Sindroma Metabolik dan Resiko Penyakit

Add a comment January 5th, 2009

Pola kehidupan manusia pada zaman modern ini cenderung “serba enak dan hedonis” disertai aktivitas gerak yang serba minimalis; ternyata menimbulkan dampak negatif bagi kesehatan tubuh yang perlu dicermati dengan bijaksana.

Perubahan pola makan yang tidak sehat karena keinginan mendapatkan “kenikmatan rasa” ternyata mengandung komponen lemak dan karbohidrat yang berlebihan.

Keadaan tersebut disertai pola gerak yang terbatas akibat kemudahan sistem transportasi yang tersedia saat ini (mobil, motor, remote control, dll) akan berdampak pada meningkatnya berat badan atau lebih dikenal dengan obesitas.

Obesitas berpotensi menimbulkan penyakit diabetes, tekanan darah tinggi, dan kadar lemak yang abnormal (dislipidemia). Kumpulan kejadian tersebut pada manusia dikenal sebagai “Sindroma Metabolik”.

Kronologi Terjadinya

Berdasarkan uraian di atas, dapat disimpulkan “pola hidup atau lifestyle” sebagai penyebab terjadinya obesitas abnormal ternyata berperan dalam rangkaian proses terjadinya diabetes melitus, perubahan kadar lemak, serta peningkatan tekanan darah.

Obesity dikenal sebagai “time bomb disease” atau pemicu beberapa penyakit.

Sebenarnya terjadinya obesitas merupakan wujud fisik dari pola hidup yang tidak sehat. Keadaan bertimbunnya sel lemak adalah salah satu yang berperanĀ  memicu terjadinya hambatan terhadap fungsi dan kerja insulin sehingga metabolisme gula dalam tubuh mengalami gangguan.

Akibatnya, kadar gula dalam tubuh akan terus meningkat, dan menyebabkan kejadian sakit yang disebut diabetes beserta komplikasinya.

Disamping itu, sel lemak ternyata memproduksi 60 jenis senyawa hormonal yang akan berpengaruh pada berbagai macam penyakit, misalnya stroke, penyakit jantung koroner, penyakit pernapasan, penyakit hati / liver, ginjal, dll.

Menurut WHO, obesitas telah menjadi wabah pada seluruh populasi penduduk dunia dengan akibat menurunnya kualitas hidup karena ledakan penyakit yang menyertainya.

Bagaimana Klasifikasinya?

Obesitas atau overweight lazim dihitung dengan cara mengukur index masa tubuh atau body mass index. Ini adalah berat badan dibagi luasnya permukaan tubuh.

Klasifikasi Body Mass Index (Kg/m2)
Berat badan kurang (underweight) < 18,5
Berat badan normal 18,5 – 22,9
Berat badan lebih (overweight) 23,0 – 24,9
Obesitas tingkat 1 25,0 – 29,9
Obesitas tingkat 2 > 30

Metode lainnya yang lebih mudah dan praktis adalah dengan mengukur lingkar pinggang.

  • Pria (Indonesia) : < 90 cm
  • Wanita (Indonesia) : < 80 cm

Kriteria Diagnostik untuk Sindroma Metabolik

  1. Lingkar pinggang > 90 cm (pria) dan > 80 cm (wanita)
  2. Kadar gula darah puasa > 100 mg/dl
  3. Tekanan darah lebih dari 180 / 85 mmHg
  4. Kadar lemak trigliserida > 150 mg/dl
  5. Kadar kolesterol HDL < 40 mg/dl (pria) dan < 50 mg/dl (wanita)

Bagaimana Pencegahannya?

Nah ini dia yang penting. Bagaimana cara kita menjaga dan menjauhkan diri dari sindroma metabolik? jawabannya sederhana: Benahi pola hidup Anda!. Karena berawal dari pola hidup atau Life Style, maka pencegahan yang terbaik dimulai dari perbaikan pola makan-minum kita. Mulailah dengan membatasi konsumsi makanan kaya lemak, JANGAN merokok, serta jalani aktivitas gerak tubuh yang proporsional.

Buat yang pernah nonton Wall-E pasti tau maksud saya :)

VN:F [1.9.11_1134]
Rating: 10.0/10 (2 votes cast)
VN:F [1.9.11_1134]
Rating: +2 (from 2 votes)
Sindroma Metabolik dan Resiko Penyakit, 10.0 out of 10 based on 2 ratings

Posting terkait:

  1. No comments yet.Be the first ?
  1. No trackbacks yet.
Comments feed