sebelum tertimpa musibah) ? Jawaban La ba’sa (tidak masalah) berobat dengan cara seperti itu jika dikhawatirkan tertimpa penyakit karena adanya wabah* atau sebab-sebab lainnya. Juga tidak masalah [...]<p><a href="http://www.drarief.com/fatwa-ulama-tentang-imunisasi/">Fatwa ulama tentang imunisasi&#8230;</a> is a post from: <a href="http://www.drarief.com">Dr Arief</a></p>
]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<h1>HUKUM IMUNISASI DALAM ISLAM</h1>
<address>Oleh Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baaz</address>
<p><strong>Pertanyaan.</strong><br />
Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baaz ditanya : Bagaimana hukum berobat dengan imunisasi (mencegah sebelum tertimpa musibah) ?<br />
<strong><span id="more-320"></span><br />
Jawaban</strong><br />
<span style="text-decoration: underline;"><em>La ba’sa</em> (tidak masalah</span>) berobat dengan cara seperti itu jika dikhawatirkan tertimpa penyakit karena adanya wabah* atau sebab-sebab lainnya. Juga tidak masalah untuk menggunakan obat untuk menolak atau menghindari wabah yang dikhawatirkan.</p>
<p>Hal ini berdasarkan sabda Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam hadits shahih, artinya : “Barangsiapa makan tujuh butir kurma Madinah pada pagi hari, ia tidak akan terkena pengaruh buruk sihir atau racun”. Ini termasuk tindakan menghindari penyakit sebelum terjadi. Demikian juga jika dikhawatirkan timbulnya suatu penyakit dan dilakukan immunisasi untuk melawan penyakit yang muncul di suatu tempat atau di mana saja, maka hal itu tidak masalah, karena hal itu termasuk tindakan pencegahan. Sebagaimana penyakit yang datang diobati, demikian juga penyakit yang dikhawatirkan kemunculannya.</p>
<p>Tapi tidak boleh berobat dengan menggunakan jimat-jimat untuk menghindari penyakit, jin atau pengaruh mata yang jahat. Karena Nabi Shalallahu ‘alaihi wa sallam melarang dari perbuatan itu. Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam sudah menjelaskan bahwa hal itu termasuk syirik kecil, sehingga sudah kewajiban kita untuk harus menghindarinya.</p>
<address>[Fatawa <strong>Syaikh Abdullah bin Baaz</strong>**. Disalin dari Majalah As-Sunnah Edisi 03/Tahun X/1427/2006M. Dikutip dari kitab Al-Fatawa Al-Muta’alliqah bi Ath-Thibbi wa Ahkami Al-Mardha, hal. 203. Darul Muayyad, Riyadh]</address>
<p>*Komentar <a href="http://www.drarief.com" target="_blank">saya pribadi</a> :<br />
Imunisasi dalam sudut pandang Islam pada dasarnya dibolehkan, berdasarkan fatwa di atas. Dasar imunisasi pada anak adalah untuk menghindari wabah, contohnya TBC &#8211; yang Indonesia adalah salah satu peringkat tertinggi di dunia &#8211; dan penyakit-penyakit terpilih lainnya yang berpotensi (dapat) mengakibatkan  kecacatan atau kematian.<br />
Fatwa ini menyatakan <strong>konsep dasar tindakannya</strong>, dan <span style="text-decoration: underline;">sangat berbeda</span> dengan konteks bagaimana cara manusia melakukannya. Bila dilakukan tidak sesuai dengan prosedur (pembuatan, penyimpanan, pemberian, penyuntikan, dll) sehingga menimbulkan efek lain maka ini adalah kasus pembahasan yang berbeda dari fatwa di atas. Fatwa di atas hanya menyatakan dasar tindakan pemberian imunisasi secara umum adalah boleh. Sedangkan bila diberikan dengan cara yang salah dan menimbulkan efek-efek negatif (gagal, timbul alergi, timbul efek samping, dll.) maka itu adalah suatu kesalahan prosedural, dan tidak ada hubungan dengan fatwa yang membolehkan tersebut.</p>
<p>Wallahu a&#8217;lam.</p>
<p>** Syaikh Abdullah bin Baaz adalah seorang ulama besar kelas dunia, biografi selengkapnya dapat diperoleh melalui situs <a href="http://www.an-naba.com" target="_blank">www.an-naba.com</a> (by request &#8211; saya pernah mendapatkan biografinya melalui email).<br />
<h3 class='related_post_title'>Posting terkait:</h3>
<ul class='related_post'>
<li><a href='http://www.drarief.com/imunisasi-haram-hukumnya-masa-sih/' title='Imunisasi Haram Hukumnya&#8230;. Masa&#039; sih ?'>Imunisasi Haram Hukumnya&#8230;. Masa&#039; sih ?</a></li>
<li><a href='http://www.drarief.com/hari-gini-nggak-imunisasi/' title='Hari Gini Nggak Mau Imunisasi ??&#8230;'>Hari Gini Nggak Mau Imunisasi ??&#8230;</a></li>
<li><a href='http://www.drarief.com/jadwal-imunisasi/' title='Jadwal Imunisasi'>Jadwal Imunisasi</a></li>
</ul>
<p><a href="http://www.drarief.com/fatwa-ulama-tentang-imunisasi/">Fatwa ulama tentang imunisasi&#8230;</a> is a post from: <a href="http://www.drarief.com">Dr Arief</a></p>



Suka post ini ? Silakan share...


	<a rel="nofollow"  href="http://www.facebook.com/share.php?u=http%3A%2F%2Fwww.drarief.com%2Ffatwa-ulama-tentang-imunisasi%2F&amp;t=Fatwa%20ulama%20tentang%20imunisasi..." title="Facebook"><img src="http://www.drarief.com/wp-content/plugins/sociable/images/facebook.png" title="Facebook" alt="Facebook" class="sociable-hovers" /></a>
	<a rel="nofollow"  href="http://twitter.com/home?status=Fatwa%20ulama%20tentang%20imunisasi...%20-%20http%3A%2F%2Fwww.drarief.com%2Ffatwa-ulama-tentang-imunisasi%2F" title="Twitter"><img src="http://www.drarief.com/wp-content/plugins/sociable/images/twitter.png" title="Twitter" alt="Twitter" class="sociable-hovers" /></a>
	<a rel="nofollow"  href="http://technorati.com/faves?add=http%3A%2F%2Fwww.drarief.com%2Ffatwa-ulama-tentang-imunisasi%2F" title="Technorati"><img src="http://www.drarief.com/wp-content/plugins/sociable/images/technorati.png" title="Technorati" alt="Technorati" class="sociable-hovers" /></a>
	<a rel="nofollow"  href="javascript:AddToFavorites();" title="Add to favorites"><img src="http://www.drarief.com/wp-content/plugins/sociable/images/addtofavorites.png" title="Add to favorites" alt="Add to favorites" class="sociable-hovers" /></a>
	<a rel="nofollow"  href="http://www.printfriendly.com/print?url=http%3A%2F%2Fwww.drarief.com%2Ffatwa-ulama-tentang-imunisasi%2F&amp;partner=sociable" title="Print"><img src="http://www.drarief.com/wp-content/plugins/sociable/images/printfriendly.png" title="Print" alt="Print" class="sociable-hovers" /></a>
	<a rel="nofollow"  href="mailto:?subject=Fatwa%20ulama%20tentang%20imunisasi...&amp;body=http%3A%2F%2Fwww.drarief.com%2Ffatwa-ulama-tentang-imunisasi%2F" title="email"><img src="http://www.drarief.com/wp-content/plugins/sociable/images/email_link.png" title="email" alt="email" class="sociable-hovers" /></a>


<br/><br/>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.drarief.com/fatwa-ulama-tentang-imunisasi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>6</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Imunisasi Haram Hukumnya&#8230;. Masa&#039; sih ?</title>
		<link>http://www.drarief.com/imunisasi-haram-hukumnya-masa-sih/</link>
		<comments>http://www.drarief.com/imunisasi-haram-hukumnya-masa-sih/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 21 Jan 2009 04:18:11 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dr. Arief</dc:creator>
				<category><![CDATA[Informasi Untuk Pasien]]></category>
		<category><![CDATA[Konsultasi]]></category>
		<category><![CDATA[Mimbar Bebas]]></category>
		<category><![CDATA[haram]]></category>
		<category><![CDATA[imunisasi]]></category>
		<category><![CDATA[isu]]></category>
		<category><![CDATA[makruh]]></category>
		<category><![CDATA[salah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://drarief.com/?p=307</guid>
		<description><![CDATA[Mengingat pentingnya masalah imunisasi ini, saya sih masih merasa belum puas dengan posting-posting saya terdahulu tentang imunisasi, sehingga saya merasa perlu untuk menambahkan beberapa post lagi barangkali seputar imunisasi. Yang ingin saya bicarakan sekarang adalah isu-isu yang salah di masyarakat seputar imunisasi. Saya mendengar isu ini sejak saya kecil dulu hingga sekarang ini masih ada [...]<p><a href="http://www.drarief.com/imunisasi-haram-hukumnya-masa-sih/">Imunisasi Haram Hukumnya&#8230;. Masa&#039; sih ?</a> is a post from: <a href="http://www.drarief.com">Dr Arief</a></p>
