Cacar Air – part 2


Nah setelah kita mengetahui bagian awal dari penyakit Cacar Air ini, kita lanjutkan ke bagian lain yang lebih mendalam. Cacar air biasanya didapat dari udara yang tercemar (terinfeksi oleh virus) yang berasal dari saluran napas seorang penderita cacar air. Lompatan ini bisa didapatkan dari penderita yang bersin, batuk, berbicara, meniup, dan mekanisme lainnya yang memungkinkan seseorang melemparkan butiran cairan mikroskopikatau droplets dari saluran napasnya. Dalam radius tertentu droplet ini dapat terhirup oleh orang lain yang sehat, sehingga tertularlah dia. Ini adalah salah satu penjelasan mengapa cacar air banyak menular di sekolah. Sebagaimana saya jelaskan pada posting sebelumnya, penularan melalui metode kontak langsung dengan penderita juga dapat terjadi, namun penularan melalui mekanisme droplet dapat terjadi jauh lebih cepat.

Ketika terhirup, droplet berisi virus akan menempel pada selaput lendir saluran napas orang yang sehat.  Setelah menempel pada dinding selaput lendir host yang baru, virus akan meng-inject DNA dalam kandungannya. Bentuk VZV (varicella zooster virus) kira-kira seperti bola berduri, sehingga bentuk tersebut memudahkan “pekerjaannya” menulari orang sehat. Anda dapat membayangkan bila beberapa ratus ribu hingga beberapa juta butir benda seram seperti itu terhirup oleh saluran napas kita dan beramai-ramai menyuntikkan DNA dalam kandungannya ke tubuh kita… Nah setelah itu virus akan memulai proliferasi di kelenjar limfatik regional terdekat dari tempat infeksinya. Proses proliferasi adalah bagian penting dari infeksi virus, yang artinya berkembang biak, memperbanyak diri, memperkuat, dan memperbesar. Proses ini terjadi 2-4 hari setelah infeksi awal, yang diikuti oleh proses selanjutnya, yaitu keluar dari kelenjar limfa, menuju ke pembuluh darah dalam jumlah yang besar dan mengalir dalam darah ke seluruh tubuh. Proses ini disebut viremia, terjadi hanya 4 – 6 hari setelah infeksinya. Pada cacar air, viremia terjadi 2 kali. Pada viremia pertama virus menyebar ke seluruh tubuh melalui derasnya aliran darah dalam pembuluh nadi kita. Aliran tersebut ada yang menuju otak, hati, paru, ginjal, usus, kulit, dan organ-organ lainnya. Hal ini dimanfaatkan oleh virus ini untuk melakukan proliferasi kedua kalinya, dan kali ini tidak hanya di kelenjar limfatik regional saja, melainkan juga di organ-organ dalam tubuh yang dilalui aliran darah. Pada fase serangan kedua ini virus tidak lagi tertahan oleh sistem pertahanan regional yang disebut sistem limfatik, dan lolos ke seluruh tubuh, memasuki setiap celah yang dapat dimasukinya, memperbanyak diri di sana. Pada fase ini, timbul demam pada penderitanya, disertai munculnya gelembung kecil-kecil berisi cairan di kulit penderita.

Kecuali seseorang menderita gangguan sistem imun seperti AIDS dan lainnya, sistem imunitas tubuh tentu saja tidak akan tinggal diam dan membiarkan ada serangan besar-besaran dalam tubuh. Sistem pertahanan selanjutnya dalam tubuh kita adalah Cell-mediated Immune Response dan Immunoglobulin (Ig), yang terdiri dari IgG, IgM, dan IgA. Cell-mediated Immune Response berfungsi membatasi jangkauan dan durasi serangan primer virus ini, sementara Immunoglobulin akan “mencatat” tingkah si virus dan membukukannya dalam memori seumur hidup. Ini adalah alasan mengapa hampir semua penyakit virus disebut sebagai self-limiting disease atau dapat sembuh dengan sendirinya.

