Mengenal Kanker Kolon

Colorectal Cancer atau dikenal sebagai Ca. Colon atau Kanker Usus Besar adalah suatu bentuk keganasan yang terjadi pada kolon, rektum, dan appendix (usus buntu). Di negara maju, kanker ini menduduki peringkat ke tiga yang paling sering terjadi, dan menjadi penyebab kematian yang utama di dunia barat. Untuk menemukannya diperlukan suatu tindakan yang disebut sebagai kolonoskopi, sedangkan untuk terapinya adalah melalui pembedahan diikuti kemoterapi.

Gejala

Mula-mula gejalanya tidak jelas, seperti berat badan menurun (sebagai gejala umum keganasan) dan kelelahan yang tidak jelas sebabnya. Setelah berlangsung beberapa waktu barulah muncul gejala-gejala lain yang berhubungan dengan keberadaan tumor dalam ukuran yang bermakna di usus besar. Makin dekat lokasi tumor dengan anus biasanya gejalanya makin banyak. Bila kita berbicara tentang gejala tumor usus besar, gejala tersebut terbagi tiga, yaitu gejala lokal, gejala umum, dan gejala penyebaran (metastasis).

Gejala lokalnya adalah :

  • Perubahan kebiasaan buang air
    • Perubahan frekuensi buang air, berkurang (konstipasi) atau bertambah (diare)
    • Sensasi seperti belum selesai buang air, (masih ingin¬† tapi sudah tidak bisa keluar) dan perubahan diameter serta ukuran kotoran (feses). Keduanya adalah ciri khas dari kanker kolorektal
    • Perubahan wujud fisik kotoran/feses
      • Feses bercampur darah atau keluar darah dari lubang pembuangan saat buang air besar
      • Feses bercampur lendir
      • Feses berwarna kehitaman, biasanya berhubungan dengan terjadinya perdarahan di saluran pencernaan bagian atas
  • Timbul rasa nyeri disertai mual dan muntah saat buang air besar, terjadi akibat sumbatan saluran pembuangan kotoran oleh massa tumor
  • Adanya benjolan pada perut yang mungkin dirasakan oleh penderita
  • Timbul gejala-gejala lainnya di sekitar lokasi tumor, karena kanker dapat tumbuh mengenai organ dan jaringan sekitar tumor tersebut, seperti kandung kemih (timbul darah pada air seni, timbul gelembung udara, dll), vagina (keputihan yang berbau, muncul lendir berlebihan, dll). Gejala-gejala ini terjadi belakangan, menunjukkan semakin besar tumor dan semakin luas penyebarannya

Gejala umumnya adalah :

  • Berat badan turun tanpa sebab yang jelas (ini adalah gejala yang paling umum di semua jenis keganasan)
  • Hilangnya nafsu makan
  • Anemia, pasien tampak pucat
  • Sering merasa lelah
  • Kadang-kadang mengalami sensasi seperti melayang

Gejala penyebarannya adalah :

  • Penyebaran ke Hati, menimbulkan gejala :
    • Penderita tampak kuning
    • Nyeri pada perut, lebih sering pada bagian kanan atas, di sekitar lokasi hati
    • Pembesaran hati, biasa tampak pada pemeriksaan fisik oleh dokter
  • Timbul suatu gejala lain yang disebut paraneoplastik, berhubungan dengan peningkatan kekentalan darah akibat penyebaran kanker.

Tingkatan / Staging / Stadium Kanker Kolon

Terdapat beberapa macam klasifikasi staging pada kanker kolon, ada klasifikasi TNM, klasifikasi Dukes, namun yang akan saya jabarkan klasifikasinya adalah sebagai berikut (mirip dengan klasifikasi Dukes) :

  • Stadium 1 : Kanker terjadi di dalam dinding kolon
  • Stadium 2 : Kanker telah menyebar hingga ke lapisan otot kolon
  • Stadium 3 : Kanker telah menyebar ke kelenjar-kelenjar limfa
  • Stadium 4 : Kanker telah menyebar ke organ-organ lain

