<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Dr Arief &#187; dokter</title>
	<atom:link href="http://www.drarief.com/tag/dokter/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.drarief.com</link>
	<description>Now Serving Online</description>
	<lastBuildDate>Mon, 24 May 2010 11:12:59 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.0</generator>
		<item>
		<title>Rokok : Penyumbang Kerugian Negara&#8230;</title>
		<link>http://www.drarief.com/rokok-penyumbang-kerugian-negara/</link>
		<comments>http://www.drarief.com/rokok-penyumbang-kerugian-negara/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 21 Feb 2010 16:51:11 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Dr Arief</dc:creator>
				<category><![CDATA[Informasi Untuk Pasien]]></category>
		<category><![CDATA[Manfaat Rokok]]></category>
		<category><![CDATA[Mimbar Bebas]]></category>
		<category><![CDATA[dokter]]></category>
		<category><![CDATA[obat]]></category>
		<category><![CDATA[rokok]]></category>
		<category><![CDATA[sakit]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.drarief.com/?p=527</guid>
		<description><![CDATA[Lho ? Kok bisa ? Bukankah rokok penyumbang devisa negara terbesar ? Selama ini rokok dibilang sebagai penyumbang devisa terbesar untuk negara padahal nyatanya rokok justru menyumbang kerugian terbesar negara. Kerugian yang ditimbulkan rokok bukan hanya masalah kesehatan saja tapi juga masalah moral dan finansial. Menurut data Depkes tahun 2004, total biaya konsumsi atau pengeluaran [...]<p><a href="http://www.drarief.com/rokok-penyumbang-kerugian-negara/">Rokok : Penyumbang Kerugian Negara&#8230;</a> is a post from: <a href="http://www.drarief.com">Dr Arief</a></p>
]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://www.drarief.com/wp-content/uploads/2010/02/penyumbang.jpg"><img class="alignnone size-full wp-image-528" title="Donatur devisa negara ?" src="http://www.drarief.com/wp-content/uploads/2010/02/penyumbang.jpg" alt="" width="200" height="200" /></a></p>
<p>Lho ? Kok bisa ? Bukankah rokok penyumbang devisa negara terbesar ?<span id="more-527"></span></p>
<div id="_mcePaste">Selama ini rokok dibilang sebagai penyumbang devisa terbesar untuk negara padahal nyatanya rokok justru menyumbang kerugian terbesar negara. Kerugian yang ditimbulkan rokok bukan hanya masalah kesehatan saja tapi juga masalah moral dan finansial.</div>
<p>Menurut data Depkes tahun 2004, total biaya konsumsi atau pengeluaran untuk tembakau adalah Rp 127,4 triliun. Biaya itu sudah termasuk biaya kesehatan, pengobatan dan kematian akibat tembakau. Sementara itu penerimaan negara dari cukai tembakau adalah Rp 16,5 triliun.</p>
<p>&#8220;Artinya biaya pengeluaran untuk menangani masalah kesehatan akibat rokok lebih besar 7,5 kali lipat daripada penerimaan cukai rokok itu sendiri. Jadi sebenarnya kita ini sudah dibodohi, sudah tahu rugi tapi tetap dipertahankan dan dikerjakan. Inilah cara berpikir orang-orang tertentu yang bodoh,&#8221; tutur kata Prof Farid A Moeloek, Ketua Komisi Nasional Pengendalian Tembakau dalam acara Peningkatan Cukai Rokok: Antara Kepentingan Ekonomi dan Kesehatan di Hotel Sahid Jakarta, Rabu (17/2/2010).</p>
<p>Prof Farid mengatakan, rokok adalah pintu gerbang menuju kemaksiatan, penurunan moral dan lost generation. &#8220;Tidak ada orang yang minum alkohol, terkena HIV, atau memakai narkoba tanpa merokok terlebih dahulu,&#8221; kata Prof Farid yang juga mantan menteri kesehatan ini.</p>
<p>&#8220;Menurut agama saja menghisap rokok adalah kegiatan yang mubazir atau makruh. Memang dilema, di satu sisi negara butuh uang tapi di sisi lain banyak yang dirugikan akibat rokok,&#8221; tambahnya.</p>
<p>Dalam UU Kesehatan No.36 Tahun 2009 disebutkan bahwa nikotin adalah zat aditif, sama halnya dengan alkohol dan minuman keras. &#8220;Jadi rokok harusnya juga diperlakukan sama dengan narkoba. Artinya kalau narkotik tidak diiklankan, merokok juga harusnya tidak boleh. Masalah rokok juga harus ditangani secara spesial,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Kenaikan cukai tembakau rokok sebesar 15 persen menurut Prof Farid dianggap tidak akan berpengaruh.Pertama, karena rokok mengandung nikotin yang bersifat candu, jadi bagaimanapun juga orang akan terus mencari dan mencari rokok untuk memenuhi kebutuhannya.Kedua, grafik elastisitas rokok bersifat inelastis, jadi kenaikan harga rokok tidak akan terlalu mengurangi konsumsi rokok.Ketiga, pertambahan penduduk terus terjadi dan hal ini memungkinkan semakin banyak orang yang merokok.</p>
<p>Untuk itu solusinya adalah, perlu regulasi atau Peraturan Pemerintah (PP) khusus yang mengatur ketat penggunaan rokok. Sebenarnya sudah banyak UU yang mengatur tentang rokok, misalnya UU Kesehatan No 36/2009, UU Penyiaran No 33/1999, UU Perlindungan Anak No 23/2002, UU Psikotropika No 5/1997 dan UU Cukai No 39/2007.</p>
<p>&#8220;Di situ ada aturannya nikotin harus dibagaimanakan. Tapi karena UU itu berjalan sendiri-sendiri maka tujuannya jadi tidak tercapai. Yang dibutuhkan hanya harmonisasi UU,&#8221; katanya.</p>
<p>Peningkatan cukai rokok juga menurut Prof Farid harus didistribusikan pada kegiatan-kegiatan untuk menangani sektor kesehatan. &#8220;Perokoklah yang membayar cukai tembakau sehingga sudah semestinya dana cukai dikembalikan untuk memperbaiki kesehatan masyarakat,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Sumber : detikcom<br />
<h3 class='related_post_title'>Posting terkait:</h3>
<ul class='related_post'>
<li><a href='http://www.drarief.com/habis-rokok-terbitlah-diabetes/' title='Habis Rokok Terbitlah Diabetes&#8230;'>Habis Rokok Terbitlah Diabetes&#8230;</a></li>
<li><a href='http://www.drarief.com/kenali-obat-anda/' title='Kenali Obat Anda !'>Kenali Obat Anda !</a></li>
<li><a href='http://www.drarief.com/lalu-mengapa-masih-merokok/' title='&#8230; lalu mengapa masih merokok ?'>&#8230; lalu mengapa masih merokok ?</a></li>
<li><a href='http://www.drarief.com/hari-gini-masih-merokok/' title='Hari gini masih merokok ?'>Hari gini masih merokok ?</a></li>
<li><a href='http://www.drarief.com/bagaimana-menjadi-pasien-yang-pintar/' title='Bagaimana menjadi pasien yang pintar?'>Bagaimana menjadi pasien yang pintar?</a></li>
</ul>
<p><a href="http://www.drarief.com/rokok-penyumbang-kerugian-negara/">Rokok : Penyumbang Kerugian Negara&#8230;</a> is a post from: <a href="http://www.drarief.com">Dr Arief</a></p>



Suka post ini ? Silakan share...


	<a rel="nofollow"  href="http://www.facebook.com/share.php?u=http%3A%2F%2Fwww.drarief.com%2Frokok-penyumbang-kerugian-negara%2F&amp;t=Rokok%20%3A%20Penyumbang%20Kerugian%20Negara..." title="Facebook"><img src="http://www.drarief.com/wp-content/plugins/sociable/images/facebook.png" title="Facebook" alt="Facebook" class="sociable-hovers" /></a>
	<a rel="nofollow"  href="http://twitter.com/home?status=Rokok%20%3A%20Penyumbang%20Kerugian%20Negara...%20-%20http%3A%2F%2Fwww.drarief.com%2Frokok-penyumbang-kerugian-negara%2F" title="Twitter"><img src="http://www.drarief.com/wp-content/plugins/sociable/images/twitter.png" title="Twitter" alt="Twitter" class="sociable-hovers" /></a>
	<a rel="nofollow"  href="http://technorati.com/faves?add=http%3A%2F%2Fwww.drarief.com%2Frokok-penyumbang-kerugian-negara%2F" title="Technorati"><img src="http://www.drarief.com/wp-content/plugins/sociable/images/technorati.png" title="Technorati" alt="Technorati" class="sociable-hovers" /></a>
	<a rel="nofollow"  href="javascript:AddToFavorites();" title="Add to favorites"><img src="http://www.drarief.com/wp-content/plugins/sociable/images/addtofavorites.png" title="Add to favorites" alt="Add to favorites" class="sociable-hovers" /></a>
	<a rel="nofollow"  href="http://www.printfriendly.com/print?url=http%3A%2F%2Fwww.drarief.com%2Frokok-penyumbang-kerugian-negara%2F&amp;partner=sociable" title="Print"><img src="http://www.drarief.com/wp-content/plugins/sociable/images/printfriendly.png" title="Print" alt="Print" class="sociable-hovers" /></a>
	<a rel="nofollow"  href="mailto:?subject=Rokok%20%3A%20Penyumbang%20Kerugian%20Negara...&amp;body=http%3A%2F%2Fwww.drarief.com%2Frokok-penyumbang-kerugian-negara%2F" title="email"><img src="http://www.drarief.com/wp-content/plugins/sociable/images/email_link.png" title="email" alt="email" class="sociable-hovers" /></a>


