<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Dr Arief &#187; Mimbar Bebas</title>
	<atom:link href="http://www.drarief.com/category/mimbar-bebas/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.drarief.com</link>
	<description>Now Serving Online</description>
	<lastBuildDate>Mon, 24 May 2010 11:12:59 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.0.1</generator>
		<item>
		<title>Drugs : Why You MUST Say No !</title>
		<link>http://www.drarief.com/drugs-why-you-must-say-no/</link>
		<comments>http://www.drarief.com/drugs-why-you-must-say-no/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 24 May 2010 09:43:58 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Dr Arief</dc:creator>
				<category><![CDATA[Informasi Untuk Pasien]]></category>
		<category><![CDATA[Mimbar Bebas]]></category>
		<category><![CDATA[adiksi]]></category>
		<category><![CDATA[drugs]]></category>
		<category><![CDATA[narkoba]]></category>
		<category><![CDATA[narkotika]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.drarief.com/?p=550</guid>
		<description><![CDATA[Narkoba akan membunuhmu perlahan-lahan dengan cara yang sangat kejam dan menyakitkan.... Jangan pernah mencoba!<p><a href="http://www.drarief.com/drugs-why-you-must-say-no/">Drugs : Why You MUST Say No !</a> is a post from: <a href="http://www.drarief.com">Dr Arief</a></p>
]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://www.drarief.com/wp-content/uploads/2010/05/drug-addiction.jpg"><img class="size-medium wp-image-551 alignnone" title="Drugs ? Why ??" src="http://www.drarief.com/wp-content/uploads/2010/05/drug-addiction-300x200.jpg" alt="" width="300" height="200" /></a></p>
<p>Narkoba, biasa dimulai dari kesalahan pergaulan atau pendidikan. Anak muda ada yang mencobanya dengan alasan &#8220;gaul&#8221;, di tempat yang salah, dan bertemu dengan orang-orang yang salah, akhirnya terperangkap tanpa mereka sadari.</p>
<p>Bila kita cermati, kita mungkin dapat menuliskan 1001 alasan mengapa kita harus menghindarinya. Kali ini saya suguhkan 26 alasan mengapa kita harus katakan TIDAK  pada tawaran pertama&#8230; Jadi sebelum mencoba, pertimbangkan dulu hal-hal di bawah ini&#8230;.</p>
<p><span id="more-550"></span></p>
<ol>
<li>Narkoba tidak lain hanya memberimu suatu sensasi palsu tentang kesenangan yang hanya berlangsung tidak lebih dari <strong>beberapa menit</strong> saja.</li>
<li>Ketika efeknya hilang, yang kamu dapatkan adalah 100x lipat kesedihan semula, depresi, nyeri, dan tumpukan masalah yang sebelumnya tak ada.</li>
<li>Narkoba membuat kamu BT,  gelisah, mudah marah, dan sulit tidur.</li>
<li>Narkoba membuatmu mengalami gangguan emosi yang fatal dan menetap.</li>
<li>Narkoba pasti membuat kamu terisolir dari teman, kerabat, dan keluarga.</li>
<li>Narkoba membuat IQ-mu jongkok.</li>
<li>Narkoba menghancurkan bagian dalam rongga hidungmu.</li>
<li>Narkoba membuat saluran napasmu mampet.</li>
<li>Cepat atau lambat, narkoba pasti akan memberimu <em>hadiah</em> berupa infeksi HIV (AIDS) atau minimal <em>sekedar</em> Hepatitis sebagai <em>cinderamata</em>.</li>
<li>Narkoba akan menyebabkanmu mengalami infeksi saluran napas yang sangat parah.</li>
<li>Narkoba akan menyebabkan jantung dan paru-parumu berhenti bekerja.</li>
<li>Narkoba akan merusak pembuluh darah di otak, dan kamu dapat mengalami stroke pada usia yang sangat muda&#8230;</li>
<li>Narkoba akan merusak perilaku dan akhlakmu.</li>
<li>Narkoba PASTI akan membuatmu selalu dalam keadaan melarat di dunia dan di akhirat.</li>
<li>Narkoba akan membuatmu kehilangan semangat belajar.</li>
<li>Narkoba akan mengubur semua cita-cita dalam hidupmu.</li>
<li>Narkoba akan membuatmu kurus kering&#8230;.. bukan langsing.</li>
<li>Narkoba akan membuatmu kehilangan pekerjaan dan menjadi sampah masyarakat.</li>
<li>Narkoba akan membuatmu malas&#8230;. sangat malas.</li>
<li>Narkoba akan membuatmu ingin bunuh diri.</li>
<li>Narkoba adalah sebuah racun yang membunuhmu secara perlahan-lahan dengan cara yang sangat menyakitkan.</li>
<li>Narkoba akan memaksamu menjadi seorang pencuri.</li>
<li>Narkoba akan mendorongmu untuk membunuh.</li>
<li>Narkoba mengendalikanmu, dan kamu tidak mampu mengendalikannya.</li>
<li>Narkoba membuat umurmu menjadi pendek&#8230;. sangat pendek.</li>
<li>Narkoba mengecilkan dan memakan sel-sel otakmu&#8230; dan kamu akan menjadi pikun jauh sebelum waktunya&#8230;</li>
<li>&#8230;</li>
<li>&#8230;</li>
<li>&#8230;</li>
<li>&#8230; dan masih ribuan alasan lain yang tak satupun tampak indah bila saya tulis di sini&#8230;. Ada yang mau menambahkan ?</li>
</ol>
<p>Karenanya, katakan TIDAK pada tawaran pertama !</p>
<p><a href="http://www.drarief.com/wp-content/uploads/2010/05/poster_smaller.jpg"><img class="size-medium wp-image-554 alignnone" title="Pilih mana ?" src="http://www.drarief.com/wp-content/uploads/2010/05/poster_smaller-163x300.jpg" alt="" width="163" height="300" /></a></p>
<blockquote><p>Narkoba akan membunuhmu perlahan-lahan dengan cara yang sangat kejam dan menyakitkan&#8230;. Jangan pernah mencoba!</p></blockquote>
<h3 class='related_post_title'>Posting terkait:</h3>
<ul class='related_post'>
<li><a href='http://www.drarief.com/mengenal-psikotropika/' title='Mengenal Psikotropika'>Mengenal Psikotropika</a></li>
</ul>
<p><a href="http://www.drarief.com/drugs-why-you-must-say-no/">Drugs : Why You MUST Say No !</a> is a post from: <a href="http://www.drarief.com">Dr Arief</a></p>



Suka post ini ? Silakan share...


	<a rel="nofollow"  href="http://www.facebook.com/share.php?u=http%3A%2F%2Fwww.drarief.com%2Fdrugs-why-you-must-say-no%2F&amp;t=Drugs%20%3A%20Why%20You%20MUST%20Say%20No%20%21" title="Facebook"><img src="http://www.drarief.com/wp-content/plugins/sociable/images/facebook.png" title="Facebook" alt="Facebook" class="sociable-hovers" /></a>
	<a rel="nofollow"  href="http://twitter.com/home?status=Drugs%20%3A%20Why%20You%20MUST%20Say%20No%20%21%20-%20http%3A%2F%2Fwww.drarief.com%2Fdrugs-why-you-must-say-no%2F" title="Twitter"><img src="http://www.drarief.com/wp-content/plugins/sociable/images/twitter.png" title="Twitter" alt="Twitter" class="sociable-hovers" /></a>
	<a rel="nofollow"  href="http://technorati.com/faves?add=http%3A%2F%2Fwww.drarief.com%2Fdrugs-why-you-must-say-no%2F" title="Technorati"><img src="http://www.drarief.com/wp-content/plugins/sociable/images/technorati.png" title="Technorati" alt="Technorati" class="sociable-hovers" /></a>
	<a rel="nofollow"  href="javascript:AddToFavorites();" title="Add to favorites"><img src="http://www.drarief.com/wp-content/plugins/sociable/images/addtofavorites.png" title="Add to favorites" alt="Add to favorites" class="sociable-hovers" /></a>
	<a rel="nofollow"  href="http://www.printfriendly.com/print?url=http%3A%2F%2Fwww.drarief.com%2Fdrugs-why-you-must-say-no%2F&amp;partner=sociable" title="Print"><img src="http://www.drarief.com/wp-content/plugins/sociable/images/printfriendly.png" title="Print" alt="Print" class="sociable-hovers" /></a>
	<a rel="nofollow"  href="mailto:?subject=Drugs%20%3A%20Why%20You%20MUST%20Say%20No%20%21&amp;body=http%3A%2F%2Fwww.drarief.com%2Fdrugs-why-you-must-say-no%2F" title="email"><img src="http://www.drarief.com/wp-content/plugins/sociable/images/email_link.png" title="email" alt="email" class="sociable-hovers" /></a>


<br/><br/>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.drarief.com/drugs-why-you-must-say-no/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Rokok : Penyumbang Kerugian Negara&#8230;</title>
		<link>http://www.drarief.com/rokok-penyumbang-kerugian-negara/</link>
		<comments>http://www.drarief.com/rokok-penyumbang-kerugian-negara/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 21 Feb 2010 16:51:11 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Dr Arief</dc:creator>
				<category><![CDATA[Informasi Untuk Pasien]]></category>
		<category><![CDATA[Manfaat Rokok]]></category>
		<category><![CDATA[Mimbar Bebas]]></category>
		<category><![CDATA[dokter]]></category>
		<category><![CDATA[obat]]></category>
		<category><![CDATA[rokok]]></category>
		<category><![CDATA[sakit]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.drarief.com/?p=527</guid>
		<description><![CDATA[Lho ? Kok bisa ? Bukankah rokok penyumbang devisa negara terbesar ? Selama ini rokok dibilang sebagai penyumbang devisa terbesar untuk negara padahal nyatanya rokok justru menyumbang kerugian terbesar negara. Kerugian yang ditimbulkan rokok bukan hanya masalah kesehatan saja tapi juga masalah moral dan finansial. Menurut data Depkes tahun 2004, total biaya konsumsi atau pengeluaran [...]<p><a href="http://www.drarief.com/rokok-penyumbang-kerugian-negara/">Rokok : Penyumbang Kerugian Negara&#8230;</a> is a post from: <a href="http://www.drarief.com">Dr Arief</a></p>
]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://www.drarief.com/wp-content/uploads/2010/02/penyumbang.jpg"><img class="alignnone size-full wp-image-528" title="Donatur devisa negara ?" src="http://www.drarief.com/wp-content/uploads/2010/02/penyumbang.jpg" alt="" width="200" height="200" /></a></p>
<p>Lho ? Kok bisa ? Bukankah rokok penyumbang devisa negara terbesar ?<span id="more-527"></span></p>
<div id="_mcePaste">Selama ini rokok dibilang sebagai penyumbang devisa terbesar untuk negara padahal nyatanya rokok justru menyumbang kerugian terbesar negara. Kerugian yang ditimbulkan rokok bukan hanya masalah kesehatan saja tapi juga masalah moral dan finansial.</div>
<p>Menurut data Depkes tahun 2004, total biaya konsumsi atau pengeluaran untuk tembakau adalah Rp 127,4 triliun. Biaya itu sudah termasuk biaya kesehatan, pengobatan dan kematian akibat tembakau. Sementara itu penerimaan negara dari cukai tembakau adalah Rp 16,5 triliun.</p>
<p>&#8220;Artinya biaya pengeluaran untuk menangani masalah kesehatan akibat rokok lebih besar 7,5 kali lipat daripada penerimaan cukai rokok itu sendiri. Jadi sebenarnya kita ini sudah dibodohi, sudah tahu rugi tapi tetap dipertahankan dan dikerjakan. Inilah cara berpikir orang-orang tertentu yang bodoh,&#8221; tutur kata Prof Farid A Moeloek, Ketua Komisi Nasional Pengendalian Tembakau dalam acara Peningkatan Cukai Rokok: Antara Kepentingan Ekonomi dan Kesehatan di Hotel Sahid Jakarta, Rabu (17/2/2010).</p>
<p>Prof Farid mengatakan, rokok adalah pintu gerbang menuju kemaksiatan, penurunan moral dan lost generation. &#8220;Tidak ada orang yang minum alkohol, terkena HIV, atau memakai narkoba tanpa merokok terlebih dahulu,&#8221; kata Prof Farid yang juga mantan menteri kesehatan ini.</p>
<p>&#8220;Menurut agama saja menghisap rokok adalah kegiatan yang mubazir atau makruh. Memang dilema, di satu sisi negara butuh uang tapi di sisi lain banyak yang dirugikan akibat rokok,&#8221; tambahnya.</p>
<p>Dalam UU Kesehatan No.36 Tahun 2009 disebutkan bahwa nikotin adalah zat aditif, sama halnya dengan alkohol dan minuman keras. &#8220;Jadi rokok harusnya juga diperlakukan sama dengan narkoba. Artinya kalau narkotik tidak diiklankan, merokok juga harusnya tidak boleh. Masalah rokok juga harus ditangani secara spesial,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Kenaikan cukai tembakau rokok sebesar 15 persen menurut Prof Farid dianggap tidak akan berpengaruh.Pertama, karena rokok mengandung nikotin yang bersifat candu, jadi bagaimanapun juga orang akan terus mencari dan mencari rokok untuk memenuhi kebutuhannya.Kedua, grafik elastisitas rokok bersifat inelastis, jadi kenaikan harga rokok tidak akan terlalu mengurangi konsumsi rokok.Ketiga, pertambahan penduduk terus terjadi dan hal ini memungkinkan semakin banyak orang yang merokok.</p>
<p>Untuk itu solusinya adalah, perlu regulasi atau Peraturan Pemerintah (PP) khusus yang mengatur ketat penggunaan rokok. Sebenarnya sudah banyak UU yang mengatur tentang rokok, misalnya UU Kesehatan No 36/2009, UU Penyiaran No 33/1999, UU Perlindungan Anak No 23/2002, UU Psikotropika No 5/1997 dan UU Cukai No 39/2007.</p>
<p>&#8220;Di situ ada aturannya nikotin harus dibagaimanakan. Tapi karena UU itu berjalan sendiri-sendiri maka tujuannya jadi tidak tercapai. Yang dibutuhkan hanya harmonisasi UU,&#8221; katanya.</p>
<p>Peningkatan cukai rokok juga menurut Prof Farid harus didistribusikan pada kegiatan-kegiatan untuk menangani sektor kesehatan. &#8220;Perokoklah yang membayar cukai tembakau sehingga sudah semestinya dana cukai dikembalikan untuk memperbaiki kesehatan masyarakat,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Sumber : detikcom<br />
<h3 class='related_post_title'>Posting terkait:</h3>
<ul class='related_post'>
<li><a href='http://www.drarief.com/habis-rokok-terbitlah-diabetes/' title='Habis Rokok Terbitlah Diabetes&#8230;'>Habis Rokok Terbitlah Diabetes&#8230;</a></li>
<li><a href='http://www.drarief.com/kenali-obat-anda/' title='Kenali Obat Anda !'>Kenali Obat Anda !</a></li>
<li><a href='http://www.drarief.com/lalu-mengapa-masih-merokok/' title='&#8230; lalu mengapa masih merokok ?'>&#8230; lalu mengapa masih merokok ?</a></li>
<li><a href='http://www.drarief.com/hari-gini-masih-merokok/' title='Hari gini masih merokok ?'>Hari gini masih merokok ?</a></li>
<li><a href='http://www.drarief.com/bagaimana-menjadi-pasien-yang-pintar/' title='Bagaimana menjadi pasien yang pintar?'>Bagaimana menjadi pasien yang pintar?</a></li>
</ul>
<p><a href="http://www.drarief.com/rokok-penyumbang-kerugian-negara/">Rokok : Penyumbang Kerugian Negara&#8230;</a> is a post from: <a href="http://www.drarief.com">Dr Arief</a></p>



