<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Dr Ariefhamil</title>
	<atom:link href="http://www.drarief.com/tag/hamil/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.drarief.com</link>
	<description>Now Serving Online</description>
	<lastBuildDate>Thu, 01 Dec 2011 05:39:59 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.2.1</generator>
		<item>
		<title>Tips Mengatasi Mual dan Muntah untuk Ibu Hamil</title>
		<link>http://www.drarief.com/tips-mengatasi-mual-dan-muntah-untuk-ibu-hamil/</link>
		<comments>http://www.drarief.com/tips-mengatasi-mual-dan-muntah-untuk-ibu-hamil/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 08 May 2009 00:45:45 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dr. Arief</dc:creator>
				<category><![CDATA[Informasi Untuk Pasien]]></category>
		<category><![CDATA[eneg]]></category>
		<category><![CDATA[hamil]]></category>
		<category><![CDATA[hyperemesis gravida]]></category>
		<category><![CDATA[morning sickness]]></category>
		<category><![CDATA[mual]]></category>
		<category><![CDATA[muntah]]></category>
		<category><![CDATA[Tips]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://drarief.com/?p=490</guid>
		<description><![CDATA[Bukan hal yang aneh kalau kita lihat ibu hamil &#8220;mengeluarkan bunyi-bunyian&#8221; khas seperti layaknya orang mau muntah. Hal ini dalam dunia kedokteran disebut sebagai Hyperemesis Gravidarum atau orang awam menyebutnya Morning sickness. Selama tidak sampai muntah, biasanya keadaan &#8220;eneg&#8221; tersebut tidak terlalu bermasalah dalam arti tidak sampai bikin yang bersangkutan lemes berat sampai harus opname. [...]<p><a href="http://www.drarief.com/tips-mengatasi-mual-dan-muntah-untuk-ibu-hamil/">Tips Mengatasi Mual dan Muntah untuk Ibu Hamil</a> is a post from: <a href="http://www.drarief.com">Dr Arief</a></p>
]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignnone" title="Hyperemesis ?" src="http://1.bp.blogspot.com/_HMtLoHCKtyQ/Sdvg4MeHgqI/AAAAAAAAAXE/jVVCh3HkV_w/s400/hyperemesis%2520gravidarum.gif" alt="" width="200" height="221" /></p>
<p>Bukan hal yang aneh kalau kita lihat ibu hamil &#8220;mengeluarkan bunyi-bunyian&#8221; khas seperti layaknya orang mau muntah. Hal ini dalam dunia kedokteran disebut sebagai <em>Hyperemesis Gravidarum</em> atau orang awam menyebutnya <em>Morning sickness</em>. Selama tidak sampai muntah, biasanya keadaan &#8220;eneg&#8221; tersebut tidak terlalu bermasalah dalam arti tidak sampai bikin yang bersangkutan lemes berat sampai harus opname. Tapi perlu diingat bahwa keadaan tersebut tidak hanya berpengaruh bagi diri sang ibu, tapi juga ke janin dalam kandungannya. Jadi meski tidak sampai muntah tapi kalau tidak bisa makan sama sekali jadilah itu suatu keadaan emergency.</p>
<p><span id="more-490"></span>Pengen tau caranya untuk mengatasi morning sickness ? Berikut tips nya <img src='http://www.drarief.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<ol>
<li>Usahakan &#8220;ngemil&#8221; saat bangun tidur.</li>
<li>Awali hari dengan kegiatan yang menyenangkan.</li>
<li>Jangan biarkan perut dalam keadaan kosong; makanlah dalam porsi yang sedikit tapi sering. Ini perlu untuk mengatasi peningkatan kadar asam lambung pada ibu hamil.</li>
<li>Pilih makanan yang lebih mudah dicerna. Hindari makanan pedas, bersantan, dan asam karena memperberat kerja dan kondisi lambung.</li>
<li>Buat variasi menu makanan supaya tidak cepat bosan.</li>
<li>Jangan sampai kekurangan cairan. Konsumsi makanan yang berkadar air tinggi seperti sayur dan buah.</li>
<li>Konsumsi vitamin B6, Jahe, dan Madu.</li>
</ol>
<h3 class='related_post_title'>Posting terkait:</h3>
<ul class='related_post'>
<li><a href='http://www.drarief.com/tips-mengatasi-keringat-berlebih-pada-ketiak/' title='Tips Mengatasi Keringat Berlebih Pada Ketiak'>Tips Mengatasi Keringat Berlebih Pada Ketiak</a></li>