Faktor Resiko

Siapa saja yang bisa terkena kanker kolon ini ? Berikut adalah faktor-faktor yang meningkatkan resiko seseorang terkena kanker kolon :

  1. Usia. Resiko meningkat dengan bertambahnya usia. Kebanyakan kasus terjadi pada usia 60 – 70 an, dan jarang di bawah usia 50 kecuali dalam sejarah keluarga ada yang terkena kanker kolon ini.
  2. Adanya polip pada kolon, khususnya polip jenis adenomatosa. Dengan dihilangkannya polip pada saat ditemukan turut mengurangi resiko terjadinya kanker kolon di kemudian hari.
  3. Riwayat kanker. Seseorang yang pernah terdiagnosis mengidap atau pernah dirawat untuk kanker kolon beresiko untuk mengidap kanker kolon di kemudian hari. Wanita yang pernah mengidap kanker ovarium (indung telur), kanker uterus, dan kanker payudara memiliki resiko yang lebih besar untuk terkena kanker kolorektal.
  4. Faktor keturunan :
    1. Sejarah adanya kanker kolon khususnya pada keluarga dekat.
    2. Penyakit FAP (Familial Adenomatous Polyposis) – Polip adenomatosa familial (terjadi dalam keluarga); memiliki resiko 100% untuk terjadi kanker kolorektal sebelum usia 40 tahun, bila tidak diobati.
    3. Penyakit lain dalam keluarga, seperti HNPCC (Hereditary Non Polyposis Colorectal Cancer) – penyakit kanker kolorektal non polip yang menurun dalam keluarga, atau sindroma Lynch
  5. Penyakit kolitis (radang kolon) ulseratif yang tidak diobati.
  6. Kebiasaan merokok. Perokok memiliki resiko jauh lebih besar untuk terkena kanker kolorektal dibandingkan bukan perokok.
  7. Kebiasaan makan. Pernah di teliti bahwa kebiasaan makan banyak daging dan sedikit buah, sayuran, serta ikan turut meningkatkan resiko terjadinya kanker kolorektal.
  8. Sedikit beraktivitas. Orang yang beraktivitas fisik lebih banyak memiliki resiko lebih rendah untuk terbentuk kanker kolorektal.
  9. Inveksi Virus. Virus tertentu seperti HPV (Human Papilloma Virus) turut andil dalam terjadinya kanker kolorektal.

Bagaimana Mendeteksinya ?

Kanker kolorektal dapat memakan waktu bertahun-tahun untuk berkembang, sehingga deteksi dini sangat berpengaruh terhadap kemungkinan sembuhnya. Bila Anda termasuk seseorang yang beresiko untuk terkena, ada baiknya Anda melakukan pemeriksaan screening. Pemeriksaan itu adalah :

  • Pemeriksaan rektal dengan jari (Digital Rectal Exam), di mana dokter memeriksa keadaan dinding rektum sejauh mungkin dengan jari; pemeriksaan ini tidak selalu menemukan adanya kelainan, khususnya kanker yang terjadi di kolon saja dan belum menyebar hingga rektum.
  • Pemeriksaan darah dalam tinja.
  • Endoskopi. Pemeriksaan ini sangat bermanfaat karena selain melihat keadaan dalam kolon juga bisa bertindak, misalnya ketika menemukan polip endoskopi ini dapat sekaligus mengambilnya untuk kemudian dilakukan biopsi.
  • Pemeriksaan barium enema dengan double contrast.
  • Virtual Colonoscopy.
  • CAT Scan.
  • Pemeriksaan kadar CEA (Carcino Embryonic Antigent) darah.
  • Whole-body PET Scan Imaging. Sementara ini adalah pemeriksaan diagnostik yang paling akurat untuk mendeteksi kanker kolorektal rekuren (yang timbul kembali).
  • Pemeriksaan DNA Tinja.

Bagaimana Perawatannya ?

Perawatan penderita tergantung pada tingkat staging kanker itu sendiri. Terapi akan jauh lebih mudah bila kanker ditemukan pada stadium dini. Tingkat kesembuhan kanker stadium 1 dan 2 masih sangat baik. Namun bila kanker ditemukan pada stadium yang lanjut, atau ditemukan pada stadium dini dan tidak diobati, maka kemungkinan sembuhnya pun akan jauh lebih sulit.

