Cacar Air?…. Bahaya nggak ?

Add a comment September 25th, 2008

Cacar Air, dalam bahasa Inggris disebut sebagai Chickenpox, atau dalam bahasa kedokteran disebut sebagai Varicella. Penyakit yang sangat menular ini disebabkan oleh virus bernama Varicella Zooster Virus (VZV).

Penyakit ini punya gejala yang khas, muncul biasanya di tubuh bagian tengah dulu, kemudian ke kepala dan tangan serta kaki. Keluhannya mula-mula timbul gatal dan muncul gelembung kecil-kecil seperti jerawat yang disebut vesikel. Bila tidak sampai pecah, kelainan kulit ini dapat sembuh sempurna tanpa bekas.

Masa penyerangan virus ini adalah 10 – 21 hari (2 – 3 minggu), dan menyebar melalui jalur udara, melalui mekanisme droplet (butiran mikroskopik) yang berasal dari saluran napas seseorang yang terinfeksi penyakit ini kepada orang lain. Penyakit ini juga dapat menular melalui kontak langsung dengan cairan dalam gelembung di kulit penderitanya. Seseorang yang pernah mengalami cacar air biasanya memiliki kekebalan seumur hidup terhadap cacar air…. tapi sialnya penyakit ini bisa kambuh kembali dalam bentuk penyakit lain. Seperti nama virusnya, varicella-zooster virus, seseorang dapat terjangkit kembali di kemudian hari bukan dalam bentuk cacar air (varicella), melainkan dalam bentuk herpes.

Penyakit ini jarang berakibat fatal, dan sering lebih berat gejalanya pada orang dewasa dibandingkan pada anak-anak. Wanita hamil dan orang-orang yang memiliki masalah dengan sistem kekebalan tubuhnya memiliki resiko komplikasi serius yang lebih besar.

Seseorang dapat tertulari penyakit ini melalui kontak langsung dengan udara yang mengandung droplet virus dari bersin atau batuk seseorang yang terkena. Bersentuhan dengan cairan dalam vesikel kulit penderita juga bisa tertular. Seorang yang menderita cacar terutama sangat menular sejak hari pertama hingga hari ke lima sebelum munculnya bisul kecil-kecil berisi cairan di kulit.

Kelainan kulit pada penyakit ini dimulai dengan benjolan kemerahan kecil-kecil berdiameter 2 – 4 mm yang tepinya tidak rata. Dari puncak benjolan itu kemudian muncul lapisan tipis berisi cairan seperti tetesan embun. Meski tampaknya indah (seperti tetesan embun :) ), tapi tentu penderitanya tidak nyaman dengan penyakit ini.  Tampilan seperti ini (benjolan kemerahan + dinding tipis berisi cairan + tepinya tidak rata) adalah ciri khas cacar air. Kira-kira dalam 8 – 12 jam kemudian cairan jernih dalam benjolan tadi akan berangsur-angsur menjadi keruh, kemudian dinding tipisnya akan kempis, meninggalkan bekas luka. Penting diingat bahwa cairan jernih di dalam gelembung ini berisi virus yang sangat menular, namun setelah kempis (dengan sendirinya) tidak lagi dianggap menular. Nah, pertanyaannya adalah berapa lama siklus gelembung ini akan berakhir ? Biasanya terjadi dalam 7 hari, dan terkadang meninggalkan bekas mirip kawah gunung berapi (tanpa api tentunya :) ) Sayangnya, gelembung-gelembung baru akan terus-menerus muncul setiap hari hingga rata, jadi seorang penderita cacar air akan mengalami suatu waktu dimana pada kulitnya ada gelembung yang baru timbul dan ada juga gelembung yang baru kempis. Seorang anak yang menderita cacar air sebaiknya tidak sekolah hingga seluruh kelainan kulitnya kempis. Untuk terjadinya penularan, seseorang tidak harus melakukan kontak fisik dengan penderita. Seseorang yang terjangkit dapat menulari orang lain sebelum mereka mengetahui bahwa dirinya sakit (misalnya sebelum kelainan kulitnya keluar).

Bagaimana dengan ibu hamil dan bayi ?

Seorang ibu hamil yang belum pernah terkena penyakit cacar air, dan dia tidak menderita penyakit gangguan imunitas lainnya; bila ia terjangkit penyakit cacar air, virus di tubuh ibunya dapat menulari bayi dalam kandungannya melalui placenta. Penting untuk diingat : bila infeksi terjadi dalam 28 minggu pertama kehamilannya dapat terjadi sebuah kelainan bernama congenital varicella syndrome atau fetal varicella syndrome (sindroma cacar air pada bayi dalam perut ibu). Efek dari penyakit ini bagi sang bayi bermacam-macam tingkat bahayanya, yaitu :

  • Kerusakan otak : ensefalitis (radang otak), mikrosefal (perkembangan otak terhambat, sehingga otaknya menjadi kecil), hidrosefal (gangguan sirkulasi cairan otak, sehingga otaknya menjadi besar), aplasia otak, dan lain-lain.
  • Kerusakan mata : mikro-oftalmik (ukurannya kecil), katarak, korioretinitis, gangguan saraf mata, dan lain-lain.
  • Gangguan saraf : kerusakan saraf spinal (tulang belakang), gangguan saraf motorik (penggerak) dan sensorik (perasa), hilangnya reflex, sindroma Horner, dan lain-lain.
  • Kerusakan tubuh : kegagalan pembentukan tungkai tubuh (jari, tangan, kaki), gangguan anus dan otot kandung kencing, dan lain-lain.
  • Gangguan kulit : timbul jaringan parut (seperti luka dalam), gangguan warna kulit, dan lain-lain.

Infeksi bayi pada usia tua kehamilan atau sesaat setelah lahir disebut sebagai varicella neonatus. Pada usia kehamilan yang lanjut infeksi cacar air beresiko menimbulkan kelahiran prematur.

Bersambung… (maklum puasa jadi putus-putus ngisinya :) Saya akan segera kembali setelah adzan maghrib)

VN:F [1.9.11_1134]
Rating: 7.3/10 (50 votes cast)
VN:F [1.9.11_1134]
Rating: +17 (from 21 votes)
Cacar Air?.... Bahaya nggak ?, 7.3 out of 10 based on 50 ratings

Posting terkait:

  1. September 26th, 2008 at 15:21 | #1

    bagus buanget blognya, pantas deh ownernya juga dokter sih,
    oh ya hostingnya sama di jagoan ya, hehehe…..salam kenal
    http://indodiabetes.com

    VA:F [1.9.11_1134]
    Rating: 2.0/5 (1 vote cast)
    VA:F [1.9.11_1134]
    Rating: +1 (from 3 votes)
  2. September 26th, 2008 at 23:54 | #2
    dr. Arief

    @oddie -
    Halo Oddie, salam kenal juga. Blog Anda juga buagus bangets ! Yup, Jagoan top, murah lagi :)

    VA:F [1.9.11_1134]
    Rating: 4.0/5 (2 votes cast)
    VA:F [1.9.11_1134]
    Rating: 0 (from 2 votes)
  3. October 29th, 2008 at 02:36 | #3
    imel

    dear dr. Arief,
    Sekarang saya hamil 25 mgg. Ketika hamil 20 mgg, saya terkena cacar air.
    Membaca artikel dokter saya jadi sangat khawatir dengan keadaan janin saya, sampai saya sulit tidur.
    Apa yang sebaiknya saya lakukan sekarang dok? Bisakah kelainan2 bawaan tsb terdeteksi saat janin masih di dalam kandungan? Mohon jawaban dokter.
    Terima kasih banyak sebelumnya.
    Salam,

    VA:F [1.9.11_1134]
    Rating: 1.0/5 (2 votes cast)
    VA:F [1.9.11_1134]
    Rating: +2 (from 2 votes)
  4. October 29th, 2008 at 07:43 | #4
    dr. Arief

    @imel -
    Dear Imel,
    Literatur memang menyebutkan adanya resiko tinggi bagi bayi dalam perut ibu hamil bila terkena cacar air. Namun demikian dalam dunia kedokteran tidak ada sesuatu yang mutlak terjadi 100% “by the book”, sehingga variasi kasus per kasus selalu ada. Ada kasus tertentu yang menurut literatur seharusnya terjadi ternyata tidak, dan ada pula yang sebaliknya. Mengingat kasus Anda sudah terjadi di waktu lampau, ada baiknya Anda menyampaikan problem ini ke dokter kebidanan dan kandungan Anda, untuk minta diperiksa lebih lanjut. Beberapa kelainan dapat terdeteksi dengan USG tanpa harus melakukan amniocentesis (pengambilan sampel cairan ketuban).
    Semoga kehamilan Anda berjalan baik hingga akhir.

    VA:F [1.9.11_1134]
    Rating: 3.0/5 (1 vote cast)
    VA:F [1.9.11_1134]
    Rating: 0 (from 0 votes)
  5. October 30th, 2008 at 13:48 | #5
    HADI

    pak dokter Arief yang baik,
    saya mau tanya soal cacar api, keponakan saya mengalami gejala seperti cacar air ini dan menurut dokter di komplek dia kena cacar api… apakah jenis cacar ini berbahaya?karena kasihan dia masih kecil, di tubuhnya awalnya hanya luka seperti luka terkena sundut api/ rokok tetapi semakin membesar…

    gimana dan apa sebenarnya cacar api ini dokter,

    mohon segera di reply dok, terima kasih banyak , GOD bless U
    semoga akan berguna buat kami dan yang lainya

    VA:F [1.9.11_1134]
    Rating: 4.0/5 (2 votes cast)
    VA:F [1.9.11_1134]
    Rating: -1 (from 1 vote)
  6. October 31st, 2008 at 22:05 | #6
    dr. Arief

    @HADI -
    Ykh. Bp. Hadi

    Apa kabar pak ? Sehubungan dengan banyaknya pertanyaan seputar perbedaan cacar air dan cacar api (atau cacar monyet), saya akan menambahkan post baru dalam waktu dekat (insya Allah 1-2 hari ini) yang menjelaskan tentang hal ini. Silakan mampir lagi pak :)

    VA:F [1.9.11_1134]
    Rating: 5.0/5 (1 vote cast)
    VA:F [1.9.11_1134]
    Rating: 0 (from 2 votes)
  7. November 21st, 2008 at 10:50 | #7
    dona

    dokter arif yang baik,

    suami saya sekarang sedang terkena cacar air. sementara anak saya masih berusia 5 bulan. tentu saja bikin saya spot jantung, menjaga agar si kecil tidak tertular. langkah apa ya dok, agar anak saya tidak tertular. suami saya sudah dikarantina dalam kamar. dan si kecil untuk sementara waktu tidak didekatkan dahulu.. semua barang-barangnya sementara waktu disendirikan.
    sebagai info, saya sudah pernah terkena cacar air, dan si kecil masih menyusu kepada saya. apakah benar dengan minum asi, antibodi didapat dari saya?

