<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Dr AriefKonsultasi</title>
	<atom:link href="http://www.drarief.com/category/konsultasi/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.drarief.com</link>
	<description>Now Serving Online</description>
	<lastBuildDate>Thu, 01 Dec 2011 05:39:59 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.2.1</generator>
		<item>
		<title>Hukum imunisasi &#8211; part 2</title>
		<link>http://www.drarief.com/hukum-imunisasi-part-2/</link>
		<comments>http://www.drarief.com/hukum-imunisasi-part-2/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 01 Dec 2011 05:31:05 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Dr Arief</dc:creator>
				<category><![CDATA[Informasi Untuk Pasien]]></category>
		<category><![CDATA[Konsultasi]]></category>
		<category><![CDATA[halal]]></category>
		<category><![CDATA[hukum]]></category>
		<category><![CDATA[imunisasi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.drarief.com/?p=579</guid>
		<description><![CDATA[Bismillah … Segala puji bagi Allah, shalawat dan salam kepada Nabi kita Muhammad, keluarga dan sahabatnya. Sebagian vaksinasi atau imunisasi (seperti imunisasi polio) diduga berasal dari enzim babi. Babi jelas najis dan termasuk hewan yang haram dikonsumsi. Taruhlah jika pernyataan atau isu ini benar, lalu bagaimana hukum fikih dalam masalah ini? Karena masalah ini menjadi [...]<p><a href="http://www.drarief.com/hukum-imunisasi-part-2/">Hukum imunisasi &#8211; part 2</a> is a post from: <a href="http://www.drarief.com">Dr Arief</a></p>
]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Bismillah … Segala puji bagi Allah, shalawat dan salam kepada Nabi kita Muhammad, keluarga dan sahabatnya.<br />
Sebagian vaksinasi atau imunisasi (seperti imunisasi polio) diduga berasal dari enzim babi. Babi jelas najis dan termasuk hewan yang haram dikonsumsi. Taruhlah jika pernyataan atau isu ini benar, lalu bagaimana hukum fikih dalam masalah ini? Karena masalah ini menjadi polemik hingga saat ini. Sampai-sampai sebagian orang enggan bahkan menyalah-nyalahkan orang yang mengambil keputusan untuk ikut imunisasi.<br />
<span id="more-579"></span><br />
Baiklah ada dua kaedah terlebih dahulu yang akan kami utarakan. Lalu kami tutup dengan fatwa dari Majelis Ulama Eropa akan hal ini. Allahumma yassir wa a&#8217;in …</p>
<p>Memahami kaedah pertama: Istihalah</p>
<p>Istihalah secara bahasa memiliki dua makna. Salah satu maknanya adalah,</p>
<p>تغيّر الشّيء عن طبعه ووصفه</p>
<p>“Berubahnya sesuatu dari tabi’at asal atau sifatnya yang awal.”</p>
<p>Yang termasuk dalam istihalah adalah berubahnya sesuatu yang najis. Istihalah atau perubahan tadi bisa terjadi pada kondisi apa saja? Istihalah bisa terjadi pada ‘ain (zat) najis, seperti kotoran, khomr (bagi yang mengatakannya najis), dan babi. Istihalah bisa terjadi pula pada ‘ain (zat) najis yang berubah sifat-sifatnya. Bisa jadi dia berubah karena dibakar atau karena berubah menjadi cuka. Atau mungkin perubahan itu terjadi karena ada sesuatu yang suci yang bercampur dengannya. Seperti contohnya babi yang najis yang jatuh dalam garam, akhirnya menjadi garam.</p>
<p>Para ulama telah menyepakati bahwa apabila khomr berubah menjadi cuka dengan sendirinya (karena dibiarkan begitu saja), maka khomr tersebut menjadi suci. Namun para ulama berselisih jika khomr tadi berubah menjadi cuka melalui suatu proses tertentu.</p>
<p>Adapun untuk najis yang lainnya, apabila ia berubah dari bentuk asalnya, maka para ulama berselisih akan sucinya.[1]</p>
<p>Ulama Hanafiyah dan Malikiyah, juga menjadi salah satu pendapat Imam Ahmad, menyatakan bahwa najis pada ‘ain (dzat) dapat suci dengan istihalah. Jika najis sudah menjadi abu, maka tidak dikatakan najis lagi. Garam (yang sudah berubah) tidak dikatakan najis lagi walaupun sebelumnya berasal dari keledai, babi atau selainnya yang najis. Begitu pula dianggap suci jika najis jatuh ke sumur dan berubah jadi tanah. Misal yang lain, khomr ketika berubah menjadi cuka baik dengan sendirinya atau dengan proses tertentu dari manusia atau cara lainnya, maka itu juga dikatakan suci. Hal ini semua dikarenakan zat yang tadi ada sudah berubah. Aturan Islam pun menetapkan bahwa sifat najis jika telah hilang, maka sudah dikatakan tidak najis lagi (sudah suci).</p>
<p>Jadi jika tulang dan daging berubah menjadi garam, maka yang dihukumi sekarang adalah garamnya. Garam tentu saja berbeda statusnya dengan tulang dan daging tadi.</p>
<p>Perkara semisal ini amatlah banyak. Intinya, istihalah pada zat terjadi jika sifat-sifat najis yang ada itu hilang.</p>
<p>Adapun ulama Syafi’iyah dan pendapat ulama Hambali yang lebih kuat, najis ‘ain (zat) tidaklah dapat suci dengan cara istihalah. Jika anjing atau selainnya dilempar dalam garam, akhirnya mati dan jadi garam, maka tetap dihukumi najis. Begitu pula jika ada uap yang berasal dari api yang bahannya najis, lalu uap itu mengembun, maka tetap dihukumi najis.</p>
<p>Dikecualikan dalam masalah ini adalah untuk khomr, yaitu khomr yang berubah menjadi cuka dengan sendirinya, tidak ada campur tangan. Cuka yang berasal dari khomr seperti itu dianggap suci. Alasan najisnya khomr tadi adalah karena memabukkan. Saat jadi cuka tentu tidak memabukkan lagi, maka dari itu dihukumi suci. Hal ini telah menjadi ijma’ (kesepakatan para ulama).</p>
<p>Adapun jika khomr berubah menjadi cuka dengan proses tertentu misalnya ada gas yg masuk, maka ketika itu tidaklah suci.[2]</p>
<p>Dari perselisihan di atas, pendapat yang rojih (kuat) dalam masalah ini adalah yang menyatakan bahwa suatu zat yang najis yang berubah (dengan istihalah) menjadi zat lain yang baru, dihukumi suci.</p>
<p>Di antara alasannya adalah karena hukum itu berputar pada ‘illah-nya (alasan atau sebab). Jika ‘illah itu ada, maka hukum itu ada. Jika sifat-sifat najis telah hilang, maka hukum najis itu sudah tidak ada. Demikianlah yang dijelaskan dalam kaedah ushuliyah,</p>
<p>الحُكْمُ يَدُوْرُ مَعَ عِلَّتِهِ ثُبُوْتًا وَعَدَمًا.</p>
<p>“Hukum itu berputar pada ‘illahnya. Jika ‘illah itu ada, maka hukum itu ada. Begitu sebaliknya jika ‘illah itu tidak ada, maka hukum itu tidak ada.”</p>
<p>Pendapat inilah yang lebih tepat, apalagi diterapkan di zaman saat ini. Kita masih ingat bahwa minyak bumi itu asalnya dari bangkai hewan yang terpendam ribuan tahun. Padahal bangkai itu jelas najis. Jika kita katakan minyak bumi, itu najis karena berpegang pada pendapat Syafi’iyah dan Hambali, maka jadi problema untuk saat ini.</p>
<p>Jika seseorang memahami kaedah istihalah ini, ia akan tahu bagaimanakah menghukumi suatu najis apabila najis tersebut sudah berubah menjadi benda lain yang tidak nampak lagi atsar-atsarnya (bekas-bekasnya). Kaedah ini berlaku pula dalam masalah vaksinasi dari enzim babi.</p>
<p>Memahami kaedah kedua: Istihlak</p>
<p>Yang dimaksud dengan istihlak adalah bercampurnya benda haram atau najis dengan benda lainnya yang suci dan halal yang jumlahnya lebih banyak sehingga menghilangkan sifat najis dan keharaman benda yang sebelumnya najis, baik rasa, warna dan baunya.</p>
<p>Apakah benda najis yang terkalahkan oleh benda suci tersebut menjadi suci? Pendapat yang benar adalah bisa menjadi suci.</p>
<p>Alasannya adalah dua dalil berikut.</p>
<p>Hadits pertama, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,</p>
<p>الْمَاءُ طَهُورٌ لَا يُنَجِّسُهُ شَيْءٌ</p>
<p>“Air itu suci, tidak ada yang dapat menajiskannya.&#8221;[3]</p>
<p>Hadits kedua, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,</p>
<p>إِذَا بَلَغَ الْمَاءُ قُلَّتَيْنِ لَمْ يَحْمِلِ الْخَبَثَ</p>
<p>“Jika air telah mencapai dua qullah, maka tidak mungkin dipengaruhi kotoran (najis).&#8221;[4]</p>
<p>Dua hadits di atas menjelaskan bahwa apabila benda yang najis atau haram bercampur dengan air suci yang banyak, sehingga najis tersebut lebur tak menyisakan warna atau baunya, maka dia menjadi suci.</p>
<p>Jadi suatu saat air yang najis, bisa berubah menjadi suci jika bercampur dengan air suci yang banyak. Tidak mungkin air yang najis selamanya berada dalam keadaan najis tanpa perubahan. Tepatlah perkataan Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah,</p>
<p>“Siapa saja yang mau merenungkan dalil-dalil yang telah disepakati dan memahami rahasia hukum syari’at, niscaya akan jelas baginya bahwa pendapat inilah yang lebih tepat. Sangat tidak mungkin ada air atau benda cair yang tidak mungkin mengalami perubahan menjadi suci (tetap najis). Ini sungguh bertentangan dengan dalil dan akal sehat. Jika ada yang menganggap bahwa hukum najis itu tetap ada padahal (sifat-sifat) najis telah dihilangkan dengan cairan atau yang lainnya, maka ini sungguh jauh dari tuntutan dalil dan bertentangan dengan qiyas yang bisa digunakan.&#8221;[5]</p>
<p>Catatan:</p>
<p>Kaedah di atas jadi tidak berlaku, jika berdasarkan pernyataan para pakar yang ada bahwa enzim tripsin pada imunisasi atau vaksinasi hanya berupa katalisator. Katalisator atau enzim hanyalah menjadi pemicu reaksi, dan bukan menjadi bagian dari vaksin. Sehingga jika berasal dari babi sekali pun, campuran tersebut sudah hilang. Coba pahami baik-baik maksud katalisator. Banyak penjelasan dari berbagai pihak, salah satunya dari Drs. Iskandar, Apt., MM, -Direktur Perencanaan dan pengembangan PT. Bio Farma (salah satu perusahaan pembuat vaksin di Indonesia)- yang mengatakan bahwa enzim tripsin babi masih digunakan dalam pembuatan vaksin, khususnya vaksin polio (IPV). Beliau mengatakan,</p>
<p>“Air PAM dibuat dari air sungai yang mengandung berbagai macam kotoran dan najis, namun menjadi bersih dan halal stetalh diproses”. Beliau juga mengatakan, “Dalam proses pembuatan vaksin, enzim tripsin babi hanya dipakai sebagai enzim proteolitik [enzim yang digunakan sebagai katalisator pemisah sel/protein]. Pada hasil akhirnya [vaksin], enzim tripsin yang merupakan unsur turunan dari pankreas babi ini tidak terdeteksi lagi. Enzim ini akan mengalami proses pencucian, pemurnian dan penyaringan.” [sumber: http://www.scribd.com/doc/62963410/WHO-Batasi-Penggunaan-Babi-Untuk-Pembuatan-Vaksin]</p>