<br/><br/>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.drarief.com/rokok-penyumbang-kerugian-negara/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Bagaimana menjadi pasien yang pintar?</title>
		<link>http://www.drarief.com/bagaimana-menjadi-pasien-yang-pintar/</link>
		<comments>http://www.drarief.com/bagaimana-menjadi-pasien-yang-pintar/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 19 Apr 2009 12:37:48 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dr. Arief</dc:creator>
				<category><![CDATA[Informasi Untuk Pasien]]></category>
		<category><![CDATA[Mimbar Bebas]]></category>
		<category><![CDATA[dokter]]></category>
		<category><![CDATA[pasien]]></category>
		<category><![CDATA[pintar]]></category>
		<category><![CDATA[smart]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://drarief.com/?p=476</guid>
		<description><![CDATA[Kebanyakan pasien tidak pandai berkomunikasi dengan dokter mereka. Hal ini selain disebabkan karena pola pikir &#8220;doctor knows best&#8221; yang membuat pasien percaya saja apa yang dikatakan dokter, juga karena para pasien sering hanya diberikan sedikit informasi yang relevan mengenai penyakitnya. Ingat, seperti halnya detektif, dokter juga bertugas mencari fakta. Pada saat yang bersamaan, mereka juga [...]<p><a href="http://www.drarief.com/bagaimana-menjadi-pasien-yang-pintar/">Bagaimana menjadi pasien yang pintar?</a> is a post from: <a href="http://www.drarief.com">Dr Arief</a></p>
]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft" title="Pasien yang pintar" src="http://1.bp.blogspot.com/_ndUBuo1BuPU/ScXSfxi-QkI/AAAAAAAAD1A/UUCLeuzRKV0/s400/pills-(child-medicine)-imag.jpg" alt="" width="233" height="307" /></p>
<p>Kebanyakan pasien tidak pandai berkomunikasi dengan dokter mereka. Hal ini selain disebabkan karena pola pikir &#8220;doctor knows best&#8221; yang membuat pasien percaya saja apa yang dikatakan dokter, juga karena para pasien sering hanya diberikan sedikit informasi yang relevan mengenai penyakitnya. Ingat, seperti halnya detektif, dokter juga bertugas mencari fakta. Pada saat yang bersamaan, mereka juga memberikan kita banyak detail-detail yang tidak relevan dan topik pembicaraan yang tidak ‘nyambung’.</p>
<p>Menjadi pasien yang cerdas bisa mengembalikan kesehatan Anda, mencegah pengeluaran yang sia-sia untuk tindakan medis, bahkan menyelamatkan jiwa Anda. Untuk menjadi pasien yang cerdas, Anda bisa merujuk pada tips-tips berikut ini.</p>
<p><span id="more-476"></span></p>
<h2>Memilih Dokter yang Benar</h2>
<p>Tanda pertama bahwa seseorang bisa disebut pasien yang cerdas adalah dengan memilih dokter yang benar. Dokter yang benar berarti dokter yang bersertifikat, kompeten, komunikatif, dan peduli terhadap pasien. Sekali Anda menemukan dokter seperti ini, Anda bisa mengandalkannya seumur hidup Anda. Untuk menemukannya, Anda bisa bertanya pada manajer perawat di UGD (unit gawat darurat) di rumah sakit terbaik di kota Anda. Manajer perawat di ICU (intensif care unit) juga bisa dijadikan rujukan. Selain itu, Anda bisa mendengarkan saran keluarga dan kerabat, atau mencari sendiri dengan mencoba dokter demi dokter.</p>
<h2>Pilih Rumah Sakit Terbaik</h2>
<p>Bagaimana kabar Anda hari ini? Baik-baik saja? Nah, ini saat yang tepat untuk mencari rumah sakit. Mungkin Anda bingung, tetapi sesungguhnya waktu terbaik untuk mencari rumah sakit adalah saat Anda tidak membutuhkannya. Kebanyakan orang tidak pernah berpikir untuk memilih sebuah rumah sakit rujukan untuk dirinya jika ia sakit. Mereka baru terpikir saat mereka sakit parah dan paramedis atau orang lain berkata, “Apakah Anda punya pilihan ke rumah sakit mana Anda ingin dibawa?”</p>
<h2>Jangan Berpikir Dua Kali untuk Meminta Second Opinion</h2>
<p>Pasien yang cerdas tidak akan merelakan hidupnya ke tangan seorang dokter saja. Penelitian di Amerika Serikat membuktikan bahwa 30% pasien yang meminta opini kedua dari dokter lain akan mendapatkan sebuah diagnosis baru yang berbeda. Tapi masalahnya, hanya ada 20% dari pasien yang meminta opini kedua, sisanya terlalu percaya pada dokter yang pertama—sehingga kesalahan perawatan dan pengobatan pun sering terjadi.<br />
Saat Anda berkonsultasi pada dokter untuk meminta opini kedua, berikan saja hasil pemeriksaan Anda dari dokter yang pertama, beri tahu ia fakta-fakta dari penyakit Anda, dan biarkan dokter tersebut menanyakan pertanyaan-pertanyaan untuk Anda. Jangan katakan, “Dokter A berkata saya sakit ini, tapi saya ragu.” Hal ini bisa membuat spesialis tersebut membuat opini yang bias.</p>
<h2>Pengobatan Alternatif</h2>
<p>Meskipun banyak pengobatan alternatif yang benar-benar ingin menyembuhkan pasien, ada juga yang berbahaya dan bahkan hanya mencari uang semata&#8230; Khusunya di negara kita, Indonesia. Nah, agar Anda terhindar dari bahaya, pastikan bahwa pengobatan terapi Anda tidak berbenturan dengan terapi dari dokter medis, dan bisa dijalankan bersama-sama dengan pengobatan dari dokter medis.<br />
<h3 class='related_post_title'>Posting terkait:</h3>
<ul class='related_post'>
<li><a href='http://www.drarief.com/kenali-obat-anda/' title='Kenali Obat Anda !'>Kenali Obat Anda !</a></li>
<li><a href='http://www.drarief.com/rokok-penyumbang-kerugian-negara/' title='Rokok : Penyumbang Kerugian Negara&#8230;'>Rokok : Penyumbang Kerugian Negara&#8230;</a></li>
<li><a href='http://www.drarief.com/nilai-referensi-pemeriksaan-kimia-darah/' title='Nilai Referensi Pemeriksaan Kimia Darah'>Nilai Referensi Pemeriksaan Kimia Darah</a></li>
<li><a href='http://www.drarief.com/habis-rokok-terbitlah-diabetes/' title='Habis Rokok Terbitlah Diabetes&#8230;'>Habis Rokok Terbitlah Diabetes&#8230;</a></li>
<li><a href='http://www.drarief.com/uji-kompetensi-siapa-yang-mau-ikut-hayo/' title='Uji Kompetensi&#8230; Siapa yang mau ikut hayo ?'>Uji Kompetensi&#8230; Siapa yang mau ikut hayo ?</a></li>
</ul>
<p><a href="http://www.drarief.com/bagaimana-menjadi-pasien-yang-pintar/">Bagaimana menjadi pasien yang pintar?</a> is a post from: <a href="http://www.drarief.com">Dr Arief</a></p>



Suka post ini ? Silakan share...


	<a rel="nofollow"  href="http://www.facebook.com/share.php?u=http%3A%2F%2Fwww.drarief.com%2Fbagaimana-menjadi-pasien-yang-pintar%2F&amp;t=Bagaimana%20menjadi%20pasien%20yang%20pintar%3F" title="Facebook"><img src="http://www.drarief.com/wp-content/plugins/sociable/images/facebook.png" title="Facebook" alt="Facebook" class="sociable-hovers" /></a>
	<a rel="nofollow"  href="http://twitter.com/home?status=Bagaimana%20menjadi%20pasien%20yang%20pintar%3F%20-%20http%3A%2F%2Fwww.drarief.com%2Fbagaimana-menjadi-pasien-yang-pintar%2F" title="Twitter"><img src="http://www.drarief.com/wp-content/plugins/sociable/images/twitter.png" title="Twitter" alt="Twitter" class="sociable-hovers" /></a>
	<a rel="nofollow"  href="http://technorati.com/faves?add=http%3A%2F%2Fwww.drarief.com%2Fbagaimana-menjadi-pasien-yang-pintar%2F" title="Technorati"><img src="http://www.drarief.com/wp-content/plugins/sociable/images/technorati.png" title="Technorati" alt="Technorati" class="sociable-hovers" /></a>
	<a rel="nofollow"  href="javascript:AddToFavorites();" title="Add to favorites"><img src="http://www.drarief.com/wp-content/plugins/sociable/images/addtofavorites.png" title="Add to favorites" alt="Add to favorites" class="sociable-hovers" /></a>
	<a rel="nofollow"  href="http://www.printfriendly.com/print?url=http%3A%2F%2Fwww.drarief.com%2Fbagaimana-menjadi-pasien-yang-pintar%2F&amp;partner=sociable" title="Print"><img src="http://www.drarief.com/wp-content/plugins/sociable/images/printfriendly.png" title="Print" alt="Print" class="sociable-hovers" /></a>
	<a rel="nofollow"  href="mailto:?subject=Bagaimana%20menjadi%20pasien%20yang%20pintar%3F&amp;body=http%3A%2F%2Fwww.drarief.com%2Fbagaimana-menjadi-pasien-yang-pintar%2F" title="email"><img src="http://www.drarief.com/wp-content/plugins/sociable/images/email_link.png" title="email" alt="email" class="sociable-hovers" /></a>


<br/><br/>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.drarief.com/bagaimana-menjadi-pasien-yang-pintar/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Nilai Referensi Pemeriksaan Kimia Darah</title>
		<link>http://www.drarief.com/nilai-referensi-pemeriksaan-kimia-darah/</link>
		<comments>http://www.drarief.com/nilai-referensi-pemeriksaan-kimia-darah/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 13 Nov 2008 15:24:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dr. Arief</dc:creator>
				<category><![CDATA[Informasi Untuk Pasien]]></category>
		<category><![CDATA[Perlengkapan Praktek]]></category>
		<category><![CDATA[arief]]></category>
		<category><![CDATA[darah]]></category>
		<category><![CDATA[dokter]]></category>
		<category><![CDATA[kimia]]></category>
		<category><![CDATA[lab]]></category>
		<category><![CDATA[nilai]]></category>
		<category><![CDATA[pemeriksaan]]></category>
		<category><![CDATA[referensi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://drarief.com/?p=279</guid>
		<description><![CDATA[TEST NORMAL VALUE* CLINICAL SIGNIFICANCE Blood urea nitrogen (BUN) 7-18 mg/dL Increased in renal disease and dehydration; decreased in liver damage and malnutrition Carbon dioxide (CO2) (includes bicarbonate) 23-30 mmol/L Useful to evaluate acid-base balance by measuring total carbon dioxide in the blood: Elevated in vomiting and pulmonary disease; decreased in diabetic acidosis, acute renal [...]<p><a href="http://www.drarief.com/nilai-referensi-pemeriksaan-kimia-darah/">Nilai Referensi Pemeriksaan Kimia Darah</a> is a post from: <a href="http://www.drarief.com">Dr Arief</a></p>
]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><!--[if gte mso 9]><xml> Normal   0               false   false   false      EN-US   X-NONE   AR-SA                                                     MicrosoftInternetExplorer4 </xml><![endif]--><!--[if gte mso 9]><xml> </xml><![endif]--><!--  --><!--[if gte mso 10]> <mce:style><!   /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:"Table Normal"; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-priority:99; 	mso-style-qformat:yes; 	mso-style-parent:""; 	mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt; 	mso-para-margin-top:0in; 	mso-para-margin-right:0in; 	mso-para-margin-bottom:10.0pt; 	mso-para-margin-left:0in; 	line-height:115%; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:11.0pt; 	font-family:"Calibri","sans-serif"; 	mso-ascii-font-family:Calibri; 	mso-ascii-theme-font:minor-latin; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-theme-font:minor-fareast; 	mso-hansi-font-family:Calibri; 	mso-hansi-theme-font:minor-latin;} --> <!--[endif]--></p>
<p><strong><br />
</strong></p>
<table border="1" cellpadding="0" width="95%">
<tbody>
<tr>
<td width="197"><strong>TEST </strong></td>
<td width="197"><strong>NORMAL VALUE* </strong></td>
<td width="197"><strong>CLINICAL SIGNIFICANCE </strong></td>
</tr>
<tr>
<td width="419">Blood urea nitrogen (BUN)</td>
<td width="419">7-18 mg/dL</td>
<td width="419">Increased in renal disease and   dehydration; decreased in liver damage and malnutrition</td>
</tr>
<tr>
<td width="419">Carbon dioxide (CO2) (includes   bicarbonate)</td>
<td width="419">23-30 mmol/L</td>
<td width="419">Useful to evaluate acid-base   balance by measuring total carbon dioxide in the blood: Elevated in vomiting   and pulmonary disease; decreased in diabetic acidosis, acute renal failure,   and hyperventilation</td>
</tr>
<tr>
<td width="419">Chloride (Cl)</td>
<td width="419">98-106 mEq/L</td>
<td width="419">Increased in dehydration,   hyperventilation, and congestive heart failure; decreased in   vomiting,diarrhea, and fever</td>
</tr>
<tr>
<td width="419">Creatinine</td>
<td width="419">0.6-1.2 mg/dL</td>
<td width="419">Produced at a constant rate and   excreted by the kidney; increased in kidney disease</td>
</tr>
<tr>
<td width="419">Glucose</td>
<td width="419">Fasting: 70-110 mg/dL Random:   85-125 mg/dL</td>
<td width="419">Increased in diabetes and severe   illness; decreased in insulin overdose or hypoglycemia</td>
</tr>
<tr>
<td width="419">Potassium (K)</td>
<td width="419">3.5-5 mEq/L</td>
<td width="419">Increased in renal failure,   extensive cell damage, and acidosis; decreased in vomiting, diarrhea, and   excess administration of diuretics or IV fluids</td>
</tr>
<tr>
<td width="419">Sodium (Na)</td>
<td width="419">101-111 mEq/L or 135-148 mEq/L   (depending on test)</td>
<td width="419">Increased in dehydration and   diabetes insipidus; decreased in overload of IV fluids, burns,diarrhea, or   vomiting</td>
</tr>
<tr>
<td width="419">Alanine aminotransferase (ALT)</td>
<td width="419">10-40 U/L</td>
<td width="419">Used to diagnose and monitor   treatment of liver disease and to monitor the effects of drugs on the liver;   increased in myocardial infarction</td>
</tr>
<tr>
<td width="419">Albumin</td>
<td width="419">3.8-5.0 g/dL</td>
<td width="419">Albumin holds water in blood;   decreased in liver disease and kidney disease</td>
</tr>
<tr>
<td width="419">Albumin-globulin ratio (A/G ratio)</td>
<td width="419">Greater than 1</td>
<td width="419">Low A/G ratio signifies a tendency   for edema because globulin is less effective than albumin at holding water in   the blood</td>
</tr>
<tr>
<td width="419">Alkaline phosphatase (ALP)</td>
<td width="419">20-70 U/L (varies by method)</td>
<td width="419">Enzyme of bone metabolism;   increased in liver disease and metastatic bone disease</td>
</tr>
<tr>
<td width="419">Amylase</td>
<td width="419">21-160 U/L</td>
<td width="419">Used to diagnose and monitor   treatment of acute pancreatitis and to detect inflammation of the salivary   glands</td>
</tr>
<tr>
<td width="419">Aspartate aminotransferase (AST)</td>
<td width="419">0-41 U/L (varies)</td>
<td width="419">Enzyme present in tissues with   high metabolic activity; increased in myocardial infarction and liver disease</td>
</tr>
<tr>
<td width="419">Bilirubin, total</td>
<td width="419">0.2-1.0 mg/dL</td>
<td width="419">Breakdown product of hemoglobin   from red blood cells; increased when excessive red blood cells are being   destroyed or in liver disease</td>
</tr>
<tr>
<td width="419">Calcium (Ca)</td>
<td width="419">8.8-10.0 mg/dL</td>
<td width="419">Increased in excess parathyroid   hormone production and in cancer; decreased in alkalosis, elevated phosphate   in renal failure, and excess IV fluids</td>
</tr>
<tr>
<td width="419">Cholesterol</td>
<td width="419">120-220 mg/dL desirable range</td>
<td width="419">Screening test used to evaluate   risk of heart disease; levels of 200 mg/dL or above indicate increased risk   of heart disease and warrant further investigation</td>
</tr>
<tr>
<td width="419">Creatine phosphokinase (CPK or CK)</td>
<td width="419">Men: 38-174 U/L Women: 96-140 U/L</td>
<td width="419">Elevated enzyme level indicates   myocardial infarction or damage to skeletal muscle. When elevated,specific   fractions (isoenzymes) are tested for</td>
</tr>
<tr>
<td width="419">Gamma-glutamyl transferase (GGT)</td>
<td width="419">Men: 6-26 U/L Women: 4-18 U/L</td>
<td width="419">Used to diagnose liver disease and   to test for chronic alcoholism</td>
</tr>
<tr>
<td width="419">Globulins</td>
<td width="419">2.3-3.5 g/dL</td>
<td width="419">Proteins active in immunity; help   albumin keep water in blood</td>
</tr>
<tr>
<td width="419">Iron, serum (Fe)</td>
<td width="419">Men: 75-175 g/dL Women:65-165 /dL</td>
<td width="419">Decreased in iron deficiency and   anemia; increased in hemolytic conditions</td>
</tr>
<tr>
<td width="419">High-density lipoproteins (HDLs)</td>
<td width="419">Men: 30-70 mg/dL Women:30-85 mg/dL</td>
<td width="419">Used to evaluate the risk of heart   disease</td>
</tr>
<tr>
<td width="419">Lactic dehydrogenase(LDH or LD)</td>
<td width="419">95-200 U/L (Normal ranges vary   greatly)</td>
<td width="419">Enzyme released in many kinds of   tissue damage, including myocardial infarction, pulmonary infarction, and   liver disease</td>
</tr>
<tr>
<td width="419">Lipase</td>
<td width="419">4-24 U/L (varies with test)</td>
<td width="419">Enzyme used to diagnose   pancreatitis</td>
</tr>
<tr>
<td width="419">Low-density lipoproteins (LDLs)</td>
<td width="419">80-140 mg/dL</td>
<td width="419">Used to evaluate the risk of heart   disease</td>
</tr>
<tr>
<td width="419">Magnesium (Mg)</td>
<td width="419">1.3-2.1 mEq/L</td>
<td width="419">Vital in neuromuscular function;   decreased levels may occur in malnutrition, alcoholism, pancreatitis,   diarrhea</td>
</tr>
<tr>
<td width="419">Phosphorus ((Page*)) (inorganic)</td>
<td width="419">2.7-4.5 mg/dL</td>
<td width="419">Evaluated in response to calcium;   main store is in bone: elevated in kidney disease; decreased in excess   parathyroid hormone</td>
</tr>
<tr>
<td width="419">Protein, total</td>
<td width="419">6-8 g/dL</td>
<td width="419">Increased in dehydration, multiple   myeloma;decreased in kidney disease, liver disease, poor nutrition, severe   burns, excessive bleeding</td>
</tr>
<tr>
<td width="419">Serum glutamic oxalacetic   transaminase (SGOT)</td>
<td width="419">&gt;</td>
<td width="419">See Aspartate aminotransferase   (AST)</td>
</tr>
<tr>
<td width="419">Serum glutamic pyruvic   transaminase (SGPT)</td>
<td width="419">&gt;</td>
<td width="419">See Alanine aminotransferase (ALT)</td>
</tr>
<tr>
<td width="419">Thyroxin (T4)</td>
<td width="419">5-12.5 g/dL (varies)</td>
<td width="419">Screening test of thyroid   function; increased in hyperthyroidism; decreased in myxedema and   hypothyroidism</td>
</tr>
<tr>
<td width="419">Thyroid-stimulatinghormone (TSH)</td>
<td width="419">0.5-6 mlU/L</td>
<td width="419">Produced by pituitary to promote   thyroid gland function; elevated when thyroid gland is not functioning</td>
</tr>
<tr>
<td width="419">Triiodothyronine (T3)</td>
<td width="419">120-195 mg/dL</td>
<td width="419">Elevated in specific types of   hyperthyroidism</td>
</tr>
<tr>
<td width="419">Triglycerides</td>
<td width="419">Men: 40-160 mg/dL Women: 35-135   mg/dL</td>
<td width="419">An indication of ability to   metabolize fats; increased triglycerides and cholesterol indicate high risk   of atherosclerosis</td>
</tr>
<tr>
<td width="419">Uric acid</td>
<td width="419">Men: 3.5-7.2 mg/dL Women:2.6-6.0   mg/dL</td>
<td width="419">Produced by breakdown of ingested   purines in food and nucleic acids; elevated in kidney disease, gout, and   leukemia</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p><span id="more-279"></span></p>
<p>Related Links</p>
<p><script type="text/javascript"><!--
google_ad_client = "pub-8767087085201245";
/* 336x280, created 11/13/08 */
google_ad_slot = "3533765605";
google_ad_width = 336;
google_ad_height = 280;
// --></script><br />
<script src="http://pagead2.googlesyndication.com/pagead/show_ads.js" type="text/javascript"></script><br />
<h3 class='related_post_title'>Posting terkait:</h3>
<ul class='related_post'>
<li><a href='http://www.drarief.com/nilai-normal-laboratorium/' title='Nilai Normal Laboratorium'>Nilai Normal Laboratorium</a></li>
<li><a href='http://www.drarief.com/rokok-penyumbang-kerugian-negara/' title='Rokok : Penyumbang Kerugian Negara&#8230;'>Rokok : Penyumbang Kerugian Negara&#8230;</a></li>
<li><a href='http://www.drarief.com/bagaimana-menjadi-pasien-yang-pintar/' title='Bagaimana menjadi pasien yang pintar?'>Bagaimana menjadi pasien yang pintar?</a></li>
<li><a href='http://www.drarief.com/endoskopi-tidak-lagi-menyakitkan/' title='Endoskopi tidak lagi menyakitkan :)'>Endoskopi tidak lagi menyakitkan <img src='http://www.drarief.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </a></li>
<li><a href='http://www.drarief.com/habis-rokok-terbitlah-diabetes/' title='Habis Rokok Terbitlah Diabetes&#8230;'>Habis Rokok Terbitlah Diabetes&#8230;</a></li>
</ul>
<p><a href="http://www.drarief.com/nilai-referensi-pemeriksaan-kimia-darah/">Nilai Referensi Pemeriksaan Kimia Darah</a> is a post from: <a href="http://www.drarief.com">Dr Arief</a></p>



