<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Dr Ariefanak</title>
	<atom:link href="http://www.drarief.com/tag/anak/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.drarief.com</link>
	<description>Now Serving Online</description>
	<lastBuildDate>Thu, 01 Dec 2011 05:39:59 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.2.1</generator>
		<item>
		<title>Bullying&#8230; Apa tanda-tandanya ?</title>
		<link>http://www.drarief.com/bullying-apa-tanda-tandanya/</link>
		<comments>http://www.drarief.com/bullying-apa-tanda-tandanya/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 15 Nov 2011 07:10:30 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Dr Arief</dc:creator>
				<category><![CDATA[Informasi Untuk Pasien]]></category>
		<category><![CDATA[anak]]></category>
		<category><![CDATA[bullying]]></category>
		<category><![CDATA[korban]]></category>
		<category><![CDATA[mental]]></category>
		<category><![CDATA[tanda]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.drarief.com/?p=580</guid>
		<description><![CDATA[&#160; Sebagai kelanjutan dari bahasan tentang Bullying pada bagian 1 kemarin, sekarang kita lanjutkan dengan tanda-tandanya. Ada banyak tanda yang bisa mengingatkan kita apakah anak kita terlibat bullying di sekolah atau tidak. Terlibat bisa berarti menjadi korban, atau bahkan menjadi pelaku bullying. Hal ini penting untuk kita ketahui, agar kita selaku orang tua (atau guru) [...]<p><a href="http://www.drarief.com/bullying-apa-tanda-tandanya/">Bullying&#8230; Apa tanda-tandanya ?</a> is a post from: <a href="http://www.drarief.com">Dr Arief</a></p>
]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://www.drarief.com/wp-content/uploads/2011/11/bully3.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-582" title="Korban bullying ?" src="http://www.drarief.com/wp-content/uploads/2011/11/bully3-300x199.jpg" alt="" width="300" height="199" /></a></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Sebagai kelanjutan dari bahasan tentang <a title="Bullying - Part 1" href="http://www.drarief.com/bullying-di-sekolah/" target="_blank">Bullying pada bagian 1</a> kemarin, sekarang kita lanjutkan dengan tanda-tandanya. Ada banyak tanda yang bisa mengingatkan kita apakah anak kita terlibat bullying di sekolah atau tidak. Terlibat bisa berarti menjadi korban, atau bahkan menjadi pelaku bullying. Hal ini penting untuk kita ketahui, agar kita selaku orang tua (atau guru) dapat mengambil langkah yang diperlukan sedini mungkin.</p>
<p>Tanda-tandanya adalah&#8230;</p>
<p><span id="more-580"></span></p>
<h3>Menjadi korban bullying :</h3>
<p>Anak Anda mungkin menjadi korban bullying di sekolahnya bila ia menunjukkan gejala-gejala berikut ini :</p>
<ul>
<li>Ada kerusakan atau kehilangan pakaian / bagian dari pakaian atau barang miliknya (peralatan sekolah, bekal, uang saku, dll)</li>
<li>Melaporkan kehilangan buku, peralatan elektronik, atau perhiasannya (termasuk jam tangan, anting, cincin, dll)</li>
<li>Memiliki jejas / luka / memar / lebam yang tidak bisa dijelaskan sebabnya</li>
<li>Sering mengeluh sakit kepala, sakit perut, mual, atau tidak enak badan, khususnya saat hendak berangkat sekolah</li>
<li>Kesulitan tidur, atau sering mimpi buruk, atau sering mengigau</li>
<li>Mengalami perubahan pola makan</li>
<li>Punya kecenderungan menyakiti diri sendiri</li>
<li>Sering kelaparan sepulang sekolah karena tidak berani makan di kantin sekolah saat istirahat</li>
<li>Melakukan atau punya kecenderungan untuk kabur dari rumah</li>
<li>Tidak punya teman / terkucil / tidak mau bicara kepada teman sekolahnya</li>