    terima kasih atas infonya…

    salam,

    dona

    VA:F [1.9.11_1134]
    Rating: 3.0/5 (1 vote cast)
    VA:F [1.9.11_1134]
    Rating: 0 (from 2 votes)
  8. November 24th, 2008 at 00:06 | #8
    dr. Arief

    @dona -
    Halo Dona,

    Bagi Anda yang sudah pernah terkena cacar air, tentunya tidak akan ada masalah, bahkan bisa dijadikan “booster” bagi sistem imun Anda untuk mengingat kembali pertahanan tubuh Anda ketika menghadapi virusnya. Namun bagi si kecil memang vulnerabilitasnya meningkat, sehingga sangat mungkin dia tertular bila terjadi kontak langsung.
    Secara umum langkah yang diambil sudah tepat, dengan memisahkan penderita dan yang sakit. Biasanya cara demikian sudah cukup untuk menghindarkan penularan dalam rumah. :)

    VA:F [1.9.11_1134]
    Rating: 5.0/5 (1 vote cast)
    VA:F [1.9.11_1134]
    Rating: -1 (from 1 vote)
  9. December 1st, 2008 at 09:44 | #9
    mira

    dear dokter arief,

    waahh .. ternyata topik cacar air merupakan ‘most viewed’ di blog dokter ya ..
    apakah kasus ini sedang menjadi wabah ya dok ? karena sya dan 2 anak saya (6,5 th dan 3,5 th) pun terkena cacar air sejak 6 hari yang lalu, kemungkinan besar virus ini didpat dari suami saya yang juga terkena cacar sekitar 2 minggu yang lalu. Sampai hari ini anak2 masih belum masuk sekolah. Saya pun juga belum masuk kerja, karena sampai hari ini masih masih terdapat gelembung2nya yang sptnya blm kempis.

    Jika dalam 1-2 hari kami sdh mulai beraktivitas seperti biasa (sekolah atau bekerja) apakah masih berpotensi untuk menulari sekitarnya ya dok .. langkah preventive apa agar tidak menulari orang-orang sekitar kita .. atau kapan sebaiknya kami mulai bisa berativitas spt biasa?

    Terima kasih sekali atas jawabannya
    Mira

    VA:F [1.9.11_1134]
    Rating: 0.0/5 (0 votes cast)
    VA:F [1.9.11_1134]
    Rating: 0 (from 0 votes)
  10. December 1st, 2008 at 22:00 | #10
    dr. Arief

    @mira -
    Wah, rupanya Anda sekeluarga terkena semua ya…. Memang begitu bila ada satu anggota keluarga yang terkena ada baiknya di karantina. Tapi berhubung sudah terlanjur terkena semua, sisi baiknya Anda sekeluarga jadi imun terhadap cacar air.
    Pada prakteknya, setelah gelembung hilang orang yang terjangkit tidak lagi berpotensi untuk menulari orang lain. Sebagai langkah preventif hindari kontak langsung / berdekatan dengan penderita, karena sebagaimana saya jelaskan sebelumnya, metode penularannya dapat melalui air borne droplets maupun kontak langsung. Terbukti kan, Anda sekeluarga tertular…. Untuk amannya, dapat diambil batas waktu 1 minggu setelah gelembung hilang.
    Semoga Anda sekeluarga lekas sembuh :)
    Jangan lupa jaga stamina agar tidak kambuh kembali dalam bentuk Herpes.

    VA:F [1.9.11_1134]
    Rating: 0.0/5 (0 votes cast)
    VA:F [1.9.11_1134]
    Rating: +1 (from 1 vote)
  11. December 6th, 2008 at 02:40 | #11
    tyo

    saya mau bertanya anak saya umur 9bulan kayaknya terserang cacar air ada bintik2, bercair di mukanya, apakah ini berbahaya……….

    cara pengobatanya dan obat apa yang bagus untuk anak saya………..

    terima kasih banyak
    di tunggu jawabnya……………….
    wassallam

    VA:F [1.9.11_1134]
    Rating: 0.0/5 (0 votes cast)
    VA:F [1.9.11_1134]
    Rating: 0 (from 0 votes)
  12. December 8th, 2008 at 22:25 | #12
    dr. Arief

    @tyo -
    Halo Tyo, apa kabar?

    Sepertinya Anda mesti lebih spesifik lagi, apakah anak Anda demam atau tidak, bercak-bercaknya muncul di mana saja, apakah distribusinya rata atau tidak, bisakah Anda perkirakan jumlahnya (bila hanya sedikit), apakah cairannya bening atau bernanah?

    Silakan di post pertanyaan Anda ke alamat email berikut : tanya -at- drarief.com

    VA:F [1.9.11_1134]
    Rating: 5.0/5 (1 vote cast)
    VA:F [1.9.11_1134]
    Rating: 0 (from 0 votes)
  13. December 12th, 2008 at 02:48 | #13
    basuki suleman

    Pak dr Arief saya mau tanya tentang cacar air.
    Anak saya usia 13 bulan 15hari saya sinyalir kena cacar air tapi juga sekaligus tipes, apakah hal ini di mungkinkan? (1)
    gejalanya demam tinggi dan lebih sering dimalam hari, terus hasil lab + tipes. tapi yg aneh ditubuhnya keluar bercak2 merah berair hanya di tangan dan kaki , sedang di tubuh (perut+dada & punggung ) hanya 1 biji. Sekarang anak saya opname tapi anehnya dr yg menangani hanya memberikan obat tipes saja. ( menurut dia kalo cacar seharusnya seluruh tubuh bukan tangan dan kaki saja jadi mungkin bukan cacar jadi kesimpulannya bukan cacar). Apakah cacarnya memangnya tidak perlu di obati? (2)
    Yang jadi masalah selanjutnya setelah 1 hari di RS, timbul bercak kecil sebesar titik dlm jumlah banyak di daerah sekitar wajah dan pelipis. Apakah ini bisa jadi kena DB juga?(3)

    terus saya mendapat saran dari kolega untuk memberikan air rebusan dari cacing tanah yang dikeringkan untuk tipesnya , apakah hal ini ilmiah menurut kedokteran? (4)

    Terima kasih sebelumnya dok.

    VA:F [1.9.11_1134]
    Rating: 3.0/5 (1 vote cast)
    VA:F [1.9.11_1134]
    Rating: 0 (from 0 votes)
  14. December 12th, 2008 at 07:37 | #14
    dr. Arief

    @basuki suleman -
    Dear Bp. Basuki Suleman

    Infeksi yang saling bertumpuk satu dengan yang lain memang ada di dunia kedokteran, disebut sebagai super-infeksi. Saya pribadi belum pernah menemukan superinfeksi tifoid dengan cacar air, namun yang sering saya temukan adalah tifoid dengan DB / DBD. Melihat gejalanya, memang sangat mirip dengan keduanya tapi, pemeriksaan dokter tentu saja lebih akurat daripada konsultasi jarak jauh seperti ini; karena ada kaidah yang baku di dunia kedokteran, melihat dan memegang lebih baik daripada salah satunya.
    Untuk memastikan apakah infeksi tersebut adalah DB / DBD, anda dapat meminta untuk dilakukan pemeriksaan laboratorium yang disebut dengan Dengue Block Test, dari situ akan kelihatan apakah positif atau negatif.
    Berbeda dari tifoid yang disebabkan oleh bakteri, sifat umum penyakit virus (cacar air, DB, DBD, dll) adalah akan sembuh dengan sendirinya, sehingga yang berperan adalah bagaimana memperbaiki dan mempertahankan daya tahan tubuh selama periode serangan virus.
    Untuk air rebusan cacing tanah memang terkenal dalam pengobatan tifoid, namun saya pribadi tidak menganjurkannya karena hal itu tidak dikenal di dunia kedokteran yang saya pelajari. Masih banyak obat-obatan lain yang sudah teruji secara ilmiah untuk pengobatan tifoid sehingga saya tidak merasa pengobatan tifoid dengan cara alternatif (dengan cacing tanah atau yang lainnya) menjadi emergency, urgent dan satu-satunya.
    Semoga bermanfaat, dan semoga anak Bapak cepat sembuh. :)

    VA:F [1.9.11_1134]
    Rating: 0.0/5 (0 votes cast)
    VA:F [1.9.11_1134]
    Rating: +2 (from 2 votes)
  15. December 16th, 2008 at 19:40 | #15
    basuki suleman

    @dr. Arief -
    terima kasih sebelumnya dok atas jawaban dari pertanyaan saya yang kemarin.
    Untuk saran dokter periksa DB itu hasilnya negatif dok, karena trombosit banyak. Sekarang anak saya sudah pulang kerumah, tapi muncul pertanyaan lain setelah pulang.
    Ceritanya waktu hari pertama anak saa di WAJIBkan opname hasil labnya khususnya widal sbb: S.ty.O (+) 1/320
    S.ty.H (+) 1/80
    S.pty.A (+) 1/160
    S.pty.B (+) 1/160
    Waktu saya bertanya apakah boleh rawat jalan, dokternya dengan tegas menjawab TIDAK BOLEH, alasannya hasil labnya sudah positif dan tinggi semua.
    Sehari sebelum pulang, anak saya diambil darah lagi untuk di lab
    hasilnya widalnya sbb: S.ty.O (+) 1/320
    S.ty.H (+) 1/160
    S.pty.A (+) 1/320
    S.pty.B (+) 1/320
    karena saya sangat awam terhadap hasil lab maka saya tidak mengerti artinya.
    Saat ini saya mohon dr . Arief bisa bantu saya kembali…
    Apakah angka hasil lab terakhir memang mengindikasikan bahwa anak saya sudah sehat ( atau lebih baik kondisinya) sehingga boleh pulang.
    kondisi fisik lain yang berubah :
    anaknya jadi lebih aktif seperti waktu sehat, panas tubuh 36.5-37.3 C ( yg tinggi kalau sedang kecapekan), bercak2 merah berair sudah kempes dan mengering.)
    Semoga keterangan saya mencukupi, dan saya sekeluarga sangat berterima kasih bila dr. Arief membantu menjawab.

    VA:F [1.9.11_1134]
    Rating: 0.0/5 (0 votes cast)
    VA:F [1.9.11_1134]
    Rating: 0 (from 0 votes)
  16. December 17th, 2008 at 10:53 | #16

    Assalaamu’alaykum,

    Pertama-tama salam kenal buat Dr. Arief yang luar biasa ini, “serving online, helping others”.

    Yang kedua, ada yang ingin saya tanyakan:
    Pak Dokter, saat ini istri saya yang sedang hamil (usia kehamilan sekitar 36 minggu, terakhir kontrol sabtu kemarin, 13/12/08) positif terkena cacar. Sebelumnya memang anak pertama saya usia 3,5 tahun baru terkena cacar, baru saja “fase sembuh”, bintilnya mulai mengelupas. Selama perawatan memang tidak mau lepas dari bundanya.