]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://www.drarief.com/wp-content/uploads/2009/01/kid_imm.jpg"><img class="alignnone size-medium wp-image-540" title="Suntikkkkkk......" src="http://www.drarief.com/wp-content/uploads/2009/01/kid_imm-300x228.jpg" alt="" width="300" height="228" /></a></p>
<p>Mengingat pentingnya masalah imunisasi ini, saya sih masih merasa belum puas dengan <a href="http://drarief.com/?p=301" target="_blank">posting-posting saya terdahulu tentang imunisasi</a>, sehingga saya merasa perlu untuk menambahkan beberapa post lagi barangkali seputar imunisasi.</p>
<p><span id="more-307"></span></p>
<p>Yang ingin saya bicarakan sekarang adalah isu-isu yang salah di masyarakat seputar imunisasi. Saya mendengar isu ini sejak saya kecil dulu hingga sekarang ini masih ada saja yang beranggapan demikian. Isu tersebut antara lain adalah :</p>
<ul>
<li>Imunisasi tidak penting bagi anak ?</li>
<li>Imunisasi berarti memasukkan penyakit ke dalam tubuh anak yang sehat, sehingga hukumnya haram ?</li>
<li>Imunisasi adalah program KB terselubung yang bertujuan untuk &#8220;memandulkan&#8221; anak ?</li>
<li>Dan lain sebagainya</li>
</ul>
<p>Isu-isu di atas adalah <span style="text-decoration: underline;"><strong>TIDAK BENAR</strong></span>. Saat ini informasi bisa kita dapatkan dengan mudah dengan cara apapun. Kita bisa mengetahui dari belahan dunia manapun dengan mudah dan cepat. Kita bisa menyaksikan bagaimana dunia berlomba-lomba meningkatkan kecanggihan vaksin untuk meningkatkan kekebalan tubuh anak, dengan mengurangi efek samping hingga seminimal mungkin. Sekarang kita juga bisa membuktikan bahwa para ahli di seluruh dunia sepakat bahwa imunisasi adalah penting.</p>
<p>Bagi beberapa orang yang termakan isu-isu di atas, silakan Anda cari informasi terkini yang berkenaan dengan imunisasi tersebut. Insya Allah Anda akan menemukan 100% informasi &#8211; yang ilmiah tentunya, bukan sekedar asal ngomong belaka &#8211; yang akan mendukung dan menguatkan dasar pentingnya dilakukan imunisasi.</p>
<p>&#8220;Toh anak saya juga sehat nggak pakai imunisasi&#8230;&#8221; nah lho? Memang benar ada kemungkinan anak Anda tetap sehat tanpa imunisasi. Sebagaimana yang diungkapkan oleh dr. Adi di atas tadi, imunisasi bertujuan untuk memproteksi <span style="text-decoration: underline;">bukan 100%</span>, terhadap penyakit. Ini artinya, bila sang anak yang sehat tanpa imunisasi tadi tidak tertular oleh penyakit yang dia tidak memiliki daya tahan terhadapnya maka kita sebut saja dia &#8220;beruntung&#8221;. Contohnya penyakit tuberculosis (TBC) yang dinyatakan secara statistik (dihitung orang per orang di setiap negara) bahwa Indonesia salah satu yang menduduki peringkat tertinggi di dunia. Apakah Anda tega membiarkan sang anak tanpa perlindungan dan hanya berbekal &#8220;semoga beruntung&#8221; saja?</p>
<p>Anak yang sudah diimunisasi dengan baik masih mungkin tertular penyakit tersebut. Namun, dibandingkan dengan yang tidak diimunisasi, tingkat sakitnya akan jauh berbeda.</p>
<p>Sebagai permisalan, pada saat turun hujan; anak yang diimunisasi adalah ibarat anak yang memakai jas hujan dan yang tidak diimunisasi adalah ibarat anak yang tidak memakai jas hujan. Apakah mungkin yang memakai jas hujan masih basah ? Mungkin saja! Tapi coba bandingkan dengan yang tidak pakai jas hujan. Tentu derajat &#8220;basahnya&#8221; tidak akan sama&#8230;</p>
<p>Nah khusus untuk poin isu ke-2 di atas yang &#8211; mungkin &#8211; diyakini kebenarannya oleh beberapa orang, saya punya penjelasan sedikit&#8230; (sedikit terus dari tadi <img src='http://www.drarief.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' />  ) Imunisasi <strong>memang benar</strong> berarti memasukkan penyakit ke dalam tubuh anak&#8230;.. eit tapi tunggu dulu, bukan sembarang penyakit yang dimasukkan ke dalam tubuh sang anak tersayang.Vaksin penyakit yang dimasukkan kedalam tubuh anak pada imunisasi khusus untuk penyakit-penyakit yang terpilih yang berpotensi menimbulkan akibat yang fatal atau cacat yang permanen pada masa depannya. Vaksin tersebut adalah penyakit yang telah dilemahkan di laboratorium dan telah teruji secara klinis, sehingga yang didapatkan oleh sang anak adalah kekebalan terhadap penyakit tersebut dalam wujud sebenarnya &#8211; yang tidak dilemahkan.</p>
<p>Tubuh manusia memiliki suatu mekanisme untuk belajar mengatasi rangsangan dari luar. Ini adalah suatu karunia yang sangat besar yang diberikan Allah SWT kepada manusia. Rangsangan ini bisa berwujud perubahan cuaca dari panas ke dingin (atau sebaliknya), kontak dengan bakteri dan virus yang ada di udara bebas, kontak dengan alergen; atau singkatnya : kontak dengan dunia luar. Anak yang sehat memiliki kemampuan untuk mempelajari dan membuat kesimpulan tentang apa yang dipelajarinya. Ini juga terjadi pada sistem imun (kekebalan) tubuhnya. Proses belajar pada kekebalan tubuhnya akan langsung terjadi sesaat setelah seseorang bersinggungan dengan penyakit (misalnya dari orang lain). Kekebalan akan didapatkan sebagai hasil akhir / kesimpulan dari proses belajar tersebut &#8211; dengan catatan &#8211; bila status gizi pada tubuhnya baik. Mungkin ia akan mengalami sakit dahulu, namun tubuhnya akan terus mempelajari dan membuat kesimpulan terhadap penyakit tersebut.</p>
<p>Kekebalan dapat diperoleh dengan 2 cara, yaitu kekebalan aktif dan kekebalan pasif. Bedanya, yang satu didapatkan setelah seseorang sembuh dari suatu penyakit, dan yang lainnya didapatkan melalui vaksin penyakit tersebut.</p>
<p>Sebagai contoh : Seseorang bernama A terkena penyakit &#8211; sebut saja &#8211; penyakit &#8220;X&#8221;. Setelah sembuh, si A tadi akan memiliki kekebalan terhadap penyakit &#8220;X&#8221; tersebut. Pada kasus lain, seseorang lainnya bernama B mendapatkan vaksinasi penyakit &#8220;X&#8221;, dan dia mendapatkan kekebalan terhadap penyakit &#8220;X&#8221; tersebut. Menurut Anda, mana yang lebih bagus ? si A atau si B ? Anda menjawab &#8220;Tentu saja si A !&#8221;. Benarkah ?&#8230;..</p>
<p>Mungkin jawaban di atas benar, bila penyakit &#8220;X&#8221; yang dimaksud adalah penyakit yang sederhana, seperti flu biasa. Yang jadi masalah adalah : bagaimana bila penyakit &#8220;X&#8221; yang dimaksud adalah suatu penyakit yang fatal dan berpotensi untuk meninggalkan kecacatan??? Misalnya penyakit &#8220;X&#8221; tersebut adalah Polio, si A yang mendapat kekebalan setelah sembuh dari sakitnya belum tentu bisa berjalan dengan baik, bahkan mungkin ia tidak dapat berjalan lagi; sementara si B &#8211; yang mendapatkan vaksinasi polio &#8211; juga mendapatkan kekebalan terhadap penyakitnya, tetapi tanpa harus mengalami sakit terlebih dahulu&#8230;. Apa artinya seseorang memperoleh kekebalan setelah sembuh dari sakitnya, tapi ia kini juga memperoleh kecacatan (buta, lumpuh, dll) ? Tentu tidak banyak artinya. Apalagi pada konteks anak, masa depannya masih sangat-sangat-amat panjang sekali, banget&#8230; eh kelebihan yah ? <img src='http://www.drarief.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Jadi, ayo kita imunisasi anak-anak kita. Ini adalah salah satu amanah yang harus kita kerjakan sebagai orang tua terhadap anak-anak kita.</p>
<p> <img src='http://www.drarief.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /><br />
<h3 class='related_post_title'>Posting terkait:</h3>
<ul class='related_post'>
<li><a href='http://www.drarief.com/fatwa-ulama-tentang-imunisasi/' title='Fatwa ulama tentang imunisasi&#8230;'>Fatwa ulama tentang imunisasi&#8230;</a></li>
<li><a href='http://www.drarief.com/hari-gini-nggak-imunisasi/' title='Hari Gini Nggak Mau Imunisasi ??&#8230;'>Hari Gini Nggak Mau Imunisasi ??&#8230;</a></li>
<li><a href='http://www.drarief.com/jadwal-imunisasi/' title='Jadwal Imunisasi'>Jadwal Imunisasi</a></li>
</ul>
<p><a href="http://www.drarief.com/imunisasi-haram-hukumnya-masa-sih/">Imunisasi Haram Hukumnya&#8230;. Masa&#039; sih ?</a> is a post from: <a href="http://www.drarief.com">Dr Arief</a></p>



Suka post ini ? Silakan share...