<li><a href='http://www.drarief.com/tips-mengatasi-keringat-berlebih/' title='Tips Mengatasi Keringat Berlebih'>Tips Mengatasi Keringat Berlebih</a></li>
<li><a href='http://www.drarief.com/tips-tidur-sehat/' title='Tips Tidur Sehat :-)'>Tips Tidur Sehat <img src='http://www.drarief.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':-)' class='wp-smiley' /> </a></li>
<li><a href='http://www.drarief.com/tips-jitu-untuk-mencapai-berat-badan-ideal/' title='Tips jitu untuk mencapai berat badan ideal :)'>Tips jitu untuk mencapai berat badan ideal <img src='http://www.drarief.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </a></li>
<li><a href='http://www.drarief.com/tips-jitu-untuk-yang-ingin-langsing/' title='Tips jitu untuk yang ingin langsing !'>Tips jitu untuk yang ingin langsing !</a></li>
</ul>
<p><a href="http://www.drarief.com/tips-mengatasi-mual-dan-muntah-untuk-ibu-hamil/">Tips Mengatasi Mual dan Muntah untuk Ibu Hamil</a> is a post from: <a href="http://www.drarief.com">Dr Arief</a></p>
Here is no comments yet by the time  your rss reader get this, Do you want to be the first commentor? Hurry up ]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.drarief.com/tips-mengatasi-mual-dan-muntah-untuk-ibu-hamil/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Cacar Air &#8211; part 2</title>
		<link>http://www.drarief.com/cacar-air-part-2/</link>
		<comments>http://www.drarief.com/cacar-air-part-2/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 27 Sep 2008 05:46:02 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dr. Arief</dc:creator>
				<category><![CDATA[Informasi Untuk Pasien]]></category>
		<category><![CDATA[Konsultasi]]></category>
		<category><![CDATA[bagian 2]]></category>
		<category><![CDATA[bahaya]]></category>
		<category><![CDATA[cacar]]></category>
		<category><![CDATA[hamil]]></category>
		<category><![CDATA[komplikasi]]></category>
		<category><![CDATA[varicella]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://drarief.com/?p=164</guid>
		<description><![CDATA[Nah setelah kita mengetahui bagian awal dari penyakit Cacar Air ini, kita lanjutkan ke bagian lain yang lebih mendalam. Cacar air biasanya didapat dari udara yang tercemar (terinfeksi oleh virus) yang berasal dari saluran napas seorang penderita cacar air. Lompatan ini bisa didapatkan dari penderita yang bersin, batuk, berbicara, meniup, dan mekanisme lainnya yang memungkinkan [...]<p><a href="http://www.drarief.com/cacar-air-part-2/">Cacar Air &#8211; part 2</a> is a post from: <a href="http://www.drarief.com">Dr Arief</a></p>
]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://www.drarief.com/drarief.com/wp-content/uploads/2008/09/1218.gif"><br />
</a></p>
<p><a href="http://www.drarief.com/drarief.com/wp-content/uploads/2008/09/1218.gif"><img class="size-medium wp-image-168 alignleft" src="http://www.drarief.com/drarief.com/wp-content/uploads/2008/09/1218.gif" alt="" width="60" height="54" /></a></p>
<p>Nah setelah kita mengetahui <a href="http://drarief.com/?p=159">bagian awal dari penyakit Cacar Air</a> ini, kita lanjutkan ke bagian lain yang lebih mendalam. Cacar air biasanya didapat dari udara yang tercemar (terinfeksi oleh virus) yang berasal dari saluran napas seorang penderita cacar air. Lompatan ini bisa didapatkan dari penderita yang bersin, batuk, berbicara, meniup, dan mekanisme lainnya yang memungkinkan seseorang melemparkan butiran cairan mikroskopikatau droplets dari saluran napasnya. Dalam radius tertentu droplet ini dapat terhirup oleh orang lain yang sehat, sehingga tertularlah dia. Ini adalah salah satu penjelasan mengapa cacar air banyak menular di sekolah. Sebagaimana saya jelaskan <a href="http://drarief.com/?p=159">pada posting sebelumnya</a>, penularan melalui metode kontak langsung dengan penderita juga dapat terjadi, namun penularan melalui mekanisme droplet dapat terjadi jauh lebih cepat.</p>
<p><span id="more-164"></span></p>