    Nah pertanyaannya, apakah dampak cacar air ini terhadap istri maupun janin dalam kandungan? Menurut dokter kandungan kami, insyaAllah gak apa-apa karena sudah usia 36 minggu. Begitu juga jawaban dari dua rekan kami yang dokter (other opinion). Nah masalahnya semalam dapat informasi dari seorang saudara yang bekerja di satu media ibu dan anak, yang baru saja membaca artikel (belum tayang) tentang cacar pada ibu hamil. Di situ -katanya- disebutkan dampak cacar air terhadap janin tidak hanya pada saat trimester pertama, tapi juga di akhir menjelang persalinan. Yang “menyeramkan” adalah saran untuk menggugurkan kandungan sebagai langkah antisipatif dari “hal lain yang lebih fatal”.

    Nah di sini saya membutuhkan pendapat dokter, apa dampak cacat air ini pada istri saya yang sedang hamil 36 minggu maupun janin di dalamnya? Apakah saran menggugurkan kandungan itu logis/valid? Oiya jadwal awal persalinan 14 Januari 2009, dan sudah dijadwalkan untuk bertemu dokter kandungan hari Sabtu depan, 20/12/08.

    Terima kasih untuk perhatian dan jawaban Dr. Arief

    VA:F [1.9.11_1134]
    Rating: 0.0/5 (0 votes cast)
    VA:F [1.9.11_1134]
    Rating: 0 (from 0 votes)
  17. December 18th, 2008 at 20:50 | #17
    basuki suleman

    @dr. Arief -
    berhubung dr arief belum sempat jawab pertanyaan saya yang terakhir, saya boleh ada sedikit tambahan ya dok. pertanyaan tambahan saya :
    apakah tes widal akan kembali negatif (normal) setelah anaknya sembuh. atau tes widal bisa jadi belum menunjukkan angka negatif tetapi anaknya sudah dinyatakan sembuh dari tipes tapi masih rawan terkena kembali…. ( saya tadi diceritai teman bahwa dia kena tipes sampai 3x dlm waktu 6 bulan).
    terima kasih dok.

    VA:F [1.9.11_1134]
    Rating: 0.0/5 (0 votes cast)
    VA:F [1.9.11_1134]
    Rating: 0 (from 0 votes)
  18. December 19th, 2008 at 09:43 | #18
    dr. Arief

    @Anwar -
    Ykh. Bp. Anwar.

    Wa’alaikum salam. Apa kabar pak Anwar? Artikel yang saya muat berdasarkan riset terkini yang saya kumpulkan dari berbagai kepustakaan. Namun memang tidak tertutup kemungkinan akan terjadi defect (gangguan / kerusakan) pada janin selama kehamilan. Yang saya tidak setuju adalah kesimpulan untuk menggugurkan kandungan yang disimpulkan di makalah tersebut, menurut saya terlalu dini, dan sangat naif bila disebut sebagai langkah “antisipatif dari hal lain yang lebih fatal”.
    Saran saya, sebaiknya Anda tidak usah menunggu jadwal konsultasi berikutnya ke dokter kandungan Anda dan segera berkunjung kepadanya dengan menceritakan problem ini kepadanya, untuk minta advis dan dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.
    Saya pribadi punya banyak pengalaman pasien pada trimester kedua dan ketiga yang berhasil hingga akhir kehamilan (dengan cacar air tentunya) tanpa ada kelainan apapun. Nah pada kasus ini tentunya alternatif menggugurkan kandungan bukan suatu tindakan yang tepat kan?
    Setelah Anda mendapatkan pemeriksaan lanjutan, apapun keputusan akhirnya, itu adalah suatu ketetapan yang diambil dengan bijaksana; dan sangat mungkin kehamilan tersebut berakhir dengan baik tanpa ada suatu apapun.
    Saya doakan, semoga kehamilannya lancar hingga akhir tanpa ada penyulit apapun.
    Saya punya satu makalah yang insya Allah dapat membantu meringankan kegundahan Anda, bisa dibaca di http://drarief.com/?page_id=72 (“Hadiah untuk Anda”).
    Semoga bermanfaat.

    VA:F [1.9.11_1134]
    Rating: 0.0/5 (0 votes cast)
    VA:F [1.9.11_1134]
    Rating: 0 (from 0 votes)
  19. December 24th, 2008 at 11:41 | #19

    Dr. Arief yang budiman, terima kasih sudah menjawab pertanyaan saya (meskipun baru bisa saya baca, karena kemarin-kemarin kok tidak bisa diakses ya?).

    Sesuai dengan saran Dokter, sehari sesudah saya post pertanyaan (Kamis, 18.12.2008) kami datang ke dokter kandungan kami. Setelah di-usg, dokter meminta kami melakukan test NST/CTG. Sepertinya cukup urgent dan membuat kami “was-was”, karena sebelumnya istri diminta untuk makan dulu karena sudah sore, tapi diralat cukup minum teh hangat yang disediakan dan langsung test saat itu juga, dengan diberi oksigen murni. Di depan kami dokter juga menghubungi untuk “antisipasi ada yang akan segera dioperasi”. Dokter juga secara lugas menyampaikan kepada kami berdua, kalau hasil USG semuanya normal tapi beliau harus memastikan via NST. Kalau hasilnya tidak bagus, maghrib itu juga akan dilakukan persalinan via operasi. Wah..

    Alhamdulillah hasil NST baik, sehingga tidak harus operasi saat itu juga. Dokter meminta kami untuk memperhatikan gerakan janin setiap istri saya selesai makan, jika dalam satu jam gerakannya tidak melebihi 3 kali, kami diminta segera menghubungi beliau. Selain itu, setiap 3 hari harus dilakukan NST kembali (hari Minggu kemarin hasilnya alhamdulillah baik, begitu juga pagi ini, selanjutnya sabtu depan).

    Terima kasih untuk doa Pak Dokter. Terima kasih juga untuk hadiah artikel serta sharing pengalaman yang membesarkan hati. Jazakallah khoyron katsiro.

    VA:F [1.9.11_1134]
    Rating: 0.0/5 (0 votes cast)
    VA:F [1.9.11_1134]
    Rating: 0 (from 0 votes)
  20. December 25th, 2008 at 23:10 | #20
    Gandi

    Malam Dok, kebetulan saya sekarang kena cacar air, yang ingin saya tanyakan apa yang mesti saya lakukan agar penyakit ini tidak bertambah parah dan cepat sembuhnya. Gitu aja dok terima kasih.

    VA:F [1.9.11_1134]
    Rating: 0.0/5 (0 votes cast)
    VA:F [1.9.11_1134]
    Rating: 0 (from 0 votes)
  21. December 26th, 2008 at 14:19 | #21
    dr. Arief

    @Gandi -
    Dear Gandi

    Untuk perawatan bagi yang sudah terkena, Anda yang pasti harus beristirahat dengan cukup, minum obat sesuai dengan yang dianjurkan dokter (biasanya anti demam, anti viral, dan penunjang 1 – 2 macam), dan jangan lupa untuk menjaga jarak dari keluarga Anda khususnya yang belum pernah terkena cacar air agar tidak tertular. Penting untuk diingat agar kelainan pada kulit tidak di garuk / dicongkel-congkel agar tidak berbekas.
    Semoga Anda cepat sembuh ya.

    VA:F [1.9.11_1134]
    Rating: 0.0/5 (0 votes cast)
    VA:F [1.9.11_1134]
    Rating: +1 (from 1 vote)
  22. December 27th, 2008 at 20:44 | #22
    Gandi

    malem dok ini hari ke 4 saya kenak cacar airrr, sekarang udag penuh kesekujur badan bahkan ke gusi dan dinding mulut. Nah kemaren itu saya diberi antibiotik Fimoflox 500mg untuk radang tenggorokann namun obat itu udah habiss, dan baru terasa radang tenggorokannya menyerang jadi susah deh nelan makanan, jadi saya mesti gimana yaa dok apa boleh saya beli antibiotik itu sendiri diapotekk.
    Dan berapa hari lagi dokk masa penyembuhannya, terima kasih

    VA:F [1.9.11_1134]
    Rating: 0.0/5 (0 votes cast)
    VA:F [1.9.11_1134]
    Rating: +1 (from 1 vote)
  23. December 29th, 2008 at 14:03 | #23
    dr. Arief

    @Gandi -
    Wah… masa-masa yang menyakitkan hampir berakhir sedikit lagi ya pak… Bila sakit untuk menelan dapat dibantu dengan tablet hisap seperti Lemocyn atau Degirol saja pak. tidak usah pakai anti biotika lagi.
    Semoga lekas sembuh.

    VA:F [1.9.11_1134]
    Rating: 0.0/5 (0 votes cast)
    VA:F [1.9.11_1134]
    Rating: +1 (from 1 vote)
  24. January 5th, 2009 at 14:52 | #24
    Ninie

    Assalamualaikum Dr. Arief.

    Terima kasih suguhan artikelnya menarik sekali, tetapi membawa sejuta kebimbangan dijiwa saya. Saya baru 6 hari terkena cacar air dan pada hari ini saya baru disahkan hamil setelah harus menunggu 1 minggu kerna sebelumnya ujian hcg belum menunjukkan tanda² kehamilan. kehamilan saya masih baru, sekitar 6 minggu. Membaca artikel ini saya menjadi down dan nggak tau harus bagaimana. Ini adalah kehamilan kedua dan saya pada september 2008 pernah mengalami keguguran.
    Dr O&G yang saya datangi ada mengatakan resiko jangkitan pada janin tetapi masih harus melihat perkembangngannya dulu. yang membuat saya bingung sekarang saya harus berbuat apa Dr. Saya terlalu bingung.
    Saya harap dapat balasan dari Dr. dgn permasalahan saya. terima kasih sekali lagi untuk waktu yang diberikan.

    Wassalam.

    VA:F [1.9.11_1134]
    Rating: 0.0/5 (0 votes cast)
    VA:F [1.9.11_1134]
    Rating: 0 (from 0 votes)
  25. January 6th, 2009 at 07:44 | #25
    deta

    Pagi dok…
    Duh untung banget saya segera nemu blog ini, karena saat ini susah bagi saya untuk keluar rumah (tidak ada yang mengantar dan badan lemas sekali).
    Saya juga memasuki hari kedua cacar air, gejalanya persis deh seperti yang uah dokter sampaikan (demam, badan ngilu, lemes, mulai keluar bintik2 cacar air. Tapi anehnya sejak kemarin (hari pertama) saya mengalami batuk2 kering dan ditenggorokan saya seperti ada sesuatu yang mengganggu, gatal yang aneh sehingga membuat saya batuk2 kering kalau menarik nafas, tapi anehnya gatal ini timbulnya sewaktu-waktu saja.