<li>Ketakutan untuk berangkat ke sekolah atau beraktivitas dengan temannya</li>
<li>Tampak sedih, marah, cemas, atau depresi ketika pulang dari sekolah</li>
<li>Membicarakan atau mengeluarkan ide tentang bunuh diri</li>
<li>Nilai raport dan prestasi sekolahnya menurun dan cenderung menjadi malas serta tidak bergairah belajar</li>
<li>Sering merasa tidak puas terhadap hidupnya</li>
<li>Tampak tidak percaya diri</li>
<li>Tiba-tiba temannya jadi sedikit</li>
<li>Berupaya untuk menghindar dari tempat tertentu</li>
<li>Bertingkah aneh yang berbeda dari biasanya</li>
</ul>
<p>&nbsp;</p>
<h3>Melakukan bullying pada orang lain :</h3>
<p>Sebaliknya, anak Anda mungkin menjadi pelaku bullying terhadap orang lain bila tampak gejala-gejala di bawah ini :</p>
<ul>
<li>Menunjukkan sikap yang kasar terhadap orang lain</li>
<li>Mudah terlarut dalam perkelahian baik fisik maupun verbal (mudah mencaci atau memaki) kepada orang lain</li>
<li>Beberapa kali dipanggil ke BP di sekolahnya, meskipun ia tidak mengatakan penyebabnya</li>
<li>Mendapatkan skorsing dari sekolah</li>
<li>Tanpa ada penjelasan tiba-tiba memiliki uang lebih dari yang Anda berikan</li>
<li>Cenderung mudah untuk menyalahkan orang lain</li>
<li>Tidak mau menerima tanggung jawab dari perbuatannya</li>
<li>Memiliki teman yang melakukan bullying pada orang lain</li>
<li>Selalu ingin menang sendiri</li>
</ul>
<p>&nbsp;</p>
<p>Nah, apakah tanda-tanda di atas ada pada anak Anda ? Bila ada, lakukan pendekatan yang tepat pada sang anak agar ia tidak tumbuh menjadi sosok depresif karena menjadi korban bullying, atau tumbuh menjadi kriminal karena melakukan bullying.</p>
<p>Masalah bullying ini menjadi sangat penting untuk kita atasi karena zaman sekarang ini anak sudah mendapatkan akses informasi yang lebih banyak dari zaman-zaman sebelumnya dengan adanya internet dan televisi di rumah kita, sehingga kecenderungan yang terbentuk pada masa kanak-kanak akan berkembang menjadi sebuah ide, berkembang menjadi sebuah sosok idola, berkembang lagi menjadi cita-cita, hingga akhirnya ia (sang anak) tumbuh dengan cita-cita tersebut. Sangat disayangkan bila buah hati kita tumbuh dengan cita-cita yang salah bukan ?</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><a href="http://www.drarief.com/wp-content/uploads/2011/11/hooray-for-kids-medals.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-585" title="Horeeee !!!" src="http://www.drarief.com/wp-content/uploads/2011/11/hooray-for-kids-medals-300x214.jpg" alt="" width="300" height="214" /></a><br />
<h3 class='related_post_title'>Posting terkait:</h3>
<ul class='related_post'>
<li><a href='http://www.drarief.com/bullying-di-sekolah/' title='Ada Bullying di Sekolah ?'>Ada Bullying di Sekolah ?</a></li>
<li><a href='http://www.drarief.com/agar-kecenderungan-stress-orang-tua-tidak-diwarisi-oleh-sang-anak/' title='Agar kecenderungan stress orang tua tidak diwarisi oleh sang anak&#8230;'>Agar kecenderungan stress orang tua tidak diwarisi oleh sang anak&#8230;</a></li>
<li><a href='http://www.drarief.com/10-tanda-kehamilan-yang-harus-diketahui-para-ibu/' title='10 Tanda Kehamilan Yang Harus Diketahui Para Ibu'>10 Tanda Kehamilan Yang Harus Diketahui Para Ibu</a></li>
<li><a href='http://www.drarief.com/apa-bedanya-cacar-air-dan-cacar-api-cacar-monyet/' title='Apa Bedanya Cacar Air dan Cacar Api (cacar monyet) ?'>Apa Bedanya Cacar Air dan Cacar Api (cacar monyet) ?</a></li>
</ul>
<p><a href="http://www.drarief.com/bullying-apa-tanda-tandanya/">Bullying&#8230; Apa tanda-tandanya ?</a> is a post from: <a href="http://www.drarief.com">Dr Arief</a></p>