Suka post ini ? Silakan share...


	<a rel="nofollow"  href="http://www.facebook.com/share.php?u=http%3A%2F%2Fwww.drarief.com%2Frokok-penyumbang-kerugian-negara%2F&amp;t=Rokok%20%3A%20Penyumbang%20Kerugian%20Negara..." title="Facebook"><img src="http://www.drarief.com/wp-content/plugins/sociable/images/facebook.png" title="Facebook" alt="Facebook" class="sociable-hovers" /></a>
	<a rel="nofollow"  href="http://twitter.com/home?status=Rokok%20%3A%20Penyumbang%20Kerugian%20Negara...%20-%20http%3A%2F%2Fwww.drarief.com%2Frokok-penyumbang-kerugian-negara%2F" title="Twitter"><img src="http://www.drarief.com/wp-content/plugins/sociable/images/twitter.png" title="Twitter" alt="Twitter" class="sociable-hovers" /></a>
	<a rel="nofollow"  href="http://technorati.com/faves?add=http%3A%2F%2Fwww.drarief.com%2Frokok-penyumbang-kerugian-negara%2F" title="Technorati"><img src="http://www.drarief.com/wp-content/plugins/sociable/images/technorati.png" title="Technorati" alt="Technorati" class="sociable-hovers" /></a>
	<a rel="nofollow"  href="javascript:AddToFavorites();" title="Add to favorites"><img src="http://www.drarief.com/wp-content/plugins/sociable/images/addtofavorites.png" title="Add to favorites" alt="Add to favorites" class="sociable-hovers" /></a>
	<a rel="nofollow"  href="http://www.printfriendly.com/print?url=http%3A%2F%2Fwww.drarief.com%2Frokok-penyumbang-kerugian-negara%2F&amp;partner=sociable" title="Print"><img src="http://www.drarief.com/wp-content/plugins/sociable/images/printfriendly.png" title="Print" alt="Print" class="sociable-hovers" /></a>
	<a rel="nofollow"  href="mailto:?subject=Rokok%20%3A%20Penyumbang%20Kerugian%20Negara...&amp;body=http%3A%2F%2Fwww.drarief.com%2Frokok-penyumbang-kerugian-negara%2F" title="email"><img src="http://www.drarief.com/wp-content/plugins/sociable/images/email_link.png" title="email" alt="email" class="sociable-hovers" /></a>


<br/><br/>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.drarief.com/rokok-penyumbang-kerugian-negara/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Tips Tetap Fit di Musim Hujan</title>
		<link>http://www.drarief.com/tips-tetap-fit-di-musim-hujan/</link>
		<comments>http://www.drarief.com/tips-tetap-fit-di-musim-hujan/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 19 Apr 2009 13:01:46 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dr. Arief</dc:creator>
				<category><![CDATA[Informasi Untuk Pasien]]></category>
		<category><![CDATA[Mimbar Bebas]]></category>
		<category><![CDATA[fit]]></category>
		<category><![CDATA[musim hujan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://drarief.com/?p=480</guid>
		<description><![CDATA[Musim hujan tak kunjung reda&#8230; Di negara kita, musim yang satu ini tergolong sulit karena sering diasosiasikan dengan banjir, flu, macet, juga jam karet. Meski begitu, kehidupan harus tetap berjalan. Jangan sampai hujan membuat kegiatan Anda terhambat. Meski secara kalender seharusnya saat ini hujan telah reda, justru sekarang kita banyak mengalami hujan yang datang tiba-tiba, [...]<p><a href="http://www.drarief.com/tips-tetap-fit-di-musim-hujan/">Tips Tetap Fit di Musim Hujan</a> is a post from: <a href="http://www.drarief.com">Dr Arief</a></p>
]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft" title="Hujan... hujan..." src="http://www.freefoto.com/images/16/05/16_05_62---Rain_web.jpg" alt="" width="307" height="461" />Musim hujan tak kunjung reda&#8230; Di negara kita, musim yang satu ini tergolong sulit karena sering diasosiasikan dengan banjir, flu, macet, juga jam karet. Meski begitu, kehidupan harus tetap berjalan. Jangan sampai hujan membuat kegiatan Anda terhambat.<br />
Meski secara kalender seharusnya saat ini hujan telah reda, justru sekarang kita banyak mengalami hujan yang datang tiba-tiba, dari yang kecil hingga badai disertai puting beliung. Kini saatnya Anda mempersiapkan kembali semua perlengkapan musim hujan Anda. Keluarkan jaket dari lemari, begitu juga jas hujan, dan payung. Meski terkadang matahari tampak bersinar, bisa-bisa dalam hitungan menit awan gelap kembali datang dan tiba-tiba hujan pun mengguyur. Daripada Anda terjebak di suatu tempat tanpa persiapan, lebih baik bawa selalu perlengkapan &#8216;anti hujan&#8217; Anda.<br />
Di musim hujan seperti ini, sinar matahari yang biasanya bisa membunuh kuman kini terhadang awan gelap. Banjir atau air yang telah lama tergenang pun dapat menimbulkan banyak penyakit. Flu, diare, dan demam berdarah pun mengintai Anda. Karena itu, Anda harus tetap fit dan menjaga daya tahan tubuh Anda. Bagaimana caranya? Ini dia tips nya&#8230;<br />
<span id="more-480"></span></p>
<h3>Banyak minum air putih</h3>
<p>Air putih adalah zat detoksifikiasi alami yang murah meriah dan mudah didapat. Air putih juga membuat kulit tampak segar dan tubuh tidak mengalami dehidrasi.</p>
<h3>Cukup istirahat</h3>
<p>Kurang tidur akan menyakiti tubuh Anda dan tidak memberikan organ tubuh Anda kesempatan untuk merecharge sel-sel mereka. 6-8 jam adalah waktu ideal yang bisa Anda berikan untuk tidur setiap harinya.</p>
<h3>Hindari virus masuk ke tubuh Anda</h3>
<p>Pastikan Anda senantiasa &#8216;higienis&#8217; sepanjang hari. Cuci tangan Anda setiap sebelum makan, sehabis dari toilet, dan setelah melakukan kegiatan apapun. Jika Anda baru kembali dari luar ruangan, cuci baik tangan dan kaki Anda. Hindari menyentuh wajah Anda dengan tangan, karena penelitian mengatakan bahwa kuman biasanya masuk lewat hidung atau mulut Anda. Siapkan cairan pembersih antikuman setiap saat, terutama saat keluar rumah.</p>
<h3>Jangan makan sembarangan</h3>
<p>Hindari tempat penjualan makanan yang kurang terjaga kebersihannya. Perbanyak serat dan makan makanan yang mengandung vitamin. Kalau perlu, tambah dengan multivitamin.</p>
<h3>Pastikan Anda cukup hangat</h3>
<p>Ini berkaitan dengan kenyamanan Anda. Jika Anda kehujanan dan kedinginan, Anda akan merasa lemah dan sugesti ini membuat Anda benar-benar terserang penyakit. Kenakan jaket atau pakaian yang tebal untuk melindungi tubuh dari suhu dingin. Kalau Anda harus menerjang hujan, gunakan payung atau jas hujan. Jika Anda suka, boleh juga membalurkan minyak kayu putih di tubuh. Untuk menghangatkan tubuh dari dalam, semangkuk sup hangat atau segelas jahe boleh juga dicoba.</p>
<h3>Jemur pakaian sampai kering</h3>
<p>Cucian yang tak mau kering adalah kendala di musim hujan, karena matahari seakan tak mau bersinar. Meski begitu, cari cara agar cucian Anda bisa kering sepenuhnya. Pakaian yang lembab berarti masih menyimpan air dan bisa jadi sarang bakteri.</p>
<h3>Tetap berolahraga</h3>
<p>Walaupun olahraga outdoor jadi berkurang intensitasnya karena cuaca yang tidak bersahabat, Anda bisa mencoba aneka olahraga yang bisa dilakukan secara indoor, seperti senam aerobik dengan panduan video, sit up, atau skipping (lompat tali).<br />
Lebih baik mencegah penyakit daripada mengobati. Karena Anda butuh energi lebih untuk menghadapi segala kemungkinan yang muncul di musim hujan ini, maka lebih baik Anda memastikan bahwa tubuh Anda dalam keadaan terbaiknya. Dengan begitu, aktivitas sehari-hari pun bisa dilakukan dengan lancar, tak peduli hujan menghadang.<br />
<h3 class='related_post_title'>Posting terkait:</h3>
<ul class='related_post'>
<li>Tidak ada post yang terkait untuk saat ini&#8230;</li>
</ul>
<p><a href="http://www.drarief.com/tips-tetap-fit-di-musim-hujan/">Tips Tetap Fit di Musim Hujan</a> is a post from: <a href="http://www.drarief.com">Dr Arief</a></p>



Suka post ini ? Silakan share...


	<a rel="nofollow"  href="http://www.facebook.com/share.php?u=http%3A%2F%2Fwww.drarief.com%2Ftips-tetap-fit-di-musim-hujan%2F&amp;t=Tips%20Tetap%20Fit%20di%20Musim%20Hujan" title="Facebook"><img src="http://www.drarief.com/wp-content/plugins/sociable/images/facebook.png" title="Facebook" alt="Facebook" class="sociable-hovers" /></a>
	<a rel="nofollow"  href="http://twitter.com/home?status=Tips%20Tetap%20Fit%20di%20Musim%20Hujan%20-%20http%3A%2F%2Fwww.drarief.com%2Ftips-tetap-fit-di-musim-hujan%2F" title="Twitter"><img src="http://www.drarief.com/wp-content/plugins/sociable/images/twitter.png" title="Twitter" alt="Twitter" class="sociable-hovers" /></a>
	<a rel="nofollow"  href="http://technorati.com/faves?add=http%3A%2F%2Fwww.drarief.com%2Ftips-tetap-fit-di-musim-hujan%2F" title="Technorati"><img src="http://www.drarief.com/wp-content/plugins/sociable/images/technorati.png" title="Technorati" alt="Technorati" class="sociable-hovers" /></a>
	<a rel="nofollow"  href="javascript:AddToFavorites();" title="Add to favorites"><img src="http://www.drarief.com/wp-content/plugins/sociable/images/addtofavorites.png" title="Add to favorites" alt="Add to favorites" class="sociable-hovers" /></a>
	<a rel="nofollow"  href="http://www.printfriendly.com/print?url=http%3A%2F%2Fwww.drarief.com%2Ftips-tetap-fit-di-musim-hujan%2F&amp;partner=sociable" title="Print"><img src="http://www.drarief.com/wp-content/plugins/sociable/images/printfriendly.png" title="Print" alt="Print" class="sociable-hovers" /></a>
	<a rel="nofollow"  href="mailto:?subject=Tips%20Tetap%20Fit%20di%20Musim%20Hujan&amp;body=http%3A%2F%2Fwww.drarief.com%2Ftips-tetap-fit-di-musim-hujan%2F" title="email"><img src="http://www.drarief.com/wp-content/plugins/sociable/images/email_link.png" title="email" alt="email" class="sociable-hovers" /></a>