    Oya satu lagi, apakah boleh jika saya hendak membeli obat sendiri di apotik? kira2 obat atau suplemen apa saja yang saya butuhkan ya dok?

    Terimakasih banyak atas jawaban dan sarannya…

    VA:F [1.9.11_1134]
    Rating: 0.0/5 (0 votes cast)
    VA:F [1.9.11_1134]
    Rating: 0 (from 0 votes)
  26. January 7th, 2009 at 20:36 | #26
    dr. Arief

    @deta -
    Halo Deta,

    Gejala penyerta seperti batuk atau pilek bisa saja menyertai (terjadi secara bersamaan). Sebaiknya diperbanyak mengkonsumsi air putih sebagai peningkat daya tahan tubuh yang natural, dan banyak isitrahat (bed rest). Sebaiknya Anda tidak mengkonsumsi obat-obatan sendiri tanpa resep dari dokter. Sekedar anjuran untuk suplemen, bisa ditambah dengan vitamin C dan B dosis tinggi baik sendiri-sendiri atau yang gabungan (seperti Enervon-C). Semoga dapat membantu. Lekas sembuh ya! :)

    VA:F [1.9.11_1134]
    Rating: 0.0/5 (0 votes cast)
    VA:F [1.9.11_1134]
    Rating: 0 (from 0 votes)
  27. January 7th, 2009 at 21:34 | #27
    dr. Arief

    @Ninie -

    Wa’alaikum salam. Apa kabar Ninie?
    Hmmm… melihat kronologinya, resiko terhadap janin memang ada. Namun, di dunia kedokteran tidak selalu pasti terjadi meskipun mirip dengan teori. Saya setuju dengan obsgyn Anda yang mengatakan “wait and see”, karena dengan berjalannya waktu akan jelas apakah ada kelainan atau tidak. Saya punya seorang teman dokter juga yang pada usia 1 bulan kehamilannya terkena cacar air dan berlangsung baik sampai akhir. Mengingat usia kehamilannya masih sangat kecil, agak sulit untuk mendiagnosis apakah terjadi sesuatu atau tidak.
    Sementara waktu kita berdo’a saja, dan kita pasrah kepada Allah SWT, semoga diberi jalan keluar yang terbaik. :)

    VA:F [1.9.11_1134]
    Rating: 0.0/5 (0 votes cast)
    VA:F [1.9.11_1134]
    Rating: 0 (from 0 votes)
  28. January 14th, 2009 at 14:20 | #28
    Deasy Ardiana

    Dr. Arief,

    Di atas saya sempat baca pertanyaan mengenai cacar air pada saat hamil. Kebetulan saat ini suami saya sedang kena cacar air dan saya sendiri sedang hamil 31 minggu. Saya sangat khawatir tertular cacar air tersebut, untuk itu saya ingin tau kira-kira antisipasi apa yang bisa dilakukan untuk mencegah penularannya? Dan apakah ada vitamin apa yang baik dan aman untuk ibu dan bayi untuk pencegahannya? Kalo boleh minta rekomendasi vitamin yang baik ya dok…

    Terimakasih sebelumnya atas saran dan masukkan dari Dr. Arief.
    Selamat siang….!

    VA:F [1.9.11_1134]
    Rating: 0.0/5 (0 votes cast)
    VA:F [1.9.11_1134]
    Rating: 0 (from 0 votes)
  29. January 15th, 2009 at 11:04 | #29
    dr. Arief

    @ Deasy Ardiana

    Hallo, apa kabar? Saya berasumsi bahwa Anda belum pernah terkena cacar air sebelumnya, karena bila sudah pernah, maka Anda tidak perlu takut untuk tertular lagi. Untuk antisipasi, sebaiknya sang suami di “karantina” dulu, hindari kontak langsung. Biasanya dengan pemisahan kamar yang sakit sudah cukup untuk mengantisipasi penularannya. Untuk vitamin tidak ada yang spesifik untuk mencegah penularannya. Yang ada hanya yang secara umum dapat meningkatkan daya tahan tubuh sebagai langkah antisipatif dari tertulari oleh penderita serumah. Untuk keperluan tsb dapat digunakan vitamin C dosis tinggi (500 mg / up) 1x sehari dengan catatan bila lambung Anda tidak bermasalah dengan obat tersebut. Rekomendasi merek, saya menganjurkan Enervon-C saja, sudah cukup.
    Good luck :)

    VA:F [1.9.11_1134]
    Rating: 0.0/5 (0 votes cast)
    VA:F [1.9.11_1134]
    Rating: 0 (from 0 votes)
  30. January 25th, 2009 at 06:56 | #30
    anna

    Assalamualaikum dr. Arief,
    Anak saya umur 7 th 6 bln, sejak jumat sore kemarin sudah mulai terasa panas badannya sabtu pagi saya mulai melihat di kepala bagian depan seperti bisul yang sudah luka..siangnya saya lihat lagi dan saya raba dikepala bagian belakang nya banyak benjolan disertai badan yang hangat. Tetapi nafsu makannya tidak berubah hanya bawaannya lemas, saya belum periksa ke dokter karena saya tidak curiga kena cacar air. Tadi malam saya perhatikan bintik merahnya semakin banyak ada di muka dan bagian badan (depan dan blk), akhirnya saya mengambil kesimpulan cacar air. Saya bingung mengapa prosesnya sangat cepat ya dari awal badannya panas dan keluar bintik-bintik merah ? karena saya punya anak perempuan (kakaknya) yang belum pernah mengalami cacar , apakah ada kemungkinan tetular, sementara kemarin keduanya bermain bersama .
    Bagaimana caranya agar tidak menular ke anggota keluarga yang lain, mudah2 an dr. Arief dapat segera menjawab. Maaf mengganggu dihari libur ini, terimakasih, wassalam

    VA:F [1.9.11_1134]
    Rating: 0.0/5 (0 votes cast)
    VA:F [1.9.11_1134]
    Rating: 0 (from 0 votes)
  31. January 25th, 2009 at 16:28 | #31
    dr. Arief

    Wa’alaikum salam, Apa kabar Anna ?
    Proses terjadinya penggelembungan kulit memang relatif cepat. Kemungkinan tertular tetap ada, mengingat terjadi kontak antara kakak dengan adiknya pada masa erupsi aktif. Untuk sementara waktu, sebaiknya yang sakit dikarantina dahulu di suatu ruangan terpisah, dan dipisahkan baik makanan maupun pakaian. Sebagian besar penderita cacar yang melakukan karantina tidak saling tertular sesama anggota keluarga.
    Saya juga belum pernah terkena cacar, dan saya banyak memeriksa orang yang menderita cacar. Jadi, tidak selalu harus tertular ‘kan ?

    VA:F [1.9.11_1134]
    Rating: 5.0/5 (1 vote cast)
    VA:F [1.9.11_1134]
    Rating: 0 (from 0 votes)
  32. January 28th, 2009 at 18:07 | #32
    lydia

    assalamualaikum dol bagaimana dengan cara menghilangkan bekasnya … terimakasih

    VA:F [1.9.11_1134]
    Rating: 0.0/5 (0 votes cast)
    VA:F [1.9.11_1134]
    Rating: 0 (from 0 votes)
  33. January 29th, 2009 at 09:36 | #33
    dr. Arief

    @ lydia :
    Wa’alaikum salam.
    Apa kabar Lydia?
    Bekas cacar air memang rada bandel dan cenderung lama hilangnya tanpa pengobatan. Sebagian bahkan menetap dan menyisakan “cekungan” pada permukaan kulit. Pengobatan untuk yang berbekas hitam / kecoklatan saja lebih mudah, hanya menggunakan salep pemutih yang digunakan secara lokal pada area yang kehitaman. Untuk yang cekung selain dengan salep juga mesti diberi perawatan untuk meningkatkan permukaannya seperti dengan preparat kolagen atau yang lainnya.
    Sayangnya respon terapi untuk tiap individu berbeda-beda dari satu merek ke merek lainnya, sehingga harus dipantau efektifitas terapinya beberapa pertemuan pertama untuk kemudian bisa dilanjutkan sendiri. :)

    VA:F [1.9.11_1134]
    Rating: 0.0/5 (0 votes cast)
    VA:F [1.9.11_1134]
    Rating: 0 (from 0 votes)
  34. January 30th, 2009 at 20:27 | #34

    Assalamualaikum Dokter..
    Usia anak saya menjelang 1 tahun Februari ini.
    Kemarin siang secara tiba-tba anak saya mengalami demam, lalu diberi obat Sanmol untuk meredakan demamnya, namun atas saran Ibu saya, kami membawanya berobat karena khawatir demam akan meninggi di malam hari. Saat itu suhu tubuhnya tidak terlalu tinggi panasnya, kadang-kadang suhunya normal, dan kemarin sempat 1x muntah saat sedang makan. Tadi pagi sudah tidak panas lagi, namun sejak kemarin siang ada bercak-bercak merah di kulitnya (tangan, dan banyak di kaki). Tidak seperti ciri-ciri DBD karena bercak menghilang saat kulit diregangkan. Awalnya saya kira disebabkan gigitan nyamuk, namun rasanya aneh, karena cukup banyak gigitannya, berwarna merah, dan tersebar di kaki, sedangkan di perut, punggung tidak terlihat.
    Saya khawatir itu terkena cacar air. Kira-kira tanda-tanda apa lagi yang menguatkan ya Dok? Dan untuk pencegahan di rumah selain isolasi apakah dari makanan ada pantangan? Dan untuk bayi, jika nantinya benar cacar air dan meninggalkan bekas, apakah ada salep untuk menghilangkannya? Kalau saya tidak salah dengar, zaman dahulu suka dimandikan dengan air beras ya, agar bekas luka nya hilang?
    Dan untuk anak usia menjelang 1 tahun , berapa ya Dok, TB dan BB yang sesuai? Karena anak saya sejak usia 6 bulan ke atas pertumbuhan BB nya tidak seperti 6 bulan ke bawah (biasanya 0.5 kg-1 kg). Saat ini BB nya 9.8 kg. Padahal makannya lahap (namun sejak demam ini selera makannya sedikit menurun), dan minum susunya kuat.
    Mohon maaf ya Dok, jika banyak bertanya, maklum saya khawatir.
    Wassalam

    VA:F [1.9.11_1134]
    Rating: 0.0/5 (0 votes cast)
    VA:F [1.9.11_1134]
    Rating: 0 (from 0 votes)
  35. February 4th, 2009 at 20:08 | #35

    aslmlkm dok..
    saya gadis berusia 16 tahun dan sekarang saya sedang terkena cacar air. teman2 kena waktu kecil eh saya malah kenanya pas udah gede. ini adalah hari ketiga saya kena cacar air. saat hari pertama, saya langsung ke unit pengobatan dan saya di kasih obat. kira2 berapa hari lagi ya dok penyakit ini sembuh total? maksudnya berapa hari lagi cacar saya ini menyebar rata dan bisa kempis kembali. jujur dok,,saya merasa down.
    cacar saya sudah menyebar ke kaki,perut,tangan. bagaimana cara menghilangkan bekas2 cacarnya dok? saya memakai jilbab jika ke sekolah,,kira2 penyakit ini menular gak dok meski saya memakai baju & rok panjang?
    terima kasih atas bantuannya… saya sangat memerlukan nasehat dokter arief…
    wslmlkm wbr…