Di antara pilihan terapi untuk penderitanya, opsi Operasi masih menduduki peringkat pertama, dengan ditunjang oleh kemoterapi dan/atau radioterapi (mungkin diperlukan).

Pembedahan

Tindakan ini dibagi menjadi Curative, Palliative, Bypass, Fecal diversion, dan Open-and-close. Bedah Curative dikerjakan apabila tumor ditemukan pada daerah yang terlokalisir. Intinya adalah membuang bagian yang terkena tumor dan sekelilingnya. Pada keadaan ini mungkin diperlukan suatu tindakan yang disebut TME (Total Mesorectal Excision), yaitu suatu tindakan yang membuang usus dalam jumlah yang signifikan. Akibatnya kedua ujung usus yang tersisa harus dijahit kembali. Biasanya pada keadaan ini diperlukan suatu kantong kolostomi, sehingga kotoran yang melalui usus besar dapat dibuang melalui jalur lain. Pilihan ini bukanlah suatu pilihan yang enak akan tetapi merupakan langkah yang diperlukan untuk tetap hidup, mengingat pasien tidak mungkin tidak makan sehingga usus juga tidak mungkin tidak terisi makanan / kotoran; sementara ada bagian yang sedang memerlukan penyembuhan. Apa dan bagaimana kelanjutan dari kolostomi ini adalah kondisional dan individual, tiap pasien memiliki keadaan yang berbeda-beda sehingga penanganannya tidak sama.

Bedah paliatif dikerjakan pada kasus terjadi penyebaran tumor yang banyak, dengan tujuan membuang tumor primernya untuk menghindari kematian penderita akibat ulah tumor primer tersebut. Terkadang tindakan ini ditunjang kemoterapi dapat menyelamatkan jiwa. Bila penyebaran tumor mengenai organ-organ vital maka pembedahan pun secara teknis menjadi sulit, sehingga dokter mungkin memilih teknik bedah bypass atau fecal diversion (pengalihan tinja) melalui lubang. Pilihan terakhir pada kondisi terburuk adalah  open-and-close, di mana dokter membuka daerah operasinya, kemudian secara de facto melihat keadaan sudah sedemikian rupa sehingga tidak mungkin dilakukan apa-apa lagi atau tindakan yang akan dilakukan tidak memberikan manfaat bagi keadaan pasien, kemudian di tutup kembali. Tindakan ini sepertinya sudah tidak pernah dilakukan lagi mengingat sekarang sudah banyak tersedia laparoskopi dan radiografi canggih untuk mendeteksi keberadaan dan kondisi kanker jauh sebelum diperlukan operasi.

Terapi Non Bedah

Kemoterapi dilakukan sebagai suatu tindakan untuk mengurangi terjadinya metastasis (penyebaran), perkembangan sel tumor, mengecilkan ukurannya, atau memperlambat pertumbuhannya. Radioterapi jarang digunakan untuk kanker kolon karena memiliki efek samping dan sulit untuk ditembakkan ke bagian yang spesifik pada kolon. Radioterapi lebih sering pada kanker rektal saja. Imunoterapi sedang dikembangkan sebagai terapi tambahan untuk kanker kolorektal. Terapi lain yang telah diujicoba dan memberikan hasil yang sangat menjanjikan adalah terapi Vaksin. Ditemukan pada November 2006 lalu sebuah vaksin bermerek TroVax yang terbukti secara efektif mengatasi berbagai macam kanker. Vaksin ini bekerja dengan cara meningkatkan sistem imun penderita untuk melawan penyakitnya. Fase ujicobanya saat ini sedang ditujukan bagi kanker ginjal dan direncanakan untuk kanker kolon. Terapi lainnya adalah pengobatan yang ditujukan untuk mengatasi metastasisnya (penyebaran tumornya).