Here is no comments yet by the time  your rss reader get this, Do you want to be the first commentor? Hurry up ]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.drarief.com/bullying-apa-tanda-tandanya/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Ada Bullying di Sekolah ?</title>
		<link>http://www.drarief.com/bullying-di-sekolah/</link>
		<comments>http://www.drarief.com/bullying-di-sekolah/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 08 Nov 2011 07:42:38 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Dr Arief</dc:creator>
				<category><![CDATA[Informasi Untuk Pasien]]></category>
		<category><![CDATA[Tips]]></category>
		<category><![CDATA[anak]]></category>
		<category><![CDATA[bully]]></category>
		<category><![CDATA[bullying]]></category>
		<category><![CDATA[mental]]></category>
		<category><![CDATA[problem]]></category>
		<category><![CDATA[sekolah]]></category>
		<category><![CDATA[stress]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.drarief.com/?p=574</guid>
		<description><![CDATA[&#160; Setiap hari ratusan (bahkan ribuan) anak Indonesia mengalami ketakutan untuk pergi ke sekolah. Di seluruh dunia, jutaan anak punya masalah dengan bullying di sekolahnya. Bullying adalah suatu masalah besar ! Tidak hanya berdampak pada si anak yang mengalami bullying saja, tapi juga orang tua, guru, teman, dan lingkungan sekitarnya. Mengapa ? Bullying sudah jelas, [...]<p><a href="http://www.drarief.com/bullying-di-sekolah/">Ada Bullying di Sekolah ?</a> is a post from: <a href="http://www.drarief.com">Dr Arief</a></p>
]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://www.drarief.com/wp-content/uploads/2011/11/bullying1.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-575" title="Bully" src="http://www.drarief.com/wp-content/uploads/2011/11/bullying1-300x207.jpg" alt="Ada bullying di sekolah ?" width="300" height="207" /></a></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Setiap hari ratusan (bahkan ribuan) anak Indonesia mengalami ketakutan untuk pergi ke sekolah. Di seluruh dunia, jutaan anak punya masalah dengan bullying di sekolahnya. Bullying adalah suatu masalah besar ! Tidak hanya berdampak pada si anak yang mengalami bullying saja, tapi juga orang tua, guru, teman, dan lingkungan sekitarnya. Mengapa ?</p>
<p><span id="more-574"></span>Bullying sudah jelas, pasti menjadi problem psiko-sosial bagi si anak yang mengalaminya. Bullying kemungkinan besar akan luput dari pandangan orang tua, guru, atau orang dewasa lainnya. Mereka mungkin tidak akan memahami seberapa parah dampak bullying pada sang anak.</p>
<p>Apa sih bullying itu ? Secara definisi, bullying adalah suatu keadaan dimana seseorang &#8220;dikerjain&#8221; secara berulang-ulang oleh seorang atau sekelompok individu yang memiliki power yang berbeda. Yang saya maksud dengan &#8220;Power&#8221; di sini bisa berarti tenaga fisik atau posisi sosial (misalnya lebih kaya, lebih cantik, lebih bergengsi, dll).</p>
<p>Sedikitnya ada 2 masalah utama dibalik terjadinya bullying di sekolah : <strong>Penampilan</strong>, dan <strong>Status sosial</strong>. Pelaku bullying (disebut &#8220;Bully&#8221;) selalu memilih target / korban dari kalangan teman yang menurut mereka tidak cocok untuk bergaul bersamanya; bisa karena penampilan, sifat (misalnya pemalu, pendiam), ras, agama, atau suku. Dan pilihan target akan jatuh pada individu yang menurut mereka inferior atau di bawah strata mereka.</p>