    VA:F [1.9.11_1134]
    Rating: 0.0/5 (0 votes cast)
    VA:F [1.9.11_1134]
    Rating: 0 (from 0 votes)
  36. February 4th, 2009 at 21:29 | #36
    dr. Arief

    Waalaikum salam w.w. Apa kabar Denisa ? Penyakit itu menular sekali bisa melalui udara (dari napas orang yang sakit) atau melalui kontak langsung dengan kulit penderitanya. Mengingat ukuran virus dalam gelembung berisi cairan di kulit tsb sangat kecil, meskipun memakai baju dan rok panjang virus tsb masih dapat melalui pori-pori kain yang besar sehingga beresiko untuk menular. Sebaiknya Anda beristirahat dulu di rumah, hingga seluruh gelembung pada kulit tidak lagi aktif (kering). Supaya tidak berbekas, hindari menggaruk gelembung pada kulit Anda agar tidak pecah secara mekanik (digaruk). Tak lupa, jaga kebersihan pribadi. Rata-rata kesembuhan sempurna dicapai kembali dalam 1 – 2 minggu. Lebih lengkapnya silakan baca artikel lengkap saya mengenai cacar air. Semoga lekas sembuh ya :)

    VA:F [1.9.11_1134]
    Rating: 0.0/5 (0 votes cast)
    VA:F [1.9.11_1134]
    Rating: -1 (from 1 vote)
  37. February 13th, 2009 at 10:23 | #37
    Aulia

    Pagi dok..
    sudah 2 hari ini saya konsultasi dengan dokter klinik di perusahaan saya mengenai bintik merah yang mirip sekali dengan cacar di badan saya.
    Awalnya di leher, dalam 2 hari saya menemukan lagi di paha dan di lengan. lebarnya hampir 5 mm, berwarna merah..setelah di cek lagi, ternyata di punggung juga ada beberapa bintik yang di dalem nya ada kandungan air.
    Dokter bingung apakah ini memang cacar atau bukan, karena sampe sekarang saya belum merasakan demam. cuman sediit meriang.
    Apakah ada kemungkinan saya kena cacar air ya?
    Terima kasih..

    VA:F [1.9.11_1134]
    Rating: 0.0/5 (0 votes cast)
    VA:F [1.9.11_1134]
    Rating: 0 (from 0 votes)
  38. March 3rd, 2009 at 10:25 | #38
    muhamad fauzi

    Assalamuallaikum,wr.wb

    pagi dok….
    Begini dirumah saya salah satu anggota keluarga terjangkit cacar air… kemudian satu minggu sembuh dan menular pada yg lainnya….
    Saya mempunyai anak laki-laki berumur 6 th dan perempuan berumur 4 th saya khawatir penyakit ini menular kemudian saya ungsikan anak saya ke rumah ibu saya menjelang 3 hari anak saya yg laki-laki panasnya tinggi sekali saya coba cek ke dokter katanya radang tenggorokan kemudian setelah satu minggu anak saya yang perempuan terlihat ada bintik seperti terunduk rokok diatas pelipis mata kanan dan di muka ada 3 bintik dan di perut satu
    setelah itu istri saya baru ingat bahwa anak saya yg laki laki pernah terkena cacar air dan yg perempuan jg pernah dulu tapi keluarnya sedikit .
    apakah anak saya bisa kenar cacar lagi untuk kedua kali terimakasih dok

    VA:F [1.9.11_1134]
    Rating: 0.0/5 (0 votes cast)
    VA:F [1.9.11_1134]
    Rating: 0 (from 0 votes)
  39. March 5th, 2009 at 12:16 | #39
    icut

    Ass dok,
    senang sekali membaca postingan dokter yang menenangkan. Pasalnya saya juga sedang hamil 35 minggu dan waktu umur kehamilan 10-13 minggu saya terkena cacar air, karena dokter menjelaskan tidak semua 100% ‘by the book”, harus dilihat “case by case’. oleh karena itu saya menjalan kehamilan yang kedua ini dengan memasrahkan kepada Allah SWT dengan terus berdoa semoga bayi saya tetap sehat nantinya.
    terimakasih.

    VA:F [1.9.11_1134]
    Rating: 2.0/5 (1 vote cast)
    VA:F [1.9.11_1134]
    Rating: 0 (from 0 votes)
  40. March 7th, 2009 at 13:27 | #40
    Julius

    Siang dok,

    ini hari ketga saya terkena cacar air, umur say 35 tahun..memang belum pernah kena sebelumnya..
    keluarnya sudah banyak sekali..selain antibiotik yg dikasih dokter..apakah ada salep yangbisa dipakai skrg untuk bekas cacaranya nanti tidak ada yg bisa dipakai skrg ?
    menurut dokter katanya jangan mandi dan paki bedak saja ?
    sedangkan saya pernah baca malah disaranakn mandi ?
    bisa dibantu dok ?

    Thanks

    VA:F [1.9.11_1134]
    Rating: 0.0/5 (0 votes cast)
    VA:F [1.9.11_1134]
    Rating: 0 (from 0 votes)
  41. March 7th, 2009 at 19:25 | #41
    dr. Arief

    Halo Julius, apa kabar?
    Salep pada dasarnya bekerja dari permukaan kulit luar diserap ke dalam. Pada kelainan kulit yang luas, penggunaan salep akan sulit diberikan sehingga lebih efektif bila digunakan obat minum saja. Nah, keputusan apakah akan diberi salep atau tidak sepenuhnya diberikan oleh dokter pemeriksa, karena penampilan penyakit pada tiap orang berbeda-beda.
    Untuk masalah mandi, sebenarnya bukan mandi yang jadi masalah, tapi gesekan mekanik antara kulit saat mandi yang berpotensi meninggalkan scar yang permanen pada kulit. Atas dasar itulah disarankan “sebaiknya diberi bedak saja” untuk mengurangi gatal. Tentu kondisi untuk orang yang tinggal di daerah dingin dan daerah panas akan berbeda tingkat kelembaban dan “kelengketan” kulit akibat endapan keringatnya; jadi yang perlu ditekankan adalah agar tidak memberikan gesekan mekanik kepada luka dan gelembung pada kulit penderita cacar. Semoga dapat membantu.

    VA:F [1.9.11_1134]
    Rating: 0.0/5 (0 votes cast)
    VA:F [1.9.11_1134]
    Rating: 0 (from 0 votes)
  42. March 7th, 2009 at 19:37 | #42
    dr. Arief

    Wa’alaikum salam w.w.
    Apa kabar Icut ? Semoga kehamilan Anda berjalan dengan baik tanpa kurang suatu apapun; dan semoga anaknya menjadi anak yang saleh kelak. Silakan kunjungi halaman “Hadiah untuk Anda” di http://drarief.com/?page_id=72 agar Anda bertambah tenang :)

    VA:F [1.9.11_1134]
    Rating: 0.0/5 (0 votes cast)
    VA:F [1.9.11_1134]
    Rating: 0 (from 0 votes)
  43. March 9th, 2009 at 10:01 | #43
    Julius

    Teruma kasih Dok..atas infonya..
    ada lagi pertanyaan saya..saya perhatikan di bagian wajah dan kepala malah banyak timbul spt bisul/jearwat yang berbeda dengan tampilan bisul2 cacar air di tempat lainnya//Apakah in normal dok ?

    VA:F [1.9.11_1134]
    Rating: 0.0/5 (0 votes cast)
    VA:F [1.9.11_1134]
    Rating: 0 (from 0 votes)
  44. March 9th, 2009 at 12:46 | #44
    dr. Arief

    Halo Julius, hmm… apakah sepertinya masih ada sangkut pautnya dengan serangan kemarin ? dilihat dari waktunya, seharusnya sudah tidak ada lagi yang timbul; sehingga kemungkinan itu adalah superinfeksi (infeksi lain yang timbul bersamaan) akibat menurunnya daya tahan tubuh. Untuk lebih pastinya saya harus memeriksa Anda. :)

    VA:F [1.9.11_1134]
    Rating: 0.0/5 (0 votes cast)
    VA:F [1.9.11_1134]
    Rating: 0 (from 0 votes)
  45. March 9th, 2009 at 12:48 | #45
    dr. Arief

    Wa’alaikum salam.
    Apa kabar ? Secara teoritis seseorang tidak bisa terkena serangan varicella berulang; dan saya juga belum pernah sekalipun menemukan kepustakaan yang membahas kasus berulangnya cacar air. Jadi kesimpulan saya, itu adalah infeksi lain (yang mungkin mirip tampilannya).

    VA:F [1.9.11_1134]
    Rating: 5.0/5 (1 vote cast)
    VA:F [1.9.11_1134]
    Rating: 0 (from 0 votes)
  46. March 16th, 2009 at 15:39 | #46
    Furi

    Assalamialaikum pa dokter,

    anak saya umur 3.5thn sedang terkena cacar air memasuki hari ke 6,
    ada beberapa bintik yang sudah pecah, dan ada yang baru tumbuh
    anak saya tertular tantenya yang kebetulan tinggal serumah dengan saya,
    saya tau bahwa kontak langsung dengan penderita cacar air bisa menular, tapi mau ga mau saya harus berhubungan langsung dengan anak saya untuk mengobatintya ( memberikan salep + bedak talc )
    bagaimana ya biar saya tidak ikut tertular cacar ?
    apakah dengan menjaga kondisi tubuh ( tetep fit )
    atau ada obat / vaksinasi untuk menangkal cacar ?
    kalau ada saya mau tahu nama obatnya dan belinya dimana

    VA:F [1.9.11_1134]
    Rating: 0.0/5 (0 votes cast)
    VA:F [1.9.11_1134]
    Rating: 0 (from 0 votes)
  47. March 26th, 2009 at 18:26 | #47
    taty

    sore Dok. Perkenalkan nama sy Taty tinggal di Riau. Ibu Rmh Tangga. Saat ini sy dan anak sy 4 org sedang saki cacar airdan sedang mengkonsumsi obat aciclovirdan obat penurun panas. Awalnya anak sy umur 9 thn yg kena. Yang sy takutkan dok, bekas cacar air nantinya akan membekas terutama di bgn wajah sy dan anak gadis sy. Bgmn ya dok mencegahnya ? mohon bantuannya.