<br/><br/>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.drarief.com/tips-tetap-fit-di-musim-hujan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Bagaimana menjadi pasien yang pintar?</title>
		<link>http://www.drarief.com/bagaimana-menjadi-pasien-yang-pintar/</link>
		<comments>http://www.drarief.com/bagaimana-menjadi-pasien-yang-pintar/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 19 Apr 2009 12:37:48 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dr. Arief</dc:creator>
				<category><![CDATA[Informasi Untuk Pasien]]></category>
		<category><![CDATA[Mimbar Bebas]]></category>
		<category><![CDATA[dokter]]></category>
		<category><![CDATA[pasien]]></category>
		<category><![CDATA[pintar]]></category>
		<category><![CDATA[smart]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://drarief.com/?p=476</guid>
		<description><![CDATA[Kebanyakan pasien tidak pandai berkomunikasi dengan dokter mereka. Hal ini selain disebabkan karena pola pikir &#8220;doctor knows best&#8221; yang membuat pasien percaya saja apa yang dikatakan dokter, juga karena para pasien sering hanya diberikan sedikit informasi yang relevan mengenai penyakitnya. Ingat, seperti halnya detektif, dokter juga bertugas mencari fakta. Pada saat yang bersamaan, mereka juga [...]<p><a href="http://www.drarief.com/bagaimana-menjadi-pasien-yang-pintar/">Bagaimana menjadi pasien yang pintar?</a> is a post from: <a href="http://www.drarief.com">Dr Arief</a></p>
]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft" title="Pasien yang pintar" src="http://1.bp.blogspot.com/_ndUBuo1BuPU/ScXSfxi-QkI/AAAAAAAAD1A/UUCLeuzRKV0/s400/pills-(child-medicine)-imag.jpg" alt="" width="233" height="307" /></p>
<p>Kebanyakan pasien tidak pandai berkomunikasi dengan dokter mereka. Hal ini selain disebabkan karena pola pikir &#8220;doctor knows best&#8221; yang membuat pasien percaya saja apa yang dikatakan dokter, juga karena para pasien sering hanya diberikan sedikit informasi yang relevan mengenai penyakitnya. Ingat, seperti halnya detektif, dokter juga bertugas mencari fakta. Pada saat yang bersamaan, mereka juga memberikan kita banyak detail-detail yang tidak relevan dan topik pembicaraan yang tidak ‘nyambung’.</p>
<p>Menjadi pasien yang cerdas bisa mengembalikan kesehatan Anda, mencegah pengeluaran yang sia-sia untuk tindakan medis, bahkan menyelamatkan jiwa Anda. Untuk menjadi pasien yang cerdas, Anda bisa merujuk pada tips-tips berikut ini.</p>
<p><span id="more-476"></span></p>
<h2>Memilih Dokter yang Benar</h2>
<p>Tanda pertama bahwa seseorang bisa disebut pasien yang cerdas adalah dengan memilih dokter yang benar. Dokter yang benar berarti dokter yang bersertifikat, kompeten, komunikatif, dan peduli terhadap pasien. Sekali Anda menemukan dokter seperti ini, Anda bisa mengandalkannya seumur hidup Anda. Untuk menemukannya, Anda bisa bertanya pada manajer perawat di UGD (unit gawat darurat) di rumah sakit terbaik di kota Anda. Manajer perawat di ICU (intensif care unit) juga bisa dijadikan rujukan. Selain itu, Anda bisa mendengarkan saran keluarga dan kerabat, atau mencari sendiri dengan mencoba dokter demi dokter.</p>
<h2>Pilih Rumah Sakit Terbaik</h2>
<p>Bagaimana kabar Anda hari ini? Baik-baik saja? Nah, ini saat yang tepat untuk mencari rumah sakit. Mungkin Anda bingung, tetapi sesungguhnya waktu terbaik untuk mencari rumah sakit adalah saat Anda tidak membutuhkannya. Kebanyakan orang tidak pernah berpikir untuk memilih sebuah rumah sakit rujukan untuk dirinya jika ia sakit. Mereka baru terpikir saat mereka sakit parah dan paramedis atau orang lain berkata, “Apakah Anda punya pilihan ke rumah sakit mana Anda ingin dibawa?”</p>
<h2>Jangan Berpikir Dua Kali untuk Meminta Second Opinion</h2>
<p>Pasien yang cerdas tidak akan merelakan hidupnya ke tangan seorang dokter saja. Penelitian di Amerika Serikat membuktikan bahwa 30% pasien yang meminta opini kedua dari dokter lain akan mendapatkan sebuah diagnosis baru yang berbeda. Tapi masalahnya, hanya ada 20% dari pasien yang meminta opini kedua, sisanya terlalu percaya pada dokter yang pertama—sehingga kesalahan perawatan dan pengobatan pun sering terjadi.<br />
Saat Anda berkonsultasi pada dokter untuk meminta opini kedua, berikan saja hasil pemeriksaan Anda dari dokter yang pertama, beri tahu ia fakta-fakta dari penyakit Anda, dan biarkan dokter tersebut menanyakan pertanyaan-pertanyaan untuk Anda. Jangan katakan, “Dokter A berkata saya sakit ini, tapi saya ragu.” Hal ini bisa membuat spesialis tersebut membuat opini yang bias.</p>
<h2>Pengobatan Alternatif</h2>
<p>Meskipun banyak pengobatan alternatif yang benar-benar ingin menyembuhkan pasien, ada juga yang berbahaya dan bahkan hanya mencari uang semata&#8230; Khusunya di negara kita, Indonesia. Nah, agar Anda terhindar dari bahaya, pastikan bahwa pengobatan terapi Anda tidak berbenturan dengan terapi dari dokter medis, dan bisa dijalankan bersama-sama dengan pengobatan dari dokter medis.<br />
<h3 class='related_post_title'>Posting terkait:</h3>
<ul class='related_post'>
<li><a href='http://www.drarief.com/kenali-obat-anda/' title='Kenali Obat Anda !'>Kenali Obat Anda !</a></li>
<li><a href='http://www.drarief.com/rokok-penyumbang-kerugian-negara/' title='Rokok : Penyumbang Kerugian Negara&#8230;'>Rokok : Penyumbang Kerugian Negara&#8230;</a></li>
<li><a href='http://www.drarief.com/nilai-referensi-pemeriksaan-kimia-darah/' title='Nilai Referensi Pemeriksaan Kimia Darah'>Nilai Referensi Pemeriksaan Kimia Darah</a></li>
<li><a href='http://www.drarief.com/habis-rokok-terbitlah-diabetes/' title='Habis Rokok Terbitlah Diabetes&#8230;'>Habis Rokok Terbitlah Diabetes&#8230;</a></li>
<li><a href='http://www.drarief.com/uji-kompetensi-siapa-yang-mau-ikut-hayo/' title='Uji Kompetensi&#8230; Siapa yang mau ikut hayo ?'>Uji Kompetensi&#8230; Siapa yang mau ikut hayo ?</a></li>
</ul>
<p><a href="http://www.drarief.com/bagaimana-menjadi-pasien-yang-pintar/">Bagaimana menjadi pasien yang pintar?</a> is a post from: <a href="http://www.drarief.com">Dr Arief</a></p>



Suka post ini ? Silakan share...


	<a rel="nofollow"  href="http://www.facebook.com/share.php?u=http%3A%2F%2Fwww.drarief.com%2Fbagaimana-menjadi-pasien-yang-pintar%2F&amp;t=Bagaimana%20menjadi%20pasien%20yang%20pintar%3F" title="Facebook"><img src="http://www.drarief.com/wp-content/plugins/sociable/images/facebook.png" title="Facebook" alt="Facebook" class="sociable-hovers" /></a>
	<a rel="nofollow"  href="http://twitter.com/home?status=Bagaimana%20menjadi%20pasien%20yang%20pintar%3F%20-%20http%3A%2F%2Fwww.drarief.com%2Fbagaimana-menjadi-pasien-yang-pintar%2F" title="Twitter"><img src="http://www.drarief.com/wp-content/plugins/sociable/images/twitter.png" title="Twitter" alt="Twitter" class="sociable-hovers" /></a>
	<a rel="nofollow"  href="http://technorati.com/faves?add=http%3A%2F%2Fwww.drarief.com%2Fbagaimana-menjadi-pasien-yang-pintar%2F" title="Technorati"><img src="http://www.drarief.com/wp-content/plugins/sociable/images/technorati.png" title="Technorati" alt="Technorati" class="sociable-hovers" /></a>
	<a rel="nofollow"  href="javascript:AddToFavorites();" title="Add to favorites"><img src="http://www.drarief.com/wp-content/plugins/sociable/images/addtofavorites.png" title="Add to favorites" alt="Add to favorites" class="sociable-hovers" /></a>
	<a rel="nofollow"  href="http://www.printfriendly.com/print?url=http%3A%2F%2Fwww.drarief.com%2Fbagaimana-menjadi-pasien-yang-pintar%2F&amp;partner=sociable" title="Print"><img src="http://www.drarief.com/wp-content/plugins/sociable/images/printfriendly.png" title="Print" alt="Print" class="sociable-hovers" /></a>
	<a rel="nofollow"  href="mailto:?subject=Bagaimana%20menjadi%20pasien%20yang%20pintar%3F&amp;body=http%3A%2F%2Fwww.drarief.com%2Fbagaimana-menjadi-pasien-yang-pintar%2F" title="email"><img src="http://www.drarief.com/wp-content/plugins/sociable/images/email_link.png" title="email" alt="email" class="sociable-hovers" /></a>