<p><img class="alignright" title="VZV chart" src="http://hyperdoc.files.wordpress.com/2008/09/6herpes.jpeg" alt="" width="187" height="183" />Ketika terhirup, droplet berisi virus akan menempel pada selaput lendir saluran napas orang yang sehat.  Setelah menempel pada dinding selaput lendir host yang baru, virus akan meng-inject DNA dalam kandungannya. Bentuk VZV (varicella zooster virus) kira-kira seperti bola berduri, sehingga bentuk tersebut memudahkan &#8220;pekerjaannya&#8221; menulari orang sehat. Anda dapat membayangkan bila beberapa ratus ribu hingga beberapa juta butir benda seram seperti itu terhirup oleh saluran napas kita dan beramai-ramai menyuntikkan DNA dalam kandungannya ke tubuh kita&#8230; Nah setelah itu virus akan memulai proliferasi di kelenjar limfatik regional terdekat dari tempat infeksinya. Proses proliferasi adalah bagian penting dari infeksi virus, yang artinya berkembang biak, memperbanyak diri, memperkuat, dan memperbesar. Proses ini terjadi 2-4 hari setelah infeksi awal, yang diikuti oleh proses selanjutnya, yaitu keluar dari kelenjar limfa, menuju ke pembuluh darah dalam jumlah yang besar dan mengalir dalam darah ke seluruh tubuh. Proses ini disebut viremia, terjadi hanya 4 &#8211; 6 hari setelah infeksinya. Pada cacar air, viremia terjadi 2 kali. Pada viremia pertama virus menyebar ke seluruh tubuh melalui derasnya aliran darah dalam pembuluh nadi kita. Aliran tersebut ada yang menuju otak, hati, paru, ginjal, usus, kulit, dan organ-organ lainnya. Hal ini dimanfaatkan oleh virus ini untuk melakukan proliferasi kedua kalinya, dan kali ini tidak hanya di kelenjar limfatik regional saja, melainkan juga di organ-organ dalam tubuh yang dilalui aliran darah. Pada fase serangan kedua ini virus tidak lagi tertahan oleh sistem pertahanan regional yang disebut sistem limfatik, dan lolos ke seluruh tubuh, memasuki setiap celah yang dapat dimasukinya, memperbanyak diri di sana. Pada fase ini, timbul demam pada penderitanya, disertai munculnya gelembung kecil-kecil berisi cairan di kulit penderita.</p>
<p>Kecuali seseorang menderita gangguan sistem imun seperti AIDS dan lainnya, sistem imunitas tubuh tentu saja tidak akan tinggal diam dan membiarkan ada serangan besar-besaran dalam tubuh. Sistem pertahanan selanjutnya dalam tubuh kita adalah Cell-mediated Immune Response dan Immunoglobulin (Ig), yang terdiri dari IgG, IgM, dan IgA. Cell-mediated Immune Response berfungsi membatasi jangkauan dan durasi serangan primer virus ini, sementara Immunoglobulin akan &#8220;mencatat&#8221; tingkah si virus dan membukukannya dalam memori seumur hidup. Ini adalah alasan mengapa <span style="text-decoration: underline;">hampir</span> semua penyakit virus disebut sebagai <em>self-limiting disease</em> atau dapat sembuh dengan sendirinya.</p>
<p>Setelah dilawan oleh pasukan imunitas tubuh, virus ini kemudian mundur teratur, namun tidak mati. Virus ini menjadi laten dan bersembunyi seumur hidup dalam tubuh kita. Apakah dapat menjadi aktif kembali ? Ya ! Virus ini dapat mengalami reaktivasi kembali dalam bentuk lain yaitu Herpes Zooster. Ini sebabnya virus tersebut diberi nama Varicella &#8211; Zooster Virus. Sesuai dengan tingkat daya tahan tubuh, virus ini dapat menjadi bahaya laten yang dapat menyerang kembali di kemudian hari, dengan catatan : daya tahan tubuh pas lagi turun. Berbeda dengan serangan pertamanya, virus ini tidak memunculkan gelembung-gelembung pada kulit pada serangan-serangan berikutnya. Sebagai catatan, ini adalah hal yang terjadi pada orang normal. Saat ini dengan berkembangnya penyakit termasuk penyakit gangguan imunitas, pola serangan dapat berubah, dan tidak akan kita bahas di sini.</p>