    VA:F [1.9.11_1134]
    Rating: 0.0/5 (0 votes cast)
    VA:F [1.9.11_1134]
    Rating: 0 (from 0 votes)
  48. March 28th, 2009 at 12:45 | #48

    Originally Posted By denisaaslmlkm dok..
    saya gadis berusia 16 tahun dan sekarang saya sedang terkena cacar air. teman2 kena waktu kecil eh saya malah kenanya pas udah gede. ini adalah hari ketiga saya kena cacar air. saat hari pertama, saya langsung ke unit pengobatan dan saya di kasih obat. kira2 berapa hari lagi ya dok penyakit ini sembuh total? maksudnya berapa hari lagi cacar saya ini menyebar rata dan bisa kempis kembali. jujur dok,,saya merasa down.
    cacar saya sudah menyebar ke kaki,perut,tangan. bagaimana cara menghilangkan bekas2 cacarnya dok? saya memakai jilbab jika ke sekolah,,kira2 penyakit ini menular gak dok meski saya memakai baju & rok panjang?
    terima kasih atas bantuannya… saya sangat memerlukan nasehat dokter arief…
    wslmlkm wbr…

    @denisa -

    VA:F [1.9.11_1134]
    Rating: 0.0/5 (0 votes cast)
    VA:F [1.9.11_1134]
    Rating: 0 (from 0 votes)
  49. March 28th, 2009 at 23:45 | #49
    dr. Arief

    Dear @ Denisa
    Dear @ Taty
    Cacar air bisa saja terkena di usia dewasa. Memang seolah lebih ribet, tapi pada prinsipnya sama saja. Umumnya, cacar air akan sembuh sempurna dalam waktu 2 mingguan. Selama tidak dikorek-korek / digaruk hingga pecah, biasanya tidak berbekas pada kulit.
    Selama masa aktif, cairan dalam gelembung kulit sangat menular, khususnya pada orang yang belum pernah terkena cacar. Bagi yang sedang dalam masa aktif, sebaiknya di karantina dulu dalam satu ruangan tersendiri, agar tidak saling menulari anggota keluarga yang lain. Semoga cepat sembuh :)

    VA:F [1.9.11_1134]
    Rating: 0.0/5 (0 votes cast)
    VA:F [1.9.11_1134]
    Rating: 0 (from 0 votes)
  50. April 1st, 2009 at 06:51 | #50
    hendra cengala

    apakah bener mitos dibawah ini pak?
    1. tidak boleh kena angin? angin dari AC? angin dari kipas angin?
    2. tidak boleh mengkonsumsi kacang kedelai?
    3. tidak bleh mandi, kecuali mandi air panas?
    4. tidak boleh mengkonsumsi telur?
    itu aja pak thanks

    VA:F [1.9.11_1134]
    Rating: 0.0/5 (0 votes cast)
    VA:F [1.9.11_1134]
    Rating: -1 (from 1 vote)
  51. April 1st, 2009 at 11:25 | #51
    dr. Arief

    Dear Hendra,
    Mitos tersebut adalah tidak benar. Kecuali yang nomor 1, barangkali ada benarnya; dalam arti begini : penderita cacar biasanya demam, dan cenderung merasa tidak nyaman dengan kipas angin atau ac yang terlalu dingin. Demikian pula dengan nomer 3, itu sifatnya hanya “mana yang membuat penderita merasa nyaman” saja. Orang yang menderita penyakit virus pada umumnya kesakitan seluruh tubuhnya, disertai demam yang (seringkali) tinggi. Karenanya menjaga kenyamanan penderita menjadi penting untuk menghemat energinya.
    Untuk nomor 2 dan 4, justru orang yang sakit dianjurkan untuk banyak mengkonsumsi protein. Hanya saja perlu diperhatikan cara penyajiannya. :)

    VA:F [1.9.11_1134]
    Rating: 0.0/5 (0 votes cast)
    VA:F [1.9.11_1134]
    Rating: 0 (from 0 votes)
  52. April 4th, 2009 at 11:13 | #52
    andre

    dok…saya lom prnh kena cacar sebelumnya,,tapi akhir2 ini timbul gelembung merah di sekujur tubuh saya.yg saya mau tnyakan apa beda herpes dgn cacar air?kemudian.jika lom prnh kena cacar.apa bs langsung terkena herpes?terima kasih atas saran nya

    VA:F [1.9.11_1134]
    Rating: 0.0/5 (0 votes cast)
    VA:F [1.9.11_1134]
    Rating: 0 (from 0 votes)
  53. April 4th, 2009 at 18:36 | #53
    dr. Arief

    Halo Andre, apa kabar? Serangan herpes tanpa didahului cacar secara teori tidak mungkin, dan saya juga belum pernah sekalipun menemukan satu kepustakaanpun yang menjelaskan kemungkinan itu. Barangkali yang Anda alami saat ini adalah serangan cacar air, dan bukan tertutup kemungkinan infeksi lain. Perlu diketahui, bahwa Herpes tidak menyerang seluruh tubuh sebagaimana cacar, tapi hanya di beberapa tempat yang terlokalisir saja. Semoga dapat membantu :)

    VA:F [1.9.11_1134]
    Rating: 0.0/5 (0 votes cast)
    VA:F [1.9.11_1134]
    Rating: 0 (from 0 votes)
  54. April 6th, 2009 at 14:41 | #54
    Rere

    dok…
    saya sepertinya terserang penyakit cacar air tp baru 7-8 yg timbul berair… tumbuh pertama di jari tangan terus di paha saya trs baru mulai ke bagian badan… badan saya kemaren jg sempat panas. yg mau saya tanya apa saja makanan yang harus saya hindari kata teman saya jgn makan sayur apa benar? terus saya harus beli obat apa aja? sementara minggu depan saya mulai UTS gmn ya dok? trims….

    VA:F [1.9.11_1134]
    Rating: 0.0/5 (0 votes cast)
    VA:F [1.9.11_1134]
    Rating: 0 (from 0 votes)
  55. April 14th, 2009 at 23:21 | #55
    Diana

    dok.. kakak saya (33 th) kena cacar sdh 7 hari (mungkin lbh, tahunya mungkin terlambat) dan ukurannya cukup banyak yang besar2, beberapa yg besar yang di punggung pecah sendiri, tapi dari bagian yang pecah itu tadi tidak mengering malahan nutup lagi dan ada cairannya lagi. Pertanyaan saya : apakah pada cacar air bisa terjadi seperti itu? Kalo ya, berapa lama bisa benar2 mengering soalnya kok rasa2nya tidak habis2 cairan-nya. Terima kasih sebelumnya untuk waktunya, dok. :)

    VA:F [1.9.11_1134]
    Rating: 0.0/5 (0 votes cast)
    VA:F [1.9.11_1134]
    Rating: 0 (from 0 votes)
  56. April 15th, 2009 at 10:27 | #56
    dr. Arief

    Halo Diana. Apa kabar? Cacar air menurut saya tidak ada istilah terlambat, karena dia secara umum akan sembuh dengan sendirinya. Penampilan klinisnya memang berbeda-beda tiap individu, ada yang segera selesai dan ada pula yang lambat selesainnya, tergantung dari imunitas tubuh masing-masing. Bila sudah pecah kemudian menutup kembali dan berair kembali, mungkin ada masalah lain, karena biasanya suatu gelembung yang pecah tidak mengalami hal itu.
    Apakah kakak Anda punya penyakit lain yang melemahkan sistem imunitasnya (penyakit autoimun, penyakit alergi yang sangat berat, atau masalah dengan gizi) ? Bila ada, maka perpanjangan fase sakit nya kemungkinan dapat terjadi. Lebih jelasnya, silakan berkonsultasi langsung ke dokter untuk diperiksa secara fisik dan/atau laboratorik (bila perlu).

    VA:F [1.9.11_1134]
    Rating: 0.0/5 (0 votes cast)
    VA:F [1.9.11_1134]
    Rating: 0 (from 0 votes)
  57. April 23rd, 2009 at 11:00 | #57
    Hendra

    Siang Dokter….saya mau tanya anak saya laki-laki umur 8 thn terkena cacar air sudah 3 hari. Adakah obat yg cepat untuk menyembuhkannya dok…? Karena kasihan dia ingin segerah sekolah kembali.
    Atas jawabannya saya ucapkan terima kasih.

    Salam Hangat

    Hendra

    VA:F [1.9.11_1134]
    Rating: 0.0/5 (0 votes cast)
    VA:F [1.9.11_1134]
    Rating: 0 (from 0 votes)
  58. April 24th, 2009 at 18:15 | #58

    Dok terimakasih infonya..
    saya sudah demam 2 hari yang lalu diserati batuk pilek, dan ketika habis mandi pagi ini sekujur badan saya langsung merah dan tidak sampai 4 jam dah mualai timbul bintik dan gelembung, saya segera ke dokter dan dokter memberikan obat yang alhamdulilah bak (maaf mahal :) harga obatnya ),
    badan saya masih lemes.., pertanyaan saya
    1. apakah saya harus opname?
    2. sebenarnya menghitung 7-2 minggu itu dimulai saya demam atau dimulai kapan?

    dok terimakasih sebelumnya…

    VA:F [1.9.11_1134]
    Rating: 0.0/5 (0 votes cast)
    VA:F [1.9.11_1134]
    Rating: 0 (from 0 votes)
  59. April 25th, 2009 at 07:49 | #59
    dr. Arief

    Dear Miko. Apa kabar ? Opname adalah suatu tindakan yang diperlukan bila :
    1. Anda tidak dapat makan/minum di rumah
    2. Anda memerlukan obat yang harus dimasukkan secara parenteral (suntik) selama beberapa kali
    3. Anda harus bed rest total tanpa gangguan sama sekali.
    Nah… apakah Anda memenuhi kriteria di atas ? Untuk cacar air, biasanya dirawat di rumah saja sudah cukup, dan poin #2 di atas tidak diperlukan.
    Penghitungan waktu (hari) sakit biasanya dihitung sejak mulai munculnya bintik-bintik merah pada kulit.
    Semoga cepat sembuh ya.

    VA:F [1.9.11_1134]
    Rating: 4.0/5 (1 vote cast)
    VA:F [1.9.11_1134]
    Rating: -1 (from 1 vote)
  60. May 8th, 2009 at 21:17 | #60
    Evie

    dok… Saya hamil 7mgg, anak ke2, anak pertama saya sudh berumur 8bln, dan saya sudah pernah terkena cacar air sekitar 10thn yg lalu, tp sekitar 3hari yang lalu di daerah dada dan sekitarnya muncul merah2 spt cacar air tetapi tidak berair yg kadang terasa gatal. Apakah saya terkena cacar air lg donk? Apakah ada efek terhadap kehamilan saya dok?Apakah bisa menular kpd anak saya yg pertama?