<br/><br/>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.drarief.com/bagaimana-menjadi-pasien-yang-pintar/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Tips jitu untuk yang ingin langsing !</title>
		<link>http://www.drarief.com/tips-jitu-untuk-yang-ingin-langsing/</link>
		<comments>http://www.drarief.com/tips-jitu-untuk-yang-ingin-langsing/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 10 Mar 2009 11:58:33 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dr. Arief</dc:creator>
				<category><![CDATA[Informasi Untuk Pasien]]></category>
		<category><![CDATA[Mimbar Bebas]]></category>
		<category><![CDATA[Tips]]></category>
		<category><![CDATA[kegemukan]]></category>
		<category><![CDATA[langsing]]></category>
		<category><![CDATA[obesitas]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://drarief.com/?p=417</guid>
		<description><![CDATA[Apakah Anda kurang pédé dengan ukuran tubuh? Merasa kegemukan? Lingkar pinggang bertambah terus? Bolak-balik ke taylor untuk memperbesar ukuran celana? Jangan khawatir!!! Anda tidak sendirian Begitu banyak yang memiliki masalah seperti ini, sehingga tidak berlebihan bila Asosiasi Orang Gemuk Indonesia berencana mengusulkan satu hari khusus untuk memperingatinya dengan mengibarkan bendera setengah tiang&#8230; eh emangnya ada [...]<p><a href="http://www.drarief.com/tips-jitu-untuk-yang-ingin-langsing/">Tips jitu untuk yang ingin langsing !</a> is a post from: <a href="http://www.drarief.com">Dr Arief</a></p>
]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignnone" title="gendut" src="http://www.adcouncil.org/files/obesity_newguy_ooh.jpg" alt="" width="427" height="607" /></p>
<p>Apakah Anda kurang pédé dengan ukuran tubuh? Merasa kegemukan? Lingkar pinggang bertambah terus? Bolak-balik ke taylor untuk memperbesar ukuran celana? Jangan khawatir!!! Anda tidak sendirian <img src='http://www.drarief.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Begitu banyak yang memiliki masalah seperti ini, sehingga tidak berlebihan bila <em>Asosiasi Orang Gemuk Indonesia</em> berencana mengusulkan satu hari khusus untuk memperingatinya dengan mengibarkan bendera setengah tiang&#8230; eh emangnya ada asosiasi seperti ini ya? Hehehehe&#8230;<span id="more-417"></span></p>
<p>Memang benar bahwa kegemukan adalah masalah pelik yang dialami oleh mayoritas orang. Entah berapa persen pertambahannya, sebagian besar orang yang telah mencapai usia tertentu, tingkat kemapanan hidup tertentu, strata sosial tertentu, atau jabatan tertentu pasti mengalami &#8220;pembesaran&#8221; ukuran tubuh.</p>
<p>Contohnya, sebut saja si A, laki-laki yang mengalami kenaikan berat badan setelah menikah selama 5 tahun, tidak tanggung-tanggung&#8230; naik 30 kilo! Wow!!!&#8230;  Ada lagi si B, setelah menjabat posisi direktur marketing di sebuah perusahaan, seiring dengan membesarnya meja kerja di kantor dan makin dinginnya ac di ruang pribadinya, lingkar pinggang pun ikut-ikutan membesar&#8230; Si C juga ikutan join di program pembesaran tubuh setelah ia menjabat sebagai anggota MPR, seiring dengan pembesaran gajinya&#8230; Oh&#8230; ada apa gerangan dengan pasukan lemak yang seolah mengintai ke mana-mana? Seandainya bisnis &#8220;surplus&#8221; lemak ini semenguntungkan bisnis nyata, tentunya kita semua sudah menjadi -lebih- kaya raya <img src='http://www.drarief.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Sebelum kita simpulkan tips untuk mengatasinya, sebaiknya kita ulas dulu sebabnya. Seiring dengan perkembangan usia alias penuaan, puncak vitalitas tubuh diyakini ada pada usia 20-25 tahun. Memang benar orang menjadi lebih pandai, lebih mapan, lebih bijaksana, dan lebih-lebih yang lainnya; tapi vitalitas tubuhnya secara umum sudah mengalami penuaan. Ini berarti dengan berkurangnya aktivitas tubuh di atas usia puncaknya, tubuh akan mulai menimbun sampah-sampah metabolit dan hasil-hasil pengolahan makanan yang tidak terpakai. Ini berarti sedikit demi sedikit timbunan lemak akan mulai di deposit pada daerah-daerah tubuh yang kurang bergerak.</p>
<p>Mana saja daerah yang kurang bergerak itu? Bayangkan sebuah tuas (jungkat-jungkit, mainan anak TK) yang sederhana saja, di mana titik tengah sebagi porosnya. Ujung-ujungnya akan cenderung lebih banyak bergerak di kedua sisi, dan titik tengahnya lebih sedikit bergerak. Hampir sama dengan tubuh kita, deposisi (penimbunan) lemak akan lebih terkonsentrasi pada titik tengah (perut dan sekitarnya), yang memang lebih sedikit bergerak. Makin ke ujung tubuh, biasanya semakin sedikit timbunan lemaknya&#8230; Kecuali bila di tengah sudah overload dan sangat banyak, maka timbunan di ujung-ujung tubuh pun akan tampak dengan lebih jelas.</p>
<p>Faktor yang turut memberikan sumbangan pada proses kegemukan adalah:</p>
<p>1.       <a href="../../../../../?p=291">Perubahan pola hidup seseorang</a>, dimana dalam 24 jam waktu hidupnya porsi &#8220;penimbunan&#8221; lebih banyak daripada porsi &#8220;pembakaran&#8221;</p>
<p>2.       Perubahan pola makan seseorang, dimana kebiasaan dan menu makan seseorang berubah menjadi lebih nikmat, lebih berlemak, lebih banyak</p>
<p>3.       Perubahan hormonal, seiring dengan usia tubuh yang semakin menua dan fungsi-fungsi pembakaran dalam tubuh semakin berkurang</p>
<p>Nah bila kita lihat 3 faktor utama di atas, 2 di antaranya dapat dicegah secara permanen, dan hanya satu yang tidak&#8230; tapi bisa ditunda atau dikurangi. Berikut beberapa tips penting untuk mengatasi masalah kegemukan. Tips ini insya Allah <strong><span style="text-decoration: underline;">DIJAMIN</span></strong> efektif bagi orang gemuk untuk melangsingkan tubuhnya ke <span style="text-decoration: underline;">berat badan normal</span> (bukan berarti kurus kering lho&#8230;)</p>
<p>1.       Mulailah dengan menimbulkan &#8220;Vitamin KK&#8221; alias <strong>Kemauan Kuat </strong>pada diri Anda untuk membenahi pola hidup Anda&#8230; Susah? Eit, jangan dulu mengatakan susah! Ganti saja menjadi gampang-gampang-susah. Jadi gampangnya 2x dan susahnya 1x <img src='http://www.drarief.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>2.       Atur kembali cara makan Anda.</p>
<ul class="unIndentedList">
<li> Lebih dari 70% fakta kegemukan pada kepustakaan yang saya baca <span style="text-decoration: underline;">di luar faktor keturunan</span> adalah diikuti atau diawali dengan cara makan yang salah</li>
<li> Rasulullah SAW adalah orang yang senantiasa menjaga makannya dengan cara makan <span style="text-decoration: underline;">hanya</span> bila lapar, dan berhenti sebelum kenyang (bukannya seperti filosofi kebanyakan orang yang gemuk : makan ketika datang waktunya, berhenti setelah perut merasa terlalu kenyang sehingga tidak dapat dimasuki lagi hehehe&#8230;)</li>
</ul>
<p>3.       Gunakan pola makan 3-2-1® <sup>(registered trademark of DrArief.com)</sup></p>
<ul class="unIndentedList">
<li> Tentu maksudnya <strong><span style="text-decoration: underline;">bukan</span></strong> makan pagi 3 porsi, makan siang 2 porsi, dan makan malam 1 porsi&#8230; alangkah gemuknya kita bila mengikuti pola itu <img src='http://www.drarief.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' />  Maksudnya adalah : makan pagi menduduki skor 3, makan siang menduduki skor 2, dan makan malam menduduki skor 1. Skor ini menunjukkan kepentingannya, yang berhubungan dengan pola hidup orang normal (pada umumnya) bekerja pada pagi hari dan istirahat pada malam hari; tentunya berlaku sebaliknya bila Anda bekerja sebagai petugas yang senantiasa bekerja di malam hari dan tidur di pagi hari.</li>
</ul>
<p>4.       Jauhi jarak antara makan malam dengan tidur</p>
<ul class="unIndentedList">
<li> Semakin dekat jarak antar makan malam dengan tidur, itu berarti Anda memberikan tambahan &#8220;PR&#8221; bagi tubuh untuk membakar kalori dari hasil makan malam tadi menjadi lemak selama Anda tidur.</li>
</ul>
<p>5.       Hindari <em>deposito</em> yang tidak perlu!</p>
<ul class="unIndentedList">
<li> Kebanyakan orang gemuk punya cara tersendiri untuk mengisi waktu-waktu khususnya, seperti kebiasaan minum kopi manis di sore hari, teh manis di malam hari, dsb. Ini adalah kebiasaan, bukan kebutuhan. Bila tubuh Anda sudah terasa berat untuk beraktivitas, ada baiknya Anda tinjau kembali perlu tidaknya tubuh Anda mendapatkan &#8220;suntikan deposito&#8221; lemak secara rutin.</li>
</ul>
<p>6.       Upayakan komposisi makan yang didasari prinsip yang sesuai dengan kebutuhan.</p>
<ul class="unIndentedList">
<li> Bila aktivitas harian Anda lebih banyak menggunakan aktivitas fisik (otot), tentu tubuh Anda lebih banyak membutuhkan karbohidrat.</li>
<li> Bila aktivitas harian Anda lebih banyak menggunakan aktivitas berfikir (otak), tentu tubuh Anda lebih banyak membutuhkan protein.</li>
<li> Cara mudah untuk menimbang takarannya adalah dengan melihat point no. 2 di atas.</li>
</ul>
<p>7.       Jangan &#8220;asal isi&#8221; perut Anda setiap saat ia lapar</p>
<ul class="unIndentedList">
<li> Upayakan substitusi yang tidak berpotensi menambah lemak Anda ketika serangan lapar datang.</li>
<li> Campurkan porsi makanan utama Anda dengan agar-agar supaya lebih berisi.</li>
<li> Perbanyaklah minum air daripada menambah porsi makan.</li>
<li> Perbanyak buah segar, khususnya bila terasa lapar di waktu malam. Tentu bukan durian, alpukat, dan buah berlemak lain.</li>
</ul>
<p>8.       Aktifkan kembali otot-otot tubuh Anda dengan olah raga. Otot selalu berlawanan dengan lemak. Bila otot Anda &#8220;memakan&#8221; zat-zat hasil pembakaran makanan dalam jumlah yang tidak berlebihan, maka bisa dipastikan uang kembalian yang akan &#8220;disetor&#8221; ke tabungan lemak pasti akan sedikit. Karenanya, upayakan selalu agar otot Anda aktif.</p>
<p>9.       Ini dia&#8230; Ramuan khusus!</p>
<ul class="unIndentedList">
<li> Ini adalah kombinasi zat alami unik yang telah dicoba oleh banyak orang dan terbukti berhasil. Tapi ini adalah ramuan tradisional, jadi tidak ada statistik yang memadai sebagaimana obat kimia. Minumlah secangkir campuran madu dan bubuk kayumanis yang telah direbus, setiap pagi, 30 menit sebelum sarapan saat perut masih kosong dan pada malam hari sebelum tidur. Bila diminum secara teratur insya Allah dapat menurunkan berat badan&#8230; bahkan untuk mereka yang mengalami obesitas sekalipun. Konon campuran ini juga dapat mencegah penimbunan lemak yang berlebihan pada tubuh.</li>
</ul>
<p>Menarik bukan? Nah selamat mencoba! Saya doakan semoga sukses dan langsing <img src='http://www.drarief.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /><br />
<h3 class='related_post_title'>Posting terkait:</h3>
<ul class='related_post'>
<li><a href='http://www.drarief.com/sindroma-metabolik-dan-resiko-penyakit/' title='Sindroma Metabolik dan Resiko Penyakit'>Sindroma Metabolik dan Resiko Penyakit</a></li>
<li><a href='http://www.drarief.com/tips-mengatasi-keringat-berlebih-pada-ketiak/' title='Tips Mengatasi Keringat Berlebih Pada Ketiak'>Tips Mengatasi Keringat Berlebih Pada Ketiak</a></li>
<li><a href='http://www.drarief.com/tips-mengatasi-mual-dan-muntah-untuk-ibu-hamil/' title='Tips Mengatasi Mual dan Muntah untuk Ibu Hamil'>Tips Mengatasi Mual dan Muntah untuk Ibu Hamil</a></li>
<li><a href='http://www.drarief.com/tips-mengatasi-keringat-berlebih/' title='Tips Mengatasi Keringat Berlebih'>Tips Mengatasi Keringat Berlebih</a></li>
<li><a href='http://www.drarief.com/tips-tidur-sehat/' title='Tips Tidur Sehat :-)'>Tips Tidur Sehat <img src='http://www.drarief.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':-)' class='wp-smiley' /> </a></li>
</ul>
<p><a href="http://www.drarief.com/tips-jitu-untuk-yang-ingin-langsing/">Tips jitu untuk yang ingin langsing !</a> is a post from: <a href="http://www.drarief.com">Dr Arief</a></p>



Suka post ini ? Silakan share...


	<a rel="nofollow"  href="http://www.facebook.com/share.php?u=http%3A%2F%2Fwww.drarief.com%2Ftips-jitu-untuk-yang-ingin-langsing%2F&amp;t=Tips%20jitu%20untuk%20yang%20ingin%20langsing%20%21" title="Facebook"><img src="http://www.drarief.com/wp-content/plugins/sociable/images/facebook.png" title="Facebook" alt="Facebook" class="sociable-hovers" /></a>
	<a rel="nofollow"  href="http://twitter.com/home?status=Tips%20jitu%20untuk%20yang%20ingin%20langsing%20%21%20-%20http%3A%2F%2Fwww.drarief.com%2Ftips-jitu-untuk-yang-ingin-langsing%2F" title="Twitter"><img src="http://www.drarief.com/wp-content/plugins/sociable/images/twitter.png" title="Twitter" alt="Twitter" class="sociable-hovers" /></a>
	<a rel="nofollow"  href="http://technorati.com/faves?add=http%3A%2F%2Fwww.drarief.com%2Ftips-jitu-untuk-yang-ingin-langsing%2F" title="Technorati"><img src="http://www.drarief.com/wp-content/plugins/sociable/images/technorati.png" title="Technorati" alt="Technorati" class="sociable-hovers" /></a>
	<a rel="nofollow"  href="javascript:AddToFavorites();" title="Add to favorites"><img src="http://www.drarief.com/wp-content/plugins/sociable/images/addtofavorites.png" title="Add to favorites" alt="Add to favorites" class="sociable-hovers" /></a>
	<a rel="nofollow"  href="http://www.printfriendly.com/print?url=http%3A%2F%2Fwww.drarief.com%2Ftips-jitu-untuk-yang-ingin-langsing%2F&amp;partner=sociable" title="Print"><img src="http://www.drarief.com/wp-content/plugins/sociable/images/printfriendly.png" title="Print" alt="Print" class="sociable-hovers" /></a>
	<a rel="nofollow"  href="mailto:?subject=Tips%20jitu%20untuk%20yang%20ingin%20langsing%20%21&amp;body=http%3A%2F%2Fwww.drarief.com%2Ftips-jitu-untuk-yang-ingin-langsing%2F" title="email"><img src="http://www.drarief.com/wp-content/plugins/sociable/images/email_link.png" title="email" alt="email" class="sociable-hovers" /></a>