	<a rel="nofollow"  href="http://www.facebook.com/share.php?u=http%3A%2F%2Fwww.drarief.com%2Fimunisasi-haram-hukumnya-masa-sih%2F&amp;t=Imunisasi%20Haram%20Hukumnya....%20Masa%26%23039%3B%20sih%20%3F" title="Facebook"><img src="http://www.drarief.com/wp-content/plugins/sociable/images/facebook.png" title="Facebook" alt="Facebook" class="sociable-hovers" /></a>
	<a rel="nofollow"  href="http://twitter.com/home?status=Imunisasi%20Haram%20Hukumnya....%20Masa%26%23039%3B%20sih%20%3F%20-%20http%3A%2F%2Fwww.drarief.com%2Fimunisasi-haram-hukumnya-masa-sih%2F" title="Twitter"><img src="http://www.drarief.com/wp-content/plugins/sociable/images/twitter.png" title="Twitter" alt="Twitter" class="sociable-hovers" /></a>
	<a rel="nofollow"  href="http://technorati.com/faves?add=http%3A%2F%2Fwww.drarief.com%2Fimunisasi-haram-hukumnya-masa-sih%2F" title="Technorati"><img src="http://www.drarief.com/wp-content/plugins/sociable/images/technorati.png" title="Technorati" alt="Technorati" class="sociable-hovers" /></a>
	<a rel="nofollow"  href="javascript:AddToFavorites();" title="Add to favorites"><img src="http://www.drarief.com/wp-content/plugins/sociable/images/addtofavorites.png" title="Add to favorites" alt="Add to favorites" class="sociable-hovers" /></a>
	<a rel="nofollow"  href="http://www.printfriendly.com/print?url=http%3A%2F%2Fwww.drarief.com%2Fimunisasi-haram-hukumnya-masa-sih%2F&amp;partner=sociable" title="Print"><img src="http://www.drarief.com/wp-content/plugins/sociable/images/printfriendly.png" title="Print" alt="Print" class="sociable-hovers" /></a>
	<a rel="nofollow"  href="mailto:?subject=Imunisasi%20Haram%20Hukumnya....%20Masa%26%23039%3B%20sih%20%3F&amp;body=http%3A%2F%2Fwww.drarief.com%2Fimunisasi-haram-hukumnya-masa-sih%2F" title="email"><img src="http://www.drarief.com/wp-content/plugins/sociable/images/email_link.png" title="email" alt="email" class="sociable-hovers" /></a>


<br/><br/>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.drarief.com/imunisasi-haram-hukumnya-masa-sih/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>10</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Hari Gini Nggak Mau Imunisasi ??&#8230;</title>
		<link>http://www.drarief.com/hari-gini-nggak-imunisasi/</link>
		<comments>http://www.drarief.com/hari-gini-nggak-imunisasi/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 21 Jan 2009 02:19:13 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dr. Arief</dc:creator>
				<category><![CDATA[Informasi Untuk Pasien]]></category>
		<category><![CDATA[Mimbar Bebas]]></category>
		<category><![CDATA[imunisasi]]></category>
		<category><![CDATA[mitos]]></category>
		<category><![CDATA[penting]]></category>
		<category><![CDATA[wajib]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://drarief.com/?p=301</guid>
		<description><![CDATA[Sebagai pelengkap dari posting terdahulu tentang jadwal imunisasi, sekarang saya angkat arti pentingnya imunisasi dan alasan kenapa sih anak kita harus diimunisasi. Bila ingin si kecil sehat, lakukan imunisasi secara teratur. Tak perlu khawatir imunisasinya akan kelebihan. Justru semakin banyak, si kecil akan semakin aman. Hampir sebulan sekali bayi pasti dibawa ke dokter untuk imunisasi. [...]<p><a href="http://www.drarief.com/hari-gini-nggak-imunisasi/">Hari Gini Nggak Mau Imunisasi ??&#8230;</a> is a post from: <a href="http://www.drarief.com">Dr Arief</a></p>
]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignnone" title="Saatnya disuntik :)" src="http://www.welshmountain.com/doctorneedle.png" alt="" width="410" height="443" /></p>
<p>Sebagai pelengkap dari <a title="Jadwal Imunisasi" href="http://drarief.com/?p=15" target="_blank">posting terdahulu tentang jadwal imunisasi</a>, sekarang saya angkat arti pentingnya imunisasi dan alasan kenapa sih anak kita harus diimunisasi.</p>
<p>Bila ingin si kecil sehat, lakukan imunisasi secara teratur. Tak perlu khawatir imunisasinya akan kelebihan. Justru semakin banyak, si kecil akan semakin aman.</p>
<p><span id="more-301"></span></p>
<p>Hampir sebulan sekali bayi pasti dibawa ke dokter untuk imunisasi. Merunut peraturan WHO yang ada di UCI (Universal Child Imunization), imunisasi untuk bayi atau anak usia 0-1 tahun terdiri dari BCG, DPT, Polio, Campak, Hepatitis B dan MMR. “Khusus MMR, pemerintah kita belum mewajibkannya. Pertimbangannya, vaksin ini masih diimpor sehingga harganya relatif mahal, yaitu sekitar Rp. 120 ribu.” Nah berikut ini ada wawancara dengan dr. H. Adi Tagor, Sp.A, DPH dari RS. Pondok Indah, Jakarta.</p>
<p><strong><em>Usia bukan patokan baru&#8230;</em></strong></p>
<p>Lebih jauh dijelaskan Adi, imunisasi sebenarnya terdiri dari 2 golongan. Golongan pertama adalah imunisasi yang harus selesai sebelum usia setahun (<a href="http://drarief.com/?p=15" target="_blank">lihat boks Jenis Imunisasi Bayi</a>) dan golongan kedua adalah imunisasi yang tak boleh dilaksanakan pada usia di bawah setahun.</p>
<p>Namun demikian, patokan usia sebagaimana yang ditulis dalam jadwal iminusasi di rumah sakit ataupun puskesmas dan poli anak maupun di buku-buku kesehatan anak, bukanlah patokan baku. Misalnya, imunisasi DPT ke-1 yang dijadwalkan pada usia 2 bulan, DPT ke-2 di usia 3 bulan dan DPT ke-3 di usia 4 bulan. Bukan berarti setiap bayi harus diimunisasi DPT pada usia-usia tersebut. Yang penting, sebelum usia setahun si bayi harus sudah diimunisasi DPT lengkap.</p>
<p>Memang, ada beberapa imunisasi yang sebaiknya dilakukan tepat berdasarkan umur. Misalnya, BCG, sebaiknya dilaksanakan setelah bayi berusia 1 bulan atau 1 bulan lebih 1 minggu. “Sebenarnya BCG bisa dilaksanakan sewaktu bayi berumur sehari. Namun menurut penelitian, imunisasi BCG akan efektif bila bayi sudah berumur sebulan atau sebulan lebih seminggu. Alasannya, karena imunologi terhadap BCG belum bisa bangkit dengan baik pada bayi yang baru lahir,” terangnya.</p>
<p>Imunisasi lain yang sebaiknya dilaksanakan tepat umur ialah Campak, yaitu di usia 9 bulan. Mengapa? Karena pada umumnya, hampir semua ibu sudah pernah kena campak. “Nah, sewaktu hamil, dia mewariskan kekebalannya pada janin yang dikandungnya melalui plasenta. Kekebalan ini bertahan hingga bayi berusia 8 bulan. Itulah mengapa vaksinasi Campak harus dilakukan di usia 9 bulan. Jadi, sebelumnya bayi masih ada kekebalan campak dari ibunya,” terang Adi.</p>
<p><strong><em>Pentingnya HiB</em></strong></p>
<p>Selain soal jadwal imunisasi, yang kerap membingungkan para ibu ialah imunisasi HiB (Hemophilus Influenzae type B). Pasalnya, tak setiap dokter menganjurkan imunisasi ini. Beberapa dokter memang memandang imunisasi ini tak perlu, sebab imunisasi yang dimaksudkan untuk menghindari radang selaput otak ini, selain harganya mahal, juga penyakit tersebut memang di Indonesia sangat jarang terjadi. Umumnya penyakit radang selaput otak banyak dijumpai di negeri dingin, seperti Australia, Amerika, atau negara-negara di Eropa.</p>
<p>Namun, bukankah pasien berhak diberi tahu atau istilah kedokterannya, informed concent? Setuju atau tak setuju dilakukan, dikembalikan pada diri orang tua si pasien. Iya, kan! Terlebih lagi, komunikasi di negeri kita sudah mengglobalisasi, terutama untuk Jakarta dan Bali. “Coba saja, bila kita berjalan-jalan di mal atau berenang, pasti kita bertemu anak bule. Nah, kalau nggak disuntik HiB bayi pun bisa terkena. Akibatnya sangat fatal, karena langsung ke selaput otak dan dapat menimbulkan kematian dengan cepat. Kalaupun sembuh, si anak bisa cacat seperti orang terkena stroke.” Jadi, sarannya, bila memang orang tua cukup mampu, apa salahnya si bayi diberi imunisasi HiB. Toh, tak ada ruginya.</p>
<p>Imunisasi HiB, dilaksanakan 3 kali. Dua kali dilakukan pada saat bayi berusia di bawah setahun dan sekali dilakukan di atas usia setahun. Jarak waktu imunisasi HiB yang pertama dan kedua adalah sebulan, sedangkan HiB ketiga dilakukan setelah setahun. Oleh karena itu, bila orang tua ingin mengajak bayinya pergi ke negeri dingin, sebaiknya si bayi sudah disuntik “tiga-satu”. Artinya, 3 kali di bawah usia setahun dan satu kali di atas usia setahun. Jadi, 4 kali suntikan. “Kalau mau aman, sebelum berangkat disuntik sekali lagi.”</p>
<p>Lho, apa nanti nggak kelebihan? Ternyata tidak. Menurut Adi, kelebihan pun nggak apa-apa. Bahkan, mau dilakukan sampai 10 kali juga nggak apa-apa. Tapi kalau sampai 3 kali dinilai sudah cukup, ya tak perlu lebih. Bukankah harganya mahal?</p>
<p>Hal ini juga berlaku untuk semua jenis imunisasi. Sebab imunisasi bukan obat. Kalau obat, bisa overdosis. Namun imunisasi tidak. Jadi Bu, kalau memang lupa apakah si bayi sudah diimunisasi atau belum, tak ada salahnya Ibu lakukan lagi imunisasi. “Daripada bingung-bingung, suntik saja sekali lagi, nggak akan bahaya kok malah biar safe,” kata Adi.</p>
<p><strong><em>EFEKTIVITAS IMUNISASI</em></strong></p>