<p>Oke, kita sudah mendengar dan mengetahui gejala dan cara penularannya. <strong>Gimana cara kita mencegahnya ?</strong> Pada tahun 1995 telah ditemukan vaksinasi terhadap penyakit ini. Di beberapa negara, vaksinasi terhadap varicella diwajibkan sebagai syarat anak masuk sekolah. Sayangnya, vaksinasi ini tidak termasuk dalam <a href="http://drarief.com/?p=15">program imunisasi wajib</a> bagi anak Indonesia. Proteksi yang didapat dari vaksinasi tidak bersifat seumur hidup, sehingga harus diulang setiap 5 tahun. Berita bagusnya, bagi seorang dewasa <span style="text-decoration: underline;">yang pernah terkena</span> penyakit ini pada masa kecilnya, sesekali kontak dengan penderita cacar air (contoh : anaknya atau saudara serumah ada yang terkena) berguna sebagai booster vaksinasi bagi tubuhnya. Booster adalah suatu cara untuk memperkuat &#8220;ingatan&#8221; sistem imun tubuh kita terhadap penyakit yang pernah dialaminya dulu.</p>
<p>Karena sifatnya sebagai penyakit yang sembuh dengan sendirinya (self-limiting disease), pengobatan biasanya bersifat hanya sebagai penunjang saja. Apa saja yang ditunjang dengan pengobatan ? Banyak hal, seperti keluhan pada kulitnya diusahakan agar tidak menimbulkan gatal sehingga digaruk dan pecah; keluhan demamnya harus diturunkan agar penderita merasa lebih nyaman dan dapat beristirahat lebih baik; depresi yang terjadi (bila ada &#8211; karena penampilan kulit yang kurang baik misalnya) dapat diringankan dengan konsultasi dan obat-obatan; dan keluhan-keluhan lain yang mungkin terjadi.</p>
<p>Cacar air yang terjadi pada anak biasanya tidak berat, bahkan seringkali anak masih ingin berangkat ke sekolah. Pada orang dewasa gejala yang dialami biasanya lebih berat, dan diperlukan obat lain sebagai anti virus (seperti acyclovir) selain obat penunjangnya saja. Penting untuk diingat, pada penderita cacar air yang sedang demam, sebaiknya tidak diberikan aspirin untuk meredakan demamnya, karena berpotensi menimbulkan kelainan yang disebut sindroma Reye. Penyakit ini bila terjadi sendirian tidak menimbulkan problem besar. Problem baru terjadi ketika terjadi penyulit komplikasi di tempat lain, seperti pneumonia (radang paru), hepatitis (radang liver), ensefalitis (radang otak), atau infeksi lainnya yang &#8220;menumpang&#8221; pada saat kondisi tubuh penderita sedang lemah. Kebanyakan penyulit tersebut terjadi pada individu yang memiliki masalah dengan imunitas tubuhnya. Belakangan dikenal juga suatu sindrom perdarahan pada cacar air (haemorrhagic chickenpox syndrome) yang masih belum diketahui sebabnya.<br />
<h3 class='related_post_title'>Posting terkait:</h3>
<ul class='related_post'>
<li><a href='http://www.drarief.com/cacar-air-bahaya-nggak/' title='Cacar Air?&#8230;. Bahaya nggak ?'>Cacar Air?&#8230;. Bahaya nggak ?</a></li>
<li><a href='http://www.drarief.com/tips-mengatasi-mual-dan-muntah-untuk-ibu-hamil/' title='Tips Mengatasi Mual dan Muntah untuk Ibu Hamil'>Tips Mengatasi Mual dan Muntah untuk Ibu Hamil</a></li>
<li><a href='http://www.drarief.com/new-service-from-wwwdrariefcom/' title='New Service from www.drarief.com'>New Service from www.drarief.com</a></li>
</ul>
<p><a href="http://www.drarief.com/cacar-air-part-2/">Cacar Air &#8211; part 2</a> is a post from: <a href="http://www.drarief.com">Dr Arief</a></p>
By the time  your rss reader get this post here is<strong> 30 </strong>comments,Heated discussion,Why not to come to check it out ?!]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.drarief.com/cacar-air-part-2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>30</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Cacar Air?&#8230;. Bahaya nggak ?</title>
		<link>http://www.drarief.com/cacar-air-bahaya-nggak/</link>
		<comments>http://www.drarief.com/cacar-air-bahaya-nggak/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 25 Sep 2008 05:02:27 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dr. Arief</dc:creator>
				<category><![CDATA[Informasi Untuk Pasien]]></category>
		<category><![CDATA[Konsultasi]]></category>
		<category><![CDATA[bahaya]]></category>