<br/><br/>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.drarief.com/tips-jitu-untuk-yang-ingin-langsing/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Menjenguk orang sakit sekaligus mengobatinya&#8230;</title>
		<link>http://www.drarief.com/menjenguk-orang-sakit-sekaligus-mengobatinya-anda-bisa/</link>
		<comments>http://www.drarief.com/menjenguk-orang-sakit-sekaligus-mengobatinya-anda-bisa/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 01 Mar 2009 12:18:15 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dr. Arief</dc:creator>
				<category><![CDATA[Informasi Untuk Pasien]]></category>
		<category><![CDATA[Mimbar Bebas]]></category>
		<category><![CDATA[doa]]></category>
		<category><![CDATA[menjenguk]]></category>
		<category><![CDATA[orang sakit]]></category>
		<category><![CDATA[rukyah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://drarief.com/?p=360</guid>
		<description><![CDATA[Tidaklah seorang muslim menjenguk orang sakit yang belum datang ajalnya, lalu dia mengucapkan do’a berikut ini sebanyak 7 kali : أَسأَلٌ اللهَ العَظِيمِ , رَبَّ العَرشِ العَظِيمِ , أَن يَشفِيَكَ “Aku memohon kepada Allah Yang Mahaagung, Rabb ‘arsy yang agung, agar Dia menyembuhkanmu” Melainkan orang itu akan disembuhkan. H.R. At-Tirmidzi no. 2083 dan Abu Dawud [...]<p><a href="http://www.drarief.com/menjenguk-orang-sakit-sekaligus-mengobatinya-anda-bisa/">Menjenguk orang sakit sekaligus mengobatinya&#8230;</a> is a post from: <a href="http://www.drarief.com">Dr Arief</a></p>
]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><!--[if gte mso 9]><xml> <w:WordDocument> <w:View>Normal</w:View> <w:Zoom>0</w:Zoom> <w:TrackMoves /> <w:TrackFormatting /> <w:PunctuationKerning /> <w:ValidateAgainstSchemas /> <w:SaveIfXMLInvalid>false</w:SaveIfXMLInvalid> <w:IgnoreMixedContent>false</w:IgnoreMixedContent> <w:AlwaysShowPlaceholderText>false</w:AlwaysShowPlaceholderText> <w:DoNotPromoteQF /> <w:LidThemeOther>EN-US</w:LidThemeOther> <w:LidThemeAsian>X-NONE</w:LidThemeAsian> <w:LidThemeComplexScript>AR-SA</w:LidThemeComplexScript> <w:Compatibility> <w:BreakWrappedTables /> <w:SnapToGridInCell /> <w:WrapTextWithPunct /> <w:UseAsianBreakRules /> <w:DontGrowAutofit /> <w:SplitPgBreakAndParaMark /> <w:DontVertAlignCellWithSp /> <w:DontBreakConstrainedForcedTables /> <w:DontVertAlignInTxbx /> <w:Word11KerningPairs /> <w:CachedColBalance /> </w:Compatibility> <w:BrowserLevel>MicrosoftInternetExplorer4</w:BrowserLevel> <m:mathPr> <m:mathFont m:val="Cambria Math" /> <m:brkBin m:val="before" /> <m:brkBinSub m:val=" " /> <m:smallFrac m:val="off" /> <m:dispDef /> <m:lMargin m:val="0" /> <m:rMargin m:val="0" /> <m:defJc m:val="centerGroup" /> <m:wrapIndent m:val="1440" /> <m:intLim m:val="subSup" /> <m:naryLim m:val="undOvr" /> </m:mathPr></w:WordDocument> </xml><![endif]--><!--[if gte mso 9]><xml> <w:LatentStyles DefLockedState="false" DefUnhideWhenUsed="true"   DefSemiHidden="true" DefQFormat="false" DefPriority="99"   LatentStyleCount="267"> <w:LsdException Locked="false" Priority="0" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Normal" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="9" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="heading 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 3" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 4" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 5" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 6" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 7" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 8" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 9" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 3" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 4" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 5" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 6" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 7" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 8" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 9" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="35" QFormat="true" Name="caption" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="10" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Title" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="1" Name="Default Paragraph Font" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="11" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Subtitle" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="22" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Strong" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="20" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Emphasis" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="59" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Table Grid" /> <w:LsdException Locked="false" UnhideWhenUsed="false" Name="Placeholder Text" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="1" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="No Spacing" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light List" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 1" /> <w:LsdException Locked="false" UnhideWhenUsed="false" Name="Revision" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="34" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="List Paragraph" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="29" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Quote" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="30" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Intense Quote" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="<br />
Medium Shading 2 Accent 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 3" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 3" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 3" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 3" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 3" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 3" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 3" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 3" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 3" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 3" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 3" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 3" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 3" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 3" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 4" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 4" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 4" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 4" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 4" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 4" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 4" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 4" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 4" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 4" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 4" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 4" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 4" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 4" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 5" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 5" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 5" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 5" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 5" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 5" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 5" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 5" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 5" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 5" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 5" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 5" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 5" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 5" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 6" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 6" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 6" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 6" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 6" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 6" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 6" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 6" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 6" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 6" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 6" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 6" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 6" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 6" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="19" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Subtle Emphasis" /> <w:LsdException Locked="false" Priority=<br />
"21" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Intense Emphasis" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="31" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Subtle Reference" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="32" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Intense Reference" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="33" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Book Title" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="37" Name="Bibliography" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="39" QFormat="true" Name="TOC Heading" /> </w:LatentStyles> </xml><![endif]--> <!--[if gte mso 10]><br />
<mce:style><!   /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:"Table Normal"; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-priority:99; 	mso-style-qformat:yes; 	mso-style-parent:""; 	mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt; 	mso-para-margin-top:0in; 	mso-para-margin-right:0in; 	mso-para-margin-bottom:10.0pt; 	mso-para-margin-left:0in; 	line-height:115%; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:11.0pt; 	font-family:"Calibri","sans-serif"; 	mso-ascii-font-family:Calibri; 	mso-ascii-theme-font:minor-latin; 	mso-hansi-font-family:Calibri; 	mso-hansi-theme-font:minor-latin;} --></p>
<p><!--[endif]--></p>
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal"><span lang="IN">Tidaklah seorang muslim menjenguk orang sakit <span style="text-decoration: underline;">yang belum datang ajalnya</span>, lalu dia mengucapkan do’a berikut ini sebanyak 7 kali :</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="color: #0000ff;"><span style="font-size: 22pt; line-height: 115%; font-family: &quot;Arabic Transparent&quot;;" dir="rtl" lang="AR-SA">أَسأَلٌ اللهَ العَظِيمِ , رَبَّ العَرشِ العَظِيمِ , أَن يَشفِيَكَ </span></span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="IN">“<em>Aku memohon kepada Allah Yang Mahaagung, Rabb ‘arsy yang agung, agar Dia menyembuhkanmu</em>”</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="IN">Melainkan orang itu akan disembuhkan. </span></p>
<address class="MsoNormal"><span lang="IN">H.R. At-Tirmidzi no. 2083 dan Abu Dawud no. 3106</span></address>
<p class="MsoNormal"><span lang="IN"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="IN"><br />
</span><br />
<h3 class='related_post_title'>Posting terkait:</h3>
<ul class='related_post'>
<li>Tidak ada post yang terkait untuk saat ini&#8230;</li>
</ul>
<p><a href="http://www.drarief.com/menjenguk-orang-sakit-sekaligus-mengobatinya-anda-bisa/">Menjenguk orang sakit sekaligus mengobatinya&#8230;</a> is a post from: <a href="http://www.drarief.com">Dr Arief</a></p>



Suka post ini ? Silakan share...


	<a rel="nofollow"  href="http://www.facebook.com/share.php?u=http%3A%2F%2Fwww.drarief.com%2Fmenjenguk-orang-sakit-sekaligus-mengobatinya-anda-bisa%2F&amp;t=Menjenguk%20orang%20sakit%20sekaligus%20mengobatinya..." title="Facebook"><img src="http://www.drarief.com/wp-content/plugins/sociable/images/facebook.png" title="Facebook" alt="Facebook" class="sociable-hovers" /></a>
	<a rel="nofollow"  href="http://twitter.com/home?status=Menjenguk%20orang%20sakit%20sekaligus%20mengobatinya...%20-%20http%3A%2F%2Fwww.drarief.com%2Fmenjenguk-orang-sakit-sekaligus-mengobatinya-anda-bisa%2F" title="Twitter"><img src="http://www.drarief.com/wp-content/plugins/sociable/images/twitter.png" title="Twitter" alt="Twitter" class="sociable-hovers" /></a>
	<a rel="nofollow"  href="http://technorati.com/faves?add=http%3A%2F%2Fwww.drarief.com%2Fmenjenguk-orang-sakit-sekaligus-mengobatinya-anda-bisa%2F" title="Technorati"><img src="http://www.drarief.com/wp-content/plugins/sociable/images/technorati.png" title="Technorati" alt="Technorati" class="sociable-hovers" /></a>
	<a rel="nofollow"  href="javascript:AddToFavorites();" title="Add to favorites"><img src="http://www.drarief.com/wp-content/plugins/sociable/images/addtofavorites.png" title="Add to favorites" alt="Add to favorites" class="sociable-hovers" /></a>
	<a rel="nofollow"  href="http://www.printfriendly.com/print?url=http%3A%2F%2Fwww.drarief.com%2Fmenjenguk-orang-sakit-sekaligus-mengobatinya-anda-bisa%2F&amp;partner=sociable" title="Print"><img src="http://www.drarief.com/wp-content/plugins/sociable/images/printfriendly.png" title="Print" alt="Print" class="sociable-hovers" /></a>
	<a rel="nofollow"  href="mailto:?subject=Menjenguk%20orang%20sakit%20sekaligus%20mengobatinya...&amp;body=http%3A%2F%2Fwww.drarief.com%2Fmenjenguk-orang-sakit-sekaligus-mengobatinya-anda-bisa%2F" title="email"><img src="http://www.drarief.com/wp-content/plugins/sociable/images/email_link.png" title="email" alt="email" class="sociable-hovers" /></a>


<br/><br/>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.drarief.com/menjenguk-orang-sakit-sekaligus-mengobatinya-anda-bisa/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Fatwa ulama tentang imunisasi&#8230;</title>
		<link>http://www.drarief.com/fatwa-ulama-tentang-imunisasi/</link>
		<comments>http://www.drarief.com/fatwa-ulama-tentang-imunisasi/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 23 Jan 2009 03:47:47 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dr. Arief</dc:creator>
				<category><![CDATA[Informasi Untuk Pasien]]></category>
		<category><![CDATA[Mimbar Bebas]]></category>
		<category><![CDATA[bin baaz]]></category>
		<category><![CDATA[bin baz]]></category>
		<category><![CDATA[fatwa]]></category>
		<category><![CDATA[imunisasi]]></category>
		<category><![CDATA[ulama]]></category>
		<category><![CDATA[vaksin]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://drarief.com/?p=320</guid>
		<description><![CDATA[HUKUM IMUNISASI DALAM ISLAM Oleh Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baaz Pertanyaan. Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baaz ditanya : Bagaimana hukum berobat dengan imunisasi (mencegah sebelum tertimpa musibah) ? Jawaban La ba’sa (tidak masalah) berobat dengan cara seperti itu jika dikhawatirkan tertimpa penyakit karena adanya wabah* atau sebab-sebab lainnya. Juga tidak masalah [...]<p><a href="http://www.drarief.com/fatwa-ulama-tentang-imunisasi/">Fatwa ulama tentang imunisasi&#8230;</a> is a post from: <a href="http://www.drarief.com">Dr Arief</a></p>
]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<h1>HUKUM IMUNISASI DALAM ISLAM</h1>
<address>Oleh Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baaz</address>
<p><strong>Pertanyaan.</strong><br />
Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baaz ditanya : Bagaimana hukum berobat dengan imunisasi (mencegah sebelum tertimpa musibah) ?<br />
<strong><span id="more-320"></span><br />
Jawaban</strong><br />
<span style="text-decoration: underline;"><em>La ba’sa</em> (tidak masalah</span>) berobat dengan cara seperti itu jika dikhawatirkan tertimpa penyakit karena adanya wabah* atau sebab-sebab lainnya. Juga tidak masalah untuk menggunakan obat untuk menolak atau menghindari wabah yang dikhawatirkan.</p>
<p>Hal ini berdasarkan sabda Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam hadits shahih, artinya : “Barangsiapa makan tujuh butir kurma Madinah pada pagi hari, ia tidak akan terkena pengaruh buruk sihir atau racun”. Ini termasuk tindakan menghindari penyakit sebelum terjadi. Demikian juga jika dikhawatirkan timbulnya suatu penyakit dan dilakukan immunisasi untuk melawan penyakit yang muncul di suatu tempat atau di mana saja, maka hal itu tidak masalah, karena hal itu termasuk tindakan pencegahan. Sebagaimana penyakit yang datang diobati, demikian juga penyakit yang dikhawatirkan kemunculannya.</p>
<p>Tapi tidak boleh berobat dengan menggunakan jimat-jimat untuk menghindari penyakit, jin atau pengaruh mata yang jahat. Karena Nabi Shalallahu ‘alaihi wa sallam melarang dari perbuatan itu. Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam sudah menjelaskan bahwa hal itu termasuk syirik kecil, sehingga sudah kewajiban kita untuk harus menghindarinya.</p>
<address>[Fatawa <strong>Syaikh Abdullah bin Baaz</strong>**. Disalin dari Majalah As-Sunnah Edisi 03/Tahun X/1427/2006M. Dikutip dari kitab Al-Fatawa Al-Muta’alliqah bi Ath-Thibbi wa Ahkami Al-Mardha, hal. 203. Darul Muayyad, Riyadh]</address>
<p>*Komentar <a href="http://www.drarief.com" target="_blank">saya pribadi</a> :<br />
Imunisasi dalam sudut pandang Islam pada dasarnya dibolehkan, berdasarkan fatwa di atas. Dasar imunisasi pada anak adalah untuk menghindari wabah, contohnya TBC &#8211; yang Indonesia adalah salah satu peringkat tertinggi di dunia &#8211; dan penyakit-penyakit terpilih lainnya yang berpotensi (dapat) mengakibatkan  kecacatan atau kematian.<br />
Fatwa ini menyatakan <strong>konsep dasar tindakannya</strong>, dan <span style="text-decoration: underline;">sangat berbeda</span> dengan konteks bagaimana cara manusia melakukannya. Bila dilakukan tidak sesuai dengan prosedur (pembuatan, penyimpanan, pemberian, penyuntikan, dll) sehingga menimbulkan efek lain maka ini adalah kasus pembahasan yang berbeda dari fatwa di atas. Fatwa di atas hanya menyatakan dasar tindakan pemberian imunisasi secara umum adalah boleh. Sedangkan bila diberikan dengan cara yang salah dan menimbulkan efek-efek negatif (gagal, timbul alergi, timbul efek samping, dll.) maka itu adalah suatu kesalahan prosedural, dan tidak ada hubungan dengan fatwa yang membolehkan tersebut.</p>
<p>Wallahu a&#8217;lam.</p>
<p>** Syaikh Abdullah bin Baaz adalah seorang ulama besar kelas dunia, biografi selengkapnya dapat diperoleh melalui situs <a href="http://www.an-naba.com" target="_blank">www.an-naba.com</a> (by request &#8211; saya pernah mendapatkan biografinya melalui email).<br />
<h3 class='related_post_title'>Posting terkait:</h3>
<ul class='related_post'>
<li><a href='http://www.drarief.com/imunisasi-haram-hukumnya-masa-sih/' title='Imunisasi Haram Hukumnya&#8230;. Masa&#039; sih ?'>Imunisasi Haram Hukumnya&#8230;. Masa&#039; sih ?</a></li>
<li><a href='http://www.drarief.com/hari-gini-nggak-imunisasi/' title='Hari Gini Nggak Mau Imunisasi ??&#8230;'>Hari Gini Nggak Mau Imunisasi ??&#8230;</a></li>
<li><a href='http://www.drarief.com/jadwal-imunisasi/' title='Jadwal Imunisasi'>Jadwal Imunisasi</a></li>
</ul>
<p><a href="http://www.drarief.com/fatwa-ulama-tentang-imunisasi/">Fatwa ulama tentang imunisasi&#8230;</a> is a post from: <a href="http://www.drarief.com">Dr Arief</a></p>



Suka post ini ? Silakan share...