Suka post ini ? Silakan share...


	<a rel="nofollow"  href="http://www.facebook.com/share.php?u=http%3A%2F%2Fwww.drarief.com%2Fnilai-referensi-pemeriksaan-kimia-darah%2F&amp;t=Nilai%20Referensi%20Pemeriksaan%20Kimia%20Darah" title="Facebook"><img src="http://www.drarief.com/wp-content/plugins/sociable/images/facebook.png" title="Facebook" alt="Facebook" class="sociable-hovers" /></a>
	<a rel="nofollow"  href="http://twitter.com/home?status=Nilai%20Referensi%20Pemeriksaan%20Kimia%20Darah%20-%20http%3A%2F%2Fwww.drarief.com%2Fnilai-referensi-pemeriksaan-kimia-darah%2F" title="Twitter"><img src="http://www.drarief.com/wp-content/plugins/sociable/images/twitter.png" title="Twitter" alt="Twitter" class="sociable-hovers" /></a>
	<a rel="nofollow"  href="http://technorati.com/faves?add=http%3A%2F%2Fwww.drarief.com%2Fnilai-referensi-pemeriksaan-kimia-darah%2F" title="Technorati"><img src="http://www.drarief.com/wp-content/plugins/sociable/images/technorati.png" title="Technorati" alt="Technorati" class="sociable-hovers" /></a>
	<a rel="nofollow"  href="javascript:AddToFavorites();" title="Add to favorites"><img src="http://www.drarief.com/wp-content/plugins/sociable/images/addtofavorites.png" title="Add to favorites" alt="Add to favorites" class="sociable-hovers" /></a>
	<a rel="nofollow"  href="http://www.printfriendly.com/print?url=http%3A%2F%2Fwww.drarief.com%2Fnilai-referensi-pemeriksaan-kimia-darah%2F&amp;partner=sociable" title="Print"><img src="http://www.drarief.com/wp-content/plugins/sociable/images/printfriendly.png" title="Print" alt="Print" class="sociable-hovers" /></a>
	<a rel="nofollow"  href="mailto:?subject=Nilai%20Referensi%20Pemeriksaan%20Kimia%20Darah&amp;body=http%3A%2F%2Fwww.drarief.com%2Fnilai-referensi-pemeriksaan-kimia-darah%2F" title="email"><img src="http://www.drarief.com/wp-content/plugins/sociable/images/email_link.png" title="email" alt="email" class="sociable-hovers" /></a>


<br/><br/>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.drarief.com/nilai-referensi-pemeriksaan-kimia-darah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Habis Rokok Terbitlah Diabetes&#8230;</title>
		<link>http://www.drarief.com/habis-rokok-terbitlah-diabetes/</link>
		<comments>http://www.drarief.com/habis-rokok-terbitlah-diabetes/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 17 Oct 2008 04:42:17 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dr. Arief</dc:creator>
				<category><![CDATA[Manfaat Rokok]]></category>
		<category><![CDATA[diabetes]]></category>
		<category><![CDATA[dokter]]></category>
		<category><![CDATA[merokok]]></category>
		<category><![CDATA[pria]]></category>
		<category><![CDATA[rokok]]></category>
		<category><![CDATA[wanita]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://drarief.com/?p=233</guid>
		<description><![CDATA[Tulisan ini saya post di bawah kategori &#8220;Manfaat Rokok&#8221;. Sengaja saya buat kategori ini karena Indonesia adalah salah satu negara yang terbanyak perokoknya&#8230; lagi-lagi bukan suatu yang bisa kita banggakan. Lantas mengapa terjadi beramai-ramai di sini ? Silakan &#8220;Tanya Kenapa&#8221;&#8230; Kali ini saya mengangkat koneksi antara rokok dengan diabetes. Inilah alasan lain untuk melempar rokok [...]<p><a href="http://www.drarief.com/habis-rokok-terbitlah-diabetes/">Habis Rokok Terbitlah Diabetes&#8230;</a> is a post from: <a href="http://www.drarief.com">Dr Arief</a></p>
]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignnone" title="Mau ? " src="http://www.detikhot.com/images/content/2008/04/28/227/Info_d.jpg" alt="" width="200" height="275" /><br />
Tulisan ini saya post di bawah kategori &#8220;Manfaat Rokok&#8221;. Sengaja saya buat kategori ini karena Indonesia adalah salah satu negara yang terbanyak perokoknya&#8230; lagi-lagi bukan suatu yang bisa kita banggakan. Lantas mengapa terjadi beramai-ramai di sini ? Silakan &#8220;Tanya Kenapa&#8221;&#8230;</p>
<p><span id="more-233"></span></p>
<p>Kali ini saya mengangkat koneksi antara rokok dengan diabetes. Inilah alasan lain untuk melempar rokok jauh-jauh. Mestinya kita sudah sering mendengar peringatan bahwa MEROKOK DAPAT MENYEBABKAN KANKER, SERANGAN JANTUNG, IMPOTENSI DAN GANGGUAN KEHAMILAN DAN JANIN. Eit ternyata bukan hanya itu saja, tapi rokok juga meningkatkan resiko diabates yang paling umum, begitu kata para ilmuwan. Perokok menghadapi peningkatan resiko 44% untuk terserang diabetes tipe 2 jika dibandingkan dengan orang yang tidak merokok.</p>
<p>Sebuah universitas di Swiss membuat suatu analisis 25 kajian yang menyelidiki hubungan antara merokok dan diabetes yang disiarkan antara 1992 dan 2006, dengan sebanyak 1,2 juta peserta yang ditelusuri selama 30 tahun. Mereka mendapati resiko bahkan lebih tinggi bagi perokok berat. Mereka yang menghabiskan sedikitnya 20 batang rokok sehari memiliki resiko terserang diabetes 62% lebih tinggi dibandingkan dengan orang yang tidak merokok. Nah lho ??? Bekas perokok masih menghadapi resiko 23% lebih tinggi dibandingkan dengan yang bukan perokok, namun sudah jauh lebih rendah dibandingkan dengan yang masih merokok.</p>
<p>Pada tingkat kesehatan masyarakat, ini sangat penting karena peristiwa diabetes secara dramatis meningkat. Menghindari diabetes akan menjadi alasan yang baik bagi perokok untuk berhenti atau bagi orang yang tidak merokok untuk tidak memulai. Diabetes tipe 2, adalah jenis diabetes yang seringkali berkaitan dengan kelebihan berat badan, pola makan yang buruk dan gaya hidup yang tak pernah berubah, menjadi makin umum ditemui di banyak negara. Mungkin ini salah satu penyebab tingginya Diabetes di Indonesia.</p>
<p>Smoking is #1 PREVENTABLE global killer in the world. Menghisap rokok adalah penyebab nomor 1 kematian global <span style="text-decoration: underline;">yang dapat dicegah</span>, dan telah menewaskan sedikitnya 4 juta orang per tahun atau sekitar 9% angka kematian di seluruh dunia, ini adalah hasil survey 10 tahun yang lalu. Sekarang pasti lebih jauh tinggi lagi. Selain mengakibatkan paling banyak kasus kanker paru-paru serta jenis lain kanker, merokok juga dapat mengakibatkan serangan jantung, stroke, penyakit paru-paru kronis dan penyakit lain.</p>
<p>Konsekuensi dari temuan ini juga penting karena diabetes dan menghisap rokok adalah faktor resiko utama penyakit jantung dan urat darah, sehingga keterkaitannya menjadi semakin kuat. Merokok dapat mengakibatkan kondisi yang tahan terhadap insulin, kata para peneliti tersebut. Itu berarti merokok dapat mencampuri cara tubuh memanfaatkan insulin. Kekebalan tubuh terhadap insulin biasanya mengawali terbentuknya Diabetes tipe 2.</p>
<p>Jadi, mengapa masih merokok ?<br />
<h3 class='related_post_title'>Posting terkait:</h3>
<ul class='related_post'>
<li><a href='http://www.drarief.com/rokok-penyumbang-kerugian-negara/' title='Rokok : Penyumbang Kerugian Negara&#8230;'>Rokok : Penyumbang Kerugian Negara&#8230;</a></li>
<li><a href='http://www.drarief.com/10-gejala-kanker-yang-wajib-diketahui-wanita/' title='10 Gejala Kanker Yang Wajib Diketahui Wanita'>10 Gejala Kanker Yang Wajib Diketahui Wanita</a></li>
<li><a href='http://www.drarief.com/lalu-mengapa-masih-merokok/' title='&#8230; lalu mengapa masih merokok ?'>&#8230; lalu mengapa masih merokok ?</a></li>
<li><a href='http://www.drarief.com/hari-gini-masih-merokok/' title='Hari gini masih merokok ?'>Hari gini masih merokok ?</a></li>
<li><a href='http://www.drarief.com/bagaimana-menjadi-pasien-yang-pintar/' title='Bagaimana menjadi pasien yang pintar?'>Bagaimana menjadi pasien yang pintar?</a></li>
</ul>
<p><a href="http://www.drarief.com/habis-rokok-terbitlah-diabetes/">Habis Rokok Terbitlah Diabetes&#8230;</a> is a post from: <a href="http://www.drarief.com">Dr Arief</a></p>