<p>Jika ini benar, maka tidak bisa kita katakan bahwa vaksin ini haram, karena minimal  bisa kita kiaskan dengan binatang jallalah, yaitu binatang yang biasa memakan barang-barang najis. Binatang ini bercampur dengan najis yang haram dimakan, sehingga perlu dikarantina kemudian diberi makanan yang suci dalam beberapa hari agar halal dikonsumsi. Sebagian ulama berpendapat minimal tiga hari dan ada juga yang berpendapat sampai aroma, rasa dan warna najisnya hilang.</p>
<p>Imam Abdurrazaq As-Shan’ani rahimahullah meriwayatkan,</p>
<p>عَنِ ابْنِ عُمَرَ أَنَّهُ كَانَ يَحْبِسُ الدَّجَاجَةَ ثَلَاثَةً إِذَا أَرَادَ أَنْ يَأْكُلَ بَيْضَهَا</p>
<p>”Dari Ibnu Umar radhiallahu ‘anhuma  bahwasanya beliau mengurung [mengkarantina] ayam yang biasa makan barang najis selama tiga hari jika beliau ingin memakan telurnya.” [Mushannaf Abdurrazaq no. 8717]</p>
<p>Kalau saja binatang yang jelas-jelas bersatu langsung dengan najis -karena makanannya kelak akan menjadi darah dan daging- saja bisa dimakan, maka jika hanya sebagai katalisator sebagaimana penjelasan di atas serta tidak dimakan, lebih layak lagi untuk dipergunakan atau minimal sama. [Dinukil dari http://muslim.or.id/fiqh-dan-muamalah/pro-kontra-hukum-imunisasi-dan-vaksinasi.html]</p>
<p>Fatwa Majelis Ulama Eropa</p>
<p>Majelis Ulama Eropa untuk Fatwa dan Penelitian telah memberikan jawaban untuk masalah vaksin yang digunakan dalam vaksinasi anak terhadap polio. Vaksin ini menggunakan enzim yang disebut tripsin dan diambil dari babi. Jumlah tripsin yang ditambahkan konsentrasinya sangat rendah. Tripsin ini nantinya akan hilang, tidak tersisa lagi. Kemudian tumbuh virus polio untuk bereproduksi dan akhirnya jadilah vaksin yang diberikan tiga tetes untuk setiap anak dalam mulut. Karena alasan inilah sebagian orang apalagi di Asia Timur karena dalam rangka hati-hati, mereka melarang mengonsumsi vaksin semacam ini untuk anak-anak muslim karena tripsin itu berasal dari babi.</p>
<p>Dalam masalah di atas, Majelis Ulama Eropa memutuskan dua hal:</p>
<p>Pertama:</p>
<p>Penggunaan obat semacam itu ada manfaatnya dari segi medis.  Obat semacam itu dapat melindungi anak dan mencegah mereka dari kelumpuhan dengan izin Allah. Dan obat semacam ini (dari enzim babi) belum ada gantinya hingga saat ini. Dengan menimbang hal ini, maka penggunaan obat semacam itu dalam rangka berobat dan pencegahan dibolehkan. Hal ini dengan alasan karena mencegah bahaya (penyakit) yang lebih parah jika tidak mengkonsumsinya. Dalam bab fikih, masalah ini ada sisi kelonggaran yaitu tidak mengapa menggunakan yang najis (jika memang cairan tersebut dinilai najis). Namun sebenarnya cairan najis tersebut telah mengalami istihlak (melebur) karena bercampur dengan zat suci yang berjumlah banyak. Begitu pula masalah ini masuk dalam hal darurat dan begitu primer yang dibutuhkan untuk menghilangkan bahaya. Dan di antara tujuan syari&#8217;at adalah menggapai maslahat dan manfaat serta menghilangkan mafsadat dan bahaya.</p>
<p>Kedua:</p>
<p>Majelis merekomendasikan pada para imam dan pejabat yang berwenang hendaklah posisi mereka tidak bersikap keras dalam perkara ijtihadiyah ini yang nampak ada maslahat bagi anak-anak kaum muslimin selama tidak bertentangan dengan dalil yang definitif (qoth&#8217;i).[6]</p>
<p>Di Antara Alasan  Pro Vaksinasi</p>
<p>Mencegah lebih baik daripada mengobati. Karena telah banyak kasus ibu hamil membawa virus Toksoplasma, Rubella, Hepatitis B yang membahayakan ibu dan janin. Bahkan bisa menyebabkan bayi baru lahir langsung meninggal. Dan bisa dicegah dengan vaksin.<br />
Vaksinasi penting dilakukan untuk mencegah penyakit infeksi berkembang menjadi wabah seperti kolera, difteri, dan polio. Apalagi saat ini berkembang virus flu burung yg telah mewabah. Hal ini menimbulkam keresahan bagi petugas kesahatan yang menangani. Jika tidak ada, mereka tidak akan mau dekat-dekat. Juga meresahkan masyarakat sekitar.<br />
Walaupun kekebalan tubuh sudah ada, akan tetapi kita hidup di negara berkembang yang notabene standar kesehatan lingkungan masih rendah. Apalagi pola hidup di zaman modern. Belum lagi kita tidak bisa menjaga gaya hidup sehat. Maka untuk antisipasi terpapar penyakit infeksi, perlu dilakukan vaksinasi.<br />
Efek samping yang membahayakan bisa kita minimalisasi dengan tanggap terhadap kondisi ketika hendak imunisasi dan lebih banyak cari tahu jenis-jenis merk vaksin serta jadwal yang benar sesuai kondisi setiap orang.<br />
Jangan hanya percaya isu-isu tidak jelas dan tidak ilmiah. Contohnya vaksinasi MMR menyebabkan autis. Padahal hasil penelitian lain yang lebih tersistem dan dengan metodologi yang benar, kasus autis itu ternyata banyak penyebabnya. Penyebab autis itu multifaktor (banyak faktor yang berpengaruh) dan penyebab utamanya masih harus diteliti.<br />
Jika ini memang konspirasi atau akal-akalan negara barat, mereka pun terjadi pro-kontra juga. Terutama vaksin MMR. Disana juga sempat ribut dan akhirnya diberi kebebasan memilih. Sampai sekarang negara barat juga tetap memberlakukan vaksin sesuai dengan kondisi lingkungan dan masyarakatnya.<br />
Mengapa beberapa negara barat ada yang tidak lagi menggunakan vaksinasi tertentu atau tidak sama sekali? Karena standar kesehatan mereka sudah lebih tinggi, lingkungan bersih, epidemik (wabah) penyakit infeksi sudah diberantas, kesadaran dan pendidikan hidup sehatnya tinggi. Mereka sudah mengkonsumsi sayuran organik. Bandingkan dengan negara berkembang. Sayuran dan buah penuh dengan pestisida jika tidak bersih dicuci. Makanan dengan zat pengawet, pewarna, pemanis buatan, mie instant, dan lain-lain. Dan perlu diketahui jika kita mau masuk ke beberapa negara maju, kita wajib divaksin dengan vaksin jenis tertentu. Karena mereka juga tidak ingin mendapatkan kiriman penyakit dari negara kita.<br />
Ada beberapa fatwa halal dan bolehnya imunisasi. Ada juga sanggahan bahwa vaksin halal karena hanya sekedar katalisator dan tidak menjadi bagian vaksin. Contohnya Fatwa MUI yang menyatakan halal. Dan jika memang benar haram, maka tetap diperbolehkan karena mengingat keadaan darurat, daripada penyakit infeksi mewabah di negara kita. Harus segera dicegah karena sudah banyak yang terjangkit polio, Hepatitis B, dan TBC.[7]<br />
Baca pula fatwa Syaikh &#8216;Abdul &#8216;Aziz bin &#8216;Abdillah bin Baz mengenai hukum vaksinasi di sini.</p>
<p>Mengenai penjelasan vaksinasi dari sisi medis, silakan lihat tulisan saudara kami, dr. Raehanul Bahraen di www.muslim.or.id di sini.</p>
<p>Wallahu waliyyut taufiq was sadaad. Walhamdulillahilladzi bi ni&#8217;matihi tatimmush sholihaat. Shalawat dan salam kepada Nabi kita Muhammad, keluarga dan sahabatnya.</p>
<p> </p>
<p>@ Ummul Hamam, Riyadh KSA</p>
<p>23 Dzulqo&#8217;dah 1432 H (21/10/2011)</p>
<p>sumber : www.rumaysho.com</p>
<p>[1] Lihat Al Mawsu’ah Al Fiqhiyah, index “استحالة”, 3/213-214, terbitan Kementrian Agama dan Urusan Islamiyah Kuwait.</p>
<p>[2] Lihat Al Mawsu’ah Al Fiqhiyah Al Kuwaitiyah, index “تحوّل”, 10/278-279<br />
[3] HR. Tirmidzi, Abu Daud, An Nasa’i, dan Ahmad. Hadits ini dikatakan shohih oleh Syaikh Al Albani dalam Misykatul Mashobih no. 478</p>
<p>[4] HR. Ad Daruquthni. Para ulama berselisih mengenai keshahihan hadits air dua qullah. Sebagian ulama menilai bahwa hadits tersebut mudhthorib (termasuk dalam golongan hadits dho’if/lemah) baik secara sanad maupun matan (isi hadits). Namun ulama hadits abad ini, yaitu Syaikh Muhammad Nashiruddin Al Albani rahimahullah menyatakan bahwa hadits ini shahih. Beliau rahimahullah mengatakan bahwa hadits ini diriwayatkan oleh Ad Darimi, Ath Thohawiy, Ad Daruquthniy, Al Hakim, Al Baihaqi, Ath Thoyalisiy dengan sanad yang shohih. Hadits ini juga telah dishohihkan oleh Ath Thohawiy, Ibnu Khuzaimah, Ibnu Hibban, Al Hakim, Adz Dzahabiy, An Nawawiy dan Ibnu Hajar Al ‘Asqolaniy. Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah mengatakan, “Mayoritas pakar hadits menyatakan bahwa hadits ini hasan dan berhujah dengan hadits ini. Mereka telah memberikan sanggahan kepada orang yang mencela (melemahkan) hadits ini.” (Disarikan dari Tawdhihul Ahkam min Bulughil Marom, Syaikh ‘Abdullah bin ‘Abdirrahman Al Bassam, 1/116, cetakan pertama, 1425 H)</p>
<p>[5] Lihat Majmu’ Al Fatawa, 21/508</p>
<p>[6] Disarikan dari http://www.islamfeqh.com/Forums.aspx?g=posts&#038;t=203</p>
<p>[7] Info dari saudara kami, dr. Raehanul Bahraen, semoga Allah membalas amalan baik beliau.</p>
<h3 class='related_post_title'>Posting terkait:</h3>
<ul class='related_post'>
<li><a href='http://www.drarief.com/fatwa-ulama-tentang-imunisasi/' title='Fatwa ulama tentang imunisasi&#8230;'>Fatwa ulama tentang imunisasi&#8230;</a></li>
<li><a href='http://www.drarief.com/imunisasi-haram-hukumnya-masa-sih/' title='Imunisasi Haram Hukumnya&#8230;. Masa&#039; sih ?'>Imunisasi Haram Hukumnya&#8230;. Masa&#039; sih ?</a></li>
<li><a href='http://www.drarief.com/hari-gini-nggak-imunisasi/' title='Hari Gini Nggak Mau Imunisasi ??&#8230;'>Hari Gini Nggak Mau Imunisasi ??&#8230;</a></li>
<li><a href='http://www.drarief.com/jadwal-imunisasi/' title='Jadwal Imunisasi'>Jadwal Imunisasi</a></li>
</ul>
<p><a href="http://www.drarief.com/hukum-imunisasi-part-2/">Hukum imunisasi &#8211; part 2</a> is a post from: <a href="http://www.drarief.com">Dr Arief</a></p>
Here is no comments yet by the time  your rss reader get this, Do you want to be the first commentor? Hurry up ]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.drarief.com/hukum-imunisasi-part-2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Tips Mengatasi Keringat Berlebih Pada Ketiak</title>
		<link>http://www.drarief.com/tips-mengatasi-keringat-berlebih-pada-ketiak/</link>
		<comments>http://www.drarief.com/tips-mengatasi-keringat-berlebih-pada-ketiak/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 22 May 2010 04:14:48 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Dr Arief</dc:creator>
				<category><![CDATA[Informasi Untuk Pasien]]></category>
		<category><![CDATA[Konsultasi]]></category>
		<category><![CDATA[bau badan]]></category>
		<category><![CDATA[hiper hidrosis]]></category>
		<category><![CDATA[keringat]]></category>
		<category><![CDATA[ketiak]]></category>