Nah selain dari terapi non bedah di atas, yang juga tak kalah pentingnya adalah Terapi Suportif. Diagnosis kanker sangat sering menimbulkan pengaruh yang sangat besar pada kejiwaan penderitanya. Karenanya dorongan dari rumah sakit, dokter, suami/istri, kerabat, keluarga, social support group sangat penting bagi penderitanya.

Sebuah Nasehat :

Bagian ini adalah dari saya pribadi, bila Anda atau keluarga Anda adalah seorang penderita kanker kolon, saran saya adalah sebagai berikut :

  1. Jangan tunda pengobatan Anda, siapa tahu Anda masih termasuk dalam kategori stadium dini.
  2. Jangan berputus asa, di setiap kesulitan selalu ada jalan keluar.
  3. Jangan berlama-lama mencoba terapi-terapi alternatif dan menggagalkan terapi medis yang sudah teruji.
  4. Saya pribadi mempercayai habbatus sauda (jintan hitam) sebagai terapi tambahan atas terapi apapun, khususnya untuk masalah kanker. Sejak dulu Nabi bersabda “Sesungguhnya habbatus sauda adalah obat bagi segala penyakit, kecuali mati…“, dan saya meyakininya. Baru-baru ini ilmuwan menemukan bahwa habbatus sauda memiliki efek anti kanker yang poten. :)

Last Updated : September 15, 2008 @ 7:00 am

35 thoughts on “Mengenal Kanker Kolon

  1. terimakasih banyak atas infonya..
    bagaimana dengan tumor usus yang terdapat di luar usus.. beserta resiko-resikonya
    terima kasiiiis :-)

  2. @lupi
    Halo Lupi, apa kabar ?

    Tumor di luar usus, itu maksudnya tumor intra abdomen ya. Dalam beberapa waktu ke depan akan saya posting mengenai hal ini. Silakan mampir lagi pak.

    :)

  3. yth. Dr. Arief
    Kalau bisa tolong dikirimkan referensi tentang kanker kolon dan kalau ada juga jurnal-jurnal penelitian tentang kanker kolon. Mohon dikirim ke nikson_epid07@yahoo.co.id

    atas bantuan dan perhatiannya diucapkan terima kasih banyak.

    Nikson

  4. @fita
    Halo Fita,

    Sepertinya kelainan yang Anda maksud menjurus ke HPV, untuk lebih jelasnya silakan melihat post saya tentang HPV, yang akan saya upload dalam beberapa hari lagi.

  5. Dok, saya sudah operasi kanker kolon (potong usus) bulan juni 2008.
    Bagaimana cara pencegahan dan perawatan pasca operasi yang telah saya lakukan?,
    aktifitas fisik apa yang harus saya hindari?
    …..Terima kasih banyak atas jawabannya, jazakullah.

  6. Ibu saya (59 tahun) besok pagi akan menjalani bedah tumor usus besar di salah satu RS pemerintah singapura, karena tumornya tergolong ganas sesuai hasil teropong usus. Namun saya tidak mendengar rencana dibuatkannya kantong kolostomi… tapi kalau baca di atas, apakah memang setiap operasi kanker kolon selalu harus dibuatkan kantong kolostomi?

    Bagaimana saran bapak untuk perawatan Ibu saya pasca operasi tersebut? Makanan apa saja yang sebaiknya sering diberikan dan apa yang wajib dihindari oleh beliau?

    Terima Kasih

  7. Dear Livi, keputusan untuk membuat atau tidak membuat kantong kolostomi sepenuhnya ada di tangan operator bedah, karena hasil yang ditemukan saat dilakukan pembedahan akan turut menentukan langkah yang harus diambil untuk mengatasinya. Atas alasan ini pula saya tidak dapat memberikan masukan dan saran untuk memperkirakan apa yang sebaiknya dihindari pasca operasi. Hal itu akan dijelaskan oleh operator (dokter bedah) setelah beliau melakukan tindakan pembedahannya. Saya harap ibu Anda dapat segera pulih kembali, dan semoga operasinya berhasil dengan baik :)

  8. dr arief ,orang tua saya berumur 78 tahun,setahun yang lalu beliau didiagnosa kanker kolon,stdm 4,dokter bilang harus dioperasi dn dibuat kantong kolostomi,tetapi beliau tidak ingin dioperasi,seiring waktu ,berat badan beliau jauh menurun,tapi semangat hidupnya tinggi,masih berusaha beraktivitas ringan,terakhir ini kaki beliau membengkak,kami hanya memberkan vitamin dan makanan sehat ,juga susu,kami sebagai anak ingin mengobati beliau,pertanyaan kami,mengapa kaki beliau membengkak?apa yang dapat membantu beliau untuk memperpanjang umur belia?
    tolong dok,di balas secepatnnya.

