100% Sehat, mungkin nggak ya ?

Zaman kini telah berubah. Seiring dengan perkembangan teknologi, sudah sifat dasar manusia untuk selalu menginginkan lebih. Lebih enak, lebih mudah, lebih ringan, lebih baik, lebih sedikit yang dikeluarkan, dan lebih banyak yang didapatkan. Sayangnya dalam konteks kehidupan sehari-hari, pola “ingin lebih” ini tidak 100% berakibat positif terhadap tubuh.

Contohnya dalam konteks pertanian; dengan maksud ingin lebih baik dan lebih banyak (serta lebih cepat) hasil panennya, maka diupayakan berbagai macam bentuk pupuk kimia serta pestisida. Memang benar tercapai tanaman yang lebih segar, lebih besar, lebih cantik, lebih banyak, dll pokoknya lebihhh… Tapi di sisi lain ternyata menimbulkan masalah bagi kesehatan yang macam-macam, seiring dengan menumpuknya kadar zat-zat kimia pada tubuh. Mungkin ada yang bertanya, kok dulu tidak pernah dengar masalah yang begini-begini sih? Jawabannya kembali ke jabaran contoh di atas tadi. Dulu petani lebih banyak menggarap sawahnya secara konvensional (istilah kerennya : organik). Memang standar hasil panennya pun barangkali tidak semuluk sekarang, harus serba lebih, tapi cukup dengan standar panen yang baik saja; tapi dari segi kesehatan tidak menimbulkan dampak seperti yang kita temui sekarang.

Contoh lain di bidang industri, kesimpulan kasarnya ‘mah  sekarang semua diupayakan supaya manusia tidak usah bergerak terlalu banyak. Gimana tidak ? Pertama ditemukan remote control. Tujuannya, agar seseorang tidak usah “banyak bergerak” dari sofa nya menuju TV. Kemudian ditemukan komputer, agar manusia bisa mudah “bergerak” ke seluruh dunia tanpa meninggalkan kursinya… yah katanya gerak??? Masih kurang juga, kemudian ditemukan laptop, supaya orang lebih sedikit lagi bergerak, dari tempat tidur saja sudah cukup… hehehehehe :) Akibatnya… jaman sekarang “anak” usia 30 an sudah buanyak yang sakit pinggang, sakit pergelangan tangan, kolesterol tinggi, dll… Jaman dulu penyakit ini sih urusannya sama manula usia 60 an. Bahkan ironisnya lagi, banyak anak yang “balapan” sakit beginian sama orang tuanya. Wajar… zaman sudah berubah. Dulu sang Ayah berangkat kerja pakai sepeda dan bekerja menggunakan tenaga ototnya, sekarang sang anak berangkat kantor dengan mobil sedan ber AC, lengkap dengan supir pribadinya, sampai kantor masuk ruang ber AC lagi, duduk di kursi yang empuk, seharian bekerja dengan laptopnya… wah wah wah… rupanya rupanya istilah banting tulang dan memeras keringat tidak berlaku lagi bagi sang anak; lebih tepatnya membanting jari dan memeras otak hehehehe :)

Karena perubahan pola zaman inilah kini bermunculan penyakit-penyakit baru yang orang-orang tua zaman dulu tidak mengenalnya. Nah, apa saja faktor yang langsung berperan terhadap kesehatan kita ? Faktor-faktor itu adalah:

1.       Air

2.       Udara

3.       Makanan & Minuman

4.       Olah raga

5.       Emosi

6.       Tidur / Istirahat

Dapatkah kita memperoleh jaminan kesehatan dari ke-6 faktor tersebut? Rasanya hari gini agak susah untuk 100% sehat secara natural…. makanya sekarang banyak orang melakukan Detox, alias Detoksifikasi, alias “membuang limbah metabolit (sampah beracun) dari tubuh.

to be continued…