		<category><![CDATA[Tips]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.drarief.com/?p=542</guid>
		<description><![CDATA[Keringat berlebihan adalah masalah yang sangat umum terjadi. Dalam kedokteran keadaan ini disebut hiperhidrosis. Jutaan orang mengalaminya. Kabar baiknya, hal ini sama sekali tidak berhubungan (secara langsung) dengan kebersihan pribadi. Setiap orang pasti mengalami suatu keadaan &#8220;berkeringat&#8221;, karena itu adalah bagian dari fungsi tubuh yang normal. Keringat adalah suatu mekanisme tubuh untuk mendinginkan temperatur bagian [...]<p><a href="http://www.drarief.com/tips-mengatasi-keringat-berlebih-pada-ketiak/">Tips Mengatasi Keringat Berlebih Pada Ketiak</a> is a post from: <a href="http://www.drarief.com">Dr Arief</a></p>
]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://www.drarief.com/wp-content/uploads/2010/05/keringat-1.jpg"><img class="alignnone size-full wp-image-543" title="Ketiak berkeringat ??" src="http://www.drarief.com/wp-content/uploads/2010/05/keringat-1.jpg" alt="" width="300" height="300" /></a></p>
<p>Keringat berlebihan adalah masalah yang sangat umum terjadi. Dalam kedokteran keadaan ini disebut hiperhidrosis. Jutaan orang mengalaminya. Kabar baiknya, hal ini sama sekali tidak berhubungan (secara langsung) dengan kebersihan pribadi. Setiap orang pasti mengalami suatu keadaan &#8220;berkeringat&#8221;, karena itu adalah bagian dari fungsi tubuh yang normal.</p>
<p>Keringat adalah suatu mekanisme tubuh untuk mendinginkan temperatur bagian dalam. Orang yang sehat pasti berkeringat. Kalau tubuh tidak mengeluarkan keringat sama sekali, suhu tubuh akan meningkat dan orang akan menjadi sakit.</p>
<p>Salah satu bagian tubuh yang paling sering bermasalah dengan keringat adalah ketiak. Masih dalam batasan keadaan normal, hal ini baru jadi problem ketika keringat keluar dalam jumlah yang berlebihan, sehingga menimbulkan <em>krisis Pede</em> dan bau tak sedap.</p>
<p>Meskipun masih diperdebatkan tentang pengobatan yang definitifnya, ada beberapa tips yang bisa membantu mencegah keluarnya keringat berlebih pada ketiak. Penasaran? Ini dia tipsnya&#8230;.</p>
<p><span id="more-542"></span></p>
<ol>
<li><strong>Perhatikan makanan Anda.</strong><br />
Orang yang mengalami obesitas (overweight / kegemukan) lebih sering mengalami keadaan keringat berlebih dibandingkan orang dengan berat badan normal. Orang normal pun masih bisa mengalaminya ketika tidak memperhatikan makanannya. Makanan pedas dan mengandung bahan-bahan pengawet turut andil dalam memperburuk keadaan. Sebaliknya, makanan-makanan segar (sayuran, buah, susu, ikan, dll) sangat baik dalam mengurangi keadaan keringat berlebih.</li>
<li><strong> Perhatikan minuman Anda.</strong><br />
Minum air yang cukup dalam satu hari mampu menjaga temperatur tubuh sehingga proses hidrasi menjadi lebih baik, dan keluarnya keringat menjadi lebih terkontrol. Normalnya seseorang memerlukan hingga 8 gelas air per hari. Namun perlu diingat bahwa air es justru memacu tubuh untuk meningkatkan  suhu internalnya, dan akhirnya tubuh kita malah berkeringat. Yang paling baik adalah air dengan suhu ruangan karena paling mendekati suhu tubuh kita.</li>
<li><strong>Hindari minuman beralkohol.</strong><br />
Alkohol hanya akan meningkatkan aliran darah jantug, sehingga suhu tubuh akan meningkat. Alkohol juga memperbesar (dilatasi) pembuluh darah pada kulit, yang akhirnya memperbanyak kemampuan tubuh untuk memproduksi keringat.</li>
<li><strong>Berhenti merokok sekarang juga.</strong><br />
Zat-zat kimia dalam rokok akan menambah adrenalin tubuh diikuti dengan meningkatnya denyut nadi, dan akhirnya sama dengan alkohol dan kafein akan meningkatkan jumlah keringat yang keluar.</li>
<li><strong>Perhatikan pakaian Anda.</strong><br />
Khusus bagi para penderita hiperhidrosis, pemilihan bahan pakaian menjadi suatu keputusan pintar yang penting diperhatikan. Hindari bahan-bahan sintetis dan pakaian-pakaian ketat (yang akan sering bersinggungan dengan kulit &#8211; khususnya bagian yang berkeringat banyak seperti ketiak). Sebaliknya pemilihan bahan natural yang <em>breathable</em> (berpori-pori) seperti katun atau kaos akan jauh lebih nyaman. Bahan sintetis seperti nilon atau polyester adalah contoh yang tidak dianjurkan bagi orang yang banyak berkeringat, karena bahan tersebut tidak berpori dan cenderung menyebabkan keringat terperangkap, lalu berkembanglah bakteri di sana dan timbullah bau badan yang menyengat.</li>
<li><strong>Perbanyak relaks.</strong><br />
Yang dimaksud relaks bukan berarti nganggur di rumah, tidak bekerja. Sama sekali bukan itu. Relaks adalah lawan kata dari stress. Ketika kita menghadapi stressor tinggi di tempat kerja (misalnya meeting, ujian, audit, dll) tubuh kita akan cenderung lebih banyak berkeringat. Karenanya diperlukan relaksasi aktif (misalnya dengan mengatur napas, mengatur mental, baca qur&#8217;an, berdoa, dll) khususnya ketika kita menghadapi  stress yang lebih dari hari biasanya.<br />
<a href="http://www.drarief.com/wp-content/uploads/2010/05/keringat-2.jpg"><br />
</a></li>
<li><strong>Gunakan anti-perspirant deodoran.</strong><br />
Nah ini dia yang biasa kita lihat di televisi. Memang benar anti-perspirant dapat membantu mengontrol akumulasi (penumpukan) keringat pada ketiak, namun ini bukan langkah satu-satunya. Penggunaan zat aktif tawas atau alumunium klorida adalah salah satu langkah dari sekian banyak cara untuk mengatasi keringat berlebih.<br />
<a href="http://www.drarief.com/wp-content/uploads/2010/05/keringat-2.jpg"><img class="alignright" title="O'ow....." src="http://www.drarief.com/wp-content/uploads/2010/05/keringat-2-300x265.jpg" alt="" width="300" height="265" /><br />
</a></li>
<li><strong>Berobat ke dokter.</strong><br />
Ini adalah langkah &#8220;pamungkas&#8221; setelah kita menempuh 7 langkah di atas dan masih juga mengalami hiperhidrosis, mungkin ada sesuatu dalam tubuh Anda yang harus diobati. Contohnya adalah kelainan tiroid, kelainan syaraf, kelainan pembuluh darah, dll. Silakan berobat ke dokter spesialis penyakit dalam terdekat untuk mencari tahu apa yang perlu diobati pada diri Anda.</li>
</ol>
<p><a href="http://www.drarief.com/wp-content/uploads/2010/05/keringat-2.jpg"><br />
</a>Semoga bermanfaat, sehat selalu dan bebas BB <img src='http://www.drarief.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /><br />
<h3 class='related_post_title'>Posting terkait:</h3>
<ul class='related_post'>
<li><a href='http://www.drarief.com/tips-mengatasi-mual-dan-muntah-untuk-ibu-hamil/' title='Tips Mengatasi Mual dan Muntah untuk Ibu Hamil'>Tips Mengatasi Mual dan Muntah untuk Ibu Hamil</a></li>
<li><a href='http://www.drarief.com/tips-mengatasi-keringat-berlebih/' title='Tips Mengatasi Keringat Berlebih'>Tips Mengatasi Keringat Berlebih</a></li>
<li><a href='http://www.drarief.com/tips-tidur-sehat/' title='Tips Tidur Sehat :-)'>Tips Tidur Sehat <img src='http://www.drarief.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':-)' class='wp-smiley' /> </a></li>
<li><a href='http://www.drarief.com/tips-jitu-untuk-mencapai-berat-badan-ideal/' title='Tips jitu untuk mencapai berat badan ideal :)'>Tips jitu untuk mencapai berat badan ideal <img src='http://www.drarief.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </a></li>
<li><a href='http://www.drarief.com/tips-jitu-untuk-yang-ingin-langsing/' title='Tips jitu untuk yang ingin langsing !'>Tips jitu untuk yang ingin langsing !</a></li>
</ul>
<p><a href="http://www.drarief.com/tips-mengatasi-keringat-berlebih-pada-ketiak/">Tips Mengatasi Keringat Berlebih Pada Ketiak</a> is a post from: <a href="http://www.drarief.com">Dr Arief</a></p>
Here is no comments yet by the time  your rss reader get this, Do you want to be the first commentor? Hurry up ]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.drarief.com/tips-mengatasi-keringat-berlebih-pada-ketiak/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>10 Gejala Kanker Yang Wajib Diketahui Wanita</title>
		<link>http://www.drarief.com/10-gejala-kanker-yang-wajib-diketahui-wanita/</link>
		<comments>http://www.drarief.com/10-gejala-kanker-yang-wajib-diketahui-wanita/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 07 Feb 2010 11:42:29 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Dr Arief</dc:creator>
				<category><![CDATA[Informasi Untuk Pasien]]></category>
		<category><![CDATA[Konsultasi]]></category>
		<category><![CDATA[gejala]]></category>
		<category><![CDATA[kanker]]></category>
		<category><![CDATA[wanita]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.drarief.com/drarief.com/?p=515</guid>
		<description><![CDATA[Tubuh pria dan wanita diciptakan berbeda. Tubuh wanita memiliki kompleksitas yang lebih dibandingkan tubuh pria. Bukan hanya dari postur luarnya, tapi juga bagian dalam dan sistem kerjanya. Wanita memiliki siklus hormonal periodik yang lebih rumit dibandingkan dengan pria. Masih terkait dengan wanita, ini dia 10 macam gejala kanker yang paling sering terjadi&#8230; Nyeri Panggul Ditandai [...]<p><a href="http://www.drarief.com/10-gejala-kanker-yang-wajib-diketahui-wanita/">10 Gejala Kanker Yang Wajib Diketahui Wanita</a> is a post from: <a href="http://www.drarief.com">Dr Arief</a></p>
]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://drarief.com/wp-content/uploads/2010/02/metastasizing_cancer.jpg"><img class="alignnone size-medium wp-image-526" title="Metastasis Sel Kanker | DrArief.com" src="http://drarief.com/wp-content/uploads/2010/02/metastasizing_cancer-300x252.jpg" alt="" width="300" height="252" /></a></p>
<p>Tubuh pria dan wanita diciptakan berbeda. Tubuh wanita memiliki kompleksitas yang lebih dibandingkan tubuh pria. Bukan hanya dari postur luarnya, tapi juga bagian dalam dan sistem kerjanya. Wanita memiliki siklus hormonal periodik yang lebih rumit dibandingkan dengan pria.</p>
<p>Masih terkait dengan wanita, ini dia 10 macam gejala kanker yang paling sering terjadi&#8230;</p>
<p><span id="more-515"></span></p>
<ol>
<li>Nyeri Panggul<br />