<p>Bullying dapat terjadi secara fisik, psikologis, verbal, maupun seksual. Secara fisik contohnya dengan dipukul, dicubit, didorong, dijegal, dll. Secara psikologis misalnya dipermalukan di depan umum, dipanggil dengan nama cemoohan, dihasut, difitnah, barang-barangnya disembunyikan, dll. Secara verbal contohnya dicaci maki langsung, diteror (baik melalui telepon, sms, atau email). Secara seksual bisa terjadi dari yang paling ringan dicolek-colek, sampai yang paling parah diperkosa.</p>
<h3>Bagaimana rasanya menjadi korban bullying ?</h3>
<p>Hal yang paling menyakitkan dari bullying adalah : <strong>Berulang-ulang</strong>. Seseorang boleh saja bertengkar di sekolah, atau kesal karena dihukum oleh gurunya&#8230; Seminggu setelah itu, keadaan akan kembali normal, dan dia akan mengambil pelajaran dari kejadian yang tidak enak tadi. Oke, fine, problem selesai. Lain halnya dengan bullying, proses tadi terjadi berulang-ulang, setiap hari, setiap waktu istirahat, setiap ada kesempatan, selama bertahun-tahun&#8230;. akan jadi apa korbannya ???</p>
<p>Bila hanya terjadi satu atau dua kali memang tidak apa-apa. Tapi bila proses tersebut berulang terus-menerus, si korban bullying akan selalu berada dalam keadaan ketakutan yang konstan. Keadaan inilah yang secara psikologis berbahaya dan berpotensi menjadikan si anak memiliki kepribadian yang menyimpang. Anak akan berkembang menjadi pribadi yang tidak percaya diri, stress, depresi, cemas, bahkan secara statistik anak yang mengalami bullying pada masa sekolah berpotensi untuk melakukan bunuh diri. Seru kan ?</p>
<p>Belum lagi masalah fisiknya yang pasti akan ikut terganggu baik akibat bullying secara fisik (dipukul, ditendang, dll), maupun efek psikologis yang menjadi penyakit (dalam bahasa medis disebut Psiko-somatis); seperti sering sakit perut, gampang pusing, tidak nafsu makan, dan ujung-ujungnya gampang sakit.</p>
<p>Bullying adalah masalah besar. Bullying adalah kekerasan, yang akan semakin meningkat dengan berkembangnya usia si pelaku (Bully). Bukan berita baru bagi kita bila kita dengar ada anak yang meninggal di sekolah, meninggal di kampus, karena bullying atau orientasi yang berlebihan.</p>
<p>Bagi si pelaku bully&#8230; statistik menyebutkan bahwa 1 dari 4 anak yang dulu melakukan bullying pada usia sekolah memiliki catatan kriminal sebelum mereka menginjak usia 30. Sebagian dari mereka menjalani hidupnya sebagai sampah masyarakat, terasing dari lingkungan dan teman-temannya, gagal merintis karir dalam hidupnya, atau bahkan gagal dalam hidupnya&#8230;.</p>
<p><a href="http://www.drarief.com/wp-content/uploads/2011/11/bully2.gif"><img class="aligncenter size-medium wp-image-577" title="Blaaah !!!" src="http://www.drarief.com/wp-content/uploads/2011/11/bully2-290x300.gif" alt="" width="290" height="300" /></a></p>
<p>to be continued insya Allah&#8230;.<br />
<h3 class='related_post_title'>Posting terkait:</h3>
<ul class='related_post'>
<li><a href='http://www.drarief.com/bullying-apa-tanda-tandanya/' title='Bullying&#8230; Apa tanda-tandanya ?'>Bullying&#8230; Apa tanda-tandanya ?</a></li>
<li><a href='http://www.drarief.com/agar-kecenderungan-stress-orang-tua-tidak-diwarisi-oleh-sang-anak/' title='Agar kecenderungan stress orang tua tidak diwarisi oleh sang anak&#8230;'>Agar kecenderungan stress orang tua tidak diwarisi oleh sang anak&#8230;</a></li>
<li><a href='http://www.drarief.com/k-sageplus-berita-bagus-untuk-anak-autis/' title='K-SagePlus&#8230; berita bagus untuk anak autis :)'>K-SagePlus&#8230; berita bagus untuk anak autis <img src='http://www.drarief.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </a></li>