  9. Dear Zarah, apa kabar ?
    Hmm, sepertinya ayah Anda dihadapkan oleh 2 masalah : 1) usia yang sudah lanjut; dan 2) stadium kanker yang sudah lanjut juga. Dugaan saya, pembengkakan kaki adalah akibat dari penyebaran sel kanker yang lebih lanjut ke saluran limfatik sehingga menyebabkan pemblokiran cairan pada kaki. Dugaan ini dikuatkan dengan adanya rapid weight loss (penurunan berat badan dengan cepat), dan perjalanan waktu (1 tahun yang lalu sudah diketahui pada stadium 4). Saya tidak melakukan pemeriksaan pada ayah Anda, jadi saya tidak tau pasti apa yang terjadi. Tapi berdasarkan riwayat yang Anda sebutkan kemungkinan saya duga seperti itu. Untuk memastikannya Anda dapat melakukan pemeriksaan ulang ke dokter ahli bedah onkologi terdekat.
    Biasanya bila usia penderita sudah lanjut, paling mungkin dilakukan terapi suportif saja, bukan operatif; tapi sekali lagi : saya tidak memeriksa, hanya menduga saja; sehingga tidak mungkin bagi saya untuk menyarankan lebih detail.
    Saran untuk terapi suportif, Anda dapat menggunakan propolis, spirulina dan astringent nya untuk menekan pertumbuhan dan meregresi (menciutkan) sel-sel kanker. Meskipun tergolong alternatif, pada banyak kasus saya melihat banyak perkembangan yang bermakna pada pasien-pasien saya. Bila Anda memerlukan informasi lebih lanjut silakan menghubungi saya kembali.
    Semoga dapat membantu. :)

  10. Asslamualikum Wr
    dr, saya berasal dari malang Jatim setelah membaca artikel tentang usus besar, saya suad beberapa lama ini mendpati beberspa keluhan seperti yang tertulis di artikel tersebut, umur saya sekarang 28 tahun memiliki pola makan yang buruk, kira kira2 tes seperti virtual kolonoskopi apa bisa saya dapatkan di rumahsakit umum di kota kami?apakah biayanya mahal?, mengenai tes awal yang harus saya lakukan di lab umum apakah yang harus saya lakukan?, mengenai jinten hitam bisa saya dapatkan dimana? terus pengolahan yang dilakukan seperti apa yang harus saya lakukan, terima kasih atas sarannya, Wassalamulaikum

  11. Wa’alaikum salam,Apa kabar Dyan ? Kebiasaan makan yang buruk dan rendah serat memang disinyalir sebagai pencetus masalah-masalah pada saluran cerna. Untuk ketersediaan pemeriksaan dan biayanya di kota Anda, saya tidak tahu. Tapi yang jelas, di Surabaya, khususnya di rumah sakit rujukan universitas Airlangga bisa dipastikan insya Allah tersedia. Pemeriksaan penunjang selain dari kolonoskopi adalah pemeriksaan tumor marker dalam darah dan rontgen abdomen. Untuk lebih jelasnya silakan Anda hubungi poliklinik bedah di rumah sakit terdekat, untuk memulai prosedur screening, guna mencari tahu ada atau tidaknya masalah.
    Untuk jintan hitam atau habbatus sauda, Anda bisa membelinya di hampir seluruh toko yang menjual produk-produk Islami, atau bisa juga saya bantu. Silakan anda lihat produk tersebut di http://drarief.com/?p=391. Semoga dapat membantu.