Setelah dilawan oleh pasukan imunitas tubuh, virus ini kemudian mundur teratur, namun tidak mati. Virus ini menjadi laten dan bersembunyi seumur hidup dalam tubuh kita. Apakah dapat menjadi aktif kembali ? Ya ! Virus ini dapat mengalami reaktivasi kembali dalam bentuk lain yaitu Herpes Zooster. Ini sebabnya virus tersebut diberi nama Varicella – Zooster Virus. Sesuai dengan tingkat daya tahan tubuh, virus ini dapat menjadi bahaya laten yang dapat menyerang kembali di kemudian hari, dengan catatan : daya tahan tubuh pas lagi turun. Berbeda dengan serangan pertamanya, virus ini tidak memunculkan gelembung-gelembung pada kulit pada serangan-serangan berikutnya. Sebagai catatan, ini adalah hal yang terjadi pada orang normal. Saat ini dengan berkembangnya penyakit termasuk penyakit gangguan imunitas, pola serangan dapat berubah, dan tidak akan kita bahas di sini.

Oke, kita sudah mendengar dan mengetahui gejala dan cara penularannya. Gimana cara kita mencegahnya ? Pada tahun 1995 telah ditemukan vaksinasi terhadap penyakit ini. Di beberapa negara, vaksinasi terhadap varicella diwajibkan sebagai syarat anak masuk sekolah. Sayangnya, vaksinasi ini tidak termasuk dalam program imunisasi wajib bagi anak Indonesia. Proteksi yang didapat dari vaksinasi tidak bersifat seumur hidup, sehingga harus diulang setiap 5 tahun. Berita bagusnya, bagi seorang dewasa yang pernah terkena penyakit ini pada masa kecilnya, sesekali kontak dengan penderita cacar air (contoh : anaknya atau saudara serumah ada yang terkena) berguna sebagai booster vaksinasi bagi tubuhnya. Booster adalah suatu cara untuk memperkuat “ingatan” sistem imun tubuh kita terhadap penyakit yang pernah dialaminya dulu.

Karena sifatnya sebagai penyakit yang sembuh dengan sendirinya (self-limiting disease), pengobatan biasanya bersifat hanya sebagai penunjang saja. Apa saja yang ditunjang dengan pengobatan ? Banyak hal, seperti keluhan pada kulitnya diusahakan agar tidak menimbulkan gatal sehingga digaruk dan pecah; keluhan demamnya harus diturunkan agar penderita merasa lebih nyaman dan dapat beristirahat lebih baik; depresi yang terjadi (bila ada – karena penampilan kulit yang kurang baik misalnya) dapat diringankan dengan konsultasi dan obat-obatan; dan keluhan-keluhan lain yang mungkin terjadi.

Cacar air yang terjadi pada anak biasanya tidak berat, bahkan seringkali anak masih ingin berangkat ke sekolah. Pada orang dewasa gejala yang dialami biasanya lebih berat, dan diperlukan obat lain sebagai anti virus (seperti acyclovir) selain obat penunjangnya saja. Penting untuk diingat, pada penderita cacar air yang sedang demam, sebaiknya tidak diberikan aspirin untuk meredakan demamnya, karena berpotensi menimbulkan kelainan yang disebut sindroma Reye. Penyakit ini bila terjadi sendirian tidak menimbulkan problem besar. Problem baru terjadi ketika terjadi penyulit komplikasi di tempat lain, seperti pneumonia (radang paru), hepatitis (radang liver), ensefalitis (radang otak), atau infeksi lainnya yang “menumpang” pada saat kondisi tubuh penderita sedang lemah. Kebanyakan penyulit tersebut terjadi pada individu yang memiliki masalah dengan imunitas tubuhnya. Belakangan dikenal juga suatu sindrom perdarahan pada cacar air (haemorrhagic chickenpox syndrome) yang masih belum diketahui sebabnya.

30 thoughts on “Cacar Air – part 2

  1. Pingback: Cacar Air ? Bahaya nggak ? | Dr. Arief

  2. Mohon cantumkan merk obat/salep yang bisa dibeli di apotek untuk mengobati cacar air

    Terimak kasih

  3. @dj
    Selain dari terapi penunjangnya, paling sering pasien hanya memerlukan acyclovir dan paracetamol saja. Terkadang beberapa sejawat menambahkan bedak salisil untuk mengurangi rasa gatal dan kecenderungan tergaruk dengan tidak sengaja. Semoga dapat membantu.