Suka post ini ? Silakan share...


	<a rel="nofollow"  href="http://www.facebook.com/share.php?u=http%3A%2F%2Fwww.drarief.com%2Fhabis-rokok-terbitlah-diabetes%2F&amp;t=Habis%20Rokok%20Terbitlah%20Diabetes..." title="Facebook"><img src="http://www.drarief.com/wp-content/plugins/sociable/images/facebook.png" title="Facebook" alt="Facebook" class="sociable-hovers" /></a>
	<a rel="nofollow"  href="http://twitter.com/home?status=Habis%20Rokok%20Terbitlah%20Diabetes...%20-%20http%3A%2F%2Fwww.drarief.com%2Fhabis-rokok-terbitlah-diabetes%2F" title="Twitter"><img src="http://www.drarief.com/wp-content/plugins/sociable/images/twitter.png" title="Twitter" alt="Twitter" class="sociable-hovers" /></a>
	<a rel="nofollow"  href="http://technorati.com/faves?add=http%3A%2F%2Fwww.drarief.com%2Fhabis-rokok-terbitlah-diabetes%2F" title="Technorati"><img src="http://www.drarief.com/wp-content/plugins/sociable/images/technorati.png" title="Technorati" alt="Technorati" class="sociable-hovers" /></a>
	<a rel="nofollow"  href="javascript:AddToFavorites();" title="Add to favorites"><img src="http://www.drarief.com/wp-content/plugins/sociable/images/addtofavorites.png" title="Add to favorites" alt="Add to favorites" class="sociable-hovers" /></a>
	<a rel="nofollow"  href="http://www.printfriendly.com/print?url=http%3A%2F%2Fwww.drarief.com%2Fhabis-rokok-terbitlah-diabetes%2F&amp;partner=sociable" title="Print"><img src="http://www.drarief.com/wp-content/plugins/sociable/images/printfriendly.png" title="Print" alt="Print" class="sociable-hovers" /></a>
	<a rel="nofollow"  href="mailto:?subject=Habis%20Rokok%20Terbitlah%20Diabetes...&amp;body=http%3A%2F%2Fwww.drarief.com%2Fhabis-rokok-terbitlah-diabetes%2F" title="email"><img src="http://www.drarief.com/wp-content/plugins/sociable/images/email_link.png" title="email" alt="email" class="sociable-hovers" /></a>


<br/><br/>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.drarief.com/habis-rokok-terbitlah-diabetes/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kenali Obat Anda !</title>
		<link>http://www.drarief.com/kenali-obat-anda/</link>
		<comments>http://www.drarief.com/kenali-obat-anda/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 17 Sep 2008 12:08:38 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dr. Arief</dc:creator>
				<category><![CDATA[Informasi Untuk Pasien]]></category>
		<category><![CDATA[dokter]]></category>
		<category><![CDATA[dosis]]></category>
		<category><![CDATA[efek]]></category>
		<category><![CDATA[efek samping]]></category>
		<category><![CDATA[obat]]></category>
		<category><![CDATA[pasien]]></category>
		<category><![CDATA[pertanyaan pasien]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://drarief.com/?p=102</guid>
		<description><![CDATA[Ketika Anda mendapatkan obat dari dokter, ada baiknya untuk menanyakan hal-hal berikut ini kepada dokter Anda : Apa efek yang saya harapkan dari obat tersebut ? Berapa lama saya harus minum obat, dan seberapa sering ? Sebelum atau sesudah makan ? Bila saya luput satu waktu dosisnya apakah saya harus melompatinya atau langsung minum ketika [...]<p><a href="http://www.drarief.com/kenali-obat-anda/">Kenali Obat Anda !</a> is a post from: <a href="http://www.drarief.com">Dr Arief</a></p>
]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignnone" title="Obat" src="http://www.nature.com/nrd/journal/v6/n11/images/nrd2455-i1.jpg" alt="" width="355" height="388" /></p>
<p>Ketika Anda mendapatkan obat dari dokter, ada baiknya untuk menanyakan hal-hal berikut ini kepada dokter Anda :</p>
<ul>
<li>Apa efek yang saya harapkan dari obat tersebut ?</li>
<li>Berapa lama saya harus minum obat, dan seberapa sering ?</li>
<li>Sebelum atau sesudah makan ?</li>
<li><span id="more-102"></span>Bila saya luput satu waktu dosisnya apakah saya harus melompatinya atau langsung minum ketika saya ingat ?</li>
<li>Apakah yang tidak boleh saya minum bersama obat ini ?</li>
<li>Apa saja efek samping yang mungkin akan saya alami ?</li>
<li>Apakah saya perlu melakukan tes tertentu untuk mengetahui efek obat ini ?</li>
</ul>
<h3 class='related_post_title'>Posting terkait:</h3>
<ul class='related_post'>
<li><a href='http://www.drarief.com/rokok-penyumbang-kerugian-negara/' title='Rokok : Penyumbang Kerugian Negara&#8230;'>Rokok : Penyumbang Kerugian Negara&#8230;</a></li>
<li><a href='http://www.drarief.com/bagaimana-menjadi-pasien-yang-pintar/' title='Bagaimana menjadi pasien yang pintar?'>Bagaimana menjadi pasien yang pintar?</a></li>
<li><a href='http://www.drarief.com/hari-gini-masih-merokok/' title='Hari gini masih merokok ?'>Hari gini masih merokok ?</a></li>
<li><a href='http://www.drarief.com/k-sageplus-berita-bagus-untuk-anak-autis/' title='K-SagePlus&#8230; berita bagus untuk anak autis :)'>K-SagePlus&#8230; berita bagus untuk anak autis <img src='http://www.drarief.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </a></li>
<li><a href='http://www.drarief.com/tangkal-flu-tanpa-antibiotik/' title='Flu Tanpa Antibiotik?'>Flu Tanpa Antibiotik?</a></li>
</ul>
<p><a href="http://www.drarief.com/kenali-obat-anda/">Kenali Obat Anda !</a> is a post from: <a href="http://www.drarief.com">Dr Arief</a></p>



Suka post ini ? Silakan share...


	<a rel="nofollow"  href="http://www.facebook.com/share.php?u=http%3A%2F%2Fwww.drarief.com%2Fkenali-obat-anda%2F&amp;t=Kenali%20Obat%20Anda%20%21" title="Facebook"><img src="http://www.drarief.com/wp-content/plugins/sociable/images/facebook.png" title="Facebook" alt="Facebook" class="sociable-hovers" /></a>
	<a rel="nofollow"  href="http://twitter.com/home?status=Kenali%20Obat%20Anda%20%21%20-%20http%3A%2F%2Fwww.drarief.com%2Fkenali-obat-anda%2F" title="Twitter"><img src="http://www.drarief.com/wp-content/plugins/sociable/images/twitter.png" title="Twitter" alt="Twitter" class="sociable-hovers" /></a>
	<a rel="nofollow"  href="http://technorati.com/faves?add=http%3A%2F%2Fwww.drarief.com%2Fkenali-obat-anda%2F" title="Technorati"><img src="http://www.drarief.com/wp-content/plugins/sociable/images/technorati.png" title="Technorati" alt="Technorati" class="sociable-hovers" /></a>
	<a rel="nofollow"  href="javascript:AddToFavorites();" title="Add to favorites"><img src="http://www.drarief.com/wp-content/plugins/sociable/images/addtofavorites.png" title="Add to favorites" alt="Add to favorites" class="sociable-hovers" /></a>
	<a rel="nofollow"  href="http://www.printfriendly.com/print?url=http%3A%2F%2Fwww.drarief.com%2Fkenali-obat-anda%2F&amp;partner=sociable" title="Print"><img src="http://www.drarief.com/wp-content/plugins/sociable/images/printfriendly.png" title="Print" alt="Print" class="sociable-hovers" /></a>
	<a rel="nofollow"  href="mailto:?subject=Kenali%20Obat%20Anda%20%21&amp;body=http%3A%2F%2Fwww.drarief.com%2Fkenali-obat-anda%2F" title="email"><img src="http://www.drarief.com/wp-content/plugins/sociable/images/email_link.png" title="email" alt="email" class="sociable-hovers" /></a>