    VA:F [1.9.11_1134]
    Rating: 5.0/5 (1 vote cast)
    VA:F [1.9.11_1134]
    Rating: 0 (from 0 votes)
  61. May 8th, 2009 at 22:32 | #61
    dr. Arief

    Dear Evie. Apa kabar ?
    Bila Anda sudah pernah terkena cacar air, relaks aja… tidak mungkin terkena cacar air untuk yang kedua kalinya. Ada juga relaps (kambuh) dalam bentuk lain, yaitu herpes, dan ini tidak berbahaya bagi janin. Kelainan kulit yang Anda alami mungkin penyakit lain. Silakan mendatangi dokter terdekat untuk mendapatkan pemeriksaan fisik.

    VA:F [1.9.11_1134]
    Rating: 5.0/5 (1 vote cast)
    VA:F [1.9.11_1134]
    Rating: -1 (from 1 vote)
  62. May 9th, 2009 at 14:05 | #62
    nanda

    aswrwb.
    dokter arief, saat ini saya sedang hamil 35minggu 3hari (hari rabu depan 36minggu/9bln). tepat pada usia kehamilan saya yang ke 35 minggu kemarin saya mengetahui bahwa saya terkena cacar air.
    saya sudah browsing di beberapa situs mengenai cacar air pada wanita hamil, namun untuk info bagi ibu hamil pada usia 35minggu keatas tidak jelas. ada yang mengatakan tidak ada masalah, ada yang mengatakan akan lahir premature, ada jg yang mengatakan dapat mengakibatkan kematian.
    mohon dijelaskan scara detail dok.
    apa yang akan terjadi nantinya pd bayi saya ketika lahir, apa yang saat ini terjadi pada janin dalam kandungan saya, dan apa efek dikemudian hari bagi anak saya. thx
    thx dokter arief

    VA:F [1.9.11_1134]
    Rating: 5.0/5 (1 vote cast)
    VA:F [1.9.11_1134]
    Rating: 0 (from 0 votes)
  63. May 9th, 2009 at 14:36 | #63
    dr. Arief

    Dear Nanda. Wa’alaikum salam w.w.
    Apa kabar ? Tentang problem Anda saat ini, memang tidak ada kepustakaan yang pasti menjelaskan akan cacat atau tidak. Sebagaimana yang saya jelaskan kepada pasien-pasien saya lainnya, keadaan tersebut memang tidak bisa dihindari, tapi dalam banyak kasus hingga akhir kelahiran tidak terjadi apa-apa. Bila Anda baca comment yang masuk tentang cacar air ini, Anda akan menemukan banyak pertanyaan serupa. Yang saat ini sudah melahirkan juga ada, dan anaknya sehat-sehat saja. Jadi jangan panik dulu.
    Usia kehamilan Anda saat ini sudah masuk dalam kategori matur. Besar kemungkinan akan tidak terjadi apa-apa pada sang bayi. Namun saya tidak akan menganjurkan Anda untuk mengabaikan nasehat dokter ahli kebidanan, karenanya saya merekomendasi Anda untuk sesegera mungkin kontrol ke dokter ahli kebidanan Anda untuk minta dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.
    Saya doakan semoga kelahirannya sukses dan anaknya sehat ya :)

    VA:F [1.9.11_1134]
    Rating: 5.0/5 (1 vote cast)
    VA:F [1.9.11_1134]
    Rating: 0 (from 0 votes)
  64. May 10th, 2009 at 10:42 | #64
    nanda

    amiiiin thx ya dok atas jawaban n doanya..

    tapi dok kemarin say browsing lagi ada salah satu artikel yg mengatakan bahwa jika terkena cacar air sekitar 5-21 hari sebelum kelahiran tidak masalah kn sudah mendapat anti body dari sang ibu. namun jika terkena antara 5 haria sebellum kelahiran sd 2 hari setelah kelahian resikonya lebih besar krnbayi blm mendapat anti body dr sang ibu. apakah hal ini bnr?
    sementara pd artikel lain jg ada yg mengatakan bahwa ibu yg terkena cacar air pd 3smester terakhir kemungkinan besar akan prematur. juka dikaitkan dengan hal sebelumnya bagaimana ya dok?
    kemudian jika bayi saya lahir apa perlu langsung diberi vaksin? dan apakah saya masih bisa ttp menjalani proses IMD?
    hx ya dok.. :D

    VA:F [1.9.11_1134]
    Rating: 5.0/5 (1 vote cast)
    VA:F [1.9.11_1134]
    Rating: 0 (from 0 votes)
  65. May 10th, 2009 at 11:07 | #65
    dr. Arief

    @nanda:

    Kepustakaan memang bermacam-macam. Saya pribadi tidak setuju dengan pendapat tersebut. Kasus Anda sama persis dengan kasus bp. Anwar yang juga ada di comment saya. Beliau sudah melewati masa kritis tersebut, saat ini anaknya sehat-sehat saja :)
    Bila Anda ragu, datangilah dokter kandungan Anda, dan Anda bisa minta pemeriksaan serta advis yang lebih baik; karena dokter ahli kebidanan/kandungan dapat melakukan pemeriksaan lanjutan dengan lebih leluasa.
    Apa yang Anda maksud dengan IMD ? terlalu banyak singkatan dalam dunia kedokteran, baik resmi maupun tidak resmi; saya takut salah mengartikannya.

    VA:F [1.9.11_1134]
    Rating: 5.0/5 (1 vote cast)
    VA:F [1.9.11_1134]
    Rating: 0 (from 0 votes)
  66. May 14th, 2009 at 08:03 | #66
    farhan

    dear dr Arief…
    Saya Pria berumur 37 thn. hari minggu tgl 10 mei saya ke dokter utk periksa karena di tubuh saya muncul bintik2 cacar air..sudah muncul sekitar 8 bintik. lalu oleh dokter itu saya dikasih obat Isprinol, Imunos dan obat racikan. Ternyata obat obat ini tidak banyak menolong..keadaan saya bertambah parah..hari selasa 12 mei saya demam tinggi kepala pusing sakit sekali, dan kalo menelan ludah sakit rasanya..Dan BANYAK SEKALI CACAR AIR BERMUNCULAN DI TUBUH SAYA..di punggung, leher, kepala, muka sampai di dalam mulut saya muncul sariawan. Hari rabu saya balik lagi ke dokter itu rencananya ingin komplain..karena menurut saya kenapa ia tidak memberikan Acyclovir tablet..lalu akhirnya dokter itu memberikannya..setelah ia berargumen bahwa ia SANGKA disaat saya pertama datang itu keadaan saya belum parah. (Saya baca di sebuah situs internet..seandainya si dokter cepat memberikan obat yg tepat..maka keadaan saya tidak akan separah ini). Yang saya tidak tahan di kepala dan muka ini pak dr Arief muncul banyak..di kepala benjolan2nya seperti jerawat dan sangat gatal.. Akhirnya dokter saya tersebut memberikan tablet Acyclovir, Albiotin, pamol dan obat racikan. APA YANG musti saya lakukan supaya cepat sembuh dan Cacar air ini tidak keluar terus menerus? karena setiap hari pasti selalu bertambah..Apa perlu saya minta obat yg dosisnya lebih tingi pak?

    Terimakasih pak dokter.

    VA:F [1.9.11_1134]
    Rating: 3.5/5 (2 votes cast)
    VA:F [1.9.11_1134]
    Rating: 0 (from 0 votes)
  67. May 14th, 2009 at 08:31 | #67
    anita

    assalamu’alaikum..
    dok saya anita..sdg hamil masuk bulaan ke 7. sudah 3 hari ini saya kena cacar air.emang benar yang dokter bilang kalo mulainya dari tubuh bagian tengah, ke kepala n wajah.sekarang mulai menyerang tangan n kaki. saya kemarin sdh ke dokter kulit di beri obat valvin 3×2 dan sistenol 3×1.katanya obat paten yah dok?tapi kenapa bentol2nya muncul terus…tambah byak dan gatal..
    ada pengaruhnya gak cacar ini dan kehamilan saya yang masuk usia 7 bln ini.makassssih byk untuk jwbnya dok…
    wassalam

    VA:F [1.9.11_1134]
    Rating: 5.0/5 (1 vote cast)
    VA:F [1.9.11_1134]
    Rating: 0 (from 0 votes)
  68. May 14th, 2009 at 22:26 | #68
    Rayi

    Dokter…anak saya umur 1 tahun 6 bulan. Dia memang sejak bayi alergi terhadap susu sapi…sehinga kekebalan tubuhnya tidak sebaik anak yang tidak alergi. Sudah 1 Minggu dia tekena batuk dan pilek….cukup lama juga karena biasanya tidak selama itu. Kemudian setelah batuk dan pileknya mereda muncul bintik merah … awalnya di leher…kemudin muncul di dada dan tangannya. Bintik yang dileher sudah sekitar 2 hari tapi sampai sekarang tidak melepuh….tapi terus muncul bintik2 yang lain. Yang ingin saya tanyakan adalah apakah yang anak saya derita itu cacar air? Karena dia tidak demam saya mohon jawaban dokter.

    Terima kasih.

    VA:F [1.9.11_1134]
    Rating: 5.0/5 (1 vote cast)
    VA:F [1.9.11_1134]
    Rating: 0 (from 0 votes)
  69. May 14th, 2009 at 22:33 | #69
    dr. Arief

    Dear Rayi,
    Kemungkinan cacar air bisa saja, namun jelasnya saya harus memeriksa fisik anak Anda. Keluhan demam bisa ada dan bisa pula tidak ada pada penderitanya. Kadang-kadang didapatkan keluhan hanya “loyo” saja, tanpa demam yang berarti. Kemungkinan lain bisa juga alergi terhadap sesuatu. Bila ia ternyata cacar air, kelainan kulitnya bergelembung dan berisi cairan. Harap diketahui bahwa cairan tsb berisi virus dan sangat menular kepada orang lain.

    VA:F [1.9.11_1134]
    Rating: 5.0/5 (1 vote cast)
    VA:F [1.9.11_1134]
    Rating: 0 (from 0 votes)
  70. May 14th, 2009 at 22:37 | #70
    dr. Arief

    Dear Farhan.
    Seringkali sekali keluar, kelainan kulit tidak akan berhenti meski diberi obat anti viral yang paten sejak pertama periksa. Persangkaan dokter pemeriksa menurut saya cukup wajar, dan tidak ada aturan yang resmi harus begini atau begitu dalam memberikan terapi, karena dokter adalah gabungan dari art (seni) dan science (ilmu), sehingga dari satu dokter ke dokter yang lain mungkin saja berbeda.
    Serangan virus adalah self-limiting disease, atau penyakit yang sembuh dengan sendirinya. Tidak ada gunanya bagi Anda untuk meningkatkan dosis ke yang lebih tinggi. Sebentar lagi insya Allah akan sembuh sendiri kok… :)
    Semoga cepat sembuh yaa.