Ditandai oleh rasa sakit atau tekanan di bawah pusar. Nyerinya terjadi terus-menerus dan tidak terbatas pada sebelum mens saja. Kanker yang biasa berhubungan dengan nyeri panggul adalah kanker endometrium, kanker indung telur, kanker rahim, kanker tuba fallopi dan kanker vagina.</li>
<li>Perut Terasa Membesar dan Kembung<br />
Umumnya terjadi pada kanker ovarium. Ini juga merupakan gejala yang paling sering diabaikan, karena sering dianggap sebagai sakit maag biasa.  Bedanya dengan sakit maag biasa, sering kali pada kembung yang terjadi pada kanker sering kali sangat parah sampai-sampai yang bersangkutan tidak dapat mengancingkan celana mereka, atau bahkan harus memperbesar ukuran celana mereka.</li>
<li>Nyeri Punggung Bawah yang Menetap<br />
Nyerinya terjadi pada punggung bagian bawah, dan sensasinya tumpul. Banyak wanita yang menggambarkannya dengan ekspresi &#8220;mirip seperti sakitnya melahirkan&#8221;. Biasanya menyertai kanker rahim.</li>
<li>Pendarahan Vagina Abnormal<br />
Ini adalah tanda yang paling umum pada jenis-jenis keganasan ginekologis. Tandanya antara lain adalah perdarahan mens yang luar biasa banyak, perdarahan di antara siklus mens, serta perdarahan pada saat &#8211; dan setelah &#8211; melakukan hubungan sex. Tanda ini biasa terhubung dengan kanker leher rahim, kanker rahim, dan kanker indung telur.</li>
<li>Demam Berkepanjangan<br />
Demam yang tidak kunjung turun (atau naik-turun) dalam 7 hari atau lebih harus dilaporkan ke dokter. Meskipun banyak penyakit -khususnya infeksi- yang menimbulkan demam, juga merupakan salah satu tanda adanya kanker.</li>
<li>Nggak Enak Perut atau Perubahan Pola Buang Air Besar<br />
Ada baiknya untuk memeriksakan kesehatan Anda ke dokter, segera setelah Anda mengalami perubahan pola BAB, sembelit, diare, sering buang angin, atau bahkan ada darah pada feses. Selain tanda dari kanker <a href="http://drarief.com/mengenal-kanker-kolon/">usus besar</a>, tanda ini juga merupakan gejala adanya kanker ginekologis.</li>
<li>Penurunan Berat Badan Yang Tidak Wajar<br />
Turun berat badan ? Keren kali ye&#8230; eit, tunggu dulu! Penurunan hingga 5 kg atau lebih TANPA DISENGAJA adalah suatu hal aneh dan tidak lazim. Hampir seluruh kanker jenis manapun memiliki tanda yang satu ini. Meskipun wanita secara normal memiliki fluktuasi naik-turun berat badan secara periodik, penurunan hingga 5 kg atau lebih wajib diperiksakan ke dokter.</li>
<li>Kelainan pada vulva dan vagina<br />
Anda mesti waspada ketika terjadi kelainan vulva dan vagina ketika terdapat luka, nyeri, perubahan warna, atau keluarnya cairan. Daerah ini sebaiknya diperiksa secara berkala ke dokter Anda.</li>
<li>Perubahan pada Payudara<br />
Bagian ini paling mudah diperiksa sendiri. Apa yang dicari ? Setiap perubahan abnormal dan tidak bilateral (terjadi pada kedua payudara) adalah hal yang harus dicurigai (diperiksakan ke dokter). Contohnya : benjolan, rasa nyeri, keluar cairan dari puting susu (dalam keadaan tidak menyusui tentunya), perubahan bentuk puting (tertarik ke salah satu sisi, permukaan menjadi kasar, dll).</li>
<li>Kelelahan Tanpa Alasan<br />
Setiap penderita kanker akan mengeluhkan kelelahan / kelemahan tubuh tanpa alasan yang jelas. Maksudnya adalah tidak ada aktivitas fisik maupun psikis (stress, problem berat, depresi termasuk di sini) bermakna yang mendahului timbulnya kelelahan tersebut. Kelemahan ini lebih sering terjadi pada kanker stadium lanjut; namun kadang-kadang juga timbul pada stadium dini. Kesimpulannya, bila Anda mengalami kelalahan tanpa sebab yang jelas, ada baiknya Anda periksakan ke dokter.</li>
</ol>
<p>Anda suka artikel ini ? <a title="10 Gejala Kanker Yang Wajib Diketahui Wanita" href="http://www.facebook.com/sharer.php?u=http://drarief.com/10-gejala-kanker-yang-wajib-diketahui-wanita/">Share dong di Facebook</a> <img src='http://www.drarief.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' />  Semoga bermanfaat ya!<br />
<h3 class='related_post_title'>Posting terkait:</h3>
<ul class='related_post'>
<li><a href='http://www.drarief.com/habis-rokok-terbitlah-diabetes/' title='Habis Rokok Terbitlah Diabetes&#8230;'>Habis Rokok Terbitlah Diabetes&#8230;</a></li>
<li><a href='http://www.drarief.com/mengenal-kanker-kolon/' title='Mengenal Kanker Kolon'>Mengenal Kanker Kolon</a></li>
</ul>
<p><a href="http://www.drarief.com/10-gejala-kanker-yang-wajib-diketahui-wanita/">10 Gejala Kanker Yang Wajib Diketahui Wanita</a> is a post from: <a href="http://www.drarief.com">Dr Arief</a></p>
By the time  your rss reader get this post here is <strong> 9 </strong>comments ,Welcome you come to leave your opinion !]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.drarief.com/10-gejala-kanker-yang-wajib-diketahui-wanita/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>9</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>New Service from www.drarief.com</title>
		<link>http://www.drarief.com/new-service-from-wwwdrariefcom/</link>
		<comments>http://www.drarief.com/new-service-from-wwwdrariefcom/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 18 Feb 2009 02:44:04 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dr. Arief</dc:creator>
				<category><![CDATA[Informasi Untuk Pasien]]></category>
		<category><![CDATA[Konsultasi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://drarief.com/?p=348</guid>
		<description><![CDATA[Dear para pengunjung, Saya menambahkan konsultasi online yang dapat Anda akses melalui situs ini. Tujuannya adalah untuk membantu masyarakat luas mendapatkan informasi seputar kesehatan yang dialami. Perlu diketahui bahwa dalam memberikan jawaban saya akan berusaha secepat dan seakurat mungkin dengan catatan Anda telah memberikan informasi keadaan Anda secara jujur dan lengkap. Bila saya anggap perlu [...]<p><a href="http://www.drarief.com/new-service-from-wwwdrariefcom/">New Service from www.drarief.com</a> is a post from: <a href="http://www.drarief.com">Dr Arief</a></p>
]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignnone size-full wp-image-349" title="www.DrArief.com" src="http://www.drarief.com/drarief.com/wp-content/uploads/2009/02/doc_stethoscope.jpg" alt="www.DrArief.com" width="226" height="200" /></p>
<p>Dear para pengunjung,</p>
<p>Saya menambahkan konsultasi online yang dapat Anda akses melalui situs ini. Tujuannya adalah untuk membantu masyarakat luas mendapatkan informasi seputar kesehatan yang dialami.</p>
<p>Perlu diketahui bahwa dalam memberikan jawaban saya akan berusaha secepat dan seakurat mungkin dengan catatan Anda telah memberikan informasi keadaan Anda secara jujur dan lengkap. Bila saya anggap perlu &#8211; tanpa menyebutkan nama &#8211; mungkin akan saya cantumkan kasus-kasus tertentu yang dapat diambil manfaatnya oleh masyarakat luas; sebagai bagian dari proses pembelajaran terhadap kesehatan. Kerahasiaan identitas Anda saya jamin sepenuhnya.</p>
<p>Sebetulnya program ini sudah berjalan beberapa waktu sebagai &#8220;beta version&#8221; <img src='http://www.drarief.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> . Tapi sebagian tidak melakukan registrasi sehingga gagal masuk ke mailbox saya. Jadi, mohon ikuti instruksinya agar jawaban bisa segera saya kirimkan.</p>
<p>Semoga bermanfaat.<br />
Regards,</p>
<p>Dr. Arief.<br />
<h3 class='related_post_title'>Posting terkait:</h3>
<ul class='related_post'>
<li><a href='http://www.drarief.com/cacar-air-part-2/' title='Cacar Air &#8211; part 2'>Cacar Air &#8211; part 2</a></li>
</ul>
<p><a href="http://www.drarief.com/new-service-from-wwwdrariefcom/">New Service from www.drarief.com</a> is a post from: <a href="http://www.drarief.com">Dr Arief</a></p>
Here is no comments yet by the time  your rss reader get this, Do you want to be the first commentor? Hurry up ]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.drarief.com/new-service-from-wwwdrariefcom/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Imunisasi Haram Hukumnya&#8230;. Masa&#039; sih ?</title>
		<link>http://www.drarief.com/imunisasi-haram-hukumnya-masa-sih/</link>
		<comments>http://www.drarief.com/imunisasi-haram-hukumnya-masa-sih/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 21 Jan 2009 04:18:11 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dr. Arief</dc:creator>
				<category><![CDATA[Informasi Untuk Pasien]]></category>
		<category><![CDATA[Konsultasi]]></category>
		<category><![CDATA[Mimbar Bebas]]></category>
		<category><![CDATA[haram]]></category>
		<category><![CDATA[imunisasi]]></category>
		<category><![CDATA[isu]]></category>
		<category><![CDATA[makruh]]></category>
		<category><![CDATA[salah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://drarief.com/?p=307</guid>
		<description><![CDATA[Mengingat pentingnya masalah imunisasi ini, saya sih masih merasa belum puas dengan posting-posting saya terdahulu tentang imunisasi, sehingga saya merasa perlu untuk menambahkan beberapa post lagi barangkali seputar imunisasi. Yang ingin saya bicarakan sekarang adalah isu-isu yang salah di masyarakat seputar imunisasi. Saya mendengar isu ini sejak saya kecil dulu hingga sekarang ini masih ada [...]<p><a href="http://www.drarief.com/imunisasi-haram-hukumnya-masa-sih/">Imunisasi Haram Hukumnya&#8230;. Masa&#039; sih ?</a> is a post from: <a href="http://www.drarief.com">Dr Arief</a></p>
]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://www.drarief.com/wp-content/uploads/2009/01/kid_imm.jpg"><img class="alignnone size-medium wp-image-540" title="Suntikkkkkk......" src="http://www.drarief.com/wp-content/uploads/2009/01/kid_imm-300x228.jpg" alt="" width="300" height="228" /></a></p>
<p>Mengingat pentingnya masalah imunisasi ini, saya sih masih merasa belum puas dengan <a href="http://drarief.com/?p=301" target="_blank">posting-posting saya terdahulu tentang imunisasi</a>, sehingga saya merasa perlu untuk menambahkan beberapa post lagi barangkali seputar imunisasi.</p>
<p><span id="more-307"></span></p>
<p>Yang ingin saya bicarakan sekarang adalah isu-isu yang salah di masyarakat seputar imunisasi. Saya mendengar isu ini sejak saya kecil dulu hingga sekarang ini masih ada saja yang beranggapan demikian. Isu tersebut antara lain adalah :</p>