<br/><br/>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.drarief.com/kenali-obat-anda/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Uji Kompetensi&#8230; Siapa yang mau ikut hayo ?</title>
		<link>http://www.drarief.com/uji-kompetensi-siapa-yang-mau-ikut-hayo/</link>
		<comments>http://www.drarief.com/uji-kompetensi-siapa-yang-mau-ikut-hayo/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 16 Jul 2008 05:17:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Dr. Arief L. Hakim</dc:creator>
				<category><![CDATA[Perlengkapan Praktek]]></category>
		<category><![CDATA[CPD]]></category>
		<category><![CDATA[dokter]]></category>
		<category><![CDATA[IDI]]></category>
		<category><![CDATA[license]]></category>
		<category><![CDATA[praktek]]></category>
		<category><![CDATA[SKP]]></category>
		<category><![CDATA[uji kompetensi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://drarief.com/2008/07/16/uji-kompetensi-siapa-yang-mau-ikut-hayo/</guid>
		<description><![CDATA[Ujian Kompetensi Tahun 2008 ini akan di adakan pada tanggal: 16 Agustus 2008 15 November 2008 Sistem KBK tidak menjalani Uji Kompetensi, tetapi menjalani Internship sebagai gantinya. Perpanjangan SIP perlu CPD (250 SKP) Tujuannya adalah : Memberikan informasi berkenaan kompetensi pengetahuan, keterampilan, dan sikap dari para lulusan dokter umum secara komprehensif kepada pemegang kewewenangan dalam [...]<p><a href="http://www.drarief.com/uji-kompetensi-siapa-yang-mau-ikut-hayo/">Uji Kompetensi&#8230; Siapa yang mau ikut hayo ?</a> is a post from: <a href="http://www.drarief.com">Dr Arief</a></p>
]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-size:130%;">Ujian Kompetensi Tahun 2008 ini akan di adakan pada tanggal:</span></p>
<ul>
<li><span style="font-size:130%;"> 16 Agustus 2008</span></li>
<li>15 November 2008</li>
</ul>
<p>Sistem KBK tidak menjalani Uji Kompetensi, tetapi menjalani Internship<br />
sebagai gantinya.<br />
Perpanjangan SIP perlu CPD (250 SKP)</p>
<p>Tujuannya adalah :<br />
Memberikan informasi berkenaan kompetensi pengetahuan, keterampilan, dan sikap dari para lulusan dokter umum secara komprehensif kepada pemegang kewewenangan dalam pemberian sertifikat kompetensi <span id="more-10"></span>sebagai bagian dari persyaratan registrasi, untuk kemudian seorang dokter <span style="color: #ff0000;">dapat mengurus pengajuan surat ijin praktek dokter atau &#8220;medical license&#8221;</span></p>
<p><span style="font-weight:bold;">Standar Kelulusan:</span><br />
Metode yang di pakai adalah PAP atau criterion reference dengan menggunakan panel expert judge. Seseorang dapat mendaftarkandirinya untuk menjadi panel expert judge, namun kemudian dipilih oleh bagian pelaksana dengan kriteria merupakan ahli di bidang kedokteran dan menguasai teknik standard setting dengan memperhatikan keterwakilan stakeholder. Untuk memberikan keseimbangan antara standar kompetensi yang bersifat mutlak dan pertimbangan proporsi kelulusan uji kompetensi maka metode yang akan digunakan adalah Hofstee Method.</p>
<p><span style="font-weight:bold;">Materi Ujian:</span><br />
Ujian akan menitikberatkan pada prinsip-prinsip ilmu kedokteran dasar dan klinik yang sangat penting di dalam praktek klinik di masyarakat maupun di dalam pendidikan kedokteran tahap pascasarjana, dengan mengutamakan penguasaan prinsip=prinsip dasar mekanisme timbulnya penyakit, &#8220;Clinical Reasoning&#8221;, serta &#8220;Critical Thinking&#8221; dalam kerangka pemecahan masalah/problem solving.</p>
<p><span style="font-weight:bold;">Jenis Soal Ujian</span>:<br />
Jenis soal berupa pilihan ganda dengan 5 pilihan soal. Soal terdiri dari &#8220;stem&#8221; soal yang berbentuk skenario (&#8220;vignette&#8221;) , pertanyaan dan 5 pilihan jawaban dengan satu jawaban benar.<br />
Jumlah soal keseluruhan adalah 200 soal.</p>
<p><span style="font-weight:bold;">Garis Besar Kompetensi Materi Ujian:</span><br />
Tinjauan 1</p>
<ol>
<li>Keterampilan dasar klinis (10-20%)</li>
<li>Aplikasi biomedis, behavior, clinical, dan epidemiology pada kedokteran keluarga (40-60%)</li>
<li>Komunikasi Efektif (10-20%)</li>
<li>Manajemen masalah kesehatan primer (10-20%)</li>
<li>Penelusuran, kritisi dan manajemen informasi (2-5%)</li>
<li>Profesionalisme, moral, dan etika praktek kedokteran (5-10%)</li>
<li>Kesadaran, pemeliharaan dan pengembangan personal (5-10%)</li>
</ol>
<p>Tinjauan 2</p>
<ol>
<li>Kognitif (20-40%)</li>
<li>Procedural Knowledge (20-40%)</li>
<li>Konatif (20-40%)</li>
</ol>
<p>Tinjauan 3</p>
<ol>
<li>Recall (5-10%)</li>
<li>Reasoning (90-95%)</li>
</ol>
<p>Tinjauan 4: Proses Normal dan Patology</p>
<ol>
<li>Pertumbuhan, Perkembangan dan Degenerasi (15-25%)</li>
<li>Kelainan Genetik dan Kongenital (15-25%)</li>
<li>Penyakit Infeksi dan Imunology (15-25%)</li>
<li>Penyakit Neoplasme (15-25%)</li>
<li>Penyakit akibat trauma atau kecelakaan (15-25%)</li>
</ol>
<p>Tinjauan 5: Organ dan Sistem</p>
<ol>
<li>Saraf dan Perilaku (Neurobehavior) (5-15%)</li>
<li>Kepala dan Leher (Head and Neck) (5-15%)</li>
<li>Endokrin dan Metabolisme (Endocrine and Metabolism) (5-15%)</li>
<li>Saluran Cerna, Heptobilier dan Pankreas (Gastrointestinal,Heptobilier and Pancreas) (5-15%)</li>
<li>Saluran pernafasan (Respiratory) (5-15%)</li>
<li>Ginjal dan Saluran kemih (Urogenital) (5-15%)</li>
<li>Jantung, Pembuluh Darah, dan Sistem limfatik (Cardiovascular and Lymphatic) (5-15%)</li>
<li>Darah dan Sistem kekebalan Tubuh (Hematoimunology) (5-15%)</li>
<li>Kulit, Tulang, Otot, dan Jaringan Lunak (Dermato-muskulo-skeletal) (5-15%)</li>
<li>Reproduksi (Reproductive) (5-15%)</li>
</ol>
<p>Tinjauan 6</p>
<ol>
<li> Promosi Kesehatan dan Pencegahan Penyakit (20-30%)</li>
<li>Penapisan&#8217;Diagnosis (20-30%)</li>
<li>Manajemen/Theraphy (20-30%)</li>
<li>Rehabilitasi (10-20%)</li>
</ol>
<p>Tinjauan 7</p>
<ol>
<li> Individu (20-40%)</li>
<li>Keluarga (20-40%)</li>
<li>Masyarakat (20-40%)</li>
</ol>
<p><span style="font-size:130%;"><strong><span style="color: #ff0000;"><br />
Tahun 2008 TIDAK ADA ujian uji coba (try out)</span></strong></span><span style="color: #ff0000;"><br />
</span><br />
Peserta, Dokter Baru yang lulus dan fakultas kedokteran setelah<br />
tanggal 29 April 2007</p>
<p>Peserta Ujian: Peserta yang memenuhi persyarata berikut<br />
- Punya Ijazah Dokter<br />
- Punya Sertifikat Sumpah Dokter<br />
- Mendaftarkan diri ke panitia pelaksana program sertifikasi dokter<br />
- Membayar biaya ujian sesuai ketentuan yang berlaku</p>
<p>Peserta Ujian Ulang</p>
<ul>
<li>Peserta yang gagal pada ujian pertama dan harus menyertakan nomor ujian sebelumnya ketika mendaftar ulang</li>
</ul>
<p>Peserta Ujian ulang Modul</p>
<ul>
<li>Peserta yang gagal 2 kali dalam ujian dan mendaftar kembali untuk mengikuti ujian modul</li>
</ul>
<p>Prosedur Pendaftaran tahun 2008</p>
<ul>
<li>Membayar Rp 300.000,- untuk biaya sertifikasi setia kali ujian disetor ke rekening BNI cabang UI Depok dgn nomer rekening 0120595477 an. dr. Sugito Wonodirekso</li>
<li>Membayar Rp 250.000,- untuk biaya pengurusan STR ke rekening BNI cabang Melawai Raya dengan nomer rekening 93.20.5556 an. Konsil Kedokteran Indonesia</li>
</ul>
<p>MOHON DI CEK LAGI NOMER REKENING DAN NAMANYA</p>
<ul>
<li>Peserta mengambil berkas Pendaftaran di FK/PSPD atau sekertariat KBUKDI terdekat dengan menunjukkan bukti pembayaran biaya Ujian dan STR</li>
<li>Berkas Pendaftaran diisi dan bersama kelengkapan dokumen lain dimasukkan ke dalam amplop coklat berukuran A4 dan di serahkan ke FK/PSPD/Sekertariat KBUKDI</li>
</ul>
<p><span style="font-weight:bold;">Dokumen yang di perlukan adalah:</span></p>
<ul>
<li>Ijazah Dokter</li>
<li>Sertifikat Sumpah Dokter</li>
<li>Tanda Bukti pembayaran -UKDI -KKL</li>
<li>Surat Keterangan Sehat</li>
<li>Fotokopi KTP</li>
<li>Pas Foto Berwarna 4X6 (6 lbr), 3X4 (5 lbr), 2X3 (2 lbr)</li>
<li>Pendaftaran 1 Bulan Sebelum Ujian</li>
</ul>
<h3 class='related_post_title'>Posting terkait:</h3>
<ul class='related_post'>
<li><a href='http://www.drarief.com/rokok-penyumbang-kerugian-negara/' title='Rokok : Penyumbang Kerugian Negara&#8230;'>Rokok : Penyumbang Kerugian Negara&#8230;</a></li>
<li><a href='http://www.drarief.com/bagaimana-menjadi-pasien-yang-pintar/' title='Bagaimana menjadi pasien yang pintar?'>Bagaimana menjadi pasien yang pintar?</a></li>
<li><a href='http://www.drarief.com/nilai-referensi-pemeriksaan-kimia-darah/' title='Nilai Referensi Pemeriksaan Kimia Darah'>Nilai Referensi Pemeriksaan Kimia Darah</a></li>
<li><a href='http://www.drarief.com/habis-rokok-terbitlah-diabetes/' title='Habis Rokok Terbitlah Diabetes&#8230;'>Habis Rokok Terbitlah Diabetes&#8230;</a></li>
<li><a href='http://www.drarief.com/kenali-obat-anda/' title='Kenali Obat Anda !'>Kenali Obat Anda !</a></li>
</ul>
<p><a href="http://www.drarief.com/uji-kompetensi-siapa-yang-mau-ikut-hayo/">Uji Kompetensi&#8230; Siapa yang mau ikut hayo ?</a> is a post from: <a href="http://www.drarief.com">Dr Arief</a></p>



Suka post ini ? Silakan share...


	<a rel="nofollow"  href="http://www.facebook.com/share.php?u=http%3A%2F%2Fwww.drarief.com%2Fuji-kompetensi-siapa-yang-mau-ikut-hayo%2F&amp;t=Uji%20Kompetensi...%20Siapa%20yang%20mau%20ikut%20hayo%20%3F" title="Facebook"><img src="http://www.drarief.com/wp-content/plugins/sociable/images/facebook.png" title="Facebook" alt="Facebook" class="sociable-hovers" /></a>
	<a rel="nofollow"  href="http://twitter.com/home?status=Uji%20Kompetensi...%20Siapa%20yang%20mau%20ikut%20hayo%20%3F%20-%20http%3A%2F%2Fwww.drarief.com%2Fuji-kompetensi-siapa-yang-mau-ikut-hayo%2F" title="Twitter"><img src="http://www.drarief.com/wp-content/plugins/sociable/images/twitter.png" title="Twitter" alt="Twitter" class="sociable-hovers" /></a>
	<a rel="nofollow"  href="http://technorati.com/faves?add=http%3A%2F%2Fwww.drarief.com%2Fuji-kompetensi-siapa-yang-mau-ikut-hayo%2F" title="Technorati"><img src="http://www.drarief.com/wp-content/plugins/sociable/images/technorati.png" title="Technorati" alt="Technorati" class="sociable-hovers" /></a>
	<a rel="nofollow"  href="javascript:AddToFavorites();" title="Add to favorites"><img src="http://www.drarief.com/wp-content/plugins/sociable/images/addtofavorites.png" title="Add to favorites" alt="Add to favorites" class="sociable-hovers" /></a>
	<a rel="nofollow"  href="http://www.printfriendly.com/print?url=http%3A%2F%2Fwww.drarief.com%2Fuji-kompetensi-siapa-yang-mau-ikut-hayo%2F&amp;partner=sociable" title="Print"><img src="http://www.drarief.com/wp-content/plugins/sociable/images/printfriendly.png" title="Print" alt="Print" class="sociable-hovers" /></a>
	<a rel="nofollow"  href="mailto:?subject=Uji%20Kompetensi...%20Siapa%20yang%20mau%20ikut%20hayo%20%3F&amp;body=http%3A%2F%2Fwww.drarief.com%2Fuji-kompetensi-siapa-yang-mau-ikut-hayo%2F" title="email"><img src="http://www.drarief.com/wp-content/plugins/sociable/images/email_link.png" title="email" alt="email" class="sociable-hovers" /></a>


