… lalu mengapa masih merokok ?

Bila kita telaah lebih lanjut, bisa dipastikan bahwa semua orang mengetahui dengan pasti bahaya yang mengancam di balik rokok. Yang paling populer adalah soal kanker, namun yang tak kalah nge trend juga 1001 penyakit lain seperti jantung koroner, stroke, diabetes, dan sederet penyakit-penyakit “terkenal” lainnya.

Indonesia adalah “surganya” perokok. Memang benar, di sini ada kesan bahwa perokok dimanjakan dengan harga yang murah, dan tidak adanya larangan yang ketat untuk merokok di semua tempat. Bila kita lihat negara-negara lain, nggak usah yang jauh, contohnya di Malaysia saja box-box rokok sudah diharuskan mencantumkan gambar-gambar horor tentang bayi prematur, sel-sel kanker, dan lain-lain. Nah, terlepas dari masalah itu… sebenarnya apa sih yang menyebabkan orang “gandrung” merokok ?

Setelah melakukan penyelidikan mendalam (wuih penyelidikan ?!?!), ternyata ada 2 faktor kuat yang mendasari orang lengket kepada kebiasaan merokok : Faktor Psikologis dan Faktor Fisik. Lho kok bisa ?

Seseorang menjadi perokok biasanya karena mereka enjoy terhadap sensasi taktil dan emosional terhadap asap rokok yang keluar dari rongga tubuhnya. Ini menjadi faktor psikologis yang potensial bagi perokok untuk “hang out” dan menjalani kehidupan sosialnya. Faktor fisiknya ada pada nikotin; sebuah senyawa alkaloid yang ditemukan pada tumbuh-tumbuhan – khususnya tembakau. Ketika diserap oleh tubuh, nikotin menimbulkan sebuah stimulasi pada otak, menjadikan orang yang menghisapnya merasa lebih rilex, tenang, dan kemampuan konsentrasi yang meningkat. Itulah mengapa rokok banyak dikonsumsi oleh orang yang banyak waktu luang sebagai “gadget” gaul dan juga dipakai oleh orang yang sibuk berfikir untuk meningkatkan stimulasi otak mereka. Rumit yah….

Selain dari “manfaat” di atas, jangan lupa bahwa masih ada segudang masalah lain yang menghantui para perokok. Mulai dari batuk yang pasti menghinggapi perokok – yang saking seringnya sampai diberi nama khusus “The Smoker’s Cough” – hingga yang extreme mengakibatkan kematian seperti kanker dan penyakit jantung.

Baru-baru ini diperkenalkan sebuah teknologi baru dalam dunia “perokokan” yang disebut sebagai rokok digital. Meskipun bukan resmi sebagai alat untuk berhenti merokok, rokok ini di claim lebih aman dalam menggantikan posisi “rokok konvensional”, bisa dihirup di mana saja, kapan saja, tanpa efek samping, tidak menimbulkan efek perokok pasif, dan masih banyak lagi. Benarkah demikian ? kita tunggu saja hasil penelitian terkait tentang hal ini.

:)

2 thoughts on “… lalu mengapa masih merokok ?

  1. Pingback: Matikan Puntung Rokok Anda sebelum Dibunuhnya — Dani Iswara .Net

Comments are closed.