<li><a href='http://www.drarief.com/100-sehat-mungkin-nggak-ya/' title='100% Sehat, mungkin nggak ya ?'>100% Sehat, mungkin nggak ya ?</a></li>
<li><a href='http://www.drarief.com/apa-bedanya-cacar-air-dan-cacar-api-cacar-monyet/' title='Apa Bedanya Cacar Air dan Cacar Api (cacar monyet) ?'>Apa Bedanya Cacar Air dan Cacar Api (cacar monyet) ?</a></li>
</ul>
<p><a href="http://www.drarief.com/bullying-di-sekolah/">Ada Bullying di Sekolah ?</a> is a post from: <a href="http://www.drarief.com">Dr Arief</a></p>
By the time  your rss reader get this post here is <strong> 3 </strong>comments ,Welcome you come to leave your opinion !]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.drarief.com/bullying-di-sekolah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Agar kecenderungan stress orang tua tidak diwarisi oleh sang anak&#8230;</title>
		<link>http://www.drarief.com/agar-kecenderungan-stress-orang-tua-tidak-diwarisi-oleh-sang-anak/</link>
		<comments>http://www.drarief.com/agar-kecenderungan-stress-orang-tua-tidak-diwarisi-oleh-sang-anak/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 26 Dec 2010 01:41:13 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Dr Arief</dc:creator>
				<category><![CDATA[Informasi Untuk Pasien]]></category>
		<category><![CDATA[anak]]></category>
		<category><![CDATA[depresi]]></category>
		<category><![CDATA[iritasi]]></category>
		<category><![CDATA[iritatif]]></category>
		<category><![CDATA[stress]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.drarief.com/?p=564</guid>
		<description><![CDATA[Anak-anak dapat pula mengalami stres dan bila tidak dapat diatasi dengan baik dapat menyebabkan penyakit secara fisik, emosi maupun mental. Maka, bagaimana Anda sebagai orang tua dapat mengetahui gejala stres pada anak? Apa penyebabnya? Apa yang dapat dilakukan untuk membantu anak keluar dari stres anak? Penyebab Stres Anak Stres pada anak dapat terjadi pada berbagai [...]<p><a href="http://www.drarief.com/agar-kecenderungan-stress-orang-tua-tidak-diwarisi-oleh-sang-anak/">Agar kecenderungan stress orang tua tidak diwarisi oleh sang anak&#8230;</a> is a post from: <a href="http://www.drarief.com">Dr Arief</a></p>
]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://www.drarief.com/wp-content/uploads/2010/12/stress-kids.jpg"><img class="alignright size-medium wp-image-565" title="Anak Anda stress ?" src="http://www.drarief.com/wp-content/uploads/2010/12/stress-kids-300x300.jpg" alt="" width="300" height="300" /></a></p>
<p>Anak-anak dapat pula mengalami stres dan bila tidak dapat diatasi dengan  baik dapat menyebabkan penyakit secara fisik, emosi maupun mental.  Maka, bagaimana Anda sebagai orang tua dapat mengetahui gejala stres  pada anak? Apa penyebabnya? Apa yang dapat dilakukan untuk membantu anak  keluar dari stres anak?<br />
<span id="more-564"></span></p>
<p><strong>Penyebab Stres Anak</strong></p>
<p>Stres pada anak dapat terjadi pada berbagai usia, bahkan sejak usia  dini, sejak dalam kandungan. Bila ibu yang mengandung mengalami stres,  janin yang ada dalam kandungan juga akan merasakannya. Detak jantung  janin menjadi tidak teratur, sehingga persediaan oksigen dan sari  makanan berkurang. Seiring pertambahan usia terutama saat masa remaja,  berbagai penyebab dapat memicu stres pada anak, di antaranya adalah:</p>
<ul>
<li>Makanan<br />
Kurangnya kandungan gizi pada makanan dapat menyebabkan  pertumbuhan anak tidak optimal dan suplai gizi yang diperlukan tubuh  tidak tercukupi sehingga dapat menimbulan stres. Begitu juga, konsumsi  makanan cepat saji yang berlebihan, karena makanan tersebut memiliki  kandungan gula yang berlebih dan minim gizi untuk tubuh.</li>