<br/><br/>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.drarief.com/uji-kompetensi-siapa-yang-mau-ikut-hayo/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>The Scary Anaphylactic Story&#8230;</title>
		<link>http://www.drarief.com/the-scary-anaphylactic-story/</link>
		<comments>http://www.drarief.com/the-scary-anaphylactic-story/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 15 Jul 2008 01:00:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Dr. Arief L. Hakim</dc:creator>
				<category><![CDATA[Informasi Untuk Pasien]]></category>
		<category><![CDATA[Perlengkapan Praktek]]></category>
		<category><![CDATA[allergy]]></category>
		<category><![CDATA[anafilaksis]]></category>
		<category><![CDATA[anafilaktik]]></category>
		<category><![CDATA[anaphilactic]]></category>
		<category><![CDATA[anaphylaxis]]></category>
		<category><![CDATA[diagram]]></category>
		<category><![CDATA[doctor]]></category>
		<category><![CDATA[dokter]]></category>
		<category><![CDATA[injection]]></category>
		<category><![CDATA[panduan]]></category>
		<category><![CDATA[penatalaksanaan]]></category>
		<category><![CDATA[renjatan]]></category>
		<category><![CDATA[shock]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://drarief.com/2008/07/15/the-scary-anaphylactic-story/</guid>
		<description><![CDATA[Dear para rekan-rekan dokter dan juga para koass (&#8220;kok aku selalu salah&#8220;&#8230; ?) berikut ada &#8220;sekelumit&#8221; makalah tentang shock anafilaksis yang sering menghantui para dokter. Makalah ini saya kumpulkan dari beberapa kepustakaan, untuk kepentingan penulisan di format blog ini saya tidak mencantumkan narasumber dari berbagai kepustakaan yang saya buat, tapi bila ada yang ingin tahu, [...]<p><a href="http://www.drarief.com/the-scary-anaphylactic-story/">The Scary Anaphylactic Story&#8230;</a> is a post from: <a href="http://www.drarief.com">Dr Arief</a></p>
]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-size: 100%; font-family: georgia;"><br />
</span><span style="font-size: 100%; font-family: times new roman;">Dear para rekan-rekan dokter dan juga para koass (</span><span style="font-style: italic; font-size: 100%; font-family: times new roman;">&#8220;kok aku selalu salah</span><span style="font-size: 100%; font-family: times new roman;"><span style="font-style:italic;">&#8220;</span>&#8230; ?) berikut ada &#8220;sekelumit&#8221; makalah tentang shock anafilaksis yang sering menghantui para dokter. Makalah ini saya kumpulkan dari beberapa kepustakaan, u</span><span style="font-size: 100%; font-family: georgia;">ntuk kepentingan penulisan di format blog ini saya tidak mencantumkan narasumber dari berbagai kepustakaan yang saya buat, tapi bila ada yang ingin tahu, silakan email saya ntar insya Allah saya balas dgn kepustakaannya. Saya juga </span><span id="more-9"></span><span style="font-size: 100%; font-family: georgia;">membuat </span><span style="font-size: 100%; font-family: times new roman;">flowchart yang insya Allah bermanfaat bagi rekan-rekan. Silakan mengcopy buat yang memerlukan.</span></p>
<p><span style="font-size: 100%; font-family: times new roman;">SEJARAHNYA ANAFILAKSIS kira-kira begini (saya agak lupa dapat kepustakaanya di mana). Kata-kata &#8220;anafilaksis&#8221; pertama kali ditemukan oleh dua orang ilmuwan bernama Portier dan Richet pada tahun 1902 pada saat memberi vaksinasi pada anjing yang berakhir dengan kematian. Respon yang diharapkan dengan vaksinasi tersebut adalah profilaksis, akan tetapi yang terjadi adalah lawannya, sehingga disebut anafilaksis, artinya tanpa proteksi.</span></p>
<p><span style="font-size: 100%; font-family: times new roman;">ANAFILAKSIS ADALAH SUATU REAKSI ALERGI SISTEMIK AKUT YANG BERAT yang berpotensi menjadi fatal dan dapat berakhir dengan kematian. Anafilaktik memiliki onset yang cepat disertai dengan keterlibatan banyak sekali sistem organ, dan disebabkan oleh suatu antigen yang spesifik pada individu yang sensitif. Reaksi anfilaktik biasanya fase tunggal, namun 20% dari kasus yang terjadi dilaporkan bifasik&#8230; artinya reaksi susulan mungkin akan terjadi pada 1 &#8211; 8 jam kemudian, menyusul serangan fase yang pertama diselingi suatu fase laten asimtomatik. Canggihnya lagi ada yang terjadi setelah 24 jam. </span></p>
<p><span style="font-size: 100%; font-family: times new roman;">Penggunaan ß-blocker pada saat yang bersamaan dapat mengganggu respon terhadap penatalaksanaannya. Terapi pilihan masih &#8220;dijabat&#8221; oleh Epinefrin, sehingga harus diberikan segera. Penanganan sekundernya adalah maintenance ABC (airway, breathing, circulatory support), antagonis H</span><span style="font-size: 100%; font-family: georgia;"><sub>1</sub></span><span style="font-size: 100%; font-family: times new roman;"> &amp; H</span><span style="font-size: 100%; font-family: georgia;"><sub>2</sub></span><span style="font-size: 100%; font-family: times new roman;">, kortikosteroid, (kadang-kadang) bronkodilator juga diperlukan. Yang tak kalah pentingnya adalah observasi pasca serangan. Pasien harus mudah diakses dalam jangkauan perawatan emergency selama 48 jam kemudian.</span></p>
<p>DALAM MENEGAKKAN DIAGNOSIS ANAFILAKSIS diperlukan adanya suatu reaksi alergi sistemik yang berat. Sejauh ini tidak ada suatu definisi yang diterima secara universal karena anafilaksis terdiri dari <span style="font-weight:bold;">sekumpulan gejala</span>. Namun, ada sebuah diagnosa kerja yang baik, dipakai pleh program pengawasan pediatri di Kanada; yang menjabarkan anafilaksis sebagai &#8220;<span style="font-style:italic;">suatu reaksi alergi berat terhadap stimulus apapun, memiliki onset yang tiba-tiba, biasanya berlangsung kurang dari 24 jam, menyangkut satu atau lebih sistem organ dan menghasilkan satu atau lebih gejala seperti gatal-gatal, kemerahan, angioedema, stridor, wheezing, napas yang pendek, mual, muntah, diare, dan shock.</span>&#8221;</p>
<p>&#8220;PENAMPAKAN&#8221; KLINIS anafilaksis bervariasi, dengan tanda dan gejala klinisnya dapat di lihat pada tabel berikut.</p>
<p><span style="font-weight: bold; font-size: 100%; font-family: georgia;">Fitur-fitur Anafilaksis :<br />
Neurologi</span><span style="font-size: 100%; font-family: georgia;"><br />
Dizzy (</span><span style="font-style: italic; font-size: 100%; font-family: georgia;">nge-fly</span><span style="font-size: 100%; font-family: georgia;">), lemas, syncope, kejang<br />
</span><span style="font-weight: bold; font-size: 100%; font-family: georgia;"><br />
Okular</span><span style="font-size: 100%; font-family: georgia;"><br />
Pruritus, injeksi konjungtival, lakrimasi</span></p>
<p>Saluran Napas Atas<br />
<span style="font-size: 100%; font-family: georgia;">Kongesti nasal, bersin, stridor, edema orofaring atau laring, batuk, obstruksi saluran</span></p>
<p><span style="font-weight: bold; font-size: 100%; font-family: georgia;">Saluran Napas Bawah<br />
</span><span style="font-size: 100%; font-family: georgia;">Dispneu, bronchospasme, takipneu, penggunaan otot-otot pernapasan tambahan (accessory muscle), sianosis, apneu oh&#8230;. <img src='http://www.drarief.com/wp-includes/images/smilies/icon_sad.gif' alt=':-(' class='wp-smiley' /> ~~~</span></p>
<p><span style="font-weight: bold; font-size: 100%; font-family: georgia;">Kardiovaskuler</span><span style="font-size: 100%; font-family: georgia;"><br />
Takikardi, hipotensi, aritmia, miocard iskemia / infarct, cardiac arrest ohhh&#8230;. mati deh</span></p>
<p><span style="font-weight: bold; font-size: 100%; font-family: georgia;">Kulit</span><span style="font-size: 100%; font-family: georgia;"><br />
Flushing, urtikaria, eritema, pruritus, angioedema, rash makulo papular</span></p>
<p><span style="font-weight: bold; font-size: 100%; font-family: georgia;">Gastrointestinal</span><span style="font-size: 100%; font-family: georgia;"><br />
Mual, muntah, nyeri abdominal, diare</span></p>
<p>Sering kali pasien menjabarkan keadaan tersebut sebagai suatu sensasi hampir mati (<span style="font-style: italic; font-size: 100%; font-family: georgia;">angor animi</span><span style="font-size: 100%; font-family: georgia;">). Meski jarang terjadi, kejang dapat ikut &#8220;meramaikan&#8221; acara anafilaksis. Kematian yang pada anafilaksis biasanya terjadi akibat obstruksi saluran napas, atau kolaps nya sistem kardio vaskular, atau keduanya. Diduga kuat ada suatu keterkaitan antara kecepatan onset timbulnya gejala setelah paparan alergen pemicu dan berat ringannya episode serangan; di mana </span><span style="font-weight: bold; font-style: italic; font-size: 100%; font-family: georgia;">makin cepat onsetnya makin berat pula rangkaian anafilaksisnya</span><span style="font-size: 100%; font-family: georgia;">. Dalam agenda anafilaksis, setiap detik berharga dalam menyelamatkan nyawa pasien. Pemberian epinefrin makin lama tertunda digabung dengan ada tidaknya riwayat asma pada pasien menimbulkan peningkatan faktor resiko terjadinya kematian.</span></p>
<p>Anafilaksis biasanya muncul dalam hitungan menit, namun juga kadang-kadang terjadi 1 jam setelah paparan. Biasanya yang model seperti ini bukan terjadi akibat pemberian obat-obatan parenteral, namun lebih menjurus ke sengatan binatang (lebah, ular, dll).  Sebagaimana saya sebutkan di atas tadi, kira-kira 20%  dari seluruh kasus anafilaksis yang terjadi memiliki model bifasik. Sepertiga dari kasus yang 20% tersebut dilaporkan lebih berat dari serangan pertama; sepertiga lainnya sama dengan yang pertama; serta sepertiga sisanya lebih ringan dari serangan pertama.</p>
<p>Saya tidak menemukan kepustakaan yang cukup dalam menjabarkan mortalitas kasus anafilaksis bifasik.</p>
<p><a href="http://bp1.blogger.com/_coGHvoTb1iY/SHxKq9D4gJI/AAAAAAAAABI/oZZ5jzq7FQw/s1600-h/bifasik-ana.jpeg"><img style="margin: 0pt auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 376px; height: 270px;" src="http://bp1.blogger.com/_coGHvoTb1iY/SHxKq9D4gJI/AAAAAAAAABI/oZZ5jzq7FQw/s320/bifasik-ana.jpeg" border="0" alt="" /></a></p>
<p>Sampai kini banyak kepustakaan yang me-recommend pemberian kortikosteroid untuk mencegah atau meminimalisir terjadinya serangan fase kedua. Hal ini dia<br />
nggap bermanfaat, namun harap dicatat bahwa ada laporan kasus-kasus yang tetap sampai ke serangan bifasik (bahkan berat) meskipun telah diberikan kortikosteroid. Sehingga seorang dokter mesti mempersiapkan kedatangan &#8220;tamu&#8221; tersebut meski telah diberikan kortikosteroid. Serangan anafilaksis yang berkepanjangan; yang sering kali berhubungan dengan hipotensi berat biasanya kurang responsif terhadap terapi dan prognosisnya buruk.</p>
<p>DIAGNOSIS BANDING<br />
Pada praktek sehari-hari sangat tidak perlu untuk membedakan antara reaksi anafilaktoid dan anafilaksis ketika sedang terjadi karena keduanya memberikan respon pada perawatan yang sama. Yang perlu dibedakan adalah shock anafilaksis dengan kondisi kolaps sirkulasi lainnya. Kondisi yang paling mirip dengan anafilaksis adalah <span style="font-style:italic;">reaksi vasovagal</span>, yang mana pada reaksi ini ditandai dengan <span style="font-weight:bold;">hipotensi, pucat, bradikardi, lemah, mual, muntah, serta diaforesis</span>. Pada reaksi vasovagal tidak dijumpai urtikaria, pruritus, angioedema, takikardi dan bronkospasme.<br />
Dekomp pernapasan akut yang terjadi pada serangan asma berat, aspirasi benda asing, dan emboli pulmoner dapat menyerupai gejala-gejala pernapasan yang terjadi pada anafilaksis, namun tidak disertai gejala lainnya (pruritus, urtikaria, edema, dll).<br />
Angioedema herediter yang dicetuskan oleh stress nonspesifik atau psiko-emosional bisa menimbulkan pembengkakan bibir, lidah, saluran napas atas, dan permukaan mukosa lainnya mungkin dengan disertai keluhan gastro intestinal seperti diare dan kram; namun bedanya tidak disertai pruritus  dan urtikaria. Kondisi ini terjadi pada garis keturunan tertentu dengan keadaan otosomal dominan (&#8230;jadi inget kuliah tingkat satu&#8230;<span style="font-size: 100%; font-family: times new roman;"><img src="/DOCUME%7E1/ADMINI%7E1.MAR/LOCALS%7E1/Temp/moz-screenshot.jpg" alt="" /></span><span style="font-size: 100%; font-family: georgia;">) ditunjang riwayat angioedema pada keluarga biasanya ada.</span></p>
<p>Sekarang kita beralih ke best partnya : Terapi.<br />
Anafilaksis adalah suatu kegawatdaruratan medis yang memerlukan terapi SEGERA. Ya, Segera ! Artinya, telat dikit bisa panjang urusannya. Saya pernah mendapat pelajaran berharga dari salah seorang rekan saya, dia pernah memberikan injeksi (Vitamin B inj kalau tidak salah) selang 10 detik kemudian pasiennya sesak napas, pusing, terus pingsan, dan sang dokter dengan &#8220;sigap&#8221; (+ panik + grogi + kaget + takut + terkejut-kejut tentunya) langsung lompat ke mejanya, ambil spuit, ambil ampul adrenalin, patahin ujungnya, kemudian di aspirasi ke spuitnya terus di injeksi ke pasien yang sudah pingsan tersebut&#8230; eh pasiennya bangun lagi. Post panic : <span style="font-size: 100%; font-family: georgia;">Pasiennya bertanya &#8220;Ada apa tadi dok ?&#8230;&#8221; </span><span style="font-size: 100%; font-family: georgia;">tangan teman saya ternyata berdarah-darah disertai serpihan ampul adrenalin yang masih menancap di jarinya, dan dia menjawab &#8220;oh&#8230; nggak ada apa-apa kok&#8221;. Yah kira-kira gitu deh, kejadiannya sudah beberapa tahun yang lalu tapi cukup dahsyat impact nya.</span></p>
<p>Nah sebelum menjawab masalah terapinya, kita bedakan dulu kategorinya menjadi 3 :</p>
<p class="mainTextbold" style="font-family:georgia;"><span style="font-weight:bold;font-size:100%;">Dini </span></p>
<ul class="bullets" style="font-family:georgia;">
<li><span style="font-size:100%;"> sensasi kehangatan / panas dan gatal khususnya pada daerah aksila dan genital </span></li>
<li><span style="font-size:100%;"> perasaan gelisah atau menjadi panik</span></li>
</ul>
<p class="mainTextbold" style="font-weight:bold;font-family:georgia;"><span style="font-size:100%;">Progresif </span></p>
<ul class="bullets" style="font-family:georgia;">
<li><span style="font-size:100%;"> erytema atau rash urtika </span></li>
<li><span style="font-size:100%;"> edema pada wajah, leher, atau jaringan lunak </span></li>
</ul>
<p class="mainTextbold" style="font-weight:bold;font-family:georgia;"><span style="font-size:100%;">Berat</span></p>
<ul class="bullets" style="font-family:georgia;">
<li><span style="font-size:100%;"> hipotensi (shock) </span></li>
<li><span style="font-size:100%;"> bronkospasme (terdengar wheezing) </span></li>
<li><span style="font-size:100%;"> edema laring (dyspnoea, stridor, afonia) </span></li>
<li><span style="font-size:100%;">aritmia, cardiac arrest </span></li>
</ul>
<p style="font-family:georgia;"><span style="font-size: 100%; color: #ff0000;">Catatan: onset pada kasus yang berat dapat berlangsung cepat, tanpa tanda-tanda prodromal.</span></p>
<p><span style="font-size: 100%; font-family: times new roman;"><br />
</span><br />
<!--[if gte mso 9]&gt;     Normal   0               false   false   false      EN-US   X-NONE   X-NONE                                                         MicrosoftInternetExplorer4                                                   &lt;![endif]--><!--[if gte mso 9]&gt;                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                &lt;![endif]--> <!--  /* Font Definitions */  @font-face  {font-family:Wingdings;  panose-1:5 0 0 0 0 0 0 0 0 0;  mso-font-charset:2;  mso-generic-font-family:auto;  mso-font-pitch:variable;  mso-font-signature:0 268435456 0 0 -2147483648 0;} @font-face  {font-family:"Cambria Math";  panose-1:2 4 5 3 5 4 6 3 2 4;  mso-font-charset:0;  mso-generic-font-family:roman;  mso-font-pitch:variable;  mso-font-signature:-1610611985 1107304683 0 0 159 0;} @font-face  {font-family:Calibri;  panose-1:2 15 5 2 2 2 4 3 2 4;  mso-font-charset:0;  mso-generic-font-family:swiss;  mso-font-pitch:variable;  mso-font-signature:-1610611985 1073750139 0 0 159 0;} @font-face  {font-family:"Univers LT";  panose-1:0 0 0 0 0 0 0 0 0 0;  mso-font-alt:"Univers LT";  mso-font-charset:0;  mso-generic-font-family:swiss;  mso-font-format:other;  mso-font-pitch:auto;  mso-font-signature:3 0 0 0 1 0;}  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal  {mso-style-unhide:no;  mso-style-qformat:yes;  mso-style-parent:"";  margin-top:0in;  margin-right:0in;  margin-bottom:10.0pt;  margin-left:0in;  line-height:115%;  mso-pagination:widow-orphan;  font-size:11.0pt;  font-family:"Calibri","sans-serif";  mso-ascii-font-family:Calibri;  mso-ascii-theme-font:minor-latin;  mso-fareast-font-family:"Times New Roman";  mso-fareast-theme-font:minor-fareast;  mso-hansi-font-family:Calibri;  mso-hansi-theme-font:minor-latin;  mso-bidi-font-family:"Times New Roman";  mso-bidi-theme-font:minor-bidi;} p.Default, li.Default, div.Default  {mso-style-name:Default;  mso-style-unhide:no;  mso-style-parent:"";  margin:0in;  margin-bottom:.0001pt;  mso-pagination:none;  mso-layout-grid-align:none;  text-autospace:none;  font-size:12.0pt;  font-family:"Univers LT","sans-serif";  mso-fareast-font-family:"Times New Roman";  mso-fareast-theme-font:minor-fareast;  mso-bidi-font-family:"Univers LT";  color:black;} .MsoChpDefault  {mso-style-type:export-only;  mso-default-props:yes;  mso-ascii-font-family:Calibri;  mso-ascii-theme-font:minor-latin;  mso-fareast-font-family:"Times New Roman";  mso-fareast-theme-font:minor-fareast;  mso-hansi-font-family:Calibri;  mso-hansi-theme-font:minor-latin;  mso-bidi-font-family:"Times New Roman";  mso-bidi-theme-font:minor-bidi;} .MsoPapDefault  {mso-style-type:export-only;  margin-bottom:10.0pt;  line-height:115%;} @page Section1  {size:8.5in 11.0in;  margin:1.0in 1.0in 1.0in 1.0in;  mso-header-margin:.5in;  mso-footer-margin:.5in;  mso-paper-source:0;} div.Section1  {page:Section1;} --> <!--[if gte mso 10]&gt;   /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable  {mso-style-name:"Table Normal";  mso-ts<br />