	<a rel="nofollow"  href="http://www.facebook.com/share.php?u=http%3A%2F%2Fwww.drarief.com%2Ffatwa-ulama-tentang-imunisasi%2F&amp;t=Fatwa%20ulama%20tentang%20imunisasi..." title="Facebook"><img src="http://www.drarief.com/wp-content/plugins/sociable/images/facebook.png" title="Facebook" alt="Facebook" class="sociable-hovers" /></a>
	<a rel="nofollow"  href="http://twitter.com/home?status=Fatwa%20ulama%20tentang%20imunisasi...%20-%20http%3A%2F%2Fwww.drarief.com%2Ffatwa-ulama-tentang-imunisasi%2F" title="Twitter"><img src="http://www.drarief.com/wp-content/plugins/sociable/images/twitter.png" title="Twitter" alt="Twitter" class="sociable-hovers" /></a>
	<a rel="nofollow"  href="http://technorati.com/faves?add=http%3A%2F%2Fwww.drarief.com%2Ffatwa-ulama-tentang-imunisasi%2F" title="Technorati"><img src="http://www.drarief.com/wp-content/plugins/sociable/images/technorati.png" title="Technorati" alt="Technorati" class="sociable-hovers" /></a>
	<a rel="nofollow"  href="javascript:AddToFavorites();" title="Add to favorites"><img src="http://www.drarief.com/wp-content/plugins/sociable/images/addtofavorites.png" title="Add to favorites" alt="Add to favorites" class="sociable-hovers" /></a>
	<a rel="nofollow"  href="http://www.printfriendly.com/print?url=http%3A%2F%2Fwww.drarief.com%2Ffatwa-ulama-tentang-imunisasi%2F&amp;partner=sociable" title="Print"><img src="http://www.drarief.com/wp-content/plugins/sociable/images/printfriendly.png" title="Print" alt="Print" class="sociable-hovers" /></a>
	<a rel="nofollow"  href="mailto:?subject=Fatwa%20ulama%20tentang%20imunisasi...&amp;body=http%3A%2F%2Fwww.drarief.com%2Ffatwa-ulama-tentang-imunisasi%2F" title="email"><img src="http://www.drarief.com/wp-content/plugins/sociable/images/email_link.png" title="email" alt="email" class="sociable-hovers" /></a>


<br/><br/>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.drarief.com/fatwa-ulama-tentang-imunisasi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>6</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Imunisasi Haram Hukumnya&#8230;. Masa&#039; sih ?</title>
		<link>http://www.drarief.com/imunisasi-haram-hukumnya-masa-sih/</link>
		<comments>http://www.drarief.com/imunisasi-haram-hukumnya-masa-sih/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 21 Jan 2009 04:18:11 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dr. Arief</dc:creator>
				<category><![CDATA[Informasi Untuk Pasien]]></category>
		<category><![CDATA[Konsultasi]]></category>
		<category><![CDATA[Mimbar Bebas]]></category>
		<category><![CDATA[haram]]></category>
		<category><![CDATA[imunisasi]]></category>
		<category><![CDATA[isu]]></category>
		<category><![CDATA[makruh]]></category>
		<category><![CDATA[salah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://drarief.com/?p=307</guid>
		<description><![CDATA[Mengingat pentingnya masalah imunisasi ini, saya sih masih merasa belum puas dengan posting-posting saya terdahulu tentang imunisasi, sehingga saya merasa perlu untuk menambahkan beberapa post lagi barangkali seputar imunisasi. Yang ingin saya bicarakan sekarang adalah isu-isu yang salah di masyarakat seputar imunisasi. Saya mendengar isu ini sejak saya kecil dulu hingga sekarang ini masih ada [...]<p><a href="http://www.drarief.com/imunisasi-haram-hukumnya-masa-sih/">Imunisasi Haram Hukumnya&#8230;. Masa&#039; sih ?</a> is a post from: <a href="http://www.drarief.com">Dr Arief</a></p>
]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://www.drarief.com/wp-content/uploads/2009/01/kid_imm.jpg"><img class="alignnone size-medium wp-image-540" title="Suntikkkkkk......" src="http://www.drarief.com/wp-content/uploads/2009/01/kid_imm-300x228.jpg" alt="" width="300" height="228" /></a></p>
<p>Mengingat pentingnya masalah imunisasi ini, saya sih masih merasa belum puas dengan <a href="http://drarief.com/?p=301" target="_blank">posting-posting saya terdahulu tentang imunisasi</a>, sehingga saya merasa perlu untuk menambahkan beberapa post lagi barangkali seputar imunisasi.</p>
<p><span id="more-307"></span></p>
<p>Yang ingin saya bicarakan sekarang adalah isu-isu yang salah di masyarakat seputar imunisasi. Saya mendengar isu ini sejak saya kecil dulu hingga sekarang ini masih ada saja yang beranggapan demikian. Isu tersebut antara lain adalah :</p>
<ul>
<li>Imunisasi tidak penting bagi anak ?</li>
<li>Imunisasi berarti memasukkan penyakit ke dalam tubuh anak yang sehat, sehingga hukumnya haram ?</li>
<li>Imunisasi adalah program KB terselubung yang bertujuan untuk &#8220;memandulkan&#8221; anak ?</li>
<li>Dan lain sebagainya</li>
</ul>
<p>Isu-isu di atas adalah <span style="text-decoration: underline;"><strong>TIDAK BENAR</strong></span>. Saat ini informasi bisa kita dapatkan dengan mudah dengan cara apapun. Kita bisa mengetahui dari belahan dunia manapun dengan mudah dan cepat. Kita bisa menyaksikan bagaimana dunia berlomba-lomba meningkatkan kecanggihan vaksin untuk meningkatkan kekebalan tubuh anak, dengan mengurangi efek samping hingga seminimal mungkin. Sekarang kita juga bisa membuktikan bahwa para ahli di seluruh dunia sepakat bahwa imunisasi adalah penting.</p>
<p>Bagi beberapa orang yang termakan isu-isu di atas, silakan Anda cari informasi terkini yang berkenaan dengan imunisasi tersebut. Insya Allah Anda akan menemukan 100% informasi &#8211; yang ilmiah tentunya, bukan sekedar asal ngomong belaka &#8211; yang akan mendukung dan menguatkan dasar pentingnya dilakukan imunisasi.</p>
<p>&#8220;Toh anak saya juga sehat nggak pakai imunisasi&#8230;&#8221; nah lho? Memang benar ada kemungkinan anak Anda tetap sehat tanpa imunisasi. Sebagaimana yang diungkapkan oleh dr. Adi di atas tadi, imunisasi bertujuan untuk memproteksi <span style="text-decoration: underline;">bukan 100%</span>, terhadap penyakit. Ini artinya, bila sang anak yang sehat tanpa imunisasi tadi tidak tertular oleh penyakit yang dia tidak memiliki daya tahan terhadapnya maka kita sebut saja dia &#8220;beruntung&#8221;. Contohnya penyakit tuberculosis (TBC) yang dinyatakan secara statistik (dihitung orang per orang di setiap negara) bahwa Indonesia salah satu yang menduduki peringkat tertinggi di dunia. Apakah Anda tega membiarkan sang anak tanpa perlindungan dan hanya berbekal &#8220;semoga beruntung&#8221; saja?</p>
<p>Anak yang sudah diimunisasi dengan baik masih mungkin tertular penyakit tersebut. Namun, dibandingkan dengan yang tidak diimunisasi, tingkat sakitnya akan jauh berbeda.</p>
<p>Sebagai permisalan, pada saat turun hujan; anak yang diimunisasi adalah ibarat anak yang memakai jas hujan dan yang tidak diimunisasi adalah ibarat anak yang tidak memakai jas hujan. Apakah mungkin yang memakai jas hujan masih basah ? Mungkin saja! Tapi coba bandingkan dengan yang tidak pakai jas hujan. Tentu derajat &#8220;basahnya&#8221; tidak akan sama&#8230;</p>
<p>Nah khusus untuk poin isu ke-2 di atas yang &#8211; mungkin &#8211; diyakini kebenarannya oleh beberapa orang, saya punya penjelasan sedikit&#8230; (sedikit terus dari tadi <img src='http://www.drarief.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' />  ) Imunisasi <strong>memang benar</strong> berarti memasukkan penyakit ke dalam tubuh anak&#8230;.. eit tapi tunggu dulu, bukan sembarang penyakit yang dimasukkan ke dalam tubuh sang anak tersayang.Vaksin penyakit yang dimasukkan kedalam tubuh anak pada imunisasi khusus untuk penyakit-penyakit yang terpilih yang berpotensi menimbulkan akibat yang fatal atau cacat yang permanen pada masa depannya. Vaksin tersebut adalah penyakit yang telah dilemahkan di laboratorium dan telah teruji secara klinis, sehingga yang didapatkan oleh sang anak adalah kekebalan terhadap penyakit tersebut dalam wujud sebenarnya &#8211; yang tidak dilemahkan.</p>
<p>Tubuh manusia memiliki suatu mekanisme untuk belajar mengatasi rangsangan dari luar. Ini adalah suatu karunia yang sangat besar yang diberikan Allah SWT kepada manusia. Rangsangan ini bisa berwujud perubahan cuaca dari panas ke dingin (atau sebaliknya), kontak dengan bakteri dan virus yang ada di udara bebas, kontak dengan alergen; atau singkatnya : kontak dengan dunia luar. Anak yang sehat memiliki kemampuan untuk mempelajari dan membuat kesimpulan tentang apa yang dipelajarinya. Ini juga terjadi pada sistem imun (kekebalan) tubuhnya. Proses belajar pada kekebalan tubuhnya akan langsung terjadi sesaat setelah seseorang bersinggungan dengan penyakit (misalnya dari orang lain). Kekebalan akan didapatkan sebagai hasil akhir / kesimpulan dari proses belajar tersebut &#8211; dengan catatan &#8211; bila status gizi pada tubuhnya baik. Mungkin ia akan mengalami sakit dahulu, namun tubuhnya akan terus mempelajari dan membuat kesimpulan terhadap penyakit tersebut.</p>
<p>Kekebalan dapat diperoleh dengan 2 cara, yaitu kekebalan aktif dan kekebalan pasif. Bedanya, yang satu didapatkan setelah seseorang sembuh dari suatu penyakit, dan yang lainnya didapatkan melalui vaksin penyakit tersebut.</p>
<p>Sebagai contoh : Seseorang bernama A terkena penyakit &#8211; sebut saja &#8211; penyakit &#8220;X&#8221;. Setelah sembuh, si A tadi akan memiliki kekebalan terhadap penyakit &#8220;X&#8221; tersebut. Pada kasus lain, seseorang lainnya bernama B mendapatkan vaksinasi penyakit &#8220;X&#8221;, dan dia mendapatkan kekebalan terhadap penyakit &#8220;X&#8221; tersebut. Menurut Anda, mana yang lebih bagus ? si A atau si B ? Anda menjawab &#8220;Tentu saja si A !&#8221;. Benarkah ?&#8230;..</p>
<p>Mungkin jawaban di atas benar, bila penyakit &#8220;X&#8221; yang dimaksud adalah penyakit yang sederhana, seperti flu biasa. Yang jadi masalah adalah : bagaimana bila penyakit &#8220;X&#8221; yang dimaksud adalah suatu penyakit yang fatal dan berpotensi untuk meninggalkan kecacatan??? Misalnya penyakit &#8220;X&#8221; tersebut adalah Polio, si A yang mendapat kekebalan setelah sembuh dari sakitnya belum tentu bisa berjalan dengan baik, bahkan mungkin ia tidak dapat berjalan lagi; sementara si B &#8211; yang mendapatkan vaksinasi polio &#8211; juga mendapatkan kekebalan terhadap penyakitnya, tetapi tanpa harus mengalami sakit terlebih dahulu&#8230;. Apa artinya seseorang memperoleh kekebalan setelah sembuh dari sakitnya, tapi ia kini juga memperoleh kecacatan (buta, lumpuh, dll) ? Tentu tidak banyak artinya. Apalagi pada konteks anak, masa depannya masih sangat-sangat-amat panjang sekali, banget&#8230; eh kelebihan yah ? <img src='http://www.drarief.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Jadi, ayo kita imunisasi anak-anak kita. Ini adalah salah satu amanah yang harus kita kerjakan sebagai orang tua terhadap anak-anak kita.</p>
<p> <img src='http://www.drarief.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /><br />
<h3 class='related_post_title'>Posting terkait:</h3>
<ul class='related_post'>
<li><a href='http://www.drarief.com/fatwa-ulama-tentang-imunisasi/' title='Fatwa ulama tentang imunisasi&#8230;'>Fatwa ulama tentang imunisasi&#8230;</a></li>
<li><a href='http://www.drarief.com/hari-gini-nggak-imunisasi/' title='Hari Gini Nggak Mau Imunisasi ??&#8230;'>Hari Gini Nggak Mau Imunisasi ??&#8230;</a></li>
<li><a href='http://www.drarief.com/jadwal-imunisasi/' title='Jadwal Imunisasi'>Jadwal Imunisasi</a></li>
</ul>
<p><a href="http://www.drarief.com/imunisasi-haram-hukumnya-masa-sih/">Imunisasi Haram Hukumnya&#8230;. Masa&#039; sih ?</a> is a post from: <a href="http://www.drarief.com">Dr Arief</a></p>



Suka post ini ? Silakan share...