  12. Assalamualaikum dok….
    saya tia, adik saya punya penyakit ambien sejak duduk dibangku SMA. setiap kali BAB ambien itu keluar dan harus didorong kuat dengan jari. bahkan kadang2 harus dibantu dengan minyak.dan gak jarang juga benjolan itu tidak mau masuk lagi shg menyebabkan sakit yang luar biasa dan mengeluarkan darah. benjolan ambien itu sudah sangat besar. saya pernah baca artikel bahwa ambien merupakan salah satu pencetus kanker kolon. apa kah itu benar?kemudian dengan kondisi adik saya yang seperti itu apakah resiko terkena kanker kolon cukup tinggi??padahal usianya baru 21 thn.

  13. Malam dok,orang tua saya sdh 9 bln menderita kanker kolon stadium 4 dgn umur 75 thn..Yg mana buang tinjanya melalui kantong…yang akan saya tanyakan: 1.knapa dr dubur sk mengeluarkan cairan,2.bisa membuat susah buang air kecil gak,3.bgmn dgn saya apkah bs resiko terkena kanker kolon .terima kasih

  14. kakak saya mengalami gejala di atas…
    mungkin akan segeran dioperasi
    apakah rasanya sakit dioperasi?
    jintat hitam diapain klo ingin melakukan terapi?
    sebelumnya trimakasih ya?

  15. Dear Desilia,
    Ketika di operasi sih nggak terasa, karena menggunakan anestesi (bius) total. Tapi recovery nya pasti akan sedikit terasa dengan bantuan obat pengurang sakit tentunya. Jintan hitam adalah obat untuk segala jenis keganasan (kanker), dipergunakan dengan cara diminum beberapa kali sehari secara rutin.
    Semoga lekas sembuh ya !

  16. Alhamdulillah saya dapat informasi banyak, terimakasih Dok. Saat ini kakak ipar saya baru keluar dari ruang operasi rs pondok indah. kami sekerluarga belum boleh menemui karena masih di ruang icu. Memang sempat down, tapi saya percaya dokter telah berusaha melakukan yang terbaik, dan kami bersabar menunggu hasilnya. Saya ingin informasi lebih jauh mengenai recovery pasca operasinya. Apakah yang harus kami lakukan? Mohon sarannya. Terimakasih

  17. Assalamualaikum…

    Dok, saya sedang membuat presentasi mengenai ca colon… kebetulan pasien saya ca colon rektosigmoid… nah dd yang paling mendekati apa cuma kolitis ulserative? klo ada dd yang lain apa yang paling mendekati?

    untuk tumor marker CEA apa cukup bermakna? karena ca mamma n bbrp yang lain juga tumor markernya CEA?

    Klo sebelumnya pasien pernah menderita limfoma maligna apa merupakan faktor resiko?

    benarkah cairan asam empedu merupakan karsinogenik yang bisa menjadi faktor pencetus ca colon?

    Maaf pertanyaannya kebanyakan…

    Terima kasih untuk jawabannya…

    Wassalam…

  18. Assalamualaikum,
    Mohon informasi, apakah dengan jintan hitam saja kanker kolon bisa sembuh, dan bagaimana dengan dosisnya ? Karena saudara saya terkena kanker kolon tapi tidak mau menjalani perawatan medis, karena alasan ekonomi dan menurut mereka belum tentu sembuh. Terima kasih banyak dokter atas jawabannya.
    Wassalam.

  19. Assalamualaikum,
    Mohon informasi, Kakak saya mengalami Kanker Kolon Stadium 4 selama 10 bulan dan sudah dioperasi bulan Maret lalu. Telah melakukan Kemoterapi Oral dengan Xeloda selama 3 siklus. Efek sampingnya saat memasuka siklus kedua terus menerus melakukan Buang Air Kecil dan didalam buang Air Kecilnya keruh serta mengeluarkan feses. Pada saat akan memasuki siklus keempat tjd infeksi, dan kanker sudah menyebar ke Kandung Kemih Kreatinin Ginjal kanan juga sudah Grad II serta saluran ureter terjepit oleh tumor yg sudah menyebar. Apa yang harus dilakukan dengan kondisi yang seperti itu?.
    Wassalam

  20. dok saya mau nanya dokk…..tman saya ada yang kena kanker usus dok tpi msih stadium 1 gmna cara merawat nya hingga sembuh dok selain kemoteraphi/operasi……………mkasih dok..