tyle-rowband-size:0;  mso-tstyle-colband-size:0;  mso-style-noshow:yes;  mso-style-priority:99;  mso-style-qformat:yes;  mso-style-parent:"";  mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt;  mso-para-margin-top:0in;  mso-para-margin-right:0in;  mso-para-margin-bottom:10.0pt;  mso-para-margin-left:0in;  line-height:115%;  mso-pagination:widow-orphan;  font-size:11.0pt;  font-family:"Calibri","sans-serif";  mso-ascii-font-family:Calibri;  mso-ascii-theme-font:minor-latin;  mso-hansi-font-family:Calibri;  mso-hansi-theme-font:minor-latin;}  &lt;![endif]--></p>
<table class="MsoNormalTable" style="border: medium none; width: 405.9pt; border-collapse: collapse; font-family: times new roman;" border="1" cellspacing="0" cellpadding="0" width="541">
<tbody>
<tr style="height: 39.5pt;">
<td style="border: 1pt solid windowtext; padding: 0pt 5.4pt; background: white none repeat scroll 0pt 0pt; width: 43.15pt; height: 39.5pt;" width="58">
<p class="Default" style="text-align:center;" align="center"><span style="font-size:180%;"><strong><span style="color: #ef4034;">1</span></strong></span></p>
</td>
<td style="border-style: solid solid solid none; padding: 0pt 5.4pt; background: white none repeat scroll 0pt 0pt; width: 362.75pt; height: 39.5pt;" width="484" valign="top">
<p class="Default"><span style="font-size:100%;"><strong><span style="color: #ef4034;">Singkirkan Alergen   Penyebab<br />
</span></strong></span><span style="font-size: 100%; color: #221e1f;">Stop seluruh obat   yang dicurigai, atau media kontras, bersihkan dari mulut penderita, cabut   sisa sengatan lebah (bila ada). </span></td>
<td style="vertical-align:top;"></td>
<td style="vertical-align:top;"></td>
</tr>
<tr style="height: 37.5pt;">
<td style="border-style: none solid solid; padding: 0pt 5.4pt; background: white none repeat scroll 0pt 0pt; width: 43.15pt; height: 37.5pt;" width="58">
<p class="Default" style="text-align:center;" align="center"><span style="font-size:180%;"><strong><span style="color: #ef4034;">2</span></strong></span></p>
</td>
<td style="border-style: none solid solid none; padding: 0pt 5.4pt; background: white none repeat scroll 0pt 0pt; width: 362.75pt; height: 37.5pt;" width="484" valign="top">
<p class="Default"><span style="font-size:100%;"><strong><span style="color: #ef4034;">Berikan Oksigen<br />
</span></strong></span><span style="font-size: 100%; color: #221e1f;">Baringkan pasien   datar, dan berikan oksigen melalui face mask pada flow rate tertinggi yang   memungkinkan (&gt; 6 L/menit). </span></td>
<td style="vertical-align:top;"></td>
<td style="vertical-align:top;"></td>
</tr>
<tr style="height: 131.75pt;">
<td style="border-style: none solid solid; padding: 0pt 5.4pt; background: white none repeat scroll 0pt 0pt; width: 43.15pt; height: 131.75pt;" width="58">
<p class="Default" style="text-align:center;" align="center"><span style="font-size:180%;"><strong><span style="color: #ef4034;">3</span></strong></span></p>
</td>
<td style="border-style: none solid solid none; padding: 0pt 5.4pt; background: white none repeat scroll 0pt 0pt; width: 362.75pt; height: 131.75pt;" width="484" valign="top">
<p class="Default"><span style="font-size:100%;"><strong><span style="color: #ef4034;">Berikan Adrenaline</span></strong><strong><span style="color: #221e1f;"><br />
Segera berikan injeksi adrenaline 1:1000 intramuscular pada paha bagian luar   (lateral).<br />
</span></strong><strong><span style="color: #ef4034;">Dewasa (dan anak &gt;   25 kg)<br />
</span></strong></span><span style="font-size: 100%; color: #221e1f;"> 50 kg . . . . . . . . . . . . berikan 0.50 mL <span> </span><br />
</span><span style="font-size:100%;"><strong><span style="color: #ef4034;">Anak-anak (</span></strong></span><span style="font-size: 100%; color: #221e1f;">(pakailah spuit   insulin ukuran 1 mL)<br />
1 thn . . . . . . . . . . . . 10 kg . . . . . . . . . . . . <span> </span>beri 0.1 mL<br />
3 thn . . . . . . . . . . . . 15 kg . . . . . . . . . . . . <span> </span>beri 0.15 mL<br />
5 thn . . . . . . . . . . . . 20 kg . . . . . . . . . . . . <span> </span>beri 0.2 mL<br />
8 thn . . . . . . . . . . . . 25 kg . . . . . . . . . . . . <span> </span>beri 0.25 mL </span></td>
<td style="vertical-align:top;"></td>
<td style="vertical-align:top;"></td>
</tr>
<tr style="height: 42.5pt;">
<td style="border-style: none solid solid; padding: 0pt 5.4pt; background: white none repeat scroll 0pt 0pt; width: 43.15pt; height: 42.5pt;" width="58">
<p class="Default" style="text-align:center;" align="center"><span style="font-size:180%;"><strong><span style="color: #ef4034;">4</span></strong></span></p>
</td>
<td style="border-style: none solid solid none; padding: 0pt 5.4pt; background: white none repeat scroll 0pt 0pt; width: 362.75pt; height: 42.5pt;" width="484" valign="top">
<p class="Default"><span style="font-size:100%;"><strong><span style="color: #ef4034;">Berikan Resusitasi   Cairan</span></strong></span><span style="font-size: 100%; color: #221e1f;"><br />
Segera setelah pemberian adrenalin di atas, berikan IV line dan infuskan normal   saline atau Hartmann&#8217;s solution (20 mL/kg). Lanjutkan selama diperlukan. </span></td>
<td style="vertical-align:top;"></td>
<td style="vertical-align:top;"></td>
</tr>
<tr style="height: 59.4pt;">
<td style="border-style: none solid solid; padding: 0pt 5.4pt; background: white none repeat scroll 0pt 0pt; width: 43.15pt; height: 59.4pt;" width="58">
<p class="Default" style="text-align:center;" align="center"><span style="font-size:180%;"><strong><span style="color: #ef4034;">5</span></strong></span></p>
</td>
<td style="border-style: none solid solid none; padding: 0pt 5.4pt; background: white none repeat scroll 0pt 0pt; width: 362.75pt; height: 59.4pt;" width="484" valign="top">
<p class="Default"><span style="font-size:100%;"><strong><span style="color: #ef4034;">Ulangi   Pemberian Adrenaline</span></strong></span><span style="font-size: 100%; color: #221e1f;"><br />
Bila diperlukan, ulangi pemberian secara intra muskular setiap 5 menit. Adrenalin   dalam dosis besar mungkin diperlukan, hingga maksimum 5 mL (5 mg)<strong>. </strong>Bila   sang pasien masih dalam kondisi shock setelah 2 kali pemberian adrenalin   secara intra muskuler, pertimbangkan pemberian adrenalin secara infus untuk   mengembalikan tekanan darah. </span></td>
<td style="vertical-align:top;"></td>
<td style="vertical-align:top;"></td>
</tr>
<tr style="height: 43.65pt;">
<td style="border-style: none solid solid; padding: 0pt 5.4pt; background: white none repeat scroll 0pt 0pt; width: 43.15pt; height: 43.65pt;" width="58">
<p class="Default" style="text-align:center;" align="center"><span style="font-size:180%;"><strong><span style="color: #ef4034;">6</span></strong></span></p>
</td>
<td style="border-style: none solid solid none; padding: 0pt 5.4pt; background: white none repeat scroll 0pt 0pt; width: 362.75pt; height: 43.65pt;" width="484" valign="top">
<p class="Default"><span style="font-size:100%;"><strong><span style="color: #ef4034;">Berikan Ventilasi   Buatan<br />
</span></strong></span><span style="font-size: 100%; color: #221e1f;">Bila terdapat gangguan   pernapasan yang berat dan kolaps kardiovaskular atau koma. </span></td>
<td style="vertical-align:top;"></td>
<td style="vertical-align:top;"></td>
</tr>
<tr style="height: 104.15pt;">
<td style="border-style: none solid solid; padding: 0pt 5.4pt; background: white none repeat scroll 0pt 0pt; width: 43.15pt; height: 104.15pt;" width="58">
<p class="Default" style="text-align:center;" align="center"><span style="font-size:180%;"><br />
&gt;<strong><span style="color: #ef4034;">7</span></strong></span></td>
<td style="border-style: none solid solid none; padding: 0pt 5.4pt; background: white none repeat scroll 0pt 0pt; width: 362.75pt; height: 104.15pt;" width="484" valign="top">
<p class="Default"><span style="font-size:100%;"><strong><span style="color: #ef4034;">Pengobatan   Tambahan<br />
</span></strong></span><span style="font-size: 100%; color: #221e1f;">Bronkodilator </span><span style="font-size: 100%; color: #221e1f;"><span>à</span></span><span style="font-size: 100%; color: #221e1f;"> Untuk keadaan bronkospasme, berikan salbutamol atau   terbutalin dengan nebuliser atau bentuk aerosol. Pada kasus yang berat   gunakan secara terus-menerus. </span></p>
<p class="Default"><span style="font-size: 100%; color: #221e1f;">Corticosteroid </span><span style="font-size: 100%; color: #221e1f;"><span>à</span></span><span style="font-size: 100%; color: #221e1f;"> Berikan hydrocortisone 2–6 mg/kg atau dexamethasone 0.1–0.4   mg/kg intravenous. </span></p>
<p class="Default"><span style="font-size: 100%; color: #221e1f;">Adrenaline dlm   bentuk nebulisasi (5 mL dari 1:1000) </span><span style="font-size: 100%; color: #221e1f;"><span>à</span></span><span style="font-size: 100%; color: #221e1f;"> dapat dicoba pada kasus edema laring   dan dapat meringankan obstruksi saluran napas atas.</span></p>
<p class="Default"><span style="font-size: 100%; color: #221e1f;">Penting :   Jangan menunda intubasi bila obstruksi yang terjadi berkembang terus secara   progresif. </span></p>
</td>
<td style="vertical-align:top;"></td>
<td style="vertical-align:top;"></td>
</tr>
<tr style="height: 78.25pt;">
<td style="border-style: none solid solid; padding: 0pt 5.4pt; background: white none repeat scroll 0pt 0pt; width: 43.15pt; height: 78.25pt;" width="58">
<p class="Default" style="text-align:center;" align="center"><span style="font-size:180%;"><strong><span style="color: #ef4034;">8</span></strong></span></p>
</td>
<td style="border-style: none solid solid none; padding: 0pt 5.4pt; background: white none repeat scroll 0pt 0pt; width: 362.75pt; height: 78.25pt;" width="484" valign="top">
<p class="Default"><span style="font-size:100%;"><strong><span style="color: #ef4034;">Terapi Suportif<br />
</span></strong></span><span style="font-size: 11px; color: #221e1f;"><span style="font-size:100%;">Lakukan observasi   tanda vital sesering mungkin. Bila mungkin monitor ECG dan oksimetri.   Pastikan pasien di lingkungan rumah sakit untuk observasi sedikitnya 4-6 jam   setelah pulih dari gejala dan tanda anafilaksis, untuk mengantisipasi   terjadinya serangan bifasik. </span></span></td>
<td style="vertical-align:top;"></td>
<td style="vertical-align:top;"></td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p><span style="font-size: 85%; font-family: georgia;"><span style="font-weight:bold;font-style:italic;">Catatan</span><br />
</span></p>
<ol style="font-family:times new roman;">
<li><span style="font-size:85%;">Adrenaline sifatnya life-saving dan harus diberikan sesegera mungkin. Menunda pemberiannya (akibat lupa tempat menyimpannya, dll) berakibat timbulnya efek samping yang membahayakan nyawa. Penggunaan adrenaline pada kondisi anafilaksis adalah <span style="font-style:italic;"><span style="font-weight:bold;">aman </span></span>dan <span style="font-style:italic;"><span style="font-weight:bold;">efektif</span></span>.</span></li>
<li><span style="font-size:85%;">Adrenaline 1:1000 mengandung 1000 microgram dalam 1 mL (1 mg/mL). Volume adrenaline yang dianjurkan bagi dewasa dan anak adalah kira-kira 5–10 microgram/kg. Berat badan anak bisa diperkirakan berdasarkan umurnya.</span></li>
<li><span style="font-size:85%;">Bila fasilitas perawatan khusus tidak tersedia segera, berikan adrenalin dalam larutan infus sebagai berikut<br />
- Campurkan 1 mg adrenaline (1 ampul) dalam 1000 mL normal saline<br />
- Berikan infus sebanyak 5 mL/kg/jam (kira-kira. 0.1 microgram/kg/menit)<br />
- Titrasi dapat dinaikkan atau diturunkan sesuai dengan respon pasien<br />
</span></li>
<li><span style="font-size:85%;">Pada beberapa kasus dilaporkan kondisi pasien resisten terhadap adrenaline, khususnya bila pasien rutin menggunakan obat-obatan golongan beta bloker. Bila dosis yang adekuat tidak memberikan perbaikan, berikan glukagon 1–2 mg intravena selama 5 menit.</span></li>
<li><span style="font-size:85%;">Intubasi untuk obstruksi saluran napas yang sedang terjadi (impending) adalah suatu tindakan beresiko tinggi, sebaiknya hanya dilakukan oleh ahlinya.</span></li>
<li><span style="font-size:85%;">Kortikosteroid dapat mengubah durasi serangan dan mencegah relaps. Penting : jangan pernah mengandalkan kortikosteroid dan meninggalkan adrenalin.</span></li>
<li><span style="font-size:85%;">Tahanlah pasien di rumah sakit lebih lama bila ada riwayat asma dan alergi lainnya, atau bila pasien memerlukan dosis adrenalin yang berulang. Semua pasien harus di follow up untuk mencari kemungkinan faktor pencetus dan penatalaksanaan lebih lanjut</span></li>
</ol>
<p><span style="font-family: times new roman;">Terapi tambahan lainnya untuk anafilaksis adalah antihistamin AH1 dan AH2. Contohnya difenhidramin 25 &#8211; 50 mg i.v, ranitidin 50 mg i.v atau 150 mg p.o. Sangat disarankan untuk  menggunakan kombinasi AH1 dan AH2 agar terapi lebih efektif. Pemberian inhalasi ß</span><sub>2</sub><span style="font-family: times new roman;">- agonists seperti salbutamol bermanfaat bila terdapat bronkospasme. Kortikosteroid seperti metilprednisolon 125 mg i.v, atau prednison 50 mg p.o dapat bermanfaat mencegah timbulnya serangan kedua (bifasik). Pasien dengan hipotensi harus mendapatkan terapi cairan secara i.v yang mengandung koloid atau kristaloid. Pada kasus yang sangat berat mungkin diperlukan tambahan zat vasopressor seperti dopamin atau epinefrin dalam bentuk drip. Waktu aman untuk memberikan terapi pasca anafilaksis adalah 4 hari dengan pemberian prednison dan difenhidramin secara reguler.</span><br />
<span style="font-family: times new roman;">Akhir kalam, observasi pasca terapi pada pasien diperlukan -terutama- untuk mengantisipasi serangan pada fase kedua. Meski kebanyakan terjadi pada periode 1 &#8211; 8 jam pertama, terdapat laporan dimana serangan fase kedua terjadi hingga 38 jam setelah serangan pertama. Observasi selama 24 jam pasca anafilaksis adalah idealnya, tapi secara praktis sulit. Disarankan agar pasien dibebaskan dari IGD dengan pengawasan yang ketat, dan mudah dijangkau just in case terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.</span><br />
<span style="font-family: times new roman;">Menyusul terapi yang sukses, pasien sebaiknya diberi pengarahan, agar dia menggunakan semacam &#8220;tag&#8221; atau tanda pengenal bahwa pasien tersebut pernah mengalami anafilaksis, agar sebagai informasi terapi bagi dokter lain, di tempat lain, dan di waktu yang lain.</span><br />
<h3 class='related_post_title'>Posting terkait:</h3>
<ul class='related_post'>
<li><a href='http://www.drarief.com/rokok-penyumbang-kerugian-negara/' title='Rokok : Penyumbang Kerugian Negara&#8230;'>Rokok : Penyumbang Kerugian Negara&#8230;</a></li>
<li><a href='http://www.drarief.com/bagaimana-menjadi-pasien-yang-pintar/' title='Bagaimana menjadi pasien yang pintar?'>Bagaimana menjadi pasien yang pintar?</a></li>
<li><a href='http://www.drarief.com/nilai-referensi-pemeriksaan-kimia-darah/' title='Nilai Referensi Pemeriksaan Kimia Darah'>Nilai Referensi Pemeriksaan Kimia Darah</a></li>
<li><a href='http://www.drarief.com/habis-rokok-terbitlah-diabetes/' title='Habis Rokok Terbitlah Diabetes&#8230;'>Habis Rokok Terbitlah Diabetes&#8230;</a></li>
<li><a href='http://www.drarief.com/kenali-obat-anda/' title='Kenali Obat Anda !'>Kenali Obat Anda !</a></li>
</ul>
<p><a href="http://www.drarief.com/the-scary-anaphylactic-story/">The Scary Anaphylactic Story&#8230;</a> is a post from: <a href="http://www.drarief.com">Dr Arief</a></p>