<li>Kurang tidur<br />
Terlalu banyak bermain atau menonton televisi  membuat anak kekurangan jam tidurnya. Untuk anak yang telah bersekolah,  banyaknya tugas dari sekolah, kegiatan ekstrakurikuler atau kursus yang  berlebihan membuat anak kekurangan waktu dan harus menghabiskan waktu  untuk menyelesaikan tugasnya sehingga jam tidur berkurang. Kurang tidur  dapat menyebabkan emosi dan pikiran anak menjadi tidak stabil dan rentan  mengalami stres.</li>
<li>Lingkungan keluarga<br />
Pertengkaran orang tua atau perceraian dapat  menyebabkan ketakutan pada anak. Hal ini wajar, karena seorang anak  sangat mendambakan kasih sayang orang di sekelilingnya, terutama orang  tuanya untuk membuatnya merasa aman dan terlindung.</li>
<li>Pola asuh orang tua<br />
Secara umum, pola asuh orang tua terdiri  dari 3 macam. Pertama, authoritarian di mana orang tua bersikap  otoriter, tidak memberi anak kebebasan dan memaksa anak agar memenuhi  tuntutan orang tua bahkan menganiaya anaknya. Kedua, permissive yaitu  orang tua sangat membebaskan anaknya walaupun seorang anak belum dapat  membuat keputusan dengan tepat dan membiarkan kesalahan anak. Ketiga,  authoritative yaitu orang tua menentukan dengan jelas konsekuensi dari  setiap tindakan yang diambil, mereka tidak mengekang anak secara  berlebihan juga tidak membebaskannya, tetapi terus memberi perhatian  pada anak dan berusaha membentuk anak yang mandiri. Pola authoritative  ini yang paling baik untuk membentu kepribadian anak. Stres dapat  terjadi pada anak apabila dia merasa tidak dapat memenuhi tuntutan orang  tuanya ataupun karena dia harus mengalami konsekuensi buruk akibat  kesalahan keputusan yang diambilnya.</li>
<li>Tekanan dari teman<br />
Dalam pergaulannya, seorang anak tidak ingin  berbeda dari anak-anak lain dari kelompoknya. Perbedaan seorang anak,  mungkin karena fisik atau sifatnya dapat memancing ejekan dari  teman-temannya. Ini pula yang dapat menyebabkan seorang anak merasa  stres karena merasa tidak dapat diterima oleh teman-temannya</li>
</ul>
<p>Pola asuh orangtua sangat memengaruhi kepribadian anak. Seorang anak  yang dibesarkan oleh ibu yang memiliki sikap positif dan toleran  cenderung akan tumbuh menjadi anak yang percaya diri dan lebih mampu  mengatasi stres dalam hidupnya.</p>
<p>Para ahli sejak lama telah  mengetahui banyak hal yang diwariskan orangtua pada anaknya. Selain  bakat dan kecerdasan, secara genetik anak-anak juga akan mendapatkan  kebiasaan, penyakit, dan juga stres. Ya, stres dan depresi memang bisa  menurun pada anak.</p>
<p>Namun, selain genetik, pola asuh (nurture) berperan cukup besar dalam  membentuk kepribadian anak. Hal itu terbukti dalam penelitian yang  dimuat dalam jurnal Developmental Psychology. Para ahli  menemukan bayi  yang terlahir dari ibu yang depresi namun diadopsi dan dibesarkan oleh  ibu yang responsif pada emosi anak, akan tumbuh menjadi anak yang lebih  anteng dan jarang rewel.</p>
<p>Sebaliknya dengan anak-anak yang  memiliki ibu angkat yang kurang responsif (jarang memberi feedback  positif atau tak ada saat anak butuh dukungan) cenderung lebih rewel.</p>
<p>&#8220;Anak mungkin mewarisi depresi yang dialami orangtuanya. Namun bakat  tersebut tidak akan berkembang bila anak dibesarkan dalam lingkungan  yang positif serta ibu yang responsif pada kebutuhan anak,&#8221; kata Misaki  Natsuaki, psikolog dari Universitas California, yang melakukan studi  ini.</p>
<p>Pola pengasuhan yang responsif juga akan membuat anak lebih  pandai mengelola emosinya sehingga anak mampu mengendalikan perasaannya  sehingga emosinya tidak meledak-ledak.<br />