<p>Soal tempat dilaksanakannya, imunisasi bisa di mana saja. Entah di rumah sakit, di poli anak, maupun di puskesmas. Asal jangan di rumah; tapi para dokter biasanya juga nggak berani melaksanakan imunisasi di rumah. Pasalnya vaksin untuk imunisasi harus disimpan di lemari pendingin. Jadi, kalau lampu mati sehingga lemari pendingin tak bekerja, maka vaksin-vaksin tersebut sudah tak efektif lagi.</p>
<p>“Di rumah sakit besar biasanya memiliki special storage atau tempat penyimpanan khusus. Juga kalau lampu mati, generator langsung hidup,” tutur Adi. Tapi toh kita tak perlu khawatir terhadap rumah sakit kecil ataupun puskesmas yang tak memiliki tempat penyimpanan khusus maupun generator. Karena kalau sampai terjadi listrik padam, maka pihak rumah sakit/puskesmas tersebut akan segera meletakkan vaksin-vaksin imunisasi di antara es batu agar tetap bisa efektif pada saat digunakan.</p>
<p>Lantas bagaimana mengukur efektivitas dari vaksin-vaksin tersebut? Menurut Adi, caranya dengan mengambil darah. “Tapi hal ini jarang dilakukan karena biayanya yang terlalu mahal.” Namun ada beberapa imunisasi yang jelas-jelas bisa diukur; antara lain imunisasi BCG. “Suntikan ini akan membuat suatu tanda seperti ‘bisul’ kecil di tempat yang disuntik, entah itu di lengan kanan atau pantat sebelah kiri.”</p>
<p>Nah, bila “bisul” tersebut tak muncul berarti imunisasinya gagal dan harus diulang. Pengulangan bisa dilakukan kapan saja. “Tapi sebaiknya sebelum usia setahun. Karena setelah usia setahun, biasanya anak sudah banyak dibawa ke mana-mana sehingga bisa tertular TBC. Bukankah data TBC di Indonesia masih yang tertinggi di dunia, seperti juga di India dan Bangladesh? Nah, bila anak tak diproteksi, maka ia akan gampang terkena TBC,” jelas Adi.</p>
<p>Selain BCG, imunisasi Hepatitis B juga bisa diukur dengan cara yang tak terlalu mahal, yaitu dengan cara mengecek kadar Hepatitis B-nya setelah anak berusia setahun.” Dari hasil tes dokter akan mendapat angka. Di atas 1000 berarti daya tahannya 8 tahun; di atas 500 tahan 5 tahun; di atas 200 tahan 3 tahun. Tapi kalau angkanya cuma 100 maka dalam setahun akan hilang. Sementara bila angkanya nol berarti si bayi harus disuntik ulang 3 kali lagi.</p>
<p>Yang patut disadari orang tua, imunisasi tak bisa memproteksi bayi hingga 100 persen. “Bila bayi bisa terproteksi sampai 80 persen saja, itu sudah bagus; karena banyak hal yang memperngaruhi imunisasi, salah satunya adalah<strong> gizi dan kesehatan bayi</strong>.” Selain itu, efektivitas imunisasi hanya bertahan sekitar 5-10 tahun. Jadi di antara usia tersebut anak perlu diimunisasi lagi atau istilahnya booster (penguat).</p>
<p>Nah, Bapak-bapak, Ibu-ibu, sekarang sudah paham kan? Jadi, jangan malas mengimunisasi si kecil, ya&#8230;</p>
<p align="center"><span style="color: #0000ff;"><strong>JENIS IMUNISASI (0-1 TAHUN)</strong></span></p>
<p><span style="color: #ff00ff;"><strong><em>* BCG (Bacille Calmette Guerin). </em></strong></span></p>
<p>Manfaatnya untuk memberikan kekebalan terhadap penyakit TBC (tuberkolosis); diberikan hanya 1 kali. Usia efektif dilakukannya imunisasi pada 1 bulan atau 1 bulan 1 minggu. Suntikan ini akan menampakkan “bisul” kecil di daerah yang disuntik. Bila tidak, harus dilakukan suntikan ulang. Sayang memang mayoritas anak kecil diberi &#8220;scar&#8221; pada kulitnya; tapi&#8230;&#8230;&#8230; proteksi dari penyakit TBC yang di Indonesia adalah salah satu peringkat tertinggi di dunia dinilai jauh, jauh, jauh lebih penting dibanding sekedar &#8220;bisul&#8221; kecil pada kulit sang anak.</p>
<p><span style="color: #ff00ff;"><em><strong>* DPT (Difteri Pertusis Tetanus) + Polio. </strong></em></span></p>
<p>Untuk mencegah timbulnya penyakit difteri, pertusis, dan tetanus. Biasanya setelah 6 jam bayi akan mengalami panas atau timbul uneasy feeling seperti tak mau makan atau murung. Tapi ini hanya efek sementara.</p>
<p>DPT bisa digabungkan dengan Polio, sehingga imunisasi menjadi DPT Polio. Imunisasinya dilaksanakan sebanyak 4 kali; 3 kali di bawah usia setahun dan 1 kali di atas usia setahun.</p>
<p><strong><em><span style="color: #ff00ff;">* Hepatitis B. </span></em></strong></p>
<p>Agar bayi memiliki kekebalan terhadap penyakit hepatitis B. Imunisasinya dilakukan sebanyak 3 kali. Aturannya, bila suntikan ke-1 dilakukan pada usia sebulan, maka jangka waktu suntikan ke-2 antara 1-2 bulan kemudian, sedangkan suntikan ke-3 boleh sampai 5 bulan kemudian.</p>
<p><span style="color: #ff00ff;"><em><strong>* Campak. </strong></em></span></p>
<p>Agar bayi memiliki kekebalan terhadap penyakit campak; harus dilakukan di usia 9 bulan. Biasanya setelah seminggu bisa timbul sedikit demam pada bayi, namun ini hanya efek sementara.</p>
<p><strong><em><span style="color: #ff00ff;">* HiB (Hemophilus Influenzae type B).</span></em></strong></p>
<p>Tujuannya agar bayi memiliki kekebalan terhadap penyakit radang selaput otak. Imunisasi dilaksanakan 3 kali; 2 kali di bawah usia setahun dan 1 kali di atas usia setahun.</p>
<p><span style="color: #ff00ff;"><em><strong>* MMR (Measles Mumps Rubella). </strong></em></span></p>
<p>Untuk mencegah penyakit campak, gondongan atau campak jerman. Imunisasi dilaksanakan hanya 1 kali. Setelah hari ke-3 biasanya bayi akan panas dan timbul bintik-bintik seperti terkena campak. Namun tak usah cemas, karena bintik-bintik tersebut akan hilang sendiri. Sedangkan panasnya bisa diturunkan dengan obat penurun panas yang dapat dibeli bebas di apotik.</p>
<p align="center"><span style="color: #0000ff;"><strong>BAYI HARUS SEHAT</strong></span></p>
<p>Penting diperhatikan, bayi yang hendak diimunisasi haruslah dalam kondisi benar-benar fit. Sebab, imunisasi yang dilaksanakan pada bayi tak sehat akan menjadi tak efektif atau malah berubah jadi penyakit. Jadi, Bu, bila si kecil tengah pilek, misalnya, tundalah jadwal imunisasinya sampai ia sembuh dulu dari sakitnya.</p>
<p>Biasanya dokter akan memberi tahu kapan bayi Ibu harus diimunisasi. Namun demikian, tak ada salahnya bila Ibu dan Bapak aktif bertanya, kapan dan imunisasi apa yang harus dilaksanakan bayi selanjutnya. Tanyakan pula apa efeknya setelah bayi menerima imunisasi tersebut dan apa yang harus Bapak-Ibu lakukan.</p>
<p align="center"><span style="color: #0000ff;"><strong>BILA KEJANG DEMAM</strong></span></p>
<p>Biasanya bayi akan mengalami panas setelah menerima imunisasi DPT dan MMR. Bila panasnya tak terlalu tinggi atau hanya sekadar sumeng, tak usah khawatir. Cukup diberi obat penurun panas khusus untuk bayi yang dapat dibeli bebas di apotik.</p>
<p>Obat penurun panas juga dapat diberikan sebelum bayi menerima imunisasi. “Obat ini tak berbahaya dan tak akan menimbulkan efek apa-apa, karena jangka waktu bekerjanya hanya 6 jam,” terang Adi Tagor. Jadi, kalau sudah lewat waktunya dan si bayi masih panas, maka boleh diberikan lagi. Normalnya 3 kali sehari. Namun bila panasnya tinggi (38 derajat atau lebih) atau panasnya berlangsung lebih dari 2 hari, sebaiknya Bapak dan Ibu segera menghubungi dokter yang bersangkutan.</p>
<p>Yang penting diperhatikan, bila keluarga Anda memiliki keturunan stuip atau kejang demam; sebaiknya, sebelum bayi diimunisasi, beri tahu dokter tentang hal itu. Sebab, terang Adi, walaupun stuip bukan penyakit berbahaya, namun bila berbaur dengan imunisasi, terutama DPT, maka keadaannya akan tragis.</p>
<p>Selain itu, dengan Anda memberi tahu dokter, maka dokter tak akan menggunakan DPT tapi hanya DT. Jadi, tak termasuk Pertusis atau batuk rejan alias batuk 100 hari. Pertimbangannya, batuk rejan sudah jarang sekali terjadi sehingga lebih baik dilewatkan saja daripada si bayi nanti panas dan kejang.</p>
<p>Kadang dokter juga menggunakan DPT aceluler yang tak ada efek panasnya. Atau, tutur Adi, “sebelum suntikan DPT yang pertama, dubur bayi akan dimasukan dengan obat anti kejang. Dengan begitu, bayi akan aman sampai 6 jam. Disamping, bayi juga diberi obat penurun panas sebelum disuntik dan diulangi setiap 6 jam sekali.”</p>
<p>Naskah di atas saya ambil dari http://tabloid-nakita.com<br />
<h3 class='related_post_title'>Posting terkait:</h3>
<ul class='related_post'>
<li><a href='http://www.drarief.com/fatwa-ulama-tentang-imunisasi/' title='Fatwa ulama tentang imunisasi&#8230;'>Fatwa ulama tentang imunisasi&#8230;</a></li>
<li><a href='http://www.drarief.com/imunisasi-haram-hukumnya-masa-sih/' title='Imunisasi Haram Hukumnya&#8230;. Masa&#039; sih ?'>Imunisasi Haram Hukumnya&#8230;. Masa&#039; sih ?</a></li>
<li><a href='http://www.drarief.com/jadwal-imunisasi/' title='Jadwal Imunisasi'>Jadwal Imunisasi</a></li>
</ul>
<p><a href="http://www.drarief.com/hari-gini-nggak-imunisasi/">Hari Gini Nggak Mau Imunisasi ??&#8230;</a> is a post from: <a href="http://www.drarief.com">Dr Arief</a></p>



Suka post ini ? Silakan share...