Suka post ini ? Silakan share...


	<a rel="nofollow"  href="http://www.facebook.com/share.php?u=http%3A%2F%2Fwww.drarief.com%2Fthe-scary-anaphylactic-story%2F&amp;t=The%20Scary%20Anaphylactic%20Story..." title="Facebook"><img src="http://www.drarief.com/wp-content/plugins/sociable/images/facebook.png" title="Facebook" alt="Facebook" class="sociable-hovers" /></a>
	<a rel="nofollow"  href="http://twitter.com/home?status=The%20Scary%20Anaphylactic%20Story...%20-%20http%3A%2F%2Fwww.drarief.com%2Fthe-scary-anaphylactic-story%2F" title="Twitter"><img src="http://www.drarief.com/wp-content/plugins/sociable/images/twitter.png" title="Twitter" alt="Twitter" class="sociable-hovers" /></a>
	<a rel="nofollow"  href="http://technorati.com/faves?add=http%3A%2F%2Fwww.drarief.com%2Fthe-scary-anaphylactic-story%2F" title="Technorati"><img src="http://www.drarief.com/wp-content/plugins/sociable/images/technorati.png" title="Technorati" alt="Technorati" class="sociable-hovers" /></a>
	<a rel="nofollow"  href="javascript:AddToFavorites();" title="Add to favorites"><img src="http://www.drarief.com/wp-content/plugins/sociable/images/addtofavorites.png" title="Add to favorites" alt="Add to favorites" class="sociable-hovers" /></a>
	<a rel="nofollow"  href="http://www.printfriendly.com/print?url=http%3A%2F%2Fwww.drarief.com%2Fthe-scary-anaphylactic-story%2F&amp;partner=sociable" title="Print"><img src="http://www.drarief.com/wp-content/plugins/sociable/images/printfriendly.png" title="Print" alt="Print" class="sociable-hovers" /></a>
	<a rel="nofollow"  href="mailto:?subject=The%20Scary%20Anaphylactic%20Story...&amp;body=http%3A%2F%2Fwww.drarief.com%2Fthe-scary-anaphylactic-story%2F" title="email"><img src="http://www.drarief.com/wp-content/plugins/sociable/images/email_link.png" title="email" alt="email" class="sociable-hovers" /></a>


<br/><br/>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.drarief.com/the-scary-anaphylactic-story/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