    :)

  4. Pingback: Apa beda cacar air dan cacar api / cacar monyet ? | Dr. Arief

  5. Dok, tgl 24 sept 2008 saya terkena cacar air berbarengan dgn hari pertama mens. Waktu itu saya minum donavir (bener ga ya namanya???). Saat ini saya sedang hamil, hasil USG menunjukkan kalo janin berusia sktr 5 minggu.
    Berbahayakah hal tsb bagi janin yg saya kandung atau tdk apa2 krn berbarengan dgn mens?

  6. @nita
    Dear Nita

    Untuk menjawab pertanyaan tersebut perlu diketahui dulu berapa lama mens Anda berlangsung. Bila rata-rata mens terjadi 7 hari, dan kehamilan sangat kecil kemungkinannya terjadi 2-3 hari pertama setelah selesai mens, maka kecil kemungkinan akan terjadi masalah terhadap kehamilan Anda. Untuk lebih pastinya diperlukan pemeriksaan lebih lanjut, silakan sampaikan kepada dokter pemeriksa obstetri / ginekologi Anda.

    :)

  7. Dok, anak saya sakit cacar umur 5 tahun. Hari ini hari pertama dia sakit, kebetulan saya belum pernah sakit cacar juga (34thn) jika saya disuntik vaksin cacar air saat ini, apakah membantu agar saya tidak tertular sakit cacar tsb.
    Terima kasih sebelumnya

  8. @bumung
    Halo bumung. Bagi yang belum pernah tertular, vaksinasi dapat membantu mencegah penularan melalui mekanisme peningkatan imunitas tubuh.

    :)

  9. Assalamu Alaikum,

    Dok, lima hari yg lalu sy menderita deman, kepala pening, persendian terasa sakit dan pegal serta munculnya gelembung kecil yg berisi air. besok harinya sy kedokter dan kata dokter sy menderita cacar dan diberi obat paracetamol 500mg dosis 4×1, Loratadine 10 mg dosis 1×1 dan kapsul berlapis gula berwarna orange yg setelah saya boleh berisi bubuk yg sgt padat berwarna orange keputih-putihan berasa jeruk dan agak pahit 1×1. memasuki hari keempat gelembung nya semakin banyak dan membesar dan isinya berubah menjadi nanah serta muncul bintik bintik kecil yg berisi nanah dan berisi air.gelembung 2 tsb terdapat di kulit kepala, wajah, punggung, dada, paha, betis kaki dan telapak kaki. Dok, Cacar jenis apakah ini, apakah perlu tambah jenis obat lagi?
    Terima Kasih

  10. @Jaya
    Wa’alaikum salam,
    Apa kabar Jaya ? Melihat gejalanya, pengobatan yang diberikan sepertinya sudah tepat. Namun demikian, saya dalam hal ini tidak memeriksa keadaan Anda secara fisik, jadi apa yang saya informasikan di sini sekedar info saja, tidak dapat bersifat menggantikan resep dokter yang memeriksa Anda.
    Saya kurang pasti dengan obat terakhir (kapsul berlapis selaput) yang dimaksud, apakah itu Zithromax 500? Apakah mungkin disebutkan cover obat tsb kepada saya? Anda bisa mengirimkannya melalui email ke alamat tanya -at- drarief.com.
    Saya hanya ingin menambahkan bedak salicyl saja, dan nasehat : kulit yang bergelembung sebisa mungkin anda jaga agar tidak pecah dengan digaruk supaya tidak berbekas, dan hindari kontak dengan keluarga yang sehat (yang belum pernah terkena cacar tentunya).
    Semoga Anda lekas sembuh.
    :)

  11. dear dokter,
    Saya sedang merawat anak saya yang terkena cacar air (memasuki hari ke-3), Dari artikel dokter saya melihat bahwa anak saya tertular dari keponakan saya yang terkena cacar sekitar 20 hari yang lalu, karena kakak saya (ibu dari keponakan tersebut) juga sudah tertular dan sedang sakit cacar juga.
    Saya khawatir saya akan tertular juga dok…bagaimana cara saya agar dapat meningkatkan kekebalan tubuh saya selama merawat anak saya sehingga nantinya tidak ikutan sakit? apakah saya perlu imunisasi cacar?menurut ibu saya pada waktu kecil saya belum pernah terkena cacar tetapi pernah sakit campak.
    Terimakasih