	<a rel="nofollow"  href="http://www.facebook.com/share.php?u=http%3A%2F%2Fwww.drarief.com%2Fimunisasi-haram-hukumnya-masa-sih%2F&amp;t=Imunisasi%20Haram%20Hukumnya....%20Masa%26%23039%3B%20sih%20%3F" title="Facebook"><img src="http://www.drarief.com/wp-content/plugins/sociable/images/facebook.png" title="Facebook" alt="Facebook" class="sociable-hovers" /></a>
	<a rel="nofollow"  href="http://twitter.com/home?status=Imunisasi%20Haram%20Hukumnya....%20Masa%26%23039%3B%20sih%20%3F%20-%20http%3A%2F%2Fwww.drarief.com%2Fimunisasi-haram-hukumnya-masa-sih%2F" title="Twitter"><img src="http://www.drarief.com/wp-content/plugins/sociable/images/twitter.png" title="Twitter" alt="Twitter" class="sociable-hovers" /></a>
	<a rel="nofollow"  href="http://technorati.com/faves?add=http%3A%2F%2Fwww.drarief.com%2Fimunisasi-haram-hukumnya-masa-sih%2F" title="Technorati"><img src="http://www.drarief.com/wp-content/plugins/sociable/images/technorati.png" title="Technorati" alt="Technorati" class="sociable-hovers" /></a>
	<a rel="nofollow"  href="javascript:AddToFavorites();" title="Add to favorites"><img src="http://www.drarief.com/wp-content/plugins/sociable/images/addtofavorites.png" title="Add to favorites" alt="Add to favorites" class="sociable-hovers" /></a>
	<a rel="nofollow"  href="http://www.printfriendly.com/print?url=http%3A%2F%2Fwww.drarief.com%2Fimunisasi-haram-hukumnya-masa-sih%2F&amp;partner=sociable" title="Print"><img src="http://www.drarief.com/wp-content/plugins/sociable/images/printfriendly.png" title="Print" alt="Print" class="sociable-hovers" /></a>
	<a rel="nofollow"  href="mailto:?subject=Imunisasi%20Haram%20Hukumnya....%20Masa%26%23039%3B%20sih%20%3F&amp;body=http%3A%2F%2Fwww.drarief.com%2Fimunisasi-haram-hukumnya-masa-sih%2F" title="email"><img src="http://www.drarief.com/wp-content/plugins/sociable/images/email_link.png" title="email" alt="email" class="sociable-hovers" /></a>


<br/><br/>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.drarief.com/imunisasi-haram-hukumnya-masa-sih/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>10</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Hari Gini Nggak Mau Imunisasi ??&#8230;</title>
		<link>http://www.drarief.com/hari-gini-nggak-imunisasi/</link>
		<comments>http://www.drarief.com/hari-gini-nggak-imunisasi/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 21 Jan 2009 02:19:13 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dr. Arief</dc:creator>
				<category><![CDATA[Informasi Untuk Pasien]]></category>
		<category><![CDATA[Mimbar Bebas]]></category>
		<category><![CDATA[imunisasi]]></category>
		<category><![CDATA[mitos]]></category>
		<category><![CDATA[penting]]></category>
		<category><![CDATA[wajib]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://drarief.com/?p=301</guid>
		<description><![CDATA[Sebagai pelengkap dari posting terdahulu tentang jadwal imunisasi, sekarang saya angkat arti pentingnya imunisasi dan alasan kenapa sih anak kita harus diimunisasi. Bila ingin si kecil sehat, lakukan imunisasi secara teratur. Tak perlu khawatir imunisasinya akan kelebihan. Justru semakin banyak, si kecil akan semakin aman. Hampir sebulan sekali bayi pasti dibawa ke dokter untuk imunisasi. [...]<p><a href="http://www.drarief.com/hari-gini-nggak-imunisasi/">Hari Gini Nggak Mau Imunisasi ??&#8230;</a> is a post from: <a href="http://www.drarief.com">Dr Arief</a></p>
]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignnone" title="Saatnya disuntik :)" src="http://www.welshmountain.com/doctorneedle.png" alt="" width="410" height="443" /></p>
<p>Sebagai pelengkap dari <a title="Jadwal Imunisasi" href="http://drarief.com/?p=15" target="_blank">posting terdahulu tentang jadwal imunisasi</a>, sekarang saya angkat arti pentingnya imunisasi dan alasan kenapa sih anak kita harus diimunisasi.</p>
<p>Bila ingin si kecil sehat, lakukan imunisasi secara teratur. Tak perlu khawatir imunisasinya akan kelebihan. Justru semakin banyak, si kecil akan semakin aman.</p>
<p><span id="more-301"></span></p>
<p>Hampir sebulan sekali bayi pasti dibawa ke dokter untuk imunisasi. Merunut peraturan WHO yang ada di UCI (Universal Child Imunization), imunisasi untuk bayi atau anak usia 0-1 tahun terdiri dari BCG, DPT, Polio, Campak, Hepatitis B dan MMR. “Khusus MMR, pemerintah kita belum mewajibkannya. Pertimbangannya, vaksin ini masih diimpor sehingga harganya relatif mahal, yaitu sekitar Rp. 120 ribu.” Nah berikut ini ada wawancara dengan dr. H. Adi Tagor, Sp.A, DPH dari RS. Pondok Indah, Jakarta.</p>
<p><strong><em>Usia bukan patokan baru&#8230;</em></strong></p>
<p>Lebih jauh dijelaskan Adi, imunisasi sebenarnya terdiri dari 2 golongan. Golongan pertama adalah imunisasi yang harus selesai sebelum usia setahun (<a href="http://drarief.com/?p=15" target="_blank">lihat boks Jenis Imunisasi Bayi</a>) dan golongan kedua adalah imunisasi yang tak boleh dilaksanakan pada usia di bawah setahun.</p>
<p>Namun demikian, patokan usia sebagaimana yang ditulis dalam jadwal iminusasi di rumah sakit ataupun puskesmas dan poli anak maupun di buku-buku kesehatan anak, bukanlah patokan baku. Misalnya, imunisasi DPT ke-1 yang dijadwalkan pada usia 2 bulan, DPT ke-2 di usia 3 bulan dan DPT ke-3 di usia 4 bulan. Bukan berarti setiap bayi harus diimunisasi DPT pada usia-usia tersebut. Yang penting, sebelum usia setahun si bayi harus sudah diimunisasi DPT lengkap.</p>
<p>Memang, ada beberapa imunisasi yang sebaiknya dilakukan tepat berdasarkan umur. Misalnya, BCG, sebaiknya dilaksanakan setelah bayi berusia 1 bulan atau 1 bulan lebih 1 minggu. “Sebenarnya BCG bisa dilaksanakan sewaktu bayi berumur sehari. Namun menurut penelitian, imunisasi BCG akan efektif bila bayi sudah berumur sebulan atau sebulan lebih seminggu. Alasannya, karena imunologi terhadap BCG belum bisa bangkit dengan baik pada bayi yang baru lahir,” terangnya.</p>
<p>Imunisasi lain yang sebaiknya dilaksanakan tepat umur ialah Campak, yaitu di usia 9 bulan. Mengapa? Karena pada umumnya, hampir semua ibu sudah pernah kena campak. “Nah, sewaktu hamil, dia mewariskan kekebalannya pada janin yang dikandungnya melalui plasenta. Kekebalan ini bertahan hingga bayi berusia 8 bulan. Itulah mengapa vaksinasi Campak harus dilakukan di usia 9 bulan. Jadi, sebelumnya bayi masih ada kekebalan campak dari ibunya,” terang Adi.</p>
<p><strong><em>Pentingnya HiB</em></strong></p>
<p>Selain soal jadwal imunisasi, yang kerap membingungkan para ibu ialah imunisasi HiB (Hemophilus Influenzae type B). Pasalnya, tak setiap dokter menganjurkan imunisasi ini. Beberapa dokter memang memandang imunisasi ini tak perlu, sebab imunisasi yang dimaksudkan untuk menghindari radang selaput otak ini, selain harganya mahal, juga penyakit tersebut memang di Indonesia sangat jarang terjadi. Umumnya penyakit radang selaput otak banyak dijumpai di negeri dingin, seperti Australia, Amerika, atau negara-negara di Eropa.</p>
<p>Namun, bukankah pasien berhak diberi tahu atau istilah kedokterannya, informed concent? Setuju atau tak setuju dilakukan, dikembalikan pada diri orang tua si pasien. Iya, kan! Terlebih lagi, komunikasi di negeri kita sudah mengglobalisasi, terutama untuk Jakarta dan Bali. “Coba saja, bila kita berjalan-jalan di mal atau berenang, pasti kita bertemu anak bule. Nah, kalau nggak disuntik HiB bayi pun bisa terkena. Akibatnya sangat fatal, karena langsung ke selaput otak dan dapat menimbulkan kematian dengan cepat. Kalaupun sembuh, si anak bisa cacat seperti orang terkena stroke.” Jadi, sarannya, bila memang orang tua cukup mampu, apa salahnya si bayi diberi imunisasi HiB. Toh, tak ada ruginya.</p>
<p>Imunisasi HiB, dilaksanakan 3 kali. Dua kali dilakukan pada saat bayi berusia di bawah setahun dan sekali dilakukan di atas usia setahun. Jarak waktu imunisasi HiB yang pertama dan kedua adalah sebulan, sedangkan HiB ketiga dilakukan setelah setahun. Oleh karena itu, bila orang tua ingin mengajak bayinya pergi ke negeri dingin, sebaiknya si bayi sudah disuntik “tiga-satu”. Artinya, 3 kali di bawah usia setahun dan satu kali di atas usia setahun. Jadi, 4 kali suntikan. “Kalau mau aman, sebelum berangkat disuntik sekali lagi.”</p>
<p>Lho, apa nanti nggak kelebihan? Ternyata tidak. Menurut Adi, kelebihan pun nggak apa-apa. Bahkan, mau dilakukan sampai 10 kali juga nggak apa-apa. Tapi kalau sampai 3 kali dinilai sudah cukup, ya tak perlu lebih. Bukankah harganya mahal?</p>
<p>Hal ini juga berlaku untuk semua jenis imunisasi. Sebab imunisasi bukan obat. Kalau obat, bisa overdosis. Namun imunisasi tidak. Jadi Bu, kalau memang lupa apakah si bayi sudah diimunisasi atau belum, tak ada salahnya Ibu lakukan lagi imunisasi. “Daripada bingung-bingung, suntik saja sekali lagi, nggak akan bahaya kok malah biar safe,” kata Adi.</p>
<p><strong><em>EFEKTIVITAS IMUNISASI</em></strong></p>
<p>Soal tempat dilaksanakannya, imunisasi bisa di mana saja. Entah di rumah sakit, di poli anak, maupun di puskesmas. Asal jangan di rumah; tapi para dokter biasanya juga nggak berani melaksanakan imunisasi di rumah. Pasalnya vaksin untuk imunisasi harus disimpan di lemari pendingin. Jadi, kalau lampu mati sehingga lemari pendingin tak bekerja, maka vaksin-vaksin tersebut sudah tak efektif lagi.</p>
<p>“Di rumah sakit besar biasanya memiliki special storage atau tempat penyimpanan khusus. Juga kalau lampu mati, generator langsung hidup,” tutur Adi. Tapi toh kita tak perlu khawatir terhadap rumah sakit kecil ataupun puskesmas yang tak memiliki tempat penyimpanan khusus maupun generator. Karena kalau sampai terjadi listrik padam, maka pihak rumah sakit/puskesmas tersebut akan segera meletakkan vaksin-vaksin imunisasi di antara es batu agar tetap bisa efektif pada saat digunakan.</p>
<p>Lantas bagaimana mengukur efektivitas dari vaksin-vaksin tersebut? Menurut Adi, caranya dengan mengambil darah. “Tapi hal ini jarang dilakukan karena biayanya yang terlalu mahal.” Namun ada beberapa imunisasi yang jelas-jelas bisa diukur; antara lain imunisasi BCG. “Suntikan ini akan membuat suatu tanda seperti ‘bisul’ kecil di tempat yang disuntik, entah itu di lengan kanan atau pantat sebelah kiri.”</p>
<p>Nah, bila “bisul” tersebut tak muncul berarti imunisasinya gagal dan harus diulang. Pengulangan bisa dilakukan kapan saja. “Tapi sebaiknya sebelum usia setahun. Karena setelah usia setahun, biasanya anak sudah banyak dibawa ke mana-mana sehingga bisa tertular TBC. Bukankah data TBC di Indonesia masih yang tertinggi di dunia, seperti juga di India dan Bangladesh? Nah, bila anak tak diproteksi, maka ia akan gampang terkena TBC,” jelas Adi.</p>
<p>Selain BCG, imunisasi Hepatitis B juga bisa diukur dengan cara yang tak terlalu mahal, yaitu dengan cara mengecek kadar Hepatitis B-nya setelah anak berusia setahun.” Dari hasil tes dokter akan mendapat angka. Di atas 1000 berarti daya tahannya 8 tahun; di atas 500 tahan 5 tahun; di atas 200 tahan 3 tahun. Tapi kalau angkanya cuma 100 maka dalam setahun akan hilang. Sementara bila angkanya nol berarti si bayi harus disuntik ulang 3 kali lagi.</p>
<p>Yang patut disadari orang tua, imunisasi tak bisa memproteksi bayi hingga 100 persen. “Bila bayi bisa terproteksi sampai 80 persen saja, itu sudah bagus; karena banyak hal yang memperngaruhi imunisasi, salah satunya adalah<strong> gizi dan kesehatan bayi</strong>.” Selain itu, efektivitas imunisasi hanya bertahan sekitar 5-10 tahun. Jadi di antara usia tersebut anak perlu diimunisasi lagi atau istilahnya booster (penguat).</p>
<p>Nah, Bapak-bapak, Ibu-ibu, sekarang sudah paham kan? Jadi, jangan malas mengimunisasi si kecil, ya&#8230;</p>
<p align="center"><span style="color: #0000ff;"><strong>JENIS IMUNISASI (0-1 TAHUN)</strong></span></p>
<p><span style="color: #ff00ff;"><strong><em>* BCG (Bacille Calmette Guerin). </em></strong></span></p>
<p>Manfaatnya untuk memberikan kekebalan terhadap penyakit TBC (tuberkolosis); diberikan hanya 1 kali. Usia efektif dilakukannya imunisasi pada 1 bulan atau 1 bulan 1 minggu. Suntikan ini akan menampakkan “bisul” kecil di daerah yang disuntik. Bila tidak, harus dilakukan suntikan ulang. Sayang memang mayoritas anak kecil diberi &#8220;scar&#8221; pada kulitnya; tapi&#8230;&#8230;&#8230; proteksi dari penyakit TBC yang di Indonesia adalah salah satu peringkat tertinggi di dunia dinilai jauh, jauh, jauh lebih penting dibanding sekedar &#8220;bisul&#8221; kecil pada kulit sang anak.</p>
<p><span style="color: #ff00ff;"><em><strong>* DPT (Difteri Pertusis Tetanus) + Polio. </strong></em></span></p>
<p>Untuk mencegah timbulnya penyakit difteri, pertusis, dan tetanus. Biasanya setelah 6 jam bayi akan mengalami panas atau timbul uneasy feeling seperti tak mau makan atau murung. Tapi ini hanya efek sementara.</p>
<p>DPT bisa digabungkan dengan Polio, sehingga imunisasi menjadi DPT Polio. Imunisasinya dilaksanakan sebanyak 4 kali; 3 kali di bawah usia setahun dan 1 kali di atas usia setahun.</p>
<p><strong><em><span style="color: #ff00ff;">* Hepatitis B. </span></em></strong></p>
<p>Agar bayi memiliki kekebalan terhadap penyakit hepatitis B. Imunisasinya dilakukan sebanyak 3 kali. Aturannya, bila suntikan ke-1 dilakukan pada usia sebulan, maka jangka waktu suntikan ke-2 antara 1-2 bulan kemudian, sedangkan suntikan ke-3 boleh sampai 5 bulan kemudian.</p>
<p><span style="color: #ff00ff;"><em><strong>* Campak. </strong></em></span></p>
<p>Agar bayi memiliki kekebalan terhadap penyakit campak; harus dilakukan di usia 9 bulan. Biasanya setelah seminggu bisa timbul sedikit demam pada bayi, namun ini hanya efek sementara.</p>
<p><strong><em><span style="color: #ff00ff;">* HiB (Hemophilus Influenzae type B).</span></em></strong></p>
<p>Tujuannya agar bayi memiliki kekebalan terhadap penyakit radang selaput otak. Imunisasi dilaksanakan 3 kali; 2 kali di bawah usia setahun dan 1 kali di atas usia setahun.</p>
<p><span style="color: #ff00ff;"><em><strong>* MMR (Measles Mumps Rubella). </strong></em></span></p>
<p>Untuk mencegah penyakit campak, gondongan atau campak jerman. Imunisasi dilaksanakan hanya 1 kali. Setelah hari ke-3 biasanya bayi akan panas dan timbul bintik-bintik seperti terkena campak. Namun tak usah cemas, karena bintik-bintik tersebut akan hilang sendiri. Sedangkan panasnya bisa diturunkan dengan obat penurun panas yang dapat dibeli bebas di apotik.</p>
<p align="center"><span style="color: #0000ff;"><strong>BAYI HARUS SEHAT</strong></span></p>
<p>Penting diperhatikan, bayi yang hendak diimunisasi haruslah dalam kondisi benar-benar fit. Sebab, imunisasi yang dilaksanakan pada bayi tak sehat akan menjadi tak efektif atau malah berubah jadi penyakit. Jadi, Bu, bila si kecil tengah pilek, misalnya, tundalah jadwal imunisasinya sampai ia sembuh dulu dari sakitnya.</p>
<p>Biasanya dokter akan memberi tahu kapan bayi Ibu harus diimunisasi. Namun demikian, tak ada salahnya bila Ibu dan Bapak aktif bertanya, kapan dan imunisasi apa yang harus dilaksanakan bayi selanjutnya. Tanyakan pula apa efeknya setelah bayi menerima imunisasi tersebut dan apa yang harus Bapak-Ibu lakukan.</p>
<p align="center"><span style="color: #0000ff;"><strong>BILA KEJANG DEMAM</strong></span></p>
<p>Biasanya bayi akan mengalami panas setelah menerima imunisasi DPT dan MMR. Bila panasnya tak terlalu tinggi atau hanya sekadar sumeng, tak usah khawatir. Cukup diberi obat penurun panas khusus untuk bayi yang dapat dibeli bebas di apotik.</p>
<p>Obat penurun panas juga dapat diberikan sebelum bayi menerima imunisasi. “Obat ini tak berbahaya dan tak akan menimbulkan efek apa-apa, karena jangka waktu bekerjanya hanya 6 jam,” terang Adi Tagor. Jadi, kalau sudah lewat waktunya dan si bayi masih panas, maka boleh diberikan lagi. Normalnya 3 kali sehari. Namun bila panasnya tinggi (38 derajat atau lebih) atau panasnya berlangsung lebih dari 2 hari, sebaiknya Bapak dan Ibu segera menghubungi dokter yang bersangkutan.</p>
<p>Yang penting diperhatikan, bila keluarga Anda memiliki keturunan stuip atau kejang demam; sebaiknya, sebelum bayi diimunisasi, beri tahu dokter tentang hal itu. Sebab, terang Adi, walaupun stuip bukan penyakit berbahaya, namun bila berbaur dengan imunisasi, terutama DPT, maka keadaannya akan tragis.</p>
<p>Selain itu, dengan Anda memberi tahu dokter, maka dokter tak akan menggunakan DPT tapi hanya DT. Jadi, tak termasuk Pertusis atau batuk rejan alias batuk 100 hari. Pertimbangannya, batuk rejan sudah jarang sekali terjadi sehingga lebih baik dilewatkan saja daripada si bayi nanti panas dan kejang.</p>
<p>Kadang dokter juga menggunakan DPT aceluler yang tak ada efek panasnya. Atau, tutur Adi, “sebelum suntikan DPT yang pertama, dubur bayi akan dimasukan dengan obat anti kejang. Dengan begitu, bayi akan aman sampai 6 jam. Disamping, bayi juga diberi obat penurun panas sebelum disuntik dan diulangi setiap 6 jam sekali.”</p>
<p>Naskah di atas saya ambil dari http://tabloid-nakita.com<br />
<h3 class='related_post_title'>Posting terkait:</h3>
<ul class='related_post'>
<li><a href='http://www.drarief.com/fatwa-ulama-tentang-imunisasi/' title='Fatwa ulama tentang imunisasi&#8230;'>Fatwa ulama tentang imunisasi&#8230;</a></li>
<li><a href='http://www.drarief.com/imunisasi-haram-hukumnya-masa-sih/' title='Imunisasi Haram Hukumnya&#8230;. Masa&#039; sih ?'>Imunisasi Haram Hukumnya&#8230;. Masa&#039; sih ?</a></li>
<li><a href='http://www.drarief.com/jadwal-imunisasi/' title='Jadwal Imunisasi'>Jadwal Imunisasi</a></li>
</ul>
<p><a href="http://www.drarief.com/hari-gini-nggak-imunisasi/">Hari Gini Nggak Mau Imunisasi ??&#8230;</a> is a post from: <a href="http://www.drarief.com">Dr Arief</a></p>