<h3 class='related_post_title'>Posting terkait:</h3>
<ul class='related_post'>
<li><a href='http://www.drarief.com/bullying-apa-tanda-tandanya/' title='Bullying&#8230; Apa tanda-tandanya ?'>Bullying&#8230; Apa tanda-tandanya ?</a></li>
<li><a href='http://www.drarief.com/k-sageplus-berita-bagus-untuk-anak-autis/' title='K-SagePlus&#8230; berita bagus untuk anak autis :)'>K-SagePlus&#8230; berita bagus untuk anak autis <img src='http://www.drarief.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </a></li>
<li><a href='http://www.drarief.com/100-sehat-mungkin-nggak-ya/' title='100% Sehat, mungkin nggak ya ?'>100% Sehat, mungkin nggak ya ?</a></li>
<li><a href='http://www.drarief.com/apa-bedanya-cacar-air-dan-cacar-api-cacar-monyet/' title='Apa Bedanya Cacar Air dan Cacar Api (cacar monyet) ?'>Apa Bedanya Cacar Air dan Cacar Api (cacar monyet) ?</a></li>
</ul>
<p><a href="http://www.drarief.com/agar-kecenderungan-stress-orang-tua-tidak-diwarisi-oleh-sang-anak/">Agar kecenderungan stress orang tua tidak diwarisi oleh sang anak&#8230;</a> is a post from: <a href="http://www.drarief.com">Dr Arief</a></p>
Here is no comments yet by the time  your rss reader get this, Do you want to be the first commentor? Hurry up ]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.drarief.com/agar-kecenderungan-stress-orang-tua-tidak-diwarisi-oleh-sang-anak/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Apa Bedanya Cacar Air dan Cacar Api (cacar monyet) ?</title>
		<link>http://www.drarief.com/apa-bedanya-cacar-air-dan-cacar-api-cacar-monyet/</link>
		<comments>http://www.drarief.com/apa-bedanya-cacar-air-dan-cacar-api-cacar-monyet/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 01 Nov 2008 15:38:14 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dr. Arief</dc:creator>
				<category><![CDATA[Informasi Untuk Pasien]]></category>
		<category><![CDATA[Konsultasi]]></category>
		<category><![CDATA[anak]]></category>
		<category><![CDATA[bayi]]></category>
		<category><![CDATA[bullosa]]></category>
		<category><![CDATA[bullous]]></category>
		<category><![CDATA[cacar api]]></category>
		<category><![CDATA[cacar monyet]]></category>
		<category><![CDATA[impetigo]]></category>
		<category><![CDATA[penyakit kulit]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://drarief.com/?p=245</guid>
		<description><![CDATA[Tulisan ini saya post khusus sebagai tambahan atas post saya tentang cacar air, karena banyaknya pertanyaan yang sampai ke email saya seputar masalah ini. Baiklah saya lengkapi sedikit tentang perbedaan kedua macam cacar tersebut. Istilah kedokteran untuk cacar air adalah Varicella; sedangkan untuk cacar monyet atau cacar api, ini adalah penyakit kulit lain yang disebut [...]<p><a href="http://www.drarief.com/apa-bedanya-cacar-air-dan-cacar-api-cacar-monyet/">Apa Bedanya Cacar Air dan Cacar Api (cacar monyet) ?</a> is a post from: <a href="http://www.drarief.com">Dr Arief</a></p>
]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Tulisan ini saya post khusus sebagai tambahan atas <a href="http://drarief.com/?p=164" target="_blank">post saya tentang cacar air</a>, karena banyaknya pertanyaan yang sampai ke email saya seputar masalah ini. Baiklah saya lengkapi sedikit tentang perbedaan kedua macam cacar tersebut.</p>