<ul>
<li>Imunisasi tidak penting bagi anak ?</li>
<li>Imunisasi berarti memasukkan penyakit ke dalam tubuh anak yang sehat, sehingga hukumnya haram ?</li>
<li>Imunisasi adalah program KB terselubung yang bertujuan untuk &#8220;memandulkan&#8221; anak ?</li>
<li>Dan lain sebagainya</li>
</ul>
<p>Isu-isu di atas adalah <span style="text-decoration: underline;"><strong>TIDAK BENAR</strong></span>. Saat ini informasi bisa kita dapatkan dengan mudah dengan cara apapun. Kita bisa mengetahui dari belahan dunia manapun dengan mudah dan cepat. Kita bisa menyaksikan bagaimana dunia berlomba-lomba meningkatkan kecanggihan vaksin untuk meningkatkan kekebalan tubuh anak, dengan mengurangi efek samping hingga seminimal mungkin. Sekarang kita juga bisa membuktikan bahwa para ahli di seluruh dunia sepakat bahwa imunisasi adalah penting.</p>
<p>Bagi beberapa orang yang termakan isu-isu di atas, silakan Anda cari informasi terkini yang berkenaan dengan imunisasi tersebut. Insya Allah Anda akan menemukan 100% informasi &#8211; yang ilmiah tentunya, bukan sekedar asal ngomong belaka &#8211; yang akan mendukung dan menguatkan dasar pentingnya dilakukan imunisasi.</p>
<p>&#8220;Toh anak saya juga sehat nggak pakai imunisasi&#8230;&#8221; nah lho? Memang benar ada kemungkinan anak Anda tetap sehat tanpa imunisasi. Sebagaimana yang diungkapkan oleh dr. Adi di atas tadi, imunisasi bertujuan untuk memproteksi <span style="text-decoration: underline;">bukan 100%</span>, terhadap penyakit. Ini artinya, bila sang anak yang sehat tanpa imunisasi tadi tidak tertular oleh penyakit yang dia tidak memiliki daya tahan terhadapnya maka kita sebut saja dia &#8220;beruntung&#8221;. Contohnya penyakit tuberculosis (TBC) yang dinyatakan secara statistik (dihitung orang per orang di setiap negara) bahwa Indonesia salah satu yang menduduki peringkat tertinggi di dunia. Apakah Anda tega membiarkan sang anak tanpa perlindungan dan hanya berbekal &#8220;semoga beruntung&#8221; saja?</p>
<p>Anak yang sudah diimunisasi dengan baik masih mungkin tertular penyakit tersebut. Namun, dibandingkan dengan yang tidak diimunisasi, tingkat sakitnya akan jauh berbeda.</p>
<p>Sebagai permisalan, pada saat turun hujan; anak yang diimunisasi adalah ibarat anak yang memakai jas hujan dan yang tidak diimunisasi adalah ibarat anak yang tidak memakai jas hujan. Apakah mungkin yang memakai jas hujan masih basah ? Mungkin saja! Tapi coba bandingkan dengan yang tidak pakai jas hujan. Tentu derajat &#8220;basahnya&#8221; tidak akan sama&#8230;</p>
<p>Nah khusus untuk poin isu ke-2 di atas yang &#8211; mungkin &#8211; diyakini kebenarannya oleh beberapa orang, saya punya penjelasan sedikit&#8230; (sedikit terus dari tadi <img src='http://www.drarief.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' />  ) Imunisasi <strong>memang benar</strong> berarti memasukkan penyakit ke dalam tubuh anak&#8230;.. eit tapi tunggu dulu, bukan sembarang penyakit yang dimasukkan ke dalam tubuh sang anak tersayang.Vaksin penyakit yang dimasukkan kedalam tubuh anak pada imunisasi khusus untuk penyakit-penyakit yang terpilih yang berpotensi menimbulkan akibat yang fatal atau cacat yang permanen pada masa depannya. Vaksin tersebut adalah penyakit yang telah dilemahkan di laboratorium dan telah teruji secara klinis, sehingga yang didapatkan oleh sang anak adalah kekebalan terhadap penyakit tersebut dalam wujud sebenarnya &#8211; yang tidak dilemahkan.</p>
<p>Tubuh manusia memiliki suatu mekanisme untuk belajar mengatasi rangsangan dari luar. Ini adalah suatu karunia yang sangat besar yang diberikan Allah SWT kepada manusia. Rangsangan ini bisa berwujud perubahan cuaca dari panas ke dingin (atau sebaliknya), kontak dengan bakteri dan virus yang ada di udara bebas, kontak dengan alergen; atau singkatnya : kontak dengan dunia luar. Anak yang sehat memiliki kemampuan untuk mempelajari dan membuat kesimpulan tentang apa yang dipelajarinya. Ini juga terjadi pada sistem imun (kekebalan) tubuhnya. Proses belajar pada kekebalan tubuhnya akan langsung terjadi sesaat setelah seseorang bersinggungan dengan penyakit (misalnya dari orang lain). Kekebalan akan didapatkan sebagai hasil akhir / kesimpulan dari proses belajar tersebut &#8211; dengan catatan &#8211; bila status gizi pada tubuhnya baik. Mungkin ia akan mengalami sakit dahulu, namun tubuhnya akan terus mempelajari dan membuat kesimpulan terhadap penyakit tersebut.</p>
<p>Kekebalan dapat diperoleh dengan 2 cara, yaitu kekebalan aktif dan kekebalan pasif. Bedanya, yang satu didapatkan setelah seseorang sembuh dari suatu penyakit, dan yang lainnya didapatkan melalui vaksin penyakit tersebut.</p>
<p>Sebagai contoh : Seseorang bernama A terkena penyakit &#8211; sebut saja &#8211; penyakit &#8220;X&#8221;. Setelah sembuh, si A tadi akan memiliki kekebalan terhadap penyakit &#8220;X&#8221; tersebut. Pada kasus lain, seseorang lainnya bernama B mendapatkan vaksinasi penyakit &#8220;X&#8221;, dan dia mendapatkan kekebalan terhadap penyakit &#8220;X&#8221; tersebut. Menurut Anda, mana yang lebih bagus ? si A atau si B ? Anda menjawab &#8220;Tentu saja si A !&#8221;. Benarkah ?&#8230;..</p>
<p>Mungkin jawaban di atas benar, bila penyakit &#8220;X&#8221; yang dimaksud adalah penyakit yang sederhana, seperti flu biasa. Yang jadi masalah adalah : bagaimana bila penyakit &#8220;X&#8221; yang dimaksud adalah suatu penyakit yang fatal dan berpotensi untuk meninggalkan kecacatan??? Misalnya penyakit &#8220;X&#8221; tersebut adalah Polio, si A yang mendapat kekebalan setelah sembuh dari sakitnya belum tentu bisa berjalan dengan baik, bahkan mungkin ia tidak dapat berjalan lagi; sementara si B &#8211; yang mendapatkan vaksinasi polio &#8211; juga mendapatkan kekebalan terhadap penyakitnya, tetapi tanpa harus mengalami sakit terlebih dahulu&#8230;. Apa artinya seseorang memperoleh kekebalan setelah sembuh dari sakitnya, tapi ia kini juga memperoleh kecacatan (buta, lumpuh, dll) ? Tentu tidak banyak artinya. Apalagi pada konteks anak, masa depannya masih sangat-sangat-amat panjang sekali, banget&#8230; eh kelebihan yah ? <img src='http://www.drarief.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Jadi, ayo kita imunisasi anak-anak kita. Ini adalah salah satu amanah yang harus kita kerjakan sebagai orang tua terhadap anak-anak kita.</p>
<p> <img src='http://www.drarief.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /><br />
<h3 class='related_post_title'>Posting terkait:</h3>
<ul class='related_post'>
<li><a href='http://www.drarief.com/hukum-imunisasi-part-2/' title='Hukum imunisasi &#8211; part 2'>Hukum imunisasi &#8211; part 2</a></li>
<li><a href='http://www.drarief.com/fatwa-ulama-tentang-imunisasi/' title='Fatwa ulama tentang imunisasi&#8230;'>Fatwa ulama tentang imunisasi&#8230;</a></li>
<li><a href='http://www.drarief.com/hari-gini-nggak-imunisasi/' title='Hari Gini Nggak Mau Imunisasi ??&#8230;'>Hari Gini Nggak Mau Imunisasi ??&#8230;</a></li>
<li><a href='http://www.drarief.com/jadwal-imunisasi/' title='Jadwal Imunisasi'>Jadwal Imunisasi</a></li>
</ul>
<p><a href="http://www.drarief.com/imunisasi-haram-hukumnya-masa-sih/">Imunisasi Haram Hukumnya&#8230;. Masa&#039; sih ?</a> is a post from: <a href="http://www.drarief.com">Dr Arief</a></p>
By the time  your rss reader get this post here is <strong> 10 </strong>comments ,Welcome you come to leave your opinion !]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.drarief.com/imunisasi-haram-hukumnya-masa-sih/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>10</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Mengobati Windows Bajakan Yang Mogok</title>
		<link>http://www.drarief.com/mengobati-windows-bajakan-yang-mogok/</link>
		<comments>http://www.drarief.com/mengobati-windows-bajakan-yang-mogok/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 08 Jan 2009 10:43:28 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dr. Arief</dc:creator>
				<category><![CDATA[Geek Stuff]]></category>
		<category><![CDATA[Konsultasi]]></category>
		<category><![CDATA[Out Of Topic]]></category>
		<category><![CDATA[bajakan]]></category>
		<category><![CDATA[counterfeiting]]></category>
		<category><![CDATA[victim]]></category>
		<category><![CDATA[WGA]]></category>
		<category><![CDATA[windows]]></category>
		<category><![CDATA[XP]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://drarief.com/?p=297</guid>
		<description><![CDATA[Lho koq topiknya berubah? Masih berhubungan dengan kesehatan juga sih, kali ini kesehatan Windows XP Anda&#8230; Yah sebut saja intermezo atau Out of Topic (OOT) Buat Anda yang &#8220;demen&#8221; pake produk bajakan, barangkali pernah terlibat masalah ini. Windows automatic update Anda kebetulan diset ON, gak sengaja mengupdate dan muncullah WGA warning seperti di atas. Solusinya [...]<p><a href="http://www.drarief.com/mengobati-windows-bajakan-yang-mogok/">Mengobati Windows Bajakan Yang Mogok</a> is a post from: <a href="http://www.drarief.com">Dr Arief</a></p>
]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignnone" title="Nggak asli eh ?" src="http://hyperdoc.files.wordpress.com/2009/01/wga-validation.jpg" alt="" width="431" height="88" /></p>
<p><img class="alignnone" title="So... youre a victim huh??" src="http://hyperdoc.files.wordpress.com/2009/01/you-may-be-a-victim-of-software-counterfeiting.png" alt="" width="454" height="111" /></p>
<p><span id="more-297"></span></p>
<p><img class="alignnone" title="Logon yang menyebalkan..." src="http://hyperdoc.files.wordpress.com/2009/01/logon.jpg" alt="" width="449" height="391" /></p>
<p>Lho koq topiknya berubah? Masih berhubungan dengan kesehatan juga sih, kali ini kesehatan Windows XP Anda&#8230; Yah sebut saja intermezo atau Out of Topic (OOT) <img src='http://www.drarief.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Buat Anda yang &#8220;demen&#8221; pake produk bajakan, barangkali pernah terlibat masalah ini. Windows automatic update Anda kebetulan diset ON, gak sengaja mengupdate dan muncullah WGA warning seperti di atas. Solusinya cukup sederhana. Gak perlu di uninstall, gak perlu di format. Ada banyak versi untuk mengatasinya sih, cuma yang sederhana (gak usah download program macam-macam) step by step nya begini :</p>