	<a rel="nofollow"  href="http://www.facebook.com/share.php?u=http%3A%2F%2Fwww.drarief.com%2Fhari-gini-nggak-imunisasi%2F&amp;t=Hari%20Gini%20Nggak%20Mau%20Imunisasi%20%3F%3F..." title="Facebook"><img src="http://www.drarief.com/wp-content/plugins/sociable/images/facebook.png" title="Facebook" alt="Facebook" class="sociable-hovers" /></a>
	<a rel="nofollow"  href="http://twitter.com/home?status=Hari%20Gini%20Nggak%20Mau%20Imunisasi%20%3F%3F...%20-%20http%3A%2F%2Fwww.drarief.com%2Fhari-gini-nggak-imunisasi%2F" title="Twitter"><img src="http://www.drarief.com/wp-content/plugins/sociable/images/twitter.png" title="Twitter" alt="Twitter" class="sociable-hovers" /></a>
	<a rel="nofollow"  href="http://technorati.com/faves?add=http%3A%2F%2Fwww.drarief.com%2Fhari-gini-nggak-imunisasi%2F" title="Technorati"><img src="http://www.drarief.com/wp-content/plugins/sociable/images/technorati.png" title="Technorati" alt="Technorati" class="sociable-hovers" /></a>
	<a rel="nofollow"  href="javascript:AddToFavorites();" title="Add to favorites"><img src="http://www.drarief.com/wp-content/plugins/sociable/images/addtofavorites.png" title="Add to favorites" alt="Add to favorites" class="sociable-hovers" /></a>
	<a rel="nofollow"  href="http://www.printfriendly.com/print?url=http%3A%2F%2Fwww.drarief.com%2Fhari-gini-nggak-imunisasi%2F&amp;partner=sociable" title="Print"><img src="http://www.drarief.com/wp-content/plugins/sociable/images/printfriendly.png" title="Print" alt="Print" class="sociable-hovers" /></a>
	<a rel="nofollow"  href="mailto:?subject=Hari%20Gini%20Nggak%20Mau%20Imunisasi%20%3F%3F...&amp;body=http%3A%2F%2Fwww.drarief.com%2Fhari-gini-nggak-imunisasi%2F" title="email"><img src="http://www.drarief.com/wp-content/plugins/sociable/images/email_link.png" title="email" alt="email" class="sociable-hovers" /></a>


<br/><br/>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.drarief.com/hari-gini-nggak-imunisasi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Jadwal Imunisasi</title>
		<link>http://www.drarief.com/jadwal-imunisasi/</link>
		<comments>http://www.drarief.com/jadwal-imunisasi/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 20 Aug 2008 01:44:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Dr. Arief L. Hakim</dc:creator>
				<category><![CDATA[Informasi Untuk Pasien]]></category>
		<category><![CDATA[Perlengkapan Praktek]]></category>
		<category><![CDATA[imunisasi]]></category>
		<category><![CDATA[jadwal]]></category>
		<category><![CDATA[kesehatan anak]]></category>
		<category><![CDATA[pediatri]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://drarief.com/2008/08/20/jadwal-imunisasi/</guid>
		<description><![CDATA[JADWAL IMUNISASI 2006 REKOMENDASI IKATAN DOKTER ANAK (IDAI) PERIODE 2006 JENIS VAKSIN UMUR PEMBERIAN VAKSINASI BULAN TAHUN LHR 1 2 3 4 5 6 9 12 15 18 2 3 5 6 10 12 PROGRAM PENGEMBANGAN IMUNISASI (PPI &#8211; diwajibkan) BCG HEPATITIS B 1 2 3 POLIO 0 1 2 3 4 5 DTP 1 [...]<p><a href="http://www.drarief.com/jadwal-imunisasi/">Jadwal Imunisasi</a> is a post from: <a href="http://www.drarief.com">Dr Arief</a></p>
]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:center;"><strong><span style="font-size: x-large;">JADWAL IMUNISASI 2006</span></strong></p>
<p style="text-align:center;">REKOMENDASI IKATAN DOKTER ANAK (IDAI) PERIODE 2006</p>
<table style="height: 503px;" border="1" cellspacing="0" cellpadding="0" width="100%">
<tbody>
<tr>
<td rowspan="3" width="15%" height="57" align="center" bgcolor="#47568f"><strong><span style="font-size: small; color: #ffffff;">JENIS<br />
VAKSIN</span></strong></td>
<td colspan="17" width="85%" height="19" align="center" bgcolor="#47568f"><span style="font-size: small; color: #ffffff;"><strong>UMUR       PEMBERIAN VAKSINASI</strong></span></td>
</tr>
<tr>
<td colspan="11" width="55%" height="19" align="center" bgcolor="#b0abdc"><strong><span style="font-size: small;">BULAN</span></strong></td>
<td colspan="6" width="30%" height="19" align="center" bgcolor="#9fe0ff"><strong><span style="font-size: small;">TAHUN</span></strong></td>
</tr>
<tr>
<td width="5%" height="19" align="center" bgcolor="#ffff99"><strong><span style="font-size: small;">LHR</span></strong></td>
<td width="5%" height="19" align="center" bgcolor="#ffff99"><strong><span style="font-size: small;">1</span></strong></td>
<td width="5%" height="19" align="center" bgcolor="#ffff99"><strong><span style="font-size: small;">2</span></strong></td>
<td width="5%" height="19" align="center" bgcolor="#ffff99"><strong><span style="font-size: small;">3</span></strong></td>
<td width="5%" height="19" align="center" bgcolor="#ffff99"><strong><span style="font-size: small;">4</span></strong></td>
<td width="5%" height="19" align="center" bgcolor="#ffff99"><strong><span style="font-size: small;">5</span></strong></td>
<td width="5%" height="19" align="center" bgcolor="#ffff99"><strong><span style="font-size: small;">6</span></strong></td>
<td width="5%" height="19" align="center" bgcolor="#ffff99"><strong><span style="font-size: small;">9</span></strong></td>
<td width="5%" height="19" align="center" bgcolor="#ffff99"><strong><span style="font-size: small;">12</span></strong></td>
<td width="5%" height="19" align="center" bgcolor="#b0abdc"><strong><span style="font-size: small;">15</span></strong></td>
<td width="5%" height="19" align="center" bgcolor="#b0abdc"><strong><span style="font-size: small;">18</span></strong></td>
<td width="5%" height="19" align="center" bgcolor="#9fe0ff"><strong><span style="font-size: small;">2</span></strong></td>
<td width="5%" height="19" align="center" bgcolor="#9fe0ff"><strong><span style="font-size: small;">3</span></strong></td>
<td width="5%" height="19" align="center" bgcolor="#9fe0ff"><strong><span style="font-size: small;">5</span></strong></td>
<td width="5%" height="19" align="center" bgcolor="#9fe0ff"><strong><span style="font-size: small;">6</span></strong></td>
<td width="5%" height="19" align="center" bgcolor="#9fe0ff"><strong><span style="font-size: small;">10</span></strong></td>
<td width="5%" height="19" align="center" bgcolor="#9fe0ff"><strong><span style="font-size: small;">12</span></strong></td>
</tr>
<tr>
<td colspan="18" width="100%" height="19" bgcolor="#d20054"><span style="font-size: small; color: #ffffff;"><strong> PROGRAM       PENGEMBANGAN IMUNISASI (PPI &#8211; diwajibkan)</strong></span></td>
</tr>
<tr>
<td width="15%" height="19" bgcolor="#fcdd03"><span style="color: #000000;"><strong><span style="font-size: xx-small;">BCG</span></strong></span></td>
<td width="5%" height="19" align="center" bgcolor="#fcdd03"></td>
<td width="5%" height="19" align="center" bgcolor="#fcdd03"></td>
<td width="5%" height="19" align="center" bgcolor="#fcdd03"></td>
<td width="5%" height="19" align="center" bgcolor="#74dc74"></td>
<td width="5%" height="19" align="center" bgcolor="#74dc74"></td>
<td width="5%" height="19" align="center" bgcolor="#74dc74"></td>
<td width="5%" height="19" align="center" bgcolor="#74dc74"></td>
<td width="5%" height="19" align="center" bgcolor="#74dc74"></td>
<td width="5%" height="19" align="center" bgcolor="#74dc74"></td>
<td width="5%" height="19" align="center" bgcolor="#74dc74"></td>
<td width="5%" height="19" align="center" bgcolor="#74dc74"></td>
<td width="5%" height="19" align="center" bgcolor="#74dc74"></td>
<td width="5%" height="19" align="center" bgcolor="#74dc74"></td>
<td width="5%" height="19" align="center" bgcolor="#74dc74"></td>
<td width="5%" height="19" align="center" bgcolor="#74dc74"></td>
<td width="5%" height="19" align="center" bgcolor="#74dc74"></td>
<td width="5%" height="19" align="center" bgcolor="#74dc74"></td>
</tr>
<tr>
<td width="15%" height="19" bgcolor="#f3e696"><span style="color: #000000;"><strong><span style="font-size: xx-small;">HEPATITIS B</span></strong></span></td>