  12. Halo, apa kabar?
    Untuk meningkatkan kekebalan tubuh Anda selama perawatan sang anak, dapat Anda lakukan dengan beberapa cara seperti menghindari terlalu lelah, makan dan minum yang cukup, serta mengkonsumsi vitamin C dan B secara rutin.
    Penting untuk diingat, bahwa konsentrasi virus Varicella-Zooster tertinggi dijumpai pada cairain dalam gelembung-gelembung di kulit, sehingga sebaiknya Anda menghindari kontak langsung sebisa mungkin; khususnya pada gelembung yang baru pecah agar tidak menempel pada selaput lendir (mata, bibir, lidah, dll) pada tubuh Anda. Jangan lupa jaga kebersihan diri dan pakaian setelah melakukan kontak dengan penderitanya.
    Semoga lekas sembuh :)

  13. assalamualaikum dr..saya berasal dari malaysia..hari ini merupakan hari kelima saya diserang cacar,dan telah mengambil acyclovir.setelah mengambil ubat ni, bintik2 pada badan saya mengecut,dan tidak timbul bintik2 baru pada badan saya.namun, gelembung cecair yg timbul pada badan saya sebelum sy mengambil acyclvr masih belum kering(bopeng), malah cecairnya berwana seakan kuning(bernanah).saya amat risau jika lepuhan pada kulit saya terkena infeksi.bilakah gelembung ini akan kering? hrap dr boleh memberi pandangan.

  14. Waalaikum salam. Apa kabar Pn Syifa ?
    Gelembung terdahulu yang telah timbul akan kering dengan sendirinya dalam waktu yang bervariasi, antara 2 hingga 7 hari. Selama Anda tetap menjaga kebersihan pribadi dan tidak menggaruk gelembung tersebut, dari pengalaman saya selama ini, luka pada kulit kecil kemungkinan akan terjadi infeksi pada luka tersebut, dan biasanya akan sembuh sempurna seperti sediakala. Anda dapat menggunakan salicyl talc untuk mengatasi keluhan gatalnya bila ada. Semoga dapat membantu :)

  15. Assalamualaikum dr.,, umur saya 16 tahun. saya sekarang sedang terkena cacar. kira-kira sudah 2 hari. wktu hari ke-2 saya kehujanan sampe basah semua. nahh, pas besoknya cacarnya langsung nyebar pesat sekali,, diwajah saya saja sudah seperti biang keringat banyaknya. belum lagi yang di badan. saya sudah berobat dan 2x disuntik. tapi,, semakin hari semakin banyak.. apa yang harus saya lakukan untuk sembuh??

  16. Dok, anak saya 8 tahun kemarin kena cacar air tapi nggak terlalu banyak. Udah dikasih obat acyclovir minum dan oles. dia juga nggak demam. Boleh nggak tidur pake ac. dan ada yang bilang kalo nggak banyak cacarnya keluar nggak bagus. bener nggak sih dok?

  17. Dear Yuli Hartati.
    Tidur pakai AC boleh asal dia tidak kedinginan (menggigil). Keluar seluruhnya atau tidak tergantung dari keadaan gizi (daya tahan) sang anak dan virulensi (keganasan) virus yang menyerang. Tidak ada pengaruhnya apakah ruam kulit keluar seluruhnya atau tidak.

  18. Dok,anak saya 11 bulan banyak benjolan2 di badanya awalnya sedikt tapi sekarang tambah banyak,dan kalau pecah dia membesar dan bewarna merah, analisa dokter anak saya terkena virus, sakit cacar tapi bukan cacar (mungkin cacar air maksudnya) di beri obat salep + sirup,stelah sya kasih salep c mengering Dok tapi ga ilang2 malah tambah banyak, apakah ini gejala/sdh kena cacar Dok??krn saya pernah kena tapi ga spserti ini gejalanya.sya dengar Cacar jg ada lebih dari 1 jenis ya Dok??Tapi anak saya biasa saja tetap becanda,badan ga panas…apakah memenag seperti ini?? ada solusi ga DOk kasian masih kecil dia… Thx

  19. Salam

    Anak saya mengalami cacar air sudah hampir dua bulan, pertama pada pertengahan juli dia terkena dan dibawa kedokter dan diobati sampai kering, lalu muncul lagi sekitar 2-3 hari setelah sembuh. dan diobati lagi sampai kering dan sekarang ada lagi yang baru muncul… saya bingung mohon bantuan apa yang harus saya lakukan krn dengan acyclovir sepertinya tidak terlalu berhasil.