<ol>
<li> Restart windows XP dan masuk ke Safe mode ( tekan F8 pada saat bootting hingga muncul     menu) pilih SAVE MODE)</li>
<li>Jalankan windows Task Manager (Ctrl + Alt + Del), lalu End Task process wgatray.exe</li>
<li>Hapus wgatray.exe dari c:\windows\System32 &#8211;&gt; poin 2 dan 3 harus dikerjakan pada saat bersamaan <img src='http://www.drarief.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' />  rada tricky cuma di point yang ini sih, selanjutnya gampang.</li>
<li>Hapus wgatray.exe dari c:\windows\System32\dllcache</li>
<li>Jalankan regedit (pada menu run.. ketik regedit dan tekan ENTER)</li>
<li>Cari lokasi HKEY_LOCAL_MACHINE\SOFTWARE\Microsoft\Windows  NT\CurrentVersion\Winlogon\Notify</li>
<li>Bila ada, hapus folder &#8216;WgaLogon&#8217; dan semua contentnya</li>
<li>Lakukan search pada regedit (Ctrl + F) dan masukkan keyword &#8220;WGA&#8221;, lalu cari semua string yang benar-benar berisi WGA (Windows Genuine Advantage), dan hapus. Ulangi proses ini dengan F3 hingga benar-benar bersih.</li>
<li>Beres deh, silakan di reboot <img src='http://www.drarief.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </li>
</ol>
<p>Eh ada cara lain yang lebih sederhana lagi sih&#8230;. beli aja yang asli <img src='http://www.drarief.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> &#8230;.<br />
<h3 class='related_post_title'>Posting terkait:</h3>
<ul class='related_post'>
<li>Tidak ada post yang terkait untuk saat ini&#8230;</li>
</ul>
<p><a href="http://www.drarief.com/mengobati-windows-bajakan-yang-mogok/">Mengobati Windows Bajakan Yang Mogok</a> is a post from: <a href="http://www.drarief.com">Dr Arief</a></p>
By the time  your rss reader get this post here is <strong> 3 </strong>comments ,Welcome you come to leave your opinion !]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.drarief.com/mengobati-windows-bajakan-yang-mogok/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Flu Tanpa Antibiotik?</title>
		<link>http://www.drarief.com/tangkal-flu-tanpa-antibiotik/</link>
		<comments>http://www.drarief.com/tangkal-flu-tanpa-antibiotik/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 08 Jan 2009 02:49:22 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dr. Arief</dc:creator>
				<category><![CDATA[Informasi Untuk Pasien]]></category>
		<category><![CDATA[Konsultasi]]></category>
		<category><![CDATA[antibiotik]]></category>
		<category><![CDATA[flu]]></category>
		<category><![CDATA[obat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://drarief.com/?p=294</guid>
		<description><![CDATA[DINGINNYA udara di musim penghujan membuat tubuh mudah terkena flu dan batuk. Kurangi aktivitas dan hati-hati memilih obat flu. Jangan sampai kuman di tubuh malah jadi kebal obat. Meski tidak setiap hari, udara masih sering lembab. Keadaan ini akan mempengaruhi tubuh kita. Sebaiknya kita tetap hati-hati dan menjaga stamina supaya tidak mudah terkena penyakit musiman. [...]<p><a href="http://www.drarief.com/tangkal-flu-tanpa-antibiotik/">Flu Tanpa Antibiotik?</a> is a post from: <a href="http://www.drarief.com">Dr Arief</a></p>
]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignnone" title="Zzzzzzz....." src="http://www.kompas.com/data/photo/2008/03/02/204609p.jpg" alt="" width="298" height="225" /></p>
<p><strong>DINGINNYA</strong> udara di musim penghujan membuat tubuh mudah terkena flu dan batuk. Kurangi aktivitas dan hati-hati memilih obat flu. Jangan sampai kuman di tubuh malah jadi kebal obat.</p>
<p>Meski tidak setiap hari, udara masih sering lembab. Keadaan ini akan mempengaruhi tubuh kita. Sebaiknya kita tetap hati-hati dan menjaga stamina supaya tidak mudah terkena penyakit musiman. Kalau tenggorokan mulai sakit, gatal sehingga batuk berkali-kali, juga bersin-bersin, berarti penyakit musiman itu mulai mampir di tubuh kita. Trio gejala ini menjadi petunjuk kalau flu dan pilek sedang menyerang.</p>
<p>Batuk yang menyertai flu sebetulnya merupakan cara tubuh mempertahankan diri dari adanya alergen atau barang asing yang masuk ke tubuh. Dalam hal ini, alergen yang berupa virus itu bersarang di saluran napas. Tubuh lalu merespon dengan mengeluarkan lendir. Tak heran, di saat flu ada cairan yang keluar dari hidung.</p>
<p>Selain trio gejala tersebut, serangan flu atau influenza juga ditandai adanya demam mendadak dengan suhu tubuh antara 38 sampai 40 derajat Celsius, disertai sakit kepala, nyeri otot, dan badan terasa lemah. Bahkan, kadang-kadang disertai rasa mual, ingin muntah, dan diare.<br />
Keadaan ini membuat si sakit akan menderita dan tak ingin beranjak dari tempat tidur.</p>
<p><span id="more-294"></span></p>
<p><strong>Selalu Bermutasi</strong><br />
Flu sangat mudah menyebar. Virus penyebabnya senang sekali berkeliaran ke segala arah, lewat cairan yang dikeluarkan penderita saat batuk dan bersin. Penyakit yang menyerang saluran pernapasan atas ini biasanya berlangsung selama 3-5 hari. Namun, bisa lebih lama bila Anda tidak menjaga kondisi badan.</p>
<p>Menurut Prof. Dr. Iwan Darmansjah, Sp.Fk., farmakolog dari FKUI, flu dan pilek sebenarnya hanya perlu pengobatan sederhana. Si sakit harus banyak istirahat, dan tak boleh banyak bicara. Olahraga sebaiknya  dihentikan dulu.</p>
<p>Obat diperlukan sejauh untuk mengurangi pilek, batuk, panas, serta gejala lain yang berupa nyeri otot. Obat flu perlu mengandung campuran obat demam (parasetamol, ibuprofen), komponen pilek (efedrin, pseudo-efedrin, atau fenilpropanolamin) untuk mengeringkan hidung, dan komponen obat batuk (dekstrometorfan atau noskapin).</p>
<p>Flu bisa dicegah dengan vaksinasi. Namun, tidak selamanya vaksinasi mampu menghadang virus flu. Ini karena virus flu selalu bermutasi, membentuk versi baru yang lain dari generasi sebelumnya.</p>
<p>Vaksinasi pada dasarnya hanya membantu meningkatkan kekebalan tubuh. Biasanya vaksinasi sangat dibutuhkan untuk mereka yang berusia di atas 65 tahun, penderita asma, jantung atau penyakit ginjal, juga yang menderita flu sangat berat.</p>
<p>Vaksinasi juga sering dibutuhkan bila kita sedang berada di tempat lain, yang iklimnya berbeda sama sekali dengan wilayah tempat tinggal kita. Misalnya, mereka yang naik haji butuh sekali suntikan vaksin flu.</p>
<p><strong>Tak Perlu Antibiotik</strong><br />
Prof. Iwan menegaskan, flu atau pilek tidak perlu diobati dengan antibiotik. Virus flu tidak mempan antibiotik. Bila ada komplikasi infeksi dengan kuman saja, antibiotik dibutuhkan. Ini pun jarang sekali terjadi. Hanya 5 persen dari semua kasus flu yang pernah ada.<br />
Kalau kita terbiasa minum antibiotik, bahayanya kuman di tubuh menjadi kebal terhadap antibiotik. Akibatnya, dosis yang nanti kita gunakan akan semakin besar. Efek terjelek adalah datangnya kematian bila dosisnya sudah terlalu tinggi.</p>
<p>Oleh karena itu, bila kita mendapat obat dari dokter sebaiknya menanyakan jenisnya dan untuk apa. Maksudnya supaya tahu apa yang kita makan. Hal semacam itu bisa kita tanyakan kepada apoteker saat mengambil obat.</p>
<p>Bila Anda hanya pilek, pilihlah obat bebas yang mengandung komponen pilek saja. Obat pilek hanya perlu mengandung salah satu, efedrin, pseudoefedrin, atau fenilpropanolamin saja. Dari ketiganya, efedrin dosis kecil (8-10 mg) paling baik, fenilpropanolamin paling jelek.</p>
<p>Bila ingin mencampur dengan komponen antihistamin (antialergi), bisa menggunakan CTM, yang cukup efektif dan murah. Tambahan lain misalnya vitamin atau obat pengencer dahak tidak mutlak dibutuhkan tubuh. Tergantung dari kondisi masing-masing individu.</p>
<p>Yang penting, dengan atau tanpa antibiotik flu akan sembuh dalam beberapa hari hingga seminggu. Bila ternyata tidak reda, sebaiknya segera konsultasi ke dokter. Yang perlu ditentukan, apakah demam yang diderita tidak disebabkan oleh penyakit lain, atau apakah obatnya perlu diubah.</p>
<p><strong>Jangan Berselimut Tebal</strong><br />
Bila flu datang, tetap saja tenang. Lakukan beberapa hal berikut supaya kondisi Anda kian membaik.<br />
-  Minumlah air sebanyak mungkin karena Anda akan kehilangan banyak cairan selama demam berlangsung. Tindakan ini juga bisa membantu menurunkan suhu tubuh yang meninggi.<br />
-  Banyak istirahat. Berbaringlah di tempat tidur dan jangan melakukan aktivitas apa pun, supaya kondisi tidak memburuk.<br />
-  Berhentilah merokok dan minum alkohol.<br />
-  Minum obat golongan paracetamol atau aspirin untuk mengurangi demam dan nyeri otot. Obat golongan ibuprofen juga bisa diasup untuk menghindari peradangan. Ingat, aspirin tidak diperkenankan diasup oleh anak-anak di bawah usia 16 tahun.<br />
-  Hindari kebiasaan menutup tubuh dengan selimut tebal saat demam. Ini bisa mengakibatkan udara tubuh yang panas tidak bisa menguap, sehingga suhu tubuh malah akan naik tinggi. Rasa dingin yang dirasakan akibat panas sedang naik mendadak.<br />
-  Lakukan kompres tidak hanya di kepala karena kontak permukaan kulit terlalu sempit. Langkah terbaik adalah menyeka seluruh tubuh dengan kain basah terus-menerus selama 5-7 menit. Menguapnya air dari kulit membuat suhu tubuh akan menurun. Biasanya dalam waktu 5-7 menit suhu sudah turun. Sebaiknya tidak menggunakan alkohol untuk kompres karena akan diserap kulit.<br />
-   Di malam hari, cobalah tidur dengan kepala dinaikkan sekitar 8 inci atau 15 cm. Langkah ini mencegah lendir masuk ke bagian bawah tenggorokan, sehingga dapat mencegah terjadinya batuk.<br />
-  Bila dalam seminggu kondisi tidak juga mereda, Anda sebaiknya memeriksakan diri ke dokter.</p>
<p><strong>Biar Virus Tidak Ngendon </strong><br />
Virus flu sangat mudah menular lewat batuk, bersin-bersin, dan cairan yang dibatukkan yang mengenai anggota badan orang lain. Supaya virus ini tidak menyebar dan tidak awet ngendon di tubuh, lakukan kiat ini.<br />
-  Tutup mulut dan hidung dengan sapu tangan atau tisu saat batuk atau bersin.<br />