<td width="5%" height="19" align="center" bgcolor="#f3e696"><span style="font-size: xx-small; color: #000000;"><strong>1</strong></span></td>
<td width="5%" height="19" align="center" bgcolor="#f3e696"><span style="font-size: xx-small; color: #000000;"><strong>2</strong></span></td>
<td width="5%" height="19" align="center" bgcolor="#74dc74"></td>
<td colspan="4" width="20%" height="19" align="center" bgcolor="#f3e696"><span style="color: #000000;"><strong>3</strong></span></td>
<td width="5%" height="19" align="center" bgcolor="#74dc74"></td>
<td width="5%" height="19" align="center" bgcolor="#74dc74"></td>
<td width="5%" height="19" align="center" bgcolor="#74dc74"></td>
<td width="5%" height="19" align="center" bgcolor="#74dc74"></td>
<td width="5%" height="19" align="center" bgcolor="#74dc74"></td>
<td width="5%" height="19" align="center" bgcolor="#74dc74"></td>
<td width="5%" height="19" align="center" bgcolor="#74dc74"></td>
<td width="5%" height="19" align="center" bgcolor="#74dc74"></td>
<td width="5%" height="19" align="center" bgcolor="#74dc74"></td>
<td width="5%" height="19" align="center" bgcolor="#74dc74"></td>
</tr>
<tr>
<td width="15%" height="19" bgcolor="#fed1a9"><span style="color: #000000;"><strong><span style="font-size: xx-small;">POLIO</span></strong></span></td>
<td width="5%" height="19" align="center" bgcolor="#fed1a9"><span style="font-size: xx-small; color: #000000;"><strong>0</strong></span></td>
<td width="5%" height="19" align="center" bgcolor="#74dc74"></td>
<td width="5%" height="19" align="center" bgcolor="#fed1a9"><span style="font-size: xx-small; color: #000000;"><strong>1</strong></span></td>
<td width="5%" height="19" align="center" bgcolor="#74dc74"></td>
<td width="5%" height="19" align="center" bgcolor="#fed1a9"><span style="color: #000000;"><strong><span style="font-size: xx-small;">2</span></strong></span></td>
<td width="5%" height="19" align="center" bgcolor="#74dc74"></td>
<td width="5%" height="19" align="center" bgcolor="#fed1a9"><span style="color: #000000;"><strong><span style="font-size: xx-small;">3</span></strong></span></td>
<td width="5%" height="19" align="center" bgcolor="#74dc74"></td>
<td width="5%" height="19" align="center" bgcolor="#74dc74"></td>
<td width="5%" height="19" align="center" bgcolor="#74dc74"></td>
<td width="5%" height="19" align="center" bgcolor="#fed1a9"><span style="color: #000000;"><strong><span style="font-size: xx-small;">4</span></strong></span></td>
<td width="5%" height="19" align="center" bgcolor="#74dc74"></td>
<td width="5%" height="19" align="center" bgcolor="#74dc74"></td>
<td width="5%" height="19" align="center" bgcolor="#fed1a9"><span style="color: #000000;"><strong><span style="font-size: xx-small;">5</span></strong></span></td>
<td width="5%" height="19" align="center" bgcolor="#74dc74"></td>
<td width="5%" height="19" align="center" bgcolor="#74dc74"></td>
<td width="5%" height="19" align="center" bgcolor="#74dc74"></td>
</tr>
<tr>
<td width="15%" height="19" bgcolor="#e9a3b5"><span style="color: #000000;"><strong><span style="font-size: xx-small;">DTP</span></strong></span></td>
<td width="5%" height="19" align="center" bgcolor="#74dc74"></td>
<td width="5%" height="19" align="center" bgcolor="#74dc74"></td>
<td width="5%" height="19" align="center" bgcolor="#e9a3b5"><span style="font-size: xx-small; color: #000000;"><strong>1</strong></span></td>
<td width="5%" height="19" align="center" bgcolor="#74dc74"></td>
<td width="5%" height="19" align="center" bgcolor="#e9a3b5"><span style="color: #000000;"><strong><span style="font-size: xx-small;">2</span></strong></span></td>
<td width="5%" height="19" align="center" bgcolor="#74dc74"></td>
<td width="5%" height="19" align="center" bgcolor="#e9a3b5"><span style="color: #000000;"><strong><span style="font-size: xx-small;">3</span></strong></span></td>
<td width="5%" height="19" align="center" bgcolor="#74dc74"></td>
<td width="5%" height="19" align="center" bgcolor="#74dc74"></td>
<td width="5%" height="19" align="center" bgcolor="#74dc74"></td>
<td width="5%" height="19" align="center" bgcolor="#e9a3b5"><span style="color: #000000;"><strong><span style="font-size: xx-small;">4</span></strong></span></td>
<td width="5%" height="19" align="center" bgcolor="#74dc74"></td>
<td width="5%" height="19" align="center" bgcolor="#74dc74"></td>
<td width="5%" height="19" align="center" bgcolor="#e9a3b5"><span style="color: #000000;"><strong><span style="font-size: xx-small;">5</span></strong></span></td>
<td width="5%" height="19" align="center" bgcolor="#74dc74"></td>
<td width="5%" height="19" align="center" bgcolor="#74dc74"></td>
<td width="5%" height="19" align="center" bgcolor="#e9a3b5"><span style="color: #000000;"><strong><span style="font-size: xx-small;">6</span></strong></span></td>
</tr>
<tr>
<td width="15%" height="19" bgcolor="#d78eca"><span style="color: #000000;"><strong><span style="font-size: xx-small;">CAMPAK</span></strong></span></td>
<td width="5%" height="19" align="center" bgcolor="#74dc74"></td>
<td width="5%" height="19" align="center" bgcolor="#74dc74"></td>
<td width="5%" height="19" align="center" bgcolor="#74dc74"></td>
<td width="5%" height="19" align="center" bgcolor="#74dc74"></td>
<td width="5%" height="19" align="center" bgcolor="#74dc74"></td>
<td width="5%" height="19" align="center" bgcolor="#74dc74"></td>
<td width="5%" height="19" align="center" bgcolor="#74dc74"></td>
<td width="5%" height="19" align="center" bgcolor="#d78eca"><span style="color: #000000;"><strong><span style="font-size: xx-small;">1</span></strong></span></td>
<td width="5%" height="19" align="center" bgcolor="#74dc74"></td>
<td width="5%" height="19" align="center" bgcolor="#74dc74"></td>
<td width="5%" height="19" align="center" bgcolor="#74dc74"></td>
<td width="5%" height="19" align="center" bgcolor="#74dc74"></td>
<td width="5%" height="19" align="center" bgcolor="#74dc74"></td>
<td width="5%" height="19" align="center" bgcolor="#74dc74"></td>
<td width="5%" height="19" align="center" bgcolor="#d78eca"><span style="color: #000000;"><strong><span style="font-size: xx-small;">2</span></strong></span></td>
<td width="5%" height="19" align="center" bgcolor="#74dc74"></td>
<td width="5%" height="19" align="center" bgcolor="#74dc74"></td>
</tr>
<tr>
<td colspan="18" width="100%" height="19" bgcolor="#d20054"><strong><span style="font-size: small; color: #ffffff;">PROGRAM       IMUNISASI NON-PPI (dianjurkan) </span></strong></td>
</tr>
<tr>
<td width="15%" height="19" bgcolor="#c6ecff"><span style="color: #000000;"><strong><span style="font-size: xx-small;">Hib</span></strong></span></td>
<td width="5%" height="19" align="center" bgcolor="#fee3cb"></td>
<td width="5%" height="19" align="center" bgcolor="#fee3cb"></td>
<td width="5%" height="19" align="center" bgcolor="#c6ecff"><span style="font-size: xx-small; color: #000000;"><strong>1</strong></span></td>
<td width="5%" height="19" align="center" bgcolor="#fee3cb"></td>
<td width="5%" height="19" align="center" bgcolor="#c6ecff"><span style="font-size: xx-small; color: #000000;"><strong>2</strong></span></td>
<td width="5%" height="19" align="center" bgcolor="#fee3cb"></td>
<td width="5%" height="19" align="center" bgcolor="#c6ecff"><span style="font-size: xx-small; color: #000000;"><strong>3</strong></span></td>
<td width="5%" height="19" align="center" bgcolor="#fee3cb"></td>
<td width="5%" height="19" align="center" bgcolor="#fee3cb"></td>
<td colspan="2" width="10%" height="19" align="center" bgcolor="#c6ecff"><span style="font-size: xx-small; color: #000000;"><strong>4</strong></span></td>
<td width="5%" height="19" align="center" bgcolor="#fee3cb"></td>
<td width="5%" height="19" align="center" bgcolor="#fee3cb"></td>
<td width="5%" height="19" align="center" bgcolor="#fee3cb"></td>
<td width="5%" height="19" align="center" bgcolor="#fee3cb"></td>