  21. dokter, apa kanker kolon dpt menyerang pada usia dibawah 30 tahun? apa ada penyakit lain yang mempunyai gejala serupa dengan gejala kanker kolon? dokter adik saya menderita nyeri di panggul, sering keputihan, kepala nggliyeng, lemas, pucat keringat dingin, feses bercampur darah sedikit kemudian darah keluar yang lumayan banyak, saat periksa ke dokter kata dokter ada infeksi di panggul tapi dokter juga ragu2, yang jadi masalah adalah adik saya jauh dari kota (pedalaman Merauke,Papua) jadi info dari dokter sangat kami butuhkan tolong ya dok, terimakasih

  22. Ass WW Dr Arif,

    Saya sdh di periksa dan nampak ada tumor di rectal sekitar 5 cm dari ujung anus. Kemana saya bisa konsultasi dan jam berpa Dok?
    Trimakasih atas bantuannya
    Sofyan 08129621402

  23. Dok, ibu sy didiaosis tumor ganas di usus, 7 cm mendekati dubur. Diharuskan operasi. Kalo tdk operasi, apakah akan bertambah stadiumnya? Dokter praktek dmna ya? Kalo di Surabaya, pny referensi dokter yg berpengalaman gak dok? Tks.

  24. Pak dokter, suami saya prnah operasi ca colon agustus 2008 trus kemo oral dgn xeloda 2 siklus. Medical cek up terakhir agustus 2009 CEA 3,2. Berat bdn sdh normal (naik 19 kg) pasca kemo. Mau nanya dok apa memang pasca operasi kadang msh nyeri dbekas usus yg dipotong? Keluhan2 apa saja yg biasa timbul pasca operasi ca colon. Tq

  25. dok mau ty pasca operasi biasanya suntik kemonya sampai berapa kali ? kalau kemungginan sembuh apa bisa mencapai 100%? ibu mertua saya bar sj operasi usia 74 trima kasih

  26. Ass Wr Wb.
    dr.Arief, saya punya kakak yg terkena kanker usus stadium dini per Januari 2010. sebetulnya dokter yg merawat sdh menyarankan utk segera operasi, namun kakak takut kalau setelah operasi kanker akan menyebar ke bagian yg lain. krn dia mendengar info tsb dr temannya. akhir-akhir ini dia merasakan gejala2 spt berat badab turun, nafsu makan mulai berkurang. minggu lalu dia sdh ketemu dng dokter bedah digestif & disarankan utk segera operasi secepatnya..apakah setelah operasi tsb bisa mengurangi penyebaran dr kanker tsb? apakah ada kemungkinan terburuk setelah operasi tsb..sbg tambahan kakak juga keberatan dng kemoterapi. dia berencana utk mengganti dng pengobatan alternatif..mohon petunjuk dokte Arief..Terima kasih

  27. @ Ary Witjaksono : Justru tujuan utama operasi adalah mengangkat “biang” kanker nya agar tidak menyebar ke tempat lain. Bila sudah menyebar ke tempat lain (stadium lanjut), akan jauh lebih sulit untuk menanganinya. Adapun pengobatan alternatif untuk mengatasi kanker setahu saya tidak ada. Yang ada hanya Carcinox, namun belum disebarluaskan, bila Anda membutuhkan informasi lebih lanjut silakan langsung menghubungi saya.

  28. Aslkm dok..ayah saya terkena kanker usus besar stadium 3 dan sudah menyebar ke bbrp daerah lain..selain itu juga terdapat kanker yg mengapit pembuluh darah jantung begitu kata dokter..sudah dioperasi dan dibuatkan bypass untuk makan..solusi apa yg terbaik menurut dokter karena setiap malam ayah saya mengeluh badan nya panas dan sakit semua dari ujung kepala sampai kaki..mohon bantuan nya..trima kasih banyak..

    waslkm

Comments are closed.