    VA:F [1.9.11_1134]
    Rating: 5.0/5 (2 votes cast)
    VA:F [1.9.11_1134]
    Rating: 0 (from 0 votes)
  71. May 15th, 2009 at 11:24 | #71
    farhan

    Ass.wr.wb pak Dr Arief.. tapi di mulut saya jg keluar bnyk sariawan, dimuka muncul banyak juga cacar..ada pula jerawat..seperti terkena serangan panas dalam yang dahsyat..sehingga menyulitkan saya utk makan..sekujur kepala saya sakit..perlukah saya minta diopname saja? thanks..@dr. Arief -

    VA:F [1.9.11_1134]
    Rating: 5.0/5 (1 vote cast)
    VA:F [1.9.11_1134]
    Rating: 0 (from 0 votes)
  72. May 15th, 2009 at 18:54 | #72
    Fina

    Dear dr. Arief,
    Dok, anak saya berumur 9 tahun terkena cacar air dan sdh sembuh. Namun akhirnya saya tertular dan skr lagi demam-demamnya.. Anak saya yang berumur 11 bulan boleh tidak tidur sama saya? Karena dia blm pernah pisah dr saya. Saya juga bingung waktu saya bawa anak saya ke Prof. Anak di Medan, katanya gak boleh makan telur dan seafood. Tp tadi saya ke dokter lain malah dianjurkan makan telur.. Yg benar yang mana sih dok?
    Thanks b4 ya dok..

    VA:F [1.9.11_1134]
    Rating: 5.0/5 (1 vote cast)
    VA:F [1.9.11_1134]
    Rating: 0 (from 0 votes)
  73. May 18th, 2009 at 13:28 | #73
    murry griyani

    ass.wr.wb
    Dr arief saat ini saya sedang hamil 16 mgg, saya ingin tanya apakah jika sudah pernah terkena cacar air bisa terkena lg? karena kemarin saya melakukan kontak dengan penderita cacar air dan ketika ditanyakan kepada dokter kandungan, katanya saya bisa terjangkit kembali meskipun sudah pernah kena, apakah itu benar dok??? apakah pernah ada kasus seperi itu???saya mohoh jawaban dari dokter
    terimakasih dokter arief

    VA:F [1.9.11_1134]
    Rating: 5.0/5 (1 vote cast)
    VA:F [1.9.11_1134]
    Rating: 0 (from 0 votes)
  74. July 26th, 2009 at 15:46 | #74

    wah thankz informasinya temen gua ni ada yang lagi kena cacar air padahal ini minggu terakhir dia psg

    VA:F [1.9.11_1134]
    Rating: 5.0/5 (1 vote cast)
    VA:F [1.9.11_1134]
    Rating: 0 (from 0 votes)
  75. July 29th, 2009 at 08:11 | #75
    citra kemala

    ass.wr.wb
    dr.arief saat ini saya sedang hamil 7 minggu, beberapa hari ini saya sakit flu dan radang tenggorokan, saya ingin bertanya apakah berbahaya sakit saya ini terhadap janin saya?dan apakah penggunaan antibiotik dianjurkan pada trimester pertama kehamilan, dan jenis obat apa yang aman bagi ibu hamil ?

    terima kasih banyak atas jawaban dokter..

    VA:F [1.9.11_1134]
    Rating: 5.0/5 (1 vote cast)
    VA:F [1.9.11_1134]
    Rating: -1 (from 1 vote)
  76. July 29th, 2009 at 09:05 | #76
    dr. Arief

    @ Citra Kemala
    Wa’alaikum salam w.w. Belum pernah dilakukan penelitian keamanan suatu obat terhadap ibu hamil secara spesifik. Karenanya penggunaan obat-obatan pada ibu hamil, khususnya pada trimester pertama sangat dibatasi. Pada kondisi darurat biasanya dokter mengambil jajaran antibiotika garis depan (first line therapy) dengan Amoxycillin atau turunannya. Namun, itu bukan berarti aman 100% untuk dipakai. Penggunaan terapi antibiotika tetap harus diberikan hanya oleh dokter. Semoga cepat sembuh ya!

    VA:F [1.9.11_1134]
    Rating: 5.0/5 (1 vote cast)
    VA:F [1.9.11_1134]
    Rating: 0 (from 0 votes)
  77. August 5th, 2009 at 22:49 | #77
    Donitetra

    Dear dr. Arief

    Assalamualiakum wr. wb.
    Istri saya terkena cacar dan anak saya yang saat ini berumur 1.5 tahun masih memerlukan ASI dan belum terimunisasi varisela. Yang saya tanyakan selain penularan dari udara dan cairan tersebut, apakah kandungan ASI sang ibu juga ada faktor penularan juga dokter, soal setau saya ASI adalah antibodi terbaik bagi sang anak.
    Sebelumnya saya ucapkan Terima Kasih Banyak atas respon dari pertanyaan saya.

    Walaikum Salam wr. wb

    VA:F [1.9.11_1134]
    Rating: 5.0/5 (2 votes cast)
    VA:F [1.9.11_1134]
    Rating: +1 (from 1 vote)
  78. August 27th, 2009 at 15:38 | #78
    alina

    saya mau nanya, kalo cacar air itu agar cepat sembuh sebaiknya berkeringat atau tdk boleh berkeringat ya?? terus apa benar klo terkena cacar air tidak boleh mandi sama sekali?
    terimakasih..

    VA:F [1.9.11_1134]
    Rating: 5.0/5 (1 vote cast)
    VA:F [1.9.11_1134]
    Rating: 0 (from 0 votes)
  79. October 24th, 2009 at 01:20 | #79
    Andri Gunawan

    Dr. arief yang baik hati, permisi,saya mau tanya..kalau lenting cacar terpecah secara tidak sengaja (tidak terlalu keras tergaruknya) apakah itu tandanya kita langsung terinfeksi? apakah bekasnya dapat hilang bila kejadiannya begitu? bila ya,,bagaimana caranya? lalu, apakah bekas yang tidak bisa hilanh itu bila kejadian di atas terjadi lalu kita terinfeksi bakteri yg lain? trims atas jawabannya ya Dok..Salam…

    VA:F [1.9.11_1134]
    Rating: 4.0/5 (3 votes cast)
    VA:F [1.9.11_1134]
    Rating: 0 (from 0 votes)
  80. November 16th, 2009 at 16:53 | #80
    Whin

    Salam kenal…:)
    sy mau tanya, anak sy berapa hari yang lalu terkena batuk pilek, trus agak panas 39″, tiga hari kemudian timbul bintik-bintik merah yg berisikan cairan, kt keluarga sy kemungkinan cacar air n sy kasi bedak caladin karena tidak terlalu banyak belum sy bawa kedokter, lalu besoknya timbul di di muka, punggung, dada dan tangan hanya saja tidak penuh hanya disebagian tempat saja…, dua hari kemudian bintik2 itu mengering, yg ingin sy tanyakan apa memang cacar itu keluar bintik2nya tidak penuh atau seluruh badan? trus apakah kl anak cacar air tidak boleh diamndikan?
    Terima kasih….:)

    VA:F [1.9.11_1134]
    Rating: 5.0/5 (1 vote cast)
    VA:F [1.9.11_1134]
    Rating: 0 (from 0 votes)
  81. December 11th, 2009 at 08:00 | #81
    citra kemala

    ass.wr.wb dr arif..

    usia kehamilan saya sktar 24 minggu, 2 hari yang lalu terkena cacar air ..saya telah konsul ke dokter kandungan saya dan dikasih obat anti virus HERCLOV, dan vit.BECOM-C, tapi tdk diberi salep atau bedak,kt dokter saya minta resep ke dokter kulit aja… membaca artikel dokter diatas akan dampak cacar air bagi janin saya sangat takut sekali dok..sampai -sampai saya ga bs tidur takut terjadi sesuatu thd anak saya..
    ..dan apa benar terkena cacar tdk boleh mandi dulu dok.

    terima kasih banyak dan saya amat menunggu jawaban dokter..

    VA:F [1.9.11_1134]
    Rating: 4.0/5 (2 votes cast)
    VA:F [1.9.11_1134]
    Rating: 0 (from 0 votes)
  82. December 14th, 2009 at 10:30 | #82
    marry

    Dok, nama saya marry, usia saya 32 tahun,
    sekarang terkena cacar air, sudah 3 hari.
    yang ingin saya Tanyakan? apa nama obat cacar air yang untuk di munum, dan yang dapat menghilangkan becas-becarnya.
    Sebelumnya saya ucapkan terima kasih

    VA:F [1.9.11_1134]
    Rating: 3.5/5 (2 votes cast)
    VA:F [1.9.11_1134]
    Rating: 0 (from 0 votes)
  83. January 26th, 2010 at 22:16 | #83
    kiki

    Malam, Dok.. waktu SMA saya pernah terkena herpes dan terulang lagi ketika kuliah semester 4.. lha, sekarang waktu hamil 25 mgg saya terserang cacar air dan ini yg pertama… kok bisa ya, Dok? bukannya kata dokter cacar akan kambuh lagi dalam bentuk herpes? lha ini saya belom pernah kena cacar air malah dah kena herpes duluan.. terus, saya periksa ke DSOG, katanya kalo usia kehamilan masuk trimester ke2 ga papa..yg bahaya kalo terjangkit di usia kehamilan trimester ke1 ato ke3, betulkah itu dok? kemudian saya diberi antivirus Valvir, antibiotik Supramox, dan obat penurun demam Intunal-F, bedak Salicyl dan salep Acyclovir.. Obat-obatan itu termasuk kategori amankah untuk janin saya? Saya hanya bisa pasrah dan berdoa selalu agar anak saya lahir sehat dan sempurna. Saya mohon doanya, dok.. Terima kasih.

    VA:F [1.9.11_1134]
    Rating: 5.0/5 (1 vote cast)
    VA:F [1.9.11_1134]
    Rating: +1 (from 1 vote)
  84. February 14th, 2010 at 15:04 | #84
    Lina

    dok saya sedang kena cacar air sekarang, boleh gak saya vaksin cacar air ? supaya cepat kering dan tidak terlalu menyebar ke seluruh tubuh

    VA:F [1.9.11_1134]
    Rating: 5.0/5 (1 vote cast)
    VA:F [1.9.11_1134]
    Rating: +1 (from 3 votes)
  85. January 4th, 2011 at 09:40 | #85
    bhule

    bahaya tuh.. hati2 aja brow

    VA:F [1.9.11_1134]
    Rating: 0.0/5 (0 votes cast)
    VA:F [1.9.11_1134]
    Rating: +1 (from 1 vote)
  1. |
    September 27th, 2008 at 12:46 | #1

    [...] setelah kita mengetahui bagian awal dari penyakit Cacar Air ini, kita lanjutkan ke bagian lain yang lebih mendalam. Cacar air biasanya didapat dari udara yang [...]

Comments feed