<td width="5%" height="19" align="center" bgcolor="#fee3cb"></td>
<td width="5%" height="19" align="center" bgcolor="#fee3cb"></td>
</tr>
<tr>
<td width="15%" height="19" bgcolor="#d98200"><span style="color: #000000;"><strong><span style="font-size: xx-small;">PNEUMOKOKUS</span><span style="font-size: x-small;"> (PVC)</span></strong></span></td>
<td width="5%" height="19" align="center" bgcolor="#fee3cb"></td>
<td width="5%" height="19" align="center" bgcolor="#fee3cb"></td>
<td width="5%" height="19" align="center" bgcolor="#d98200"><span style="font-size: xx-small; color: #000000;"><strong>1</strong></span></td>
<td width="5%" height="19" align="center" bgcolor="#fee3cb"></td>
<td width="5%" height="19" align="center" bgcolor="#d98200"><span style="font-size: xx-small; color: #000000;"><strong>2</strong></span></td>
<td width="5%" height="19" align="center" bgcolor="#fee3cb"></td>
<td width="5%" height="19" align="center" bgcolor="#d98200"><span style="font-size: xx-small; color: #000000;"><strong>3</strong></span></td>
<td width="5%" height="19" align="center" bgcolor="#fee3cb"></td>
<td colspan="2" width="10%" height="19" align="center" bgcolor="#d98200"><span style="font-size: xx-small; color: #000000;"><strong>4</strong></span></td>
<td width="5%" height="19" align="center" bgcolor="#fee3cb"></td>
<td width="5%" height="19" align="center" bgcolor="#fee3cb"></td>
<td width="5%" height="19" align="center" bgcolor="#fee3cb"></td>
<td width="5%" height="19" align="center" bgcolor="#fee3cb"></td>
<td width="5%" height="19" align="center" bgcolor="#fee3cb"></td>
<td width="5%" height="19" align="center" bgcolor="#fee3cb"></td>
<td width="5%" height="19" align="center" bgcolor="#fee3cb"></td>
</tr>
<tr>
<td width="15%" height="19" bgcolor="#ffc062"><span style="color: #000000;"><strong><span style="font-size: xx-small;">INFLUENZA</span></strong></span></td>
<td width="5%" height="19" align="center" bgcolor="#fee3cb"></td>
<td width="5%" height="19" align="center" bgcolor="#fee3cb"></td>
<td width="5%" height="19" align="center" bgcolor="#fee3cb"></td>
<td width="5%" height="19" align="center" bgcolor="#fee3cb"></td>
<td width="5%" height="19" align="center" bgcolor="#fee3cb"></td>
<td width="5%" height="19" align="center" bgcolor="#fee3cb"></td>
<td colspan="11" width="55%" height="19" align="center" bgcolor="#ffc062"><span style="color: #000000;"><strong><span style="font-size: xx-small;">DIBERIKAN       SETAHUN SEKALI</span></strong></span></td>
</tr>
<tr>
<td width="15%" height="19" bgcolor="#74dc74"><span style="font-size: xx-small; color: #000000;"><strong>MMR</strong></span></td>
<td width="5%" height="19" align="center" bgcolor="#fee3cb"></td>
<td width="5%" height="19" align="center" bgcolor="#fee3cb"></td>
<td width="5%" height="19" align="center" bgcolor="#fee3cb"></td>
<td width="5%" height="19" align="center" bgcolor="#fee3cb"></td>
<td width="5%" height="19" align="center" bgcolor="#fee3cb"></td>
<td width="5%" height="19" align="center" bgcolor="#fee3cb"></td>
<td width="5%" height="19" align="center" bgcolor="#fee3cb"></td>
<td width="5%" height="19" align="center" bgcolor="#fee3cb"></td>
<td width="5%" height="19" align="center" bgcolor="#fee3cb"></td>
<td width="5%" height="19" align="center" bgcolor="#74dc74"><span style="color: #000000;"><strong><span style="font-size: xx-small;">1</span></strong></span></td>
<td width="5%" height="19" align="center" bgcolor="#fee3cb"></td>
<td width="5%" height="19" align="center" bgcolor="#fee3cb"></td>
<td width="5%" height="19" align="center" bgcolor="#fee3cb"></td>
<td width="5%" height="19" align="center" bgcolor="#fee3cb"></td>
<td width="5%" height="19" align="center" bgcolor="#74dc74"><span style="color: #000000;"><strong><span style="font-size: xx-small;">2</span></strong></span></td>
<td width="5%" height="19" align="center" bgcolor="#fee3cb"></td>
<td width="5%" height="19" align="center" bgcolor="#fee3cb"></td>
</tr>
<tr>
<td width="15%" height="19" bgcolor="#c7f1c7"><span style="font-size: xx-small; color: #000000;"><strong>TIFOID</strong></span></td>
<td width="5%" height="19" align="center" bgcolor="#fee3cb"></td>
<td width="5%" height="19" align="center" bgcolor="#fee3cb"></td>
<td width="5%" height="19" align="center" bgcolor="#fee3cb"></td>
<td width="5%" height="19" align="center" bgcolor="#fee3cb"></td>
<td width="5%" height="19" align="center" bgcolor="#fee3cb"></td>
<td width="5%" height="19" align="center" bgcolor="#fee3cb"></td>
<td width="5%" height="19" align="center" bgcolor="#fee3cb"></td>
<td width="5%" height="19" align="center" bgcolor="#fee3cb"></td>
<td width="5%" height="19" align="center" bgcolor="#fee3cb"></td>
<td width="5%" height="19" align="center" bgcolor="#fee3cb"></td>
<td width="5%" height="19" align="center" bgcolor="#fee3cb"></td>
<td colspan="6" width="30%" height="19" align="center" bgcolor="#c7f1c7"><span style="color: #000000;"><strong><span style="font-size: xx-small;">ULANGAN       TIAP 3 TAHUN</span></strong></span></td>
</tr>
<tr>
<td width="15%" height="19" bgcolor="#bfbfff"><span style="font-size: xx-small; color: #000000;"><strong>HEPATITIS A</strong></span></td>
<td width="5%" height="19" align="center" bgcolor="#fee3cb"></td>
<td width="5%" height="19" align="center" bgcolor="#fee3cb"></td>
<td width="5%" height="19" align="center" bgcolor="#fee3cb"></td>
<td width="5%" height="19" align="center" bgcolor="#fee3cb"></td>
<td width="5%" height="19" align="center" bgcolor="#fee3cb"></td>
<td width="5%" height="19" align="center" bgcolor="#fee3cb"></td>
<td width="5%" height="19" align="center" bgcolor="#fee3cb"></td>
<td width="5%" height="19" align="center" bgcolor="#fee3cb"></td>
<td width="5%" height="19" align="center" bgcolor="#fee3cb"></td>
<td width="5%" height="19" align="center" bgcolor="#fee3cb"></td>
<td width="5%" height="19" align="center" bgcolor="#fee3cb"></td>
<td colspan="6" width="30%" height="19" align="center" bgcolor="#bfbfff"><span style="color: #000000;"><strong><span style="font-size: xx-small;">2x       INTERVAL 6 &#8211; 12 BLN</span></strong></span></td>
</tr>
<tr>
<td width="15%" height="18" bgcolor="#bfb862"><span style="color: #000000;"><strong><span style="font-size: xx-small;">VARISELA</span></strong></span></td>
<td width="5%" height="18" align="center" bgcolor="#fee3cb"></td>
<td width="5%" height="18" align="center" bgcolor="#fee3cb"></td>
<td width="5%" height="18" align="center" bgcolor="#fee3cb"></td>
<td width="5%" height="18" align="center" bgcolor="#fee3cb"></td>
<td width="5%" height="18" align="center" bgcolor="#fee3cb"></td>
<td width="5%" height="18" align="center" bgcolor="#fee3cb"></td>
<td width="5%" height="18" align="center" bgcolor="#fee3cb"></td>
<td width="5%" height="18" align="center" bgcolor="#fee3cb"></td>
<td width="5%" height="18" align="center" bgcolor="#fee3cb"></td>
<td width="5%" height="18" align="center" bgcolor="#fee3cb"></td>
<td width="5%" height="18" align="center" bgcolor="#fee3cb"></td>
<td width="5%" height="18" align="center" bgcolor="#fee3cb"></td>
<td width="5%" height="18" align="center" bgcolor="#fee3cb"></td>
<td width="5%" height="18" align="center" bgcolor="#fee3cb"></td>
<td width="5%" height="18" align="center" bgcolor="#fee3cb"></td>
<td colspan="2" width="10%" height="18" align="center" bgcolor="#bfb862"></td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p><span id="more-15"></span><strong>Keterangan Jadwal Imunisasi Periode 2006</strong></p>
<table border="0" cellspacing="0" cellpadding="0" width="100%">
<tbody>
<tr>
<td width="48%" valign="top">
<table border="1" cellspacing="0" cellpadding="0" width="100%">
<tbody>
<tr>
<td width="100%" bgcolor="#d20054">
<table border="0" cellspacing="1" width="100%">
<tbody>
<tr>
<td width="19%"><strong><span style="color: #ffffff;">Vaksin</span></strong></td>
<td width="81%"><strong><span style="color: #ffffff;">Keterangan</span></strong></td>