    Thank’s

    Alfrets

  20. saya sekarang lagi menderita penyakit cacar air..umur 23 thn..sungguh sengsara rasanya..bintil2 tumbuh hmpr d seluruh tubuh,dibagian2 intim n d kulit kepala..saya sgt frustasi dgn keadaan ini..

    kira2 brp lama proses timbulnya bintil2 ini hilang pak?..rasa nya sgt gatal n pedih..apa saja obat yg bisa saya gunakan utk mempercepat penyembuhan n pemulihan seperti sedia kala?semalam saya baru mencoba menggunakan acyclovir..

    saya bnr2 pgn cpt sembuh krn 3 hr lg ada wawancara krj yg sgt penting..:(

  21. Dear Kiki,
    Sayangnya penyakit ini sekali berjalan tidak dapat dihentikan prosesnya. Anda perlu istirahat sebanyak mungkin, dan hindari menggaruk luka pada kulit. Konsumsi vitamin B dan C dosis tinggi cukup membantu mempercepat proses pemulihan kembali, dan bila nyeri terasa berat bisa dibantu dengan pereda nyeri seperti Panadol. Semoga lekas sembuh ya :)

  22. Dok anak sy berusia 3 tahun dan sekarang sakti spt cacar,tapi kmrn sy bw kedokter dan diagnosanya terkena virus foot,hand,mouth disease.krn mulut ank sy juga spt sariawan byk sekali,di telapak kai juga banyak sekali bintik merah sampai ke daerah penis juga terdapat bintik seperti ada airnya didalam,dkter srh minum antibiotik chespan,apkh perlu ada obt tambahan lg?krn skrg adiknya usia 1tahun jg mulai tertular.tx

  23. Dok, Saya sedang kena cacar air umur 17 tahun. saya mao nanya.

    1. Saya ada benjolan di belakang telinga saya, kata dokter tempat saya periksa, katanya ini Kelenjar Getah Bening, Apa itu Kelenjar Getah Bening??, Bagaimana itu bisa terjadi ke saya ?? Bisa kempes gk??

    2. Kalo lagi cacar, boleh mandi tidak dok ? orang tua saya bilang jangan mandi, tetapi byk situs kesehatan yang saya kunjungi katanya orang cacar harus mandi, saya jadi bingung ??

    3. Berapa lama sembuhnya cacar air, dari timbul bintil2 sampe sembuh total ??

    4. kalo pas tidur, dan bintilnya pecah itu gimana dok ?

    5. Resep yang di kasih dokter saya adalah SPIRADAN ( Antibiotik ), ISOPRINOSINE ( AntiVirus ), dan CLINOVIR ( SALEP ), apa pendapat anda tentang obat2 itu ??

    Terima Kasih dok, Maaf merepotkan. ^^

  24. dok sy mau tanya makanan apa yg nggak boleh di makan waktu kita kena cacar air?
    Trims…

  25. @ Uwis : tidak ada larangan yang spesifik bagi penderita cacar air. Jadi, selama Anda tidak menderita alergi (yang nanti akan memperparah keadaan), maka bebas mengkonsumsi apapun.

  26. siang dok
    saya umur 21
    dulu saya pernah suntik vaksin cacar waktu kecil
    tapi sekarang knp bs kena cacar??
    berapa lama sembuh saya dok?kenapa ada gelembung yg sangat lama mengering?
    bbrp hari lg saya akan UAS bs gak saya paksakan diri ikut ujian?
    terimakasih dok atas perhatianny

  27. dok mau tanya kalo cacar itu ada sampai seluruh badan termasuk sampai vagina dok ?
    saya baru kena cacar di umur 19 tahun dok

  28. @ Boy : Vaksinasi menimbulkan kekebalan sementara dan tidak bertahan selamanya. Anda sudah di vaksinasi pada beberapa tahun lalu, masih mungkin terinfeksi lagi suatu hari. Semoga cepat sembuh ya.

Comments are closed.