<p>Istilah kedokteran untuk cacar air adalah Varicella; sedangkan untuk cacar monyet atau cacar api, ini adalah penyakit kulit lain yang disebut Impetigo. Impetigo ini ada 2 macam, dan sering keduanya punya nama yang berbeda pula. Impetigo krustosa yang disebut cacar madu (pada beberapa daerah), dan impetigo krustosa atau cacar api / cacar monyet. Wah banyak ternyata ya ?? <img src='http://www.drarief.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p><span id="more-245"></span></p>
<p>Meskipun disebut cacar, kedua jenis ini (Madu dan Api) tak sama dengan cacar air karena cacar air disebabkan virus. Cacar madu merupakan kelainan yang terjadi di sekitar lubang hidung dan mulut. Cirinya: kemerahan kulit dan lepuh yang cepat memecah, hingga meninggalkan keropeng (kulit mati) yang  tebal warna kuning seperti madu. Bila keropeng dilepaskan, terlihat luka lecet di bawahnya. Sedangkan cacar api sering terjadi di ketiak, dada, dan punggung. Penampilannya adalah kemerahan di kulit dan gelembung-gelembung (mirip kulit yang kesundut rokok &#8211; mungkin ini sebabnya sehingga disebut cacar api). Gelembung di kulit ini berisi nanah yang mudah pecah. Cacar api sangat mudah menular dan berpindah dari satu bagian kulit ke bagian lain. Jika terjadi pada bayi baru lahir, infeksi dapat menyebar ke seluruh tubuh melalui aliran darah. Penyakit ini dapat disertai demam dan menimbulkan infeksi serius.</p>
<p>Berikut silakan disimak perbedaan foto antara cacar api (atas) dan cacar air (bawah)</p>
<p><img class="alignnone" title="Cacar api" src="http://www.adhb.govt.nz/newborn/TeachingResources/dermatology/BullousImpetigo/BullousImpetigo3.jpg" alt="" width="400" height="298" /></p>
<p><img class="alignnone" title="Varicella" src="http://www.clinical-virology.org/gallery/images/rash_bacteria/varicella_2.jpg" alt="" width="398" height="260" /></p>
<p>Tuh beda kan ?</p>
<p>Karena penyebabnya beda, pengobatannya juga beda. Ada satu hal yang -hampir- sama, yaitu sama-sama berbekas kalau sampai pecah, tapi cacar air lebih berat bekasnya. Terapi terhadap cacar air <a href="http://drarief.com/?p=164" target="_blank">sudah saya jabarkan panjang lebar</a>, dan itu tidak akan saya bahas lagi di sini. Nah kalau cacar api / cacar monyet penyebabnya adalah bakteri, tepatnya <em>Staphylococcus</em>. Setelah ditemukan penyebabnya, maka terapinya bisa relatif lebih mudah. Tinggal beri anti biotik yang paten, insya Allah beres deh. Yang perlu senantiasa diperhatikan adalah menjaga self-hygiene yang baik, agar tidak terjangkit penyakit ini. Kalau masih ada pertanyaan lagi silakan kirim comment, insya Allah saya jawab sampai puasssss <img src='http://www.drarief.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /><br />
<h3 class='related_post_title'>Posting terkait:</h3>
<ul class='related_post'>
<li><a href='http://www.drarief.com/bullying-apa-tanda-tandanya/' title='Bullying&#8230; Apa tanda-tandanya ?'>Bullying&#8230; Apa tanda-tandanya ?</a></li>
<li><a href='http://www.drarief.com/agar-kecenderungan-stress-orang-tua-tidak-diwarisi-oleh-sang-anak/' title='Agar kecenderungan stress orang tua tidak diwarisi oleh sang anak&#8230;'>Agar kecenderungan stress orang tua tidak diwarisi oleh sang anak&#8230;</a></li>
</ul>
<p><a href="http://www.drarief.com/apa-bedanya-cacar-air-dan-cacar-api-cacar-monyet/">Apa Bedanya Cacar Air dan Cacar Api (cacar monyet) ?</a> is a post from: <a href="http://www.drarief.com">Dr Arief</a></p>
By the time  your rss reader get this post here is<strong> 31 </strong>comments,Heated discussion,Why not to come to check it out ?!]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.drarief.com/apa-bedanya-cacar-air-dan-cacar-api-cacar-monyet/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>31</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