		<category><![CDATA[cacar]]></category>
		<category><![CDATA[hamil]]></category>
		<category><![CDATA[komplikasi]]></category>
		<category><![CDATA[varicella]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://drarief.com/?p=159</guid>
		<description><![CDATA[Cacar Air, dalam bahasa Inggris disebut sebagai Chickenpox, atau dalam bahasa kedokteran disebut sebagai Varicella. Penyakit yang sangat menular ini disebabkan oleh virus bernama Varicella Zooster Virus (VZV). Penyakit ini punya gejala yang khas, muncul biasanya di tubuh bagian tengah dulu, kemudian ke kepala dan tangan serta kaki. Keluhannya mula-mula timbul gatal dan muncul gelembung [...]<p><a href="http://www.drarief.com/cacar-air-bahaya-nggak/">Cacar Air?&#8230;. Bahaya nggak ?</a> is a post from: <a href="http://www.drarief.com">Dr Arief</a></p>
]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignnone" title="Chicken Pox" src="http://hyperdoc.files.wordpress.com/2008/09/cp_0304_chickenpox_002-776806.jpg" alt="" width="300" height="309" /></p>
<p>Cacar Air, dalam bahasa Inggris disebut sebagai <em><strong>Chickenpox</strong></em>, atau dalam bahasa kedokteran disebut sebagai <em><strong>Varicella</strong></em>. Penyakit yang sangat menular ini disebabkan oleh virus bernama <strong>Varicella Zooster Virus</strong> (VZV).</p>
<p>Penyakit ini punya gejala yang khas, muncul biasanya di tubuh bagian tengah dulu, kemudian ke kepala dan tangan serta kaki. Keluhannya mula-mula timbul gatal dan muncul gelembung kecil-kecil seperti jerawat yang disebut <em>vesikel</em>. Bila tidak sampai pecah, kelainan kulit ini dapat sembuh sempurna tanpa bekas.</p>
<p>Masa penyerangan virus ini adalah 10 &#8211; 21 hari (2 &#8211; 3 minggu), dan menyebar melalui jalur udara, melalui mekanisme droplet (butiran mikroskopik) yang berasal dari saluran napas seseorang yang terinfeksi penyakit ini kepada orang lain. Penyakit ini juga dapat menular melalui kontak langsung dengan cairan dalam gelembung di kulit penderitanya. Seseorang yang pernah mengalami cacar air biasanya memiliki kekebalan seumur hidup terhadap cacar air&#8230;. tapi sialnya penyakit ini bisa kambuh kembali dalam bentuk penyakit lain. Seperti nama virusnya, varicella-zooster virus, seseorang dapat terjangkit kembali di kemudian hari bukan dalam bentuk cacar air (varicella), melainkan dalam bentuk herpes.</p>
<p><span id="more-159"></span>Penyakit ini jarang berakibat fatal, dan sering lebih berat gejalanya pada orang dewasa dibandingkan pada anak-anak. Wanita hamil dan orang-orang yang memiliki masalah dengan sistem kekebalan tubuhnya memiliki resiko komplikasi serius yang lebih besar.</p>
<p>Seseorang dapat tertulari penyakit ini melalui kontak langsung dengan udara yang mengandung droplet virus dari bersin atau batuk seseorang yang terkena. Bersentuhan dengan cairan dalam vesikel kulit penderita juga bisa tertular. Seorang yang menderita cacar <span style="text-decoration: underline;">terutama sangat menular</span> sejak hari pertama hingga hari ke lima sebelum munculnya bisul kecil-kecil berisi cairan di kulit.</p>
<p><img class="alignright" title="mirip tetesan embun" src="http://www.visualdxhealth.com/images/dx/webInfant/varicellaChickenpox_23553_lg.jpg" alt="" width="320" height="239" />Kelainan kulit pada penyakit ini dimulai dengan benjolan kemerahan kecil-kecil berdiameter 2 &#8211; 4 mm yang tepinya tidak rata. Dari puncak benjolan itu kemudian muncul lapisan tipis berisi cairan seperti tetesan embun. Meski tampaknya indah (seperti tetesan embun <img src='http://www.drarief.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' />  ), tapi tentu penderitanya tidak nyaman dengan penyakit ini.  