</tr>
</tbody>
</table>
</td>
</tr>
<tr>
<td width="100%" bgcolor="#ffd017">
<table border="0" cellspacing="1" width="100%">
<tbody>
<tr>
<td width="19%" valign="top"><span style="color: #000000;"><strong>Hepatitis B</strong></span></td>
<td width="81%"><span style="color: #000000;">HB diberikan dalam waktu 12 jam setelah lahir,                   dilanjutkan pada umur 1 dan 3 &#8211; 6 bulan. Interval dosis                   minimal 4 minggu.</span></td>
</tr>
<tr>
<td width="19%" valign="top"><span style="color: #000000;"><strong>Polio</strong></span></td>
<td width="81%"><span style="color: #000000;">Polio-0 diberikan pada saat kunjungan pertama.                   Untuk bayi yang lahir di RB/RS OPV diberikan pada saat bayi                   dipulangkan (untuk menghindari transmisi virus vaksin kepada                   bayi lain).</span></td>
</tr>
<tr>
<td width="19%" valign="top"><span style="color: #000000;"><strong>BCG</strong></span></td>
<td width="81%"><span style="color: #000000;">Diberikan sejak lahir. Apabila umur &gt; 3 bulan                   harus dilakukan uji tuberkulin terlebih dulu, BCG diberikan                   apabila uji tuberkulin negatif.</span></td>
</tr>
<tr>
<td width="19%" valign="top"><span style="color: #000000;"><strong>DTP</strong></span></td>
<td width="81%"><span style="color: #000000;">Diberikan pada umur </span><span style="font-family: Symbol; color: #000000;"><span style="font-size: xx-small;">³ </span></span><span style="color: #000000;">6 minggu, DTwP atau secara kombinasi dengan Hep                   B atau Hib. Ulangan DTP umur 18 bulan dan 5 tahun. Umur 12                   tahun mendapat TT pada program BIAS SD kelas VI.</span></td>
</tr>
<tr>
<td width="19%" valign="top"><span style="color: #000000;"><strong>Hib</strong></span></td>
<td width="81%"><span style="color: #000000;">Diberikan mulai umur 2 bulan dengan interval 2                   bulan. Diberikan terpisah atau kombinasi.</span></td>
</tr>
<tr>
<td width="19%" height="28" valign="top"></td>
<td width="81%" height="28"></td>
</tr>
</tbody>
</table>
</td>
</tr>
</tbody>
</table>
</td>
<td width="2%" valign="top"></td>
<td width="48%" valign="top">
<table border="1" cellspacing="0" cellpadding="0" width="100%">
<tbody>
<tr>
<td width="100%" bgcolor="#d20054">
<table border="0" cellspacing="1" width="100%">
<tbody>
<tr>
<td width="20%"><strong><span style="color: #ffffff;">Vaksin</span></strong></td>
<td width="80%"><strong><span style="color: #ffffff;">Keterangan</span></strong></td>
</tr>
</tbody>
</table>
</td>
</tr>
<tr>
<td width="100%" bgcolor="#ffd017">
<table border="0" cellspacing="1" width="100%">
<tbody>
<tr>
<td width="19%" valign="top"><span style="color: #000000;"><strong>Campak</strong></span></td>
<td width="81%"><span style="color: #000000;">Campak-1 umur 9 bulan, campak-2 diberikan pada                   program BIAS pada SD kelas 1, umur 6 tahun.</span></td>
</tr>
<tr>
<td width="19%" valign="top"><span style="color: #000000;"><strong>MMR</strong></span></td>
<td width="81%"><span style="color: #000000;">MMR dapat diberikan pada umur 12 bulan, apabila                   belum mendapat campak 9 bulan. Umur 6 tahun diberikan untuk                   ulangan MMR maupun <em>catch-up Immunization</em>.</span></td>
</tr>
<tr>
<td width="19%" valign="top"><span style="color: #000000;"><strong>Pneumokokus (PVC)</strong></span></td>
<td width="81%"><span style="color: #000000;">Pada anak yang belum mendapatkan PCV pada umur </span><span style="font-family: Symbol; color: #000000;"><span style="font-size: xx-small;">³ </span></span><span style="color: #000000;">1 tahun PCV diberikan dua kali dengan interval 2                   bulan. Pada umur 2 -5 tahun diberikan satu kali.</span></td>
</tr>
<tr>
<td width="19%" valign="top"><span style="color: #000000;"><strong>Influenza</strong></span></td>
<td width="81%"><span style="color: #000000;">Umur </span><span style="font-family: Symbol; color: #000000;"><span style="font-size: xx-small;"> £</span></span><span style="color: #000000;"> 8 tahun yang mendapat vaksin influenza                   trivalen (TIV) pertama kalinya harus mendapat 2 dosis dengan                   interval minimal 4 minggu.</span></td>
</tr>
<tr>
<td width="19%" valign="top"><span style="color: #000000;"><strong>Hepatitis A</strong></span></td>
<td width="81%"><span style="color: #000000;">Hepatitis A diberikan pada umur </span><span style="font-size: xx-small; color: #000000;"> <span style="font-family: Symbol;">³ </span> </span><span style="color: #000000;">2 tahun, dua kali dengan interval 6 &#8211; 12 bulan.</span></td>
</tr>
<tr>
<td width="19%" valign="top"><span style="color: #000000;"><strong>Tifoid</strong></span></td>
<td width="81%"><span style="color: #000000;">Tifoid polisakarida injeksi diberikan pada umur </span><span style="font-size: xx-small; color: #000000;"> <span style="font-family: Symbol;">³ </span> </span><span style="color: #000000;">2 tahun, diulang setiap 3 tahun.</span></td>
</tr>
</tbody>
</table>
</td>
</tr>
</tbody>
</table>
</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p>sumber : <a href="http://www.idai.or.id/jadwal.htm" target="_blank">Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI)</a><br />
<h3 class='related_post_title'>Posting terkait:</h3>
<ul class='related_post'>
<li><a href='http://www.drarief.com/fatwa-ulama-tentang-imunisasi/' title='Fatwa ulama tentang imunisasi&#8230;'>Fatwa ulama tentang imunisasi&#8230;</a></li>
<li><a href='http://www.drarief.com/imunisasi-haram-hukumnya-masa-sih/' title='Imunisasi Haram Hukumnya&#8230;. Masa&#039; sih ?'>Imunisasi Haram Hukumnya&#8230;. Masa&#039; sih ?</a></li>
<li><a href='http://www.drarief.com/hari-gini-nggak-imunisasi/' title='Hari Gini Nggak Mau Imunisasi ??&#8230;'>Hari Gini Nggak Mau Imunisasi ??&#8230;</a></li>
</ul>
<p><a href="http://www.drarief.com/jadwal-imunisasi/">Jadwal Imunisasi</a> is a post from: <a href="http://www.drarief.com">Dr Arief</a></p>



Suka post ini ? Silakan share...


	<a rel="nofollow"  href="http://www.facebook.com/share.php?u=http%3A%2F%2Fwww.drarief.com%2Fjadwal-imunisasi%2F&amp;t=Jadwal%20Imunisasi" title="Facebook"><img src="http://www.drarief.com/wp-content/plugins/sociable/images/facebook.png" title="Facebook" alt="Facebook" class="sociable-hovers" /></a>
	<a rel="nofollow"  href="http://twitter.com/home?status=Jadwal%20Imunisasi%20-%20http%3A%2F%2Fwww.drarief.com%2Fjadwal-imunisasi%2F" title="Twitter"><img src="http://www.drarief.com/wp-content/plugins/sociable/images/twitter.png" title="Twitter" alt="Twitter" class="sociable-hovers" /></a>
	<a rel="nofollow"  href="http://technorati.com/faves?add=http%3A%2F%2Fwww.drarief.com%2Fjadwal-imunisasi%2F" title="Technorati"><img src="http://www.drarief.com/wp-content/plugins/sociable/images/technorati.png" title="Technorati" alt="Technorati" class="sociable-hovers" /></a>
	<a rel="nofollow"  href="javascript:AddToFavorites();" title="Add to favorites"><img src="http://www.drarief.com/wp-content/plugins/sociable/images/addtofavorites.png" title="Add to favorites" alt="Add to favorites" class="sociable-hovers" /></a>
	<a rel="nofollow"  href="http://www.printfriendly.com/print?url=http%3A%2F%2Fwww.drarief.com%2Fjadwal-imunisasi%2F&amp;partner=sociable" title="Print"><img src="http://www.drarief.com/wp-content/plugins/sociable/images/printfriendly.png" title="Print" alt="Print" class="sociable-hovers" /></a>
	<a rel="nofollow"  href="mailto:?subject=Jadwal%20Imunisasi&amp;body=http%3A%2F%2Fwww.drarief.com%2Fjadwal-imunisasi%2F" title="email"><img src="http://www.drarief.com/wp-content/plugins/sociable/images/email_link.png" title="email" alt="email" class="sociable-hovers" /></a>


<br/><br/>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.drarief.com/jadwal-imunisasi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