-  Jika tak ada tisu atau sapu tangan, gunakan lengan baju bagian atas untuk menutupinya dan bukan dengan tangan.<br />
-  Buang tisu setelah menggunakannya. Jangan digunakan berkali-kali. Demikian juga dengan sapu tangan. Gantilah sesering mungkin.<br />
-  Setelah bersin, cuci tangan dengan sabun dan air atau alkohol, atau pembersih tangan yang sudah banyak beredar di pasaran.<br />
-  Jika perlu, gunakan masker supaya virus tidak menular ke orang lain.<br />
<h3 class='related_post_title'>Posting terkait:</h3>
<ul class='related_post'>
<li><a href='http://www.drarief.com/rokok-penyumbang-kerugian-negara/' title='Rokok : Penyumbang Kerugian Negara&#8230;'>Rokok : Penyumbang Kerugian Negara&#8230;</a></li>
<li><a href='http://www.drarief.com/k-sageplus-berita-bagus-untuk-anak-autis/' title='K-SagePlus&#8230; berita bagus untuk anak autis :)'>K-SagePlus&#8230; berita bagus untuk anak autis <img src='http://www.drarief.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </a></li>
<li><a href='http://www.drarief.com/tangani-kolesterol-anda-dengan-niacin/' title='Tangani kolesterol Anda dengan Niacin'>Tangani kolesterol Anda dengan Niacin</a></li>
<li><a href='http://www.drarief.com/kenali-obat-anda/' title='Kenali Obat Anda !'>Kenali Obat Anda !</a></li>
</ul>
<p><a href="http://www.drarief.com/tangkal-flu-tanpa-antibiotik/">Flu Tanpa Antibiotik?</a> is a post from: <a href="http://www.drarief.com">Dr Arief</a></p>
Here is no comments yet by the time  your rss reader get this, Do you want to be the first commentor? Hurry up ]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.drarief.com/tangkal-flu-tanpa-antibiotik/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Referensi Nilai Kolesterol Normal</title>
		<link>http://www.drarief.com/referensi-nilai-kolesterol-normal/</link>
		<comments>http://www.drarief.com/referensi-nilai-kolesterol-normal/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 13 Nov 2008 22:46:47 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dr. Arief</dc:creator>
				<category><![CDATA[Informasi Untuk Pasien]]></category>
		<category><![CDATA[Konsultasi]]></category>
		<category><![CDATA[Perlengkapan Praktek]]></category>
		<category><![CDATA[cholesterol]]></category>
		<category><![CDATA[HDL]]></category>
		<category><![CDATA[kolestrol]]></category>
		<category><![CDATA[LDL]]></category>
		<category><![CDATA[trigliserida]]></category>
		<category><![CDATA[triglycerides]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://drarief.com/?p=283</guid>
		<description><![CDATA[Apakah Anda sering memeriksa kadar kolesterol darah Anda ? Sudahkah Anda mengetahui batasan-batasannya ? Berikut adalah batasan yang disepakati sebagai tolak ukur kadar kolesterol darah. Target Normal Batas Tinggi Resiko sangat tinggi Kolesterol Total Kurang dari 200 200 &#8211; 239 240 atau lebih Kolesterol LDL (Kolesterol jahat) Kurang dari 130 130 &#8211; 159 160 atau [...]<p><a href="http://www.drarief.com/referensi-nilai-kolesterol-normal/">Referensi Nilai Kolesterol Normal</a> is a post from: <a href="http://www.drarief.com">Dr Arief</a></p>
]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Apakah Anda sering memeriksa kadar kolesterol darah Anda ? Sudahkah Anda mengetahui batasan-batasannya ? Berikut adalah batasan yang disepakati sebagai tolak ukur kadar kolesterol darah.<br />
<span id="more-283"></span> <!--[if gte mso 9]><xml> Normal   0               false   false   false      EN-US   X-NONE   AR-SA                                                     MicrosoftInternetExplorer4 </xml><![endif]--><!--[if gte mso 9]><xml> </xml><![endif]--><!--  --><!--[if gte mso 10]> <mce:style><!   /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:"Table Normal"; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-priority:99; 	mso-style-qformat:yes; 	mso-style-parent:""; 	mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt; 	mso-para-margin-top:0in; 	mso-para-margin-right:0in; 	mso-para-margin-bottom:10.0pt; 	mso-para-margin-left:0in; 	line-height:115%; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:11.0pt; 	font-family:"Calibri","sans-serif"; 	mso-ascii-font-family:Calibri; 	mso-ascii-theme-font:minor-latin; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-theme-font:minor-fareast; 	mso-hansi-font-family:Calibri; 	mso-hansi-theme-font:minor-latin;} --> <!--[endif]--></p>
<table border="1" cellspacing="0" cellpadding="0" width="99%">
<tbody>
<tr>
<td valign="top"></td>
<td valign="top"><strong>Target Normal<br />
</strong></td>
<td valign="top"><strong>Batas Tinggi<br />
</strong></td>
<td valign="top"><strong>Resiko sangat tinggi<br />
</strong></td>
</tr>
<tr>
<td valign="top">Kolesterol Total</td>
<td valign="top">Kurang dari 200</td>
<td valign="top">200 &#8211; 239</td>
<td valign="top">240 atau lebih</td>
</tr>
<tr>
<td valign="top">Kolesterol LDL (Kolesterol jahat)</td>
<td valign="top">Kurang dari 130</td>
<td valign="top">130 &#8211; 159</td>
<td valign="top">160 atau lebih</td>
</tr>
<tr>
<td valign="top">Kolesterol HDL (Kolesterol baik)</td>
<td valign="top">50 atau lebih</td>
<td valign="top">40 &#8211; 49</td>
<td valign="top">Kurang dari 40</td>
</tr>
<tr>
<td valign="top">Trigliserida</td>
<td valign="top">Kurang dari 200</td>
<td valign="top">200 &#8211; 399</td>
<td valign="top">400 atau lebih</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p><script type="text/javascript"><!--
google_ad_client = "pub-8767087085201245";
/* 336x280, created 11/13/08 */
google_ad_slot = "3533765605";
google_ad_width = 336;
google_ad_height = 280;
// --></script><br />
<script src="http://pagead2.googlesyndication.com/pagead/show_ads.js" type="text/javascript"></script><br />
<h3 class='related_post_title'>Posting terkait:</h3>
<ul class='related_post'>
<li>Tidak ada post yang terkait untuk saat ini&#8230;</li>
</ul>
<p><a href="http://www.drarief.com/referensi-nilai-kolesterol-normal/">Referensi Nilai Kolesterol Normal</a> is a post from: <a href="http://www.drarief.com">Dr Arief</a></p>
By the time  your rss reader get this post here is <strong> 1 </strong>comments ,Welcome you come to leave your opinion !]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.drarief.com/referensi-nilai-kolesterol-normal/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Apa Bedanya Cacar Air dan Cacar Api (cacar monyet) ?</title>
		<link>http://www.drarief.com/apa-bedanya-cacar-air-dan-cacar-api-cacar-monyet/</link>
		<comments>http://www.drarief.com/apa-bedanya-cacar-air-dan-cacar-api-cacar-monyet/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 01 Nov 2008 15:38:14 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dr. Arief</dc:creator>
				<category><![CDATA[Informasi Untuk Pasien]]></category>
		<category><![CDATA[Konsultasi]]></category>
		<category><![CDATA[anak]]></category>
		<category><![CDATA[bayi]]></category>
		<category><![CDATA[bullosa]]></category>
		<category><![CDATA[bullous]]></category>
		<category><![CDATA[cacar api]]></category>
		<category><![CDATA[cacar monyet]]></category>
		<category><![CDATA[impetigo]]></category>
		<category><![CDATA[penyakit kulit]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://drarief.com/?p=245</guid>
		<description><![CDATA[Tulisan ini saya post khusus sebagai tambahan atas post saya tentang cacar air, karena banyaknya pertanyaan yang sampai ke email saya seputar masalah ini. Baiklah saya lengkapi sedikit tentang perbedaan kedua macam cacar tersebut. Istilah kedokteran untuk cacar air adalah Varicella; sedangkan untuk cacar monyet atau cacar api, ini adalah penyakit kulit lain yang disebut [...]<p><a href="http://www.drarief.com/apa-bedanya-cacar-air-dan-cacar-api-cacar-monyet/">Apa Bedanya Cacar Air dan Cacar Api (cacar monyet) ?</a> is a post from: <a href="http://www.drarief.com">Dr Arief</a></p>
]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Tulisan ini saya post khusus sebagai tambahan atas <a href="http://drarief.com/?p=164" target="_blank">post saya tentang cacar air</a>, karena banyaknya pertanyaan yang sampai ke email saya seputar masalah ini. Baiklah saya lengkapi sedikit tentang perbedaan kedua macam cacar tersebut.</p>
<p>Istilah kedokteran untuk cacar air adalah Varicella; sedangkan untuk cacar monyet atau cacar api, ini adalah penyakit kulit lain yang disebut Impetigo. Impetigo ini ada 2 macam, dan sering keduanya punya nama yang berbeda pula. Impetigo krustosa yang disebut cacar madu (pada beberapa daerah), dan impetigo krustosa atau cacar api / cacar monyet. Wah banyak ternyata ya ?? <img src='http://www.drarief.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p><span id="more-245"></span></p>
<p>Meskipun disebut cacar, kedua jenis ini (Madu dan Api) tak sama dengan cacar air karena cacar air disebabkan virus. Cacar madu merupakan kelainan yang terjadi di sekitar lubang hidung dan mulut. Cirinya: kemerahan kulit dan lepuh yang cepat memecah, hingga meninggalkan keropeng (kulit mati) yang  tebal warna kuning seperti madu. Bila keropeng dilepaskan, terlihat luka lecet di bawahnya. Sedangkan cacar api sering terjadi di ketiak, dada, dan punggung. Penampilannya adalah kemerahan di kulit dan gelembung-gelembung (mirip kulit yang kesundut rokok &#8211; mungkin ini sebabnya sehingga disebut cacar api). Gelembung di kulit ini berisi nanah yang mudah pecah. Cacar api sangat mudah menular dan berpindah dari satu bagian kulit ke bagian lain. Jika terjadi pada bayi baru lahir, infeksi dapat menyebar ke seluruh tubuh melalui aliran darah. Penyakit ini dapat disertai demam dan menimbulkan infeksi serius.</p>
<p>Berikut silakan disimak perbedaan foto antara cacar api (atas) dan cacar air (bawah)</p>
<p><img class="alignnone" title="Cacar api" src="http://www.adhb.govt.nz/newborn/TeachingResources/dermatology/BullousImpetigo/BullousImpetigo3.jpg" alt="" width="400" height="298" /></p>
<p><img class="alignnone" title="Varicella" src="http://www.clinical-virology.org/gallery/images/rash_bacteria/varicella_2.jpg" alt="" width="398" height="260" /></p>
<p>Tuh beda kan ?</p>