Suka post ini ? Silakan share...


	<a rel="nofollow"  href="http://www.facebook.com/share.php?u=http%3A%2F%2Fwww.drarief.com%2Fhari-gini-nggak-imunisasi%2F&amp;t=Hari%20Gini%20Nggak%20Mau%20Imunisasi%20%3F%3F..." title="Facebook"><img src="http://www.drarief.com/wp-content/plugins/sociable/images/facebook.png" title="Facebook" alt="Facebook" class="sociable-hovers" /></a>
	<a rel="nofollow"  href="http://twitter.com/home?status=Hari%20Gini%20Nggak%20Mau%20Imunisasi%20%3F%3F...%20-%20http%3A%2F%2Fwww.drarief.com%2Fhari-gini-nggak-imunisasi%2F" title="Twitter"><img src="http://www.drarief.com/wp-content/plugins/sociable/images/twitter.png" title="Twitter" alt="Twitter" class="sociable-hovers" /></a>
	<a rel="nofollow"  href="http://technorati.com/faves?add=http%3A%2F%2Fwww.drarief.com%2Fhari-gini-nggak-imunisasi%2F" title="Technorati"><img src="http://www.drarief.com/wp-content/plugins/sociable/images/technorati.png" title="Technorati" alt="Technorati" class="sociable-hovers" /></a>
	<a rel="nofollow"  href="javascript:AddToFavorites();" title="Add to favorites"><img src="http://www.drarief.com/wp-content/plugins/sociable/images/addtofavorites.png" title="Add to favorites" alt="Add to favorites" class="sociable-hovers" /></a>
	<a rel="nofollow"  href="http://www.printfriendly.com/print?url=http%3A%2F%2Fwww.drarief.com%2Fhari-gini-nggak-imunisasi%2F&amp;partner=sociable" title="Print"><img src="http://www.drarief.com/wp-content/plugins/sociable/images/printfriendly.png" title="Print" alt="Print" class="sociable-hovers" /></a>
	<a rel="nofollow"  href="mailto:?subject=Hari%20Gini%20Nggak%20Mau%20Imunisasi%20%3F%3F...&amp;body=http%3A%2F%2Fwww.drarief.com%2Fhari-gini-nggak-imunisasi%2F" title="email"><img src="http://www.drarief.com/wp-content/plugins/sociable/images/email_link.png" title="email" alt="email" class="sociable-hovers" /></a>


<br/><br/>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.drarief.com/hari-gini-nggak-imunisasi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Eid Mubarak !</title>
		<link>http://www.drarief.com/eid-mubarak/</link>
		<comments>http://www.drarief.com/eid-mubarak/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 03 Oct 2008 04:16:36 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dr. Arief</dc:creator>
				<category><![CDATA[Mimbar Bebas]]></category>
		<category><![CDATA[1429H]]></category>
		<category><![CDATA[iedul fitri]]></category>
		<category><![CDATA[lebaran]]></category>
		<category><![CDATA[selamat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://drarief.com/?p=183</guid>
		<description><![CDATA[Selamat Hari Raya Iedul Fitri 1429 H Semoga Allah Subhanahu wa Ta&#8217;ala menerima amal ibadah kita. Posting terkait: Tidak ada post yang terkait untuk saat ini&#8230; Eid Mubarak ! is a post from: Dr Arief Suka post ini ? Silakan share...<p><a href="http://www.drarief.com/eid-mubarak/">Eid Mubarak !</a> is a post from: <a href="http://www.drarief.com">Dr Arief</a></p>
]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: center;">Selamat Hari Raya Iedul Fitri 1429 H<br />
Semoga Allah Subhanahu wa Ta&#8217;ala menerima amal ibadah kita.</p>
<p><a href="http://www.drarief.com/drarief.com/wp-content/uploads/2008/10/drarief1.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-185" title="drarief1" src="http://www.drarief.com/drarief.com/wp-content/uploads/2008/10/drarief1.jpg" alt="" width="450" height="227" /></a><br />
<h3 class='related_post_title'>Posting terkait:</h3>
<ul class='related_post'>
<li>Tidak ada post yang terkait untuk saat ini&#8230;</li>
</ul>
<p><a href="http://www.drarief.com/eid-mubarak/">Eid Mubarak !</a> is a post from: <a href="http://www.drarief.com">Dr Arief</a></p>



Suka post ini ? Silakan share...


	<a rel="nofollow"  href="http://www.facebook.com/share.php?u=http%3A%2F%2Fwww.drarief.com%2Feid-mubarak%2F&amp;t=Eid%20Mubarak%20%21" title="Facebook"><img src="http://www.drarief.com/wp-content/plugins/sociable/images/facebook.png" title="Facebook" alt="Facebook" class="sociable-hovers" /></a>
	<a rel="nofollow"  href="http://twitter.com/home?status=Eid%20Mubarak%20%21%20-%20http%3A%2F%2Fwww.drarief.com%2Feid-mubarak%2F" title="Twitter"><img src="http://www.drarief.com/wp-content/plugins/sociable/images/twitter.png" title="Twitter" alt="Twitter" class="sociable-hovers" /></a>
	<a rel="nofollow"  href="http://technorati.com/faves?add=http%3A%2F%2Fwww.drarief.com%2Feid-mubarak%2F" title="Technorati"><img src="http://www.drarief.com/wp-content/plugins/sociable/images/technorati.png" title="Technorati" alt="Technorati" class="sociable-hovers" /></a>
	<a rel="nofollow"  href="javascript:AddToFavorites();" title="Add to favorites"><img src="http://www.drarief.com/wp-content/plugins/sociable/images/addtofavorites.png" title="Add to favorites" alt="Add to favorites" class="sociable-hovers" /></a>
	<a rel="nofollow"  href="http://www.printfriendly.com/print?url=http%3A%2F%2Fwww.drarief.com%2Feid-mubarak%2F&amp;partner=sociable" title="Print"><img src="http://www.drarief.com/wp-content/plugins/sociable/images/printfriendly.png" title="Print" alt="Print" class="sociable-hovers" /></a>
	<a rel="nofollow"  href="mailto:?subject=Eid%20Mubarak%20%21&amp;body=http%3A%2F%2Fwww.drarief.com%2Feid-mubarak%2F" title="email"><img src="http://www.drarief.com/wp-content/plugins/sociable/images/email_link.png" title="email" alt="email" class="sociable-hovers" /></a>


<br/><br/>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.drarief.com/eid-mubarak/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>10</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