Tampilan seperti ini (benjolan kemerahan + dinding tipis berisi cairan + tepinya tidak rata) adalah <span style="text-decoration: underline;"><strong>ciri khas</strong></span> cacar air. Kira-kira dalam 8 &#8211; 12 jam kemudian cairan jernih dalam benjolan tadi akan berangsur-angsur menjadi keruh, kemudian dinding tipisnya akan kempis, meninggalkan bekas luka. Penting diingat bahwa cairan jernih di dalam gelembung ini berisi virus yang sangat menular, namun setelah kempis (dengan sendirinya) tidak lagi dianggap menular. Nah, pertanyaannya adalah berapa lama siklus gelembung ini akan berakhir ? Biasanya terjadi dalam 7 hari, dan terkadang meninggalkan bekas mirip kawah gunung berapi (tanpa api tentunya <img src='http://www.drarief.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' />  ) Sayangnya, gelembung-gelembung baru akan terus-menerus muncul setiap hari hingga rata, jadi seorang penderita cacar air akan mengalami suatu waktu dimana pada kulitnya ada gelembung yang baru timbul dan ada juga gelembung yang baru kempis. Seorang anak yang menderita cacar air sebaiknya tidak sekolah hingga seluruh kelainan kulitnya kempis. Untuk terjadinya penularan, seseorang tidak harus melakukan kontak fisik dengan penderita. Seseorang yang terjangkit dapat menulari orang lain sebelum mereka mengetahui bahwa dirinya sakit (misalnya sebelum kelainan kulitnya keluar).</p>
<h2>Bagaimana dengan ibu hamil dan bayi ?</h2>
<p>Seorang ibu hamil yang belum pernah terkena penyakit cacar air, dan dia tidak menderita penyakit gangguan imunitas lainnya; bila ia terjangkit penyakit cacar air, virus di tubuh ibunya dapat menulari bayi dalam kandungannya melalui placenta. Penting untuk diingat : bila infeksi terjadi dalam 28 minggu pertama kehamilannya dapat terjadi sebuah kelainan bernama <em>congenital varicella syndrome</em> atau <em>fetal varicella syndrome</em> (sindroma cacar air pada bayi dalam perut ibu). Efek dari penyakit ini bagi sang bayi bermacam-macam tingkat bahayanya, yaitu :</p>
<ul>
<li>Kerusakan otak : ensefalitis (radang otak), mikrosefal (perkembangan otak terhambat, sehingga otaknya menjadi kecil), hidrosefal (gangguan sirkulasi cairan otak, sehingga otaknya menjadi besar), aplasia otak, dan lain-lain.</li>
<li>Kerusakan mata : mikro-oftalmik (ukurannya kecil), katarak, korioretinitis, gangguan saraf mata, dan lain-lain.</li>
<li>Gangguan saraf : kerusakan saraf spinal (tulang belakang), gangguan saraf motorik (penggerak) dan sensorik (perasa), hilangnya reflex, sindroma Horner, dan lain-lain.</li>
<li>Kerusakan tubuh : kegagalan pembentukan tungkai tubuh (jari, tangan, kaki), gangguan anus dan otot kandung kencing, dan lain-lain.</li>
<li>Gangguan kulit : timbul jaringan parut (seperti luka dalam), gangguan warna kulit, dan lain-lain.</li>
</ul>
<p>Infeksi bayi pada usia tua kehamilan atau sesaat setelah lahir disebut sebagai varicella neonatus. Pada usia kehamilan yang lanjut infeksi cacar air beresiko menimbulkan kelahiran prematur.</p>
<p><a href="http://drarief.com/?p=164">Bersambung&#8230;</a> (maklum puasa jadi putus-putus ngisinya <img src='http://www.drarief.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' />  Saya akan segera kembali setelah adzan maghrib)<br />
<h3 class='related_post_title'>Posting terkait:</h3>
<ul class='related_post'>
<li><a href='http://www.drarief.com/cacar-air-part-2/' title='Cacar Air &#8211; part 2'>Cacar Air &#8211; part 2</a></li>
<li><a href='http://www.drarief.com/tips-mengatasi-mual-dan-muntah-untuk-ibu-hamil/' title='Tips Mengatasi Mual dan Muntah untuk Ibu Hamil'>Tips Mengatasi Mual dan Muntah untuk Ibu Hamil</a></li>
</ul>
<p><a href="http://www.drarief.com/cacar-air-bahaya-nggak/">Cacar Air?&#8230;. Bahaya nggak ?</a> is a post from: <a href="http://www.drarief.com">Dr Arief</a></p>
By the time  your rss reader get this post here is<strong> 86 </strong>comments,Heated discussion,Why not to come to check it out ?!]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.drarief.com/cacar-air-bahaya-nggak/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>86</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