<p>Karena penyebabnya beda, pengobatannya juga beda. Ada satu hal yang -hampir- sama, yaitu sama-sama berbekas kalau sampai pecah, tapi cacar air lebih berat bekasnya. Terapi terhadap cacar air <a href="http://drarief.com/?p=164" target="_blank">sudah saya jabarkan panjang lebar</a>, dan itu tidak akan saya bahas lagi di sini. Nah kalau cacar api / cacar monyet penyebabnya adalah bakteri, tepatnya <em>Staphylococcus</em>. Setelah ditemukan penyebabnya, maka terapinya bisa relatif lebih mudah. Tinggal beri anti biotik yang paten, insya Allah beres deh. Yang perlu senantiasa diperhatikan adalah menjaga self-hygiene yang baik, agar tidak terjangkit penyakit ini. Kalau masih ada pertanyaan lagi silakan kirim comment, insya Allah saya jawab sampai puasssss <img src='http://www.drarief.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /><br />
<h3 class='related_post_title'>Posting terkait:</h3>
<ul class='related_post'>
<li><a href='http://www.drarief.com/bullying-apa-tanda-tandanya/' title='Bullying&#8230; Apa tanda-tandanya ?'>Bullying&#8230; Apa tanda-tandanya ?</a></li>
<li><a href='http://www.drarief.com/agar-kecenderungan-stress-orang-tua-tidak-diwarisi-oleh-sang-anak/' title='Agar kecenderungan stress orang tua tidak diwarisi oleh sang anak&#8230;'>Agar kecenderungan stress orang tua tidak diwarisi oleh sang anak&#8230;</a></li>
</ul>
<p><a href="http://www.drarief.com/apa-bedanya-cacar-air-dan-cacar-api-cacar-monyet/">Apa Bedanya Cacar Air dan Cacar Api (cacar monyet) ?</a> is a post from: <a href="http://www.drarief.com">Dr Arief</a></p>
By the time  your rss reader get this post here is<strong> 31 </strong>comments,Heated discussion,Why not to come to check it out ?!]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.drarief.com/apa-bedanya-cacar-air-dan-cacar-api-cacar-monyet/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>31</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Diabetes Melitus ? Apa sih ?</title>
		<link>http://www.drarief.com/diabetes-melitus-apa-sih/</link>
		<comments>http://www.drarief.com/diabetes-melitus-apa-sih/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 13 Oct 2008 04:31:03 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dr. Arief</dc:creator>
				<category><![CDATA[Informasi Untuk Pasien]]></category>
		<category><![CDATA[Konsultasi]]></category>
		<category><![CDATA[diabetes melitus]]></category>
		<category><![CDATA[dm]]></category>
		<category><![CDATA[drarief.com]]></category>
		<category><![CDATA[gula]]></category>
		<category><![CDATA[kencing manis]]></category>
		<category><![CDATA[penyakit]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://drarief.com/?p=220</guid>
		<description><![CDATA[DM atau diabetes melitus di Indonesia lebih populer dengan sebutan &#8220;kencing manis&#8221;. Penyakit ini diam-diam sempat menduduki peringkat 5 besar penyakit kelas dunia. Ini bukanlah suatu prestasi yang layak dibanggakan lho&#8230; Jenis peyakit ini ada 2 macam, yaitu jenis yang tergantung pada insuin, disebut juga insulin dependent DM dan jenis yang tidak tergantung insulin atau [...]<p><a href="http://www.drarief.com/diabetes-melitus-apa-sih/">Diabetes Melitus ? Apa sih ?</a> is a post from: <a href="http://www.drarief.com">Dr Arief</a></p>
]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignnone" title="Gula oh gula...." src="http://hyperdoc.files.wordpress.com/2008/10/sugar.jpg" alt="" width="300" height="360" /></p>
<p>DM atau diabetes melitus di Indonesia lebih populer dengan sebutan &#8220;kencing manis&#8221;. Penyakit ini diam-diam sempat menduduki peringkat 5 besar penyakit kelas dunia. Ini bukanlah suatu prestasi yang layak dibanggakan lho&#8230; Jenis peyakit ini ada 2 macam, yaitu jenis yang tergantung pada insuin, disebut juga insulin dependent DM dan jenis yang tidak tergantung insulin atau disebut juga non-insulin dependent DM. Sebenarnya jenis lainnya juga ada, namun tidak saya jabarkan di sini.</p>
<p>Bila Anda adalah seorang penderita baru penyakit ini, mungkin Anda akan bertanya-tanya apa dan bagaimana kelanjutan terapinya, akankah menjadi sembuh total seperti sediakala, atau hidup normal kembali suatu saat. Langsung saja kita bahas di sini.</p>
<p><span id="more-220"></span></p>
<p>Sebelum kita bahas gejalanya, ada berita bagus buat Anda, barangkali bisa sedikit menghibur : Anda bukanlah satu-satunya orang yang menderita DM. <img src='http://www.drarief.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' />  jadi jangan panik.</p>
<h2>Bagaimana Terjadinya ?</h2>
<p>Pada orang normal, kira-kira 50% dari jumlah insulin yang diproduksi tubuh dikeluarkan pada saat tubuh beristirahat. Ketika terjadi orang tersebut makan, tubuhnya dengan segera akan merespon dengan mengeluarkan insulin tambahan, yang proses ini disebut sebagai pengeluaran insulin fase 1. Keluarnya insulin ini <span style="text-decoration: underline;">membantu mengoptimalkan penggunaan nutrisi</span> pada jaringan-jaringan tubuh, menekan produksi gula oleh hati, dan membatasi naiknya kadar gula setelah makan. Fase 2 keluarnya insulin segera menyusul setelahnya, dan terus dikeluarkan sampai kadar gula darah normal kembali.</p>
<p>Pada penyakit Diabetes tipe 2, terjadi gangguan yang progresif antara pengeluaran insulin dan efeknya. Respon insulin fase 1 pada penderita berkurang secara signifikan, sehingga kadar gula &#8211; segera setelah &#8211; setelah makan akan naik secara bermakna. Akibatnya penggunaan gula oleh jaringan tubuh pun akan terganggu sehingga jaringan tubuh akan kekurangan zat gula. Hal ini akan memacu hati untuk mengeluarkan gula lebih banyak lagi, sehingga memperburuk keadaan.</p>
<p>Perlu diketahui bahwa sumber tenaga bagi tubuh 2 macam, yaitu oksigen dan gula. Oksigen diperankan terutama oleh paru, sehingga orang yang bermasalah dengan paru-parunya (batuk lama, sesak napas, tbc, dll) bisa dipastikan energi dalam tubuhnya tidak baik. Sedangkan gula adalah makanan bagi organ-organ tubuh kita untuk beraktivitas. Lalu timbul pertanyaan, bukankah dengan lebih banyak gula dalam tubuh berarti lebih banyak energi ? Analoginya adalah sebagai berikut. Kita misalkan tubuh kita adalah mesin yang memiliki komponen energi utama bensin dan api dari busi; sementara organ-organ lainnya adalah piston, selang, dan sebagainya. Pembakaran dalam mesin hanya akan jalan kalau dua syarat terpenuhi : ada bensin, dan ada api. Mobil tidak akan bisa jalan kalau tidak ada bensinnya, atau tidak ada businya. Di lain sisi, kebanyakan bensin di ruang pembakaran mesin juga tidak akan membuatnya berjalan dengan <em>smooth</em>. Tingginya kadar gula dalam aliran tubuh bisa diibaratkan ruangan mesin kebanyakan bensin sehingga &#8220;kebanjiran&#8221;. Mobil hanya bisa bergerak dengan kencang dengan mengangkat bobot ber ton-ton bila bensin dalam ruang pembakaran dalam jumlah yang pas. Apa yang terjadi bila jumlah bahan bakar berlebihan di dalam ruang pembakaran ? Pada mobil akan meletup-letup, terbatuk-batuk, atau bahkan tidak bisa di start. Hal yang sama terjadi pada tubuh manusia bila &#8220;kebanjiran&#8221; kadar gula pada organ yang seharusnya menggunakannya sebagai bahan bakar, maka gula tersebut tidak akan bisa dipakai. Keadaan kelebihan gula darah yang berkelanjutan akan menyebabkan perlambatan aliran darah karena konsentrasi dan viskositas darah yang meningkat. Keadaan ini (bila berkepanjangan) akan menimbulkan kerusakan beberapa organ vital seperti ginjal, jantung, otak dan retina pada mata. Kerusakan pada ginjal akan menimbulkan gangguan fungsi ginjal hingga akhirnya gagal ginjal; penyumbatan pembuluh darah koroner jantung dan menyebabkan penyakit jantung koroner; penyumbatan pembuluh darah otak yang bisa menyebabkan stroke; dan penyumbatan pembuluh darah pada organ mata dapat mengakibatkan kebutaan. Itu semua adalah sederetan komplikasi yang dapat terjadi pada penderita diabetes. Perlu dicatat, bukan hanya itu saja, masih ada yang lainnya lagi.</p>
<h2>Apa Penyebabnya ?</h2>
<p>Diabetes Tipe 1 diyakini sebagai suatu penyakit autoimun. Artinya, sistem imunitas tubuh menyerang sel-sel pankreas yang menghasilkan insulin, sehingga rusak. Penyebab lainnya antara lain :</p>
<ul>
<li>Faktor lingkungan luar, seperti infeksi virus</li>
<li>Faktor ras, paling sering terjadi pada ras non-hispanic keturunan eropa utara, diikuti oleh afrika, amerika, dan paling jarang adalah asia.</li>
<li>Lebih banyak pada laki-laki dari pada wanita.</li>
</ul>
<p>Sedangkan Diabetes tipe 2 diyakini terkait dengan sistem genetis, yang artinya <span style="text-decoration: underline;">cenderung</span> untuk diturunkan dalam satu garis keluarga. Sengaja saya beri garis bawah karena hal ini <span style="text-decoration: underline;">tidak selalu terjadi</span>, sehingga disebut &#8220;cenderung&#8221;. Faktor lain yang turut berkontribusi adalah :</p>
<ul>
<li>Tekanan darah tinggi</li>
<li>Kadar lemak darah yang tinggi</li>
<li>Sejarah melahirkan anak yang besar (4,5 kg atau lebih)</li>
<li>Kebiasaan konsumsi makanan berlemak tinggi</li>
<li>Konsumsi alkohol</li>
<li>Gaya hidup yang kurang aktif (lebih banyak duduk, jarang olah raga, dll)</li>
<li>Kegemukan</li>
<li>Faktor usia tua &#8211; resiko terkena penyakit diabetes tipe 2 meningkat dengan penuaan, para ahli sepakat mulai usia 45 tahun ke atas.</li>
<li>Dan terakhir ras etnis tertentu seperti asia</li>
</ul>
<p><img class="alignnone" title="gejala dan komplikasi DM" src="http://hyperdoc.files.wordpress.com/2008/10/resiko-diabetes.jpg" alt="" width="400" height="879" /></p>
<p>&#8230;To be continued insya Allah&#8230;</p>
<ul>
<li></li>
</ul>
<h3 class='related_post_title'>Posting terkait:</h3>
<ul class='related_post'>
<li>Tidak ada post yang terkait untuk saat ini&#8230;</li>
</ul>
<p><a href="http://www.drarief.com/diabetes-melitus-apa-sih/">Diabetes Melitus ? Apa sih ?</a> is a post from: <a href="http://www.drarief.com">Dr Arief</a></p>
By the time  your rss reader get this post here is <strong> 1 </strong>comments ,Welcome you come to leave your opinion !]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.drarief.com/diabetes-melitus-apa